MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai

MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai
Bab.39 (Curhatan hati)


__ADS_3

Di sebuah cafe dengan tema outdoor. Luna dan Jessy sedang duduk berhadapan sambil menikmati secangkir moca latte. Pemandangan matahari terbenam dan situasi yang cukup sepi membuat suasana saat ini sangat pas untuk mengobrol santai.


Luna meletakkan kembali cangkir kopinya di atas meja kemudian beralih menatap Jessy. "Sebenarnya kenapa kamu pulang mendadak seperti ini, apa Jack melakukan kekerasan fisik lagi?"


"Now, bukan hanya itu ... ini bahkan lebih buruk, beberapa bulan ini dia sering pulang telat, awalnya aku kira dia bekerja lembur tapi ternyata dia mempunyai wanita lain. "Jessy tak kuat untuk melanjutkan, tangisnya pecah di hadapan sang sahabat.


Melihat hal itu Luna berpindah tempat duduk di samping Jessy. "Kamu jangan menangis, dulu aku sudah pernah mengingatkan kamu, Jack itu bukan pria yang baik, tapi kamu tetap kekeh ingin menikah dengannya, aku sudah pernah gagal di usia muda jadi aku tahu apa yang kamu rasakan sekarang."


"Aku menyesal tidak pernah mendengarkan ucapan kamu ... sejak awal menikah dia sudah sering memukul ku tapi aku masih bertahan karena aku mencintainya tapi sekarang aku tidak tahan lagi Lun, dia berselingkuh." Jessy menangis di pundak Luna.


"Lalu bagaimana sekarang ... apa kalian akan bercerai?"


Jessy menegapkan kepala menatap Luna yang sedang duduk di sampingnya. "Kami sudah resmi bercerai, surat dari pengadilan sudah keluar, untuk itu aku pulang."

__ADS_1


"A-apa! Tapi kenapa kamu baru memberitahu aku sekarang?" Luna nampak sangat kaget, saat baru mengetahui semua hal yang di hadapi Jessy sendirian.


"Sorry, aku tidak mau membuat kamu ataupun Mishel khwatir." Jessy menyeka air matanya lalu mencoba mengatur napas. "Sudahlah, aku tidak ingin mengingat hal-hal buruk itu lagi, aku ingin kembali memulai karier ku disini bersama kamu dan Mishel seperti dulu, kapan kita bisa berkumpul lengkap lagi."


Luna tiba-tiba saja menjadi murung. Bagaimana mungkin mereka bisa berkumpul dengan lengkap, jika hubungan ia dan Mishel sedang tidak baik. "Sebenarnya aku dan Mishel sedang bertengkar."


"Bertengkar ... kenapa, kalian tidak pernah bertengkar sebelumnya kan?"


Luna menatap Jessy yang sedang duduk di sampingnya, ia pikir Jessy adalah orang yang paling tepat untuk menceritakan semua yang ia pendam saat ini. "Kamu tahu kan, aku pernah menikah muda."


"Laki-laki itu kembali lagi ke kehidupan ku Jes ... dia ada di kota ini."


"What! Terus apa hubungannya dengan kamu bertengkar dengan Mishel?"

__ADS_1


"Entah bagaimana caranya, ternyata mantan suami ku akan di jodohkan dengan Mishel dan Mishel menyukainya ... awalnya aku cuek saja, karena semua sudah lama berlalu, tapi mantan suami ku itu menyatakan perasaannya kembali kepada ku, aku menolak tapi semakin kesini pertahanan ku semakin goyah Jes, aku pikir cinta itu sudah hilang seiring berjalannya waktu tapi ternyata aku masih mencintai dia juga ... Mishel mengira aku merayu dan merebut laki-laki itu darinya, aku ingin maju tapi aku seperti kehilangan arah, mau mundur juga aku tidak bisa."


Mata Luna mulai berkaca-kaca, akhirnya apa yang ia pendam bisa ia lupakan juga. Selama ini ia hanya bisa memendam segalannya sendiri karena tak ada orang yang bisa ia ajak bicara.


Jessy menepuk pundak Luna perlahan untuk menenangkan sahabatnya itu. "Kenapa masalah laki-laki selalu berhasil membuat kita menangis, kamu pernah bilang kalau dia adalah orang yang baik, tapi karena keadaan kalian harus berpisah ... aku ingin tanya satu hal, apa Mishel sudah tahu kalau dia mantan suami kamu?"


Luna menggeleng perlahan. "Aku tidak bisa bisa memberitahu dia karena dia terlihat sangat menyukai mantan suami ku."


"Setidaknya dia harus tahu, aku yakin dia akan mengerti."


"Entahlah, aku masih bingung harus berbuat seperti apa."


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊😍


__ADS_2