
Gisna sejak sore bersiap dengan rencananya, dia sudah bertekat akan menerjang bahaya demi pacarnya.
Gadis sunda itu ingin menghentikan transaksi gelap yang akan dilakukan oleh pacarnya Irwan.
Bagaimana pun Gisna tak akan membiarkan pacarnya itu melakukan dosa besar yang akan disesali Pak Polisi itu dikemudian hari. Gisna yakin sekali Irwan adalah pria yang baik dan bisa ia percaya.
Dengan gerak-gerik yang mencurigakan Gisna berjalan menuju tempat pertemuan yang pernah dia dengar saat nguping di cafe.
Lengkap dengan syal bunga-bunga yang dia buat menutup kepalanya, dengan gaya-gaya ibu-ibu pejabat. Tak lupa Gisna juga mengenakan kacamata hitam agar tak ada yang bisa mengenalinya. Terutama Irwan pacarnya.
Gisna mengikuti jalur ninja Bu Winda, dia sembunyi di semak-semak untuk mengintai.
Karena tempat yang dipilih oleh Irwan adalah sebuah tanah kosong di pinggir pasar.
Gisna masih duduk jongkok di semak-semak meski kedua kakinya sudah mengalami gejala kesemutan parah.
"Kok nggak nonggol-ninggol mereka ini sudah jam 08:15!" ujar Gisna sambil mengamati arloji di pergelangan tangan kirinya.
Ketika gadis sunda itu mau berdiri, suara deru sebuah mobil masuk ke dalam area tanah kosong itu. Hingga membuat Gisna kembali berjongkok agar tak ketahuan.
"Itu mereka!" Gisna melepas kaca mata hitamnya.
Susah juga melihat dengan kaca mata hitam di malam hari.
Tak lama setelah mobil sedan keluaran Eropa itu masuk ke area TKP. Gisna juga bisa melihat mobil Irwan memasuki area pertemuan ilegal itu.
Gisna mulai tak mau berkedip, dia harus melihat semua proses transaksi itu. Dan muncul diwaktu yang tepat agar dia bisa menyelamatkan kekasih hatinya itu dari jerat kriminal.
Seorang pria berpakaian hitam-hitam dilengkapi dengan topi hitam, keluar dari dalam mobil sedan mewah itu.
Perawakannya tinggi besar dan Gisna bisa melihat beberapa tato di lengan dan leher pria besar itu.
"Preman sialan!" pekik Gisna, dengan nada lirih.
Sementara Irwan juga mulai keluar dari dalam mobil merahnya. Dengan gagah dan percaya diri, Pak Polisi yang kini juga mengenakan kaus hitam pas badan dan juga celana jins hitam. Topi hitam melengkapi kemacoan men in black kali ini.
"Gantengnya pacarku!" ujar Gisna, dengan mata berbinar-binar.
"Heistttt serius dikit donk Gisna, kita lagi di dalam misi penting ini!" Gisna mengingatkan dirinya sendiri.
Netra gadis sunda itu kembali normal dan melihat gerak-gerik pacar gantengnya itu. Di tangan Polisi muda itu tertenteng sebuah koper berukuran sedang.
Irwan tampak berbicara pelan, dan memberi isyarat pada pria besar yang sudah berdiri di depan Polisi muda itu.
Gisna tak dapat mendengar apa pun, tapi Irwan segera membuka koper itu di depan pria itu.
Gisna yang sudah merasa kesal dan penasaran, segera berdiri dan berteriak.
"Irwannnnnn jangan!" teriak Gisna.
Seperti maling yang tertangkap basah, kedua pria itu langsung kaget dan bingung dengan kehadiran Gisna di tempat transaksi mereka.
"Irwan kau ini Polisi, kenapa melakukan hal memalukan seperti ini???
"Kau sedang apa?" tanya Gisna dengan kemarahan.
"Aku sedanggggg...," Irawan yang tertangkap basah oleh pacarnya itu pun tak bisa melanjutkan perkataannya.
Tak ada alasan yang terlintas di kepala Irwan untuk diungkapkan juga.
"Apa yang ada di dalam koper itu?" tanya Gisna.
"Ini?" Irwan malah mengambil benda di dalam koper yang di bawanya.
Sebuah pistol kaliber berwarna hitam.
Gisna malah langsung tiarap dan menangis tersedu-sedu di tempat itu.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa melakukan itu, kau ini polisi!!!
"Kenapa kamu menjual senjata api ilegal?!" tanya Gisna.
Gadis sunda itu masih dalam kondisi tiarap di tanah, dia tak peduli pakaiannya kotor. Gisna takut ditembak oleh pacarnya kali ini, karena tembakkan kali ini dengan senjata api. Yang pasti akan sangat menyakitkan.
"Sweety tenang--lah dulu, ini bukan senjata betulan!" kata Irwan.
Lelaki itu menyerahkan koper berisi senjatanya ke pada si pria besar. Dan Polisi muda itu membantu Gisna berdiri.
"Kau yakin, itu pistol mainan?" tanya Gisna setelah bisa berdiri tegak.
"Iya! Sebenarnya aku malu padamu!" kata Irwan.
"Malu gimana?" tanya Gisna.
"Aku penggila game perang-perangan , dan aku juga suka mengkoleksi senjata mainan.
"Aku takut kau tak suka karena hobiku seperti anak kecil.
"Jadi aku menjual semua!" jelas Irwan.
"Aisttttttt!" Gisna memukul lengan pacarnya itu dengan keras.
"Huhhhhhhhh!" Gisna juga menghela napas lega.
"Kupikir kamu jualan barang ilegal, atau nerima suap.
"Yaaaa ampun aku takut sekali!
"Syukurlah, kau....eisttttttt!" Gisna kembali memukul lengan kekar Polisi muda itu.
"Aku tak seperti itu Sweety, aku orang yang lurus!" kata Irwan.
Setelah menyelesaikan transaksi replika pistol daru salah satu Game online itu, Gisna dan Irwan jalan-jalan di pantai.
Tapi autor udah ketawa-ketiwi kayak orang gila pas nulis adegan ini 🤭
"Kenapa kau malu pada pacarmu sendiri?" tanya Gisna pada Irwan.
"Karena aku tak mau Sweety kecewa padaku!" kata Irwan.
"Yaaa ampun!" Gisna tak bisa bicara lebih lanjut tentang kasus senjata game online itu.
"Aku takut Sweety bilang aku boros, dan suka menghamburkan uang!" kata Irwan.
"Kenapa aku harus marah padamu? Hanya karena kau membeli barang yang kau sukai???
"Kau membelinya dengan uang yang kau hasilkan sendiri juga!" ujar Gisna.
Mereka pun duduk di sebuah kursi di area pantai itu. Pantai lain, bukan pantai yang dekat dengan rumah Zidane ini.
Pantai itu sih, pantai pribadinya Zidane dan Nesa😁
"Tapi aku tak suka dengan kelakuanmu yang lain!" kata Gisna.
"Apa Sweety? Katakan!
"Aku akan coba memperbaikinya!" kata Irwan dengan nada gugup tercampur takut.
Tampaknya kemarahan Gisna, adalah sebuah momok yang menakutkan bagi Polisi muda itu.
"Kau menghamburkan uang untukku!
"Membelikanku tas dan barang-barang yang mahal!
"Kau pasti memaksakan diri--kan, aku tau gaji pegawai pemerintah itu kecil.
__ADS_1
"Aku nggak suka itu!" kata Gisna.
"Kenapa?" tanya Irwan.
Jarang sekali wanita tak suka diberi hadiah-hadiah yang mahal.
"Karena bagiku!
"Makan di pinggir jalan, memakali barang-barang yang sederhana.
"Asal bersamamu itu sudah cukup membahagiakan bagiku!" akui Gisna.
Pelukan hangat diterima Gisna dari Irwan. Tentu saja Irwan sangat tersentuh dengan ungkapan Gisna itu.
Bagaimana pun setau Irwan, Gisna adalah gadis kota yang biasanya suka akan kemewahan. Tentu saja Irwan mengira-kira hal itu karena pencariannya di internet.
"Maaf, Sweety! Aku terlalu senang!" kata Irwan.
Pak Polisi itu malah melepas pelukannya pada Gisna.
Tapi gadis sunda itu malah memeluk Irwan, dan membuat jantung Irwan lompat tali di dalam sana.
"Ayo kita menjalani hubungan kita ini tanpa beban.
"Tapi berjalan ke arah yang serius!" kata Gisna.
"Maksutmu?" Irwan tak tau apa makasut Gisna.
"Jangan menjadikanku bebanmu, karena aku pacarmu.
"Aku ingin kita menjalani masa pacaran kita dengan santai!
"Tapi aku juga ingin serius denganmu!" jelas Gisna.
"Begitu yaaaa!" Irwan masih terlihat bingung.
"Meski terlalu cepat membahas ini.
"Aku ingin punya dua anak!" kata Gisna.
"Hehhhhhh?" Irwan tampak kaget.
"Kau mau berapa emangnya?" tanya Gisna.
"Empat!" kata Irwan.
Gisna melepas gelendotannya dari bahu Irwan, gadis sunda itu langsung cemberut.
"Kau pikir melahirkan nggak sakit?" tanya Gisna.
"Benar...Dua saja!" Irwan dengan cepat mengalah
Gisna kembali menempelkan tububnya ke bahu kekar Irwan.
"Ngomong-ngomong, apa nggak papa kita pelukan sebelum bergandengan tangan?" tanya Irwan.
Gisna bingung dan kembali melepas pelukannya lagi.
"Maaf karena aku memelukmu, sebelum bergandengan tangan!" kata Irwan.
"Jangan lihat internet lagi, artikel mana yang kamu baca???
"Kuno sekali?!" tanya Gisna kesal.
"Step-step dalam berpacaran di lambeturah.com!" kata Irwan.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤