Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 21


__ADS_3

Akhirnya Nadia bisa membantu Kevin mencari Tempat lain untuk membeli berbagai barang yang di butuhkan,,


Setelah melakukan transaksi Kevin mengajak Nadia pulang karena memang hari mulai gelap sedang kan mereka masih memakai seragam sekolah nya.


" Kak,, boleh mampir Supermarket " Ucap Nadia saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Kevin hanya mengangguk dan melajukan mobilnya,,


Udara malam yang juga sedikit gerimis membuat dingin terutama Nadia yang tidak memakai Jaket.


Kevin menatapnya dan tangannya menyambar Jaket di Jok belakang.


" Ini Pakai " Ucapnya memberikan jaketnya.


Nadia pun memakainya, sedikit kebesaran namun tetap saja Nadia terlihat cantik.


Mobil mereka berhenti di sebuah Supermarket dekat rumah.


" Bentar Kak " Ucap Nadia akan turun.


" Tunggu gue ikut "


Nadia hanya mengangguk dan mereka segera berlari masuk.


Nadia berkeliling mencari sesuatu sementara Kevin terlihat hanya terus mengikuti nya dia saat tepat berada di rak Pembalut Kevin membulat kan matanya.


" Kenapa " Enteng Nadia melihat wajah Kevin.


" Mulai sekarang harus tau apa keperluan harian, Ingat Apa kata Pak Ustad bukan ?" Goda Nadia membuat Kevin diam.


Setelah membeli beberapa keperluan nya, Kini Nadia akan membayar nya.


" Pakai ini " Ucap Kevin memberikan ATM miliknya.


" Loh tapi ini kan ,-


" Ini Mbak " Ucap Kevin memberikannya kepada Kasir.


Nadia menghela napasnya,,


Dua kantong kresek sudah berada di tangan Kevin, mereka keluar namun terlihat masih gerimis.


" Lo langsung masuk Mobil " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk.


Sementara Kevin meletakan semua Belanjanya di Belakang dan langsung berlari masuk.


Nadia menatap wajah Kevin yang tampak basah, dia pun menarik tisu untuk mengeringkan nya.


Kevin kaget namun dan menatap wajah Nadia,,


Satu kata dalam hatinya saat ini Cantik namun rasanya sangat malu jika Kevin mengatakan nya langsung.


" Sudah,, sekarang kita pulang Mama pasti sudah nunggu di rumah " Ucap Nadia.


Kevin kembali melaju kan Mobil nya dan hujan semakin deras hingga mereka sampai di rumah .


Nadia menghampiri Kevin yang akan mengambil belanjanya,,


" Sini aku bantu " Ucapnya namun Kevin menolak.


" Masuk masuk terus mandi basah tubuh Lo"


Bukannya malah dia yang basah kenapa jadi gue yang suruh mandi.Batin Nadia.


" Kalian baru pulang,, Basah gini mandi nanti malah sakit " Ucap Nawang.


" Nadia ke kamar dulu Ma "


Nawang mengangguk dan menatap Kevin yang membawa kantong plastik di kedua tangannya.


" Gitu dong jadi suami "


Kevin hanya menggeleng dan masuk ke dalam kamarnya menyusul Nadia namun matanya mengernyit saat tidak melihat Nadia di sana.


Loh kemana dia bukannya mau mandi. gumamnya bingung dan meletakan belanja nya di atas meja.

__ADS_1


Nadia sendiri langsung masuk ke dalam kamarnya, dia lupa jika mereka sudah menikah dan tinggal di kamar Kevin .


Ih seger banget,, Ucapnya mengeringkan rambut panjangnya.


Belanja an gue dimana,, astaga pasti ke bawa deh ke kamar Kak Kevin.


Nadia langsung keluar dan mengetuk kamar Kevin.


tok,,


tok,,


tok,,


" Kak Kevin,, Belanjaan gue mana "


" Kak,, "


Tidak ada jawaban membuat Nadia berdiri menunggu,,


Nawang menautkan alisnya dan menghampiri,,


" Kamu ngapain Nak "


" Ma,, Tadi Nadia belanja dan kayaknya ke bawa Kak Kevin di dalam "


Nawang menggeleng,,


" Terus kenapa kamu gak masuk "


" Kak Kevin lagi mandi kayaknya "


" Lah terus kenapa, Kalian sudah menikah Loh tinggal masuk saja "


Astaga,, Gue lupa kalau udah nikah.


" Iya Ma "


Nadia langsung membuka Handle pintunya dan masuk ke dalam.


ini dia belanjaan gue.


Nadia duduk dan membukanya, tidak lama Kevin keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya.


" Aaa "


Nadia menjerit saat melihat membuat Kevin kaget dan tersenyum, dia pun berniat untuk menggodanya.


Kevin malah berjalan mendekati Nadia yang menutup wajahnya.


" Lo mau apa " Ucap Nadia mundur namun Kevin terus menggodanya hingga tubuhnya terbentur tepi sofa.


Jantung Nadia berdetak kencang, Tubuh Atletis , rambut acak acakan serta di biarkan basah membuat Kevin terlihat semakin mempesona dan tampan.


Fiuh,,


Nadia menggeleng membuat Kevin tertawa,,


" Ih nyebelin banget sih " Kesal Nadia mendorong tubuh Kevin.


Kevin terus tertawa melihat tingkah Nadia yang malu,,


" Terus aja ketawa gak lucu "


Nadia kesal dan membawa kantung plastik nya keluar.


Terlihat Nawang bersama Abdi sedang berada di ruang tengah.


" Loh Loh kenapa ini " Ucap Abdi menatap menantu Cantiknya.


" Hei gue becanda " Ucap Kevin menghampiri Nadia.


" Gak lucu "


Nawang juga Abdi saling tatap bingung dengan sikap putra dan membantunya.

__ADS_1


" Kevin,, kamu apakan menantu Mama "


" Ma,, Kak Kevin nyebelin masa dia godain Nadia terus "


" Vin,, kamu tuh kasihan Nadia nya "


" Becanda Ma "


Nadia mencebikan bibir nya membuat Kevin gemas dan mencubit pipinya.


" Mama,, "


Kevin tertawa dan berjalan menuju dapur.


Tanpa sadar Abdi tersenyum melihat mereka yang kini.


Sebelumnya mereka selalu diam dan tampak seperti tidak saling kenal hingga beliau sangat takut jika kehidupan pernikahan mereka akan berantakan namun melihat mereka yang seperti ini membuatnya tenang.


*******


Hari semakin malam,,


Nadia masuk ke dalam kamarnya, kali ini dia tidak lupa tentang pernikahan nya .


Nadia menatap dimana Kevin dengan Laptop yang menyala dan sebuah kopi di sampingnya.


" Apa Kakak terus seperti ini ?" Ucapnya berdiri di samping Kevin yang menatapnya.


" Tidur larut malam, menatap Laptop dengan secangkir Kopi padahal besok harus sekolah"


" Gue gak biasa tidur sore "


Nadia tersenyum,,


" Karena tidak dibiasakan ,,"


" Sangat bagus Bisnis di usia Dini tapi gak harus melupakan sekolah juga kesehatan"


" Selama ini nilai gue gak pernah turun dan tubuh gue juga baik baik saja "


" Ya Saat ini ,, Apa gak berfikir kedepannya ?"


Kevin menghela napasnya dan tersenyum menatap Nadia yang terus bicara panjang lebar kepadanya.


" Sejak kapan jadi kaya Emak Emak Hem,, "


" Terserah deh di bilangin juga "


Nadia berjalan menuju Ranjangnya ,,


Kevin masih menatapnya dan tersenyum,,


" Sampai kapan itu guling terus di situ,, "


" Stop ,. Awas aja kalau di pindah "


" Loh,, Bukannya Lo yang suka mindahin "


Nadia kesal dan langsung menarik selimut nya,,


Kevin menggeleng dan kembali menatap Laptopnya.


Sebenarnya bukan hanya mengecek laporan masuk dari Irfan namun dia pun mencari Kampus untuk kuliahnya nanti.


Beberapa Email masuk mengenai penawaran Beasiswa untuk nya namun itu berada di Luar Negeri dan juga beberapa di Luar Kota.


Kevin masih berpikir untuk menerimanya atau menolaknya.


Dia sendiri belum menceritakan semua kepada Nadia atau Kepada orang tuanya.


Karen merasa lelah dan juga mengantuk Kevin menutup Laptopnya, dia berjalan menuju ranjang,, menatap Nadia yang sudah terlelap membuatnya tersenyum.


Tangannya membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Nadia.


Dia pun ikut berbaring di sampingnya.

__ADS_1


Matanya mulai terpejam menyusul Nadia yang sudah sampai di alam mimpinya.


__ADS_2