
Irfan yang melihatnya langsung menghampiri Nadia yang tampak bingung.
" Mba Nadia kenapa ?" Ucapnya sembari mengambil benda pipih yang di jatuhkan istri bosnya itu.
" Kak Kevin,, Kak Kevin kecelakaan " Ucapan dengan air mata yang langsung mengalir.
" Astagfirullah,, Terus bagaimana keadaannya Mba"
" Saya harus ke sana "
" Saya temani Mba Nadia "
" Jangan Van, Cafe Ramai biar saya saja yang pergi. "
" Ta- tapi Mba "
Nadia sudah langsung berjalan keluar dan menyetop Taxi yang lewat.
Ya Tuhan,,
semoga Bos Kevin tidak kenapa kenapa..
____
Kevin sudah berada di mobilnya, dia berencana akan pulang karena Nadia yang sudah menunggu nya di rumah.
Matanya menatap ponselnya yang tergeletak di atas dasbor depan, memang dia sengaja meletakan nya di sana.
Mending aku telpon Nadia,,
dia mau sesuatu biar sekalian gue beli. Ucapnya menyambar ponselnya.
Irfan telpon,,
kenapa dia, ??
Kevin langsung menghubungi Irfan kembali, dia tau jika Irfan sudah menghubungi nya berarti terjadi sesuatu di Cafe.
karena selama ini Irfan bisa menangani semua sendiri.
" Astaga Bos,, Bos tidak kenapa kenapa ?" Ucap Irfan di seberang.
" Lah memangnya gue kenapa Fan, Gue baik baik Saja. "
" Terus tadi Mba Nadia bilang, Bos kecelakaan "
" Maksud Lo gimana sih"
..." Mba Nadia datang Ke Cafe karena ada Tamu yang mau ketemu Bos, Terus baru saja Mba Nadia dapet telpon katanya Bos kecelakaan. " ...
" Astaga,, Terus Nadia pergi sendiri."
" Tadi gue mau temani tapi Mba Nadia menolak."
" Lo tau dimana Tempat nya Fan "
" Muara Kapuk,, Ya Muara Kapuk"
Kevin langsung memutuskan telponnya dan melaju dengan kecepatan tinggi dia khawatir terjadi sesuatu dengan istrinya.
Sementara Riko yang berada di Belakangnya mobilnya merasa heran melihat Kevin yang melaju cepat.
Kevin mau kemana dia,,
seperti nya ada yang gak beres. Riko segera mengikuti Kevin dan di susul semua temannya.
****
Gedung Muara Kapuk.
Nadia turun dari dalam Taxi , dia menatap sekitar hanya terlihat bangunan kosong dan gelap.
Dia terus mencari dimana orang yang menghubungi nya bilang jika Kevin kecelakaan di area itu.
langkahnya terus berjalan cepat, dia sangat khawatir dengan keadaan suaminya.
Kak Kevin,, Ucap Nadia namun matanya menatap sorotan lampu mobil ke arahnya.
Tidak lama terlihat dua orang laki laki bertubuh kekar keluar,,
" Si- siapa Kalian " Ucapnya
Nadia kembali menatap seorang laki laki tua keluar,,
__ADS_1
" Cantik seperti Bidadari " Ucapan melangkah maju membuat Nadia mundur.
" Ka- kamu mau apa,, Siapa Kalian " Ucapnya.
" Hahahaha,, Kamu tidak perlu takut gadis cantik,, "
Nadia menggeleng,,
" Tolong,, " Teriak Nadia .
" Teriak lah dengan keras, tidak ada satu orang pun yang akan dengar, Kamu lihat di sini sangat sepi."
Nadia menatap sekeliling,
memang benar hanya terdapat bangunan besar dan kosong .
dan kali ini hanya jebakan,,
Kak Kevin,,
tolong gue,, Gumamnya dengan air mata yang terus mengalir.
" Semakin cantik kamu saat menangis, membuat Saya Ingin segera menikmati tubuh kamu "
Nadia menggeleng,,
dia takut jika mereka akan melakukan sesuatu kepadanya.
Dia akan berlari namun tasnya berhasil mereka tarik hingga tubuhnya terjatuh,,
" Tolong lepasin saya, " Ucapnya namun mereka hanya tertawa.
Nadia berusaha terus mundur namun tubuhnya terbentur tembok.
Laki laki tua itu semakin maju, bahkan tangannya mulai membuka kancing bajunya membuat Isak tangis Nadia semakin menjadi, di saat laki laki itu semakin mendekat Nadia langsung menendang nya hingga laki laki tua itu tersungkur.
" Sialan kamu "
Plak,,
Nadia terjatuh dengan kepala terbentur batu membuatnya pingsan.
mereka tertawa,,
" Siap Bos "
Laki laki itu menatap wajah cantik Nadia yang pingsan, sangat cantik.
matanya menatap tubuh Nadia yang begitu mulus semakin membuatnya Naf** tangannya akan menyentuh tubuh Nadia.
" Dasar Laki laki tua bang***" Ucap Kevin menendang nya hingga membuatnya tersungkur.
kedua anak buahnya langsung akan menyerang Kevin namun anak buah Riko langsung menghalangi nya.
" Sayang,, bangun " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia.
" Vin,, Lo bawa Nadia ke Rumah Sakit biar mereka gue yang urus " Ucap Riko dan Kevin mengangguk.
Kevin langsung membopong tubuh Nadia masuk ke dalam mobilnya.
sementara Riko bersama teman temannya menghajar mereka.
____
Kevin terus menggenggam tangan Nadia,
dia sangat takut terjadi sesuatu dengan istrinya apalagi luka di kening Nadia yang mengeluarkan darah.
Sayang,,
pliss,, Kamu bertahan kita akan ke rumah sakit.
maafin aku tidak bisa jaga kamu..
Kevin kembali membopong tubuh Nadia masuk ke dalam Rumah Sakit, beberapa Suster yang melihatnya langsung menghampiri dan membantu nya.
bagaimana tidak, Rumah Sakit itu merupakan salah satu Rumah Sakit milik Keluarga Permana. dan mereka tau siapa yang datang.
" Mas Kevin silahkan tunggu, biar Dokter yang akan memeriksa Mba Nadia" Ucap suster.
Kevin mengangguk dan berdiri di depan pintu.
kedua tangannya mengusap wajahnya.
__ADS_1
dia meyesali semua yang terjadi, dia bahkan menyalahkan dirinya atas kejadian ini.
Hingga terdengar suara Pintu terbuka membuat Kevin langsung menoleh.
" Bagaimana keadaan istri Saya Dok " Ucapnya membuat Dokter tersenyum.
" Lukanya tidak terlalu parah, Mba Nadia pun tidak perlu di rawat setelah sadar dan infusnya habis Mba Nadia bisa pulang ."
Kevin menghela napasnya,,
dia bernapas lega karena tidak terjadi sesuatu dengan Istrinya.
Dia langsung menerobos masuk, terlihat suster sedang membenarkan selang infus di tangan Nadia yang terbaring belum sadar.
" Permisi Mas Kevin, Jika Butuh sesuatu bisa langsung panggil kami."
Kevin tidak menghiraukan nya, dia hanya Khawatir dengan keadaan Nadia.
Sayang,,
Aku minta maaf karena sudah membuat kamu Celaka,, Tapi aku akan membalas semuanya .
Kevin mengecup tangan Nadia dan menatap wajah Nadia.
Setelah beberapa menit,,
Nadia mengerjapkan matanya,, ingatan akan laki laki tua itu kembali terbayang membuatnya langsung berteriak.
Aaaaa,, lepasin saya..
" Sayang, Sayang Hei ini aku Kevin " Ucap Kevin membuat Nadia menatapnya.
air matanya kembali menetes dan langsung memeluk Suaminya,,
tubuhnya masih bergetar bersamaan dengan Isak tangisnya.
" Kamu tenang ya, ada aku di sini " Ucap Kevin mengusap pucuk rambut Nadia yang memeluknya begitu erat.
dia sangat tau istrinya ketakutan.
" Aku takut Kak,, Aku takut " Lirih Nadia.
" Kamu aman ya,, Aku di sini "
Nadia melepaskan pelukannya dan menatap Kevin,,
Kevin mengusap air mata yang membanjiri wajah istri cantiknya.
" Maafin aku,, Aku janji ini tidak akan terjadi lagi" Ucapnya dan Nadia menggeleng.
" Jangan tinggalin aku, aku takut "
" Iya Sayang,, Aku di sini temani kamu "
Nadia kembali memeluk Kevin,,
Dia bersyukur karena tidak terjadi sesuatu dengan nya juga dengan Kevin suaminya.
" Aku mau pulang " Ucap Nadia melepaskan pelukannya.
" Ya kita pulang,, Tapi tunggu infus kamu habis Oke "
Nadia mengangguk namun tangannya terus menggenggam erat tangan suaminya,,
Kevin duduk di samping Nadia, dia berusaha untuk menenangkan istrinya.
Derrtt,,
Ponselnya bergetar,, tangannya merogoh jaket dan mengambil ponselnya,,
" Gimana Ko "
(....)
" Apa ?"
...*************...
...Kira² apa yang akan terjadi selanjutnya pemirsa,, ...
...ikuti terus kelanjutan ceritanya,, ...
...apakah ada kaitannya dengan Emeli atau hanya balas dendam karena Kevin yang hanya membayar hutang Miss Gresia tanpa bunga.....
__ADS_1
... ...