Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 93


__ADS_3

Bima mengusap matanya yang tidak lagi bisa membendung air mata.


tangannya mengambil foto antara dirinya , Emeli juga istrinya yang terpajang di sana.


Ting,,


Terdengar bunyi pesan dari ponselnya, beliau kembali meletakan nya dan merogoh saku celananya.


" Ini tidak mungkin " Ucapnya membaca pesan dari seseorang.


Saham yang dia tanam di Perusahaan Keluarga Nadia ternyata sudah di beli oleh Keluarga Sean.


Tubuh nya lemah dan langsung ambruk di lantai,,


******


Nadia sudah bersiap untuk sekolah bersama Kevin suaminya, tinggal menunggu hari Kevin akan menuju Ujian yang artinya hanya tinggal satu bulan saja mereka berada satu sekolah.


Kevin Sendiri sudah memutuskan untuk kuliah di Jakarta dan menolak Beasiswa di Luar Negeri dan Nadia lah alasan utamanya.


walau sebenarnya Nadia mendorong nya untuk meraih cita nya namun bagi Kevin hanya Nadia hal penting dalam hidup nya apalagi Usahanya yang semakin maju saat ini.


Abdi terlihat menatap Laptopnya, tidak seperti biasanya pagi ini beliau tidak berada di meja makan.


" Loh Ma, Dimana Papa ?" Ucap Nadia


" Papa masih urus kerjaan nya Sayang, sekarang kita sarapan dulu, Nanti kalian terlambat."


Nadia duduk dan mengambil kan sarapan untuk suaminya.


Tidak lama Abdi berjalan turun menghampiri keluarga kecilnya.


" Pagi semua,, Maaf Papa terlambat." Ucapnya


Nadia tersenyum,,


Dia sama sekali belum tau akan hal ini, Abdi sengaja membeli saham Bima untuk membuatnya jera akan kelakuan putrinya.


Ting,,


Ponsel Nadia berdering,, Dia pun mengambil dan membacanya.


Pesan singkat dari Nicol memberi tahu jika Keluarga suaminya kini ikut andil dalam perusahaan keluarganya.


Namun bukan itu masalahnya, Nadia sama sekali tidak keberatan bahkan dia malah merasa senang jika dua Perusahaan bisa bergabung.


" Maaf Tuan, Nyonya ada tamu " Ucap salah seorang pelayan.


" Loh siapa pagi pagi yang bertamu "


" Tuan Bimantara."


Deg..


Nadia Langsung mendongak, ini sudah pasti soal Perusahaan.


" Baik Mba, terima kasih..

__ADS_1


Kalian lanjutkan sarapannya, Papa temui Tuan Bima dulu." Ucap Abdi beranjak.


" Nadia ikut Pa " Ucap Nadia membuat semua menatap nya.


" Sayang,, " Ucap Kevin.


" Ini pasti masalah Perusahaan kan, Om Nicol sudah memberitahu Nadia."


Abdi mengangguk dan mereka berjalan keluar, benar saja Bima sudah menunggu di ruang tamu.


" Selamat Pagi " Ucap Abdi dan Bima langsung beranjak.


" Pagi Tuan, Non, Maaf jika saya menganggu waktu Pagi Kalian, Ada Hal penting yang ingin saya Bicarakan."


" Silahkan duduk."


Nadia menatap Abdi,,


Terlihat wajah Lelah, Bingung juga pucat.


sudah pasti karena memikirkan Emeli juga Perusahaan nya kini.


" Tuan,, Saya mohon untuk bisa kembali bekerja sama dengan Perusahaan Kalian, Hanya inilah sumber dana Untuk membiayai Keluarga saya.


Saya tau Kelakuan Putri Saya sungguh sangat kelewat batas dan membuat Anda sekeluarga kecewa tapi dengan Emeli masuk Penjara seharusnya semua bisa untuk menebus kesalahannya."


" Anda tau bukan jika sudah berurusan dengan Siapa, Walau Nadia menantu Saya tapi Saya sudah menganggap nya sebagai anak kandung dan siapa pun yang mencelakai nya mereka harus berurusan dengan Saya."


Deg.,,


Nadia menatap Abdi, terlihat sangat jelas jika Abdi merasa sangat marah dengan apa yang sudah Emeli lakukan.


" Saya sadar dan sangat sadar Tuan, Tapi Saya ,-


" Saya harus ke Kantor dan Nadia juga harus sekolah." Ucap Abdi beranjak.


" Baik Tuan , Saya Minta Maaf sudah menganggu waktu Anda juga Nona Nadia."


Nadia menatap Bima, Ada rasa tidak tega menatapnya.


Semua ini kesalahan Emeli namun berimbas pada dirinya juga perusahaan yang sudah dia didirikan dari awal.


" Om Bima tunggu " Ucap Nadia


Abdi menautkan alisnya bingung, Sementara Bima menoleh ada sedikit harapan pada Nadia.


" Pa, Apa ini tidak berlebihan..


semua itu kesalahan Emeli, Dan Emeli sudah sadar bahkan sudah meminta maaf dengan Nadia, Nadia kira Kerjasamanya ini masih bisa di lanjutkan."


" Tapi Nak,, Dia sudah hampir membuat kamu Celaka dan Papa tidak terima akan itu."


" Nadia tau Pa, Tapi Dengan Hukuman penjara bukannya sudah lebih dari cukup, Lagian Nadia tidak apa apa bahkan sudah memaafkan Emeli."


" Hati kamu memang sangat mulia Nak, sama seperti Kedua orang tua kamu." Ucap Abdi.


Nadia tersenyum,,

__ADS_1


Selama ini Nadia memang selalu di ajarkan untuk memaafkan dan berbuat baik terhadap sesama.


" Anda dengar,, Ini semua karena Menantu Saya dan Saya akan mencabut Saham Anda."


" Terima Kasih Tuan " Ucap Bima mencium punggung Abdi.


" Sebagai orang Tua, sudah seharusnya kita mendidik anak kita menjadi pribadi yang baik, Memanjakan nya boleh saja tapi tidak berlebihan."


" Baik Tuan."


Bima menatap Nadia yang juga berdiri di sana,, dia langsung berlutut membuat Nadia langsung berjongkok.


" Terima Kasih Nona, Saya tidak tau harus membalasnya dengan cara apa, Emeli sudah sangat keterlaluan namun Nona bisa memaafkannya.


Terima kasih Nona ."


" Om ,, berdiri ya..


Jaga Emeli dan didik lah dengan baik, Nadia tau Emeli gadis yang baik."


Bima mengangguk,,


Dia begitu kagum dengan sifat Nadia yang sangat tulus, patas saja semua orang begitu menyayangi nya.


" Baik Tuan , Nona saya permisi."


Nadia tersenyum,,


Abdi terus menatap Nadia, Benar benar Nadia sangat mirip dengan Rekso juga Hanung memiliki hati yang mulia.


Tidak berbeda jauh dengan Abdi,,


Kevin juga Nawang yang juga berdiri tidak jauh dari mereka merasa kagum dengan sifat yang di miliki Nadia.


Walau bukan hanya saat ini mereka melihat kebaikan hati Nadia namun tetap saja rasa kagum yang begitu besar terhadap nya.


Hanung,,


Kamu berhasil mendidik putri kamu menjadi seorang gadis yang mandiri juga berhati mulia, bukan hanya wajahnya yang sangat cantik bahkan hatinya terlalu bersih.


Nadia benar benar sama seperti kamu, Aku bisa melihat nya. Ucap Nawang tersenyum.


I'm so lucky to have you, not only your face is beautiful but your heart dear I love you so much. Ucap Kevin yang terus saja kagum akan kebaikan istri cantiknya.


......"Jangan biarkan setiap orang yang datang padamu, pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Tuhan. Kebaikan dalam wajahmu, kebaikan dalam matamu, kebaikan dalam senyummu."......


-Tamat-


************


*Curahan Isi Hati Author..


Jujurly.. Masih ingin terus melanjutkan cerita ini hingga mereka memiliki anak, mereka memiliki cucu, tapi masih tidak percaya diri untuk terus melanjutkan ceritanya..


Banyaknya part atau cerita sering kali membuat bosan banyak pembaca dan bisa menimbulkan netizen netizen yang sering kali malah membuat drop Author.


Saya sebagai Penulis Cerita Masih SMA Kok Nikah minta maaf jika selama menulis cerita banyak kesalahan, banyak Typo yang membuat kalian bingung, bahasa yang sulit di mengerti.

__ADS_1


Karena memang saya masih belajar menulis cerita, untuk Masukan masukan yang kalian berikan itu sangat berarti, Saya mengucapkan banyak terima kasih karena dukungan kalian yang sudah membuat Cerita ini sampai saat ini.


sekali lagi Saya Minta Maaf karena tidak bisa melanjutkan ceritanya. 🙏🙏🙏*


__ADS_2