
Kevin sudah bersama Riko,
mereka berada di depan sebuah rumah besar namun terlihat banyak orang bertubuh kekar di sana terus berseliweran.
Beberapa kali juga mereka melihat perempuan yang masuk dengan pakaian mini sudah pasti jika di sana bukan tempat biasa.
" Vin, Lo serius mau masuk " Ucap Riko yang bergidik.
" Kita harus ketemu Bos mereka dan selesaikan semuanya."
" Tapi kita cuma berdua dan Lo lihat di sana,"
" Kita ke sini Untuk berbuat baik gue yakin kalau kita bakal di lindungi yang di atas."
Kevin membuka pintu mobilnya, Riko yang tadinya merasa takut pun ikut menemani Kevin.
" Permisi,, Kami mau bertemu Bos Kalian " Ucap Kevin membuat semua saling tatap, Bagaimana bisa seorang anak Laki laki datang ke sana bahkan terlihat jika mereka masih sangat muda.
" Untuk apa kalian ingin bertemu dengan Bos Kami. "
" Kami ada perlu, tolong antar kami bertemu dengannya "
" Bos kami sangat sibuk anak Muda, mending kalian pulang ini sudah malam kalian harus tidur" Ucap salah satu dari mereka membuat semua tertawa.
Kevin tersenyum,,
" Jika ini mengenai Gresia Natasya apa Bos kalian masih tidak mau menemui Kami " Ucap Kevin yang langsung membuat semua terdiam.
" Gresia,, Apa hubungan Kalian dengannya "
" Jadi,-
" Tunggu Sebentar"
Kevin mengangguk dan salah satu dari mereka terlihat masuk,,
" Vin, Lo lihat mereka kita bakal mati di sini" bisik Riko.
" Silahkan Masuk "
Kevin berjalan masuk bersama Riko, benar saja itu bukan tempat biasa.
banyak wanita penghibur di sana, melihat kedatangan dia laki laki bening nan tampan membuat semua menggoda namun Kevin terlihat tenang dan terus berjalan hingga masuk ke dalam sebuah ruangan.
" Permisi Bos "
Riko membulatkan matanya saat terlihat dua wanita bersama dengan seorang laki laki.
" Langsung saja, Berapa hutang Miss Gresia kepada Anda" Ucap Kevin tegas.
" Waw,, waw.. Siapa kalian ini sebenarnya dan apa hubungannya dengan Gresia "
" Kalian tidak perlu tau siapa saya, yang jelas berapa hutang hutangnya "
" Semuanya 100 juta "
" Apa,, Miss Gresia bicara tidak sebanyak itu " Ucap Riko membuat semua tertawa
" Itu karena bunganya yang terus bertambah karena dia tidak bisa membayarnya."
Kevin menghela napasnya,,
" Besok saya akan bayar semuanya tapi setelah itu jangan pernah mengganggu nya "
__ADS_1
" Bagaimana saya bisa percaya, kalian masih sangat muda. "
" Kalian lihat wajah Saya. "
Setelah mengucapkan semua itu, Kevin berjalan keluar.
sebenarnya dia tidak mau berlama di tempat seperti itu apalagi melihat begitu banyak wanita penggoda sungguh miris.
____
Mereka sudah dalam perjalanan pulang,, Riko tidak henti hentinya terus heran dengan apa yang Kevin lakukan.
" Lo bener bener gila Vin, gimana jika mereka berbuat sesuatu."
Kevin hanya mengangkat kedua bahunya, baginya saat membuat Emeli jera karena sudah berani mencelakai Nadia istri yang begitu dia sayang.
Kevin sampai di rumahnya, terlihat semua lampu sudah mati namun berbeda dengan kamarnya yang masih terlihat menyala karena sudah pasti Nadia belum tidur karena menunggu nya.
" Kenapa belum tidur " Ucapnya seraya mengusap pucuk Rambut Nadia yang tengkurap memainkan ponselnya.
" Nunggu kakak,, Apa semua sudah selesai dan Kakak tidak kenapa kenapa bukan ?"
Kevin tersenyum dan duduk di samping Nadia seraya menyeka anak rambut yang menghalangi pandangan nya menatap wajah cantik Nadia.
" Kamu gak perlu khawatir, Besok kita akan tau bagaimana Nasib Emeli "
Nadia terdiam menatap Kevin,,
Laki laki yang baru beberapa bulan dia kenal, laki laki yang kini menjadi suaminya selalu mementingkan dirinya dan menjaganya.
Dia pun langsung berhambur memeluknya,
" Makasih Kakak selalu sayang juga mementingkan aku " Ucapnya.
Kevin tersenyum dengan mengusap lembut rambut panjang Nadia.
Nadia tersenyum,,
" Aku mandi dulu,, berhenti main game nya karena akan membuat mata kamu sakit."
Cup,,
Kevin mengecup kening Nadia dan berjalan menuju kamar mandi,,
Nadia tidak beranjak keluar, dia berniat membuatkan teh hangat untuk suaminya.
Mulai sekarang dia akan belajar menjadi seorang istri yang baik untuk Suaminya, walau usianya masih muda dan mereka masih sekolah tapi status mereka sudah menikah.
Nadia berjalan turun menuju dapur dan ternyata malah bertemu dengan Nawang yang juga baru saja mengambil minum.
" Mama belum tidur ?" Ucapnya
" Mama haus Sayang, terus kamu sendiri kenapa belum tidur ?"
" Nadia mau bikin teh Ma, Kak Kevin baru pulang. "
" Beruntung nya Kevin punya istri seperti kamu Nak, Cantik juga perhatian "
Nadia tersenyum,,
bahkan yang seharusnya bersyukur dirinya karena memiliki keluarga yang begitu menyayangi nya.
" Ya Sudah Mama ke kamar lagi, Kamu langsung istirahat ya "
__ADS_1
" Iya Ma "
Setelah selesai membuat Teh, dia kembali masuk ke kamar.
" Sayang,, Aku baru saja akan turun cari kamu "
" Kakak minum dulu teh nya "
Kevin mengernyit,,
Sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan Teh dia lebih suka Coffee namun melihat Nadia yang membuatkannya dia pun meminumnya.
Di tatapnya sudah tengah Malam dan besok mereka masih harus sekolah, membuat keduanya bersiap tidur.
" Good Night Honey,, I Love you " Lirih Kevin membuat Nadia tersenyum dalam dekapan suami tampan nya.
*******
keesokan Harinya,,
Kevin dan Nadia sampai di sekolah, Beberapa mobil sudah memenuhi parkiran karena hampir rata rata mereka menggunakan mobil ke sekolah.
Nadia mengambil tasnya,,
" Sayang " Ucap Kevin membuat Nadia menatap nya.
" Kenapa Kak,, "
Kevin menunjukkan bibir dengan jari telunjuknya membuat Nadia menautkan alisnya,,
Bagaimana bisa, sebelum berangkat saja sudah ada drama di antara mereka.
Kevin yang terus saja mengganggu nya hingga akhirnya mereka kembali melakukannya dan kini Kevin masih kembali meminta cium darinya.
" Apa belum cukup di rumah ?" Ucap Nadia dan Kevin menggeleng.
" Tadi hanya sebentar sayang,, dan rasanya,,,-
" Stop,, " Potong Nadia membuat Kevin terkekeh.
Dia malu karena sangat menikmati sentuhan Kevin yang selalu lembut.
" tutup Ma,-
Belum selesai bicara Kevin Langsung menarik Nadia dan menciumnya,,
Tangannya sengaja menekan tengkuk leher Nadia untuk memperdalam ciumannya.
" Kak,, " Keluh Nadia yang merasa napasnya hampir terputus akibat ulah Suami nya.
" Maaf Sayang " Ucap Kevin mengusap bibir basah Nadia.
Nadia menatap keluar takut takut ada yang melihatnya,,
" Yuk turun " Ajak Kevin yang ternyata sudah membuka pintu untuknya.
Nadia mengambil tasnya dan mereka berjalan masuk.
Sudah bukan rahasia lagi kini status mereka , semua sudah tau.
hanya merasa iri dan parah hati yang mereka rasakan.
Di saat mereka melewati Perpustakaan, tidak sengaja mereka mendengar suara obrolan seseorang dari dalam Perpisahan.
__ADS_1
" Sayang Sebentar " Ucap Kevin .
Nadia terdiam dan menatap Kevin yang berjalan ke arah pintu Perpustakaan terdengar samar sama suara seseorang yang terdengar mengobrol di telepon.