Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 83


__ADS_3

Nadia menoleh,,


" Kenapa Kak " Ucapnya membuat Kevin tersenyum dan menggeleng.


Dia tidak mau membuat Nadia kepikiran apalagi dia masih syok dengan kejadian itu.


" Tidak Sayang,, Infus kamu habis sebentar aku panggil suster dulu " Ucapnya mengusap pucuk rambut Nadia.


Nadia duduk menunggu dan tidak lama Kevin kembali dengan suster yang mengikuti nya.


" Sebentar ya Mba, Saya Copot infusnya dulu " Ucap Suster dan Nadia mengangguk.


Sedikit ngilu namun adanya Kevin di sampingnya semua rasa itu hilang,,


" Makasih Sus " Ucapan.


Kevin membantu Nadia turun bahkan dia benar benar menjaga Nadia dan membantu nya berjalan.


" Mau aku gendong?" Godanya membuat Nadia tersipu malu.


" Apa sih,, Aku bisa jalan Hubby "


Mereka berjalan keluar hingga sampai di depan mobil.


Dengan hati hati Kevin membantu Nadia, tangannya menghalangi kening Nadia yang masih di balut perban akibat lukanya.


" Makasih Hubby " Ucapan saat Kevin bahkan memasangkan Sealbeth di tubuhnya.


Kevin tersenyum dan mengusap wajah Nadia, dia pun berjalan memutar dan menuju kursi kemudi.


Mobil melaju meninggalkan halaman rumah sakit mewah di sana.


Sial,,


kenapa bisa mereka gagal, seharusnya kenyataan pahit sudah Nadia dapatkan.


dasar Laki laki tua bod**. Ucap seseorang yang berada tidak jauh dari mobil Kevin.


******


Riko bersama teman temannya masih terus mengintrogasi laki laki yang sudah hampir melecehkan Nadia, namun mereka sama sekali tidak buka mulut siapa yang sudah menyuruhnya.


" Kalian terus siksa mereka hingga mengaku,," Ucap Riko berjalan keluar


" Siap Bos. "


Riko mengambil ponselnya yang terus berdering, terlihat Bian lah yang menghubungi nya.


" Astaga Kemana aja sih Lo, Sok sibuk banget sampai telpon gue gak Lo angkat "


Riko terkekeh,,


Inilah Sahabatnya,,


" Lah emang gue sibuk, emang Lo " Sindir Riko.


" Nongkrong Yuk,, Bete gue "


Riko menatap jam nya , masih pukul 8 malam dan kasihan juga menolak ajakan Bian.


" Tempat biasa, gue jalan sekarang."


" Yoi,, "


Riko menyimpan Ponselnya,,


" Gue balik dulu, kalian jaga mereka jangan sampai kabur "


" Siap "


Riko masuk ke dalam mobilnya dan melaju keluar.


Walau Riko masih sekolah, namun dia memiliki banyak teman dan mereka selalu bisa diandalkan jika Rika meminta bantuan mereka.


*****


Mobil Kevin masuk ke dalam halaman rumahnya, terlihat sudah ada mobil Abdi di sana.

__ADS_1


" Awas sayang hati hati " Ucapnya saat Nadia keluar mobil.


Kevin mengandeng Nadia masuk ke dalam rumahnya,,


" Astaga,, Sayang kamu kenapa ?" Ucap Nawang yang kebetulan langsung melihat mereka .


" Gapapa Ma,, "


" Kevin,, Kenapa menantu Mama ,, sore Nadia keluar tidak begini dan kenapa sekarang luka luka terus tangan kamu, ini bekas infus Rumah Sakit juga baru saja menelpon jika Nadia terluka. sebenarnya ada apa ini "


Abdi yang mendengarnya keluar kamar,,


" Ma, Ada apa sih teriak teriak.. "


" Nadia,, Kening kamu kenapa Nak. "


" Pa, Ma,, Kevin bakal cerita semuanya kita duduk di sofa ya "


" Awas Sayang hati hati,, " Ucap Nawang mengandeng Nadia duduk di sofa.


Mereka duduk dan siap mendengarkan cerita Kevin,, sementara Nadia menyandarkan kepalanya yang memang sedikit pusing karena lukanya.


Kevin terlihat menceritakan semuanya,


Nawang juga Abdi kaget dengan apa yang terjadi bahkan Menantu cantiknya hampir mendapatkan musibah.


" Siapa yang sudah menyuruh mereka, kenapa kamu tidak membawanya ke Kantor Polisi Vin" Ucap Abdi.


" Aku masih penasaran siapa dalang semuanya Pa, tapi setelah itu aku bakal bawa mereka ke kantor polisi."


" Ya Allah Sayang,, Seharusnya tadi Mama temani kamu ke Cafe."


" Nadia gapapa Kok Ma, untungnya Kak Kevin datang tepat waktu.


" Terus kepala kamu, apa ini sakit "


Nadia menggeleng,,


" Cuma sedikit pusing "


" Makasih Ma "


" Ayo sayang "


Kevin membantu Nadia berjalan, dia tau jika Nadia merasa pusing karena wajahnya pun sedikit pucat.


Abdi langsung mengeluarkan ponsel nya, dia terlihat mengirimkan sesuatu.


Sementara Nawang, dia segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk putra dan menantunya.


____


Di dalam kamar Nadia duduk di ranjang dengan Kevin berada di samping nya,,


" Masih pusing ?" Ucapnya


" Sedikit, tapi nanti juga bakal ilang mungkin karena benturan "


Kevin menghela napasnya membuat Nadia menggenggam kedua tangan suaminya.


" I'am Fine Hubby " Ucapnya membuat Kevin menatapnya.


Rasa bersalah masih menyelimuti dirinya, bagaimana jika dia tadi datang telat apa yang bakal terjadi dengan istrinya.


tok,,


tok,,


tok,,


" Sebentar Sayang " Ucap Kevin beranjak untuk membuka pintu kamar nya.


" Maaf Mas,, Bibi di suruh antar makanan untu Mas Kevin dan Mba Nadia"


" Makasih Bi "


Kevin membawa masuk nampan berisi lengkap makanan juga minuman,,

__ADS_1


" Sekarang kamu makan dulu, terus minum obatnya."


Nadia mengangguk dan menatap Kevin yang bersiap menyuapinya.


*******


Emeli sampai di rumahnya,,


sedangkan terlihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di ruang tamu.


" Dari mana Sayang, " Ucap wanita paruh baya yang juga ibu Emeli.


" Biasa Ma, Jalan ke Mall "


" Kapan di rumahnya kamu , Kasihan Mama sendiri di rumah "


" Namanya juga anak muda Pa " Ucap Emeli membuat semua tertawa


" Oya, Lusa Papa akan ke Bogor apa kamu mau ikut di sana kamu bisa jalan jalan selagi Papa Meeting. "


" Bogor,, ?"


" Iya Sayang,, Kamu mau ikut. "


" Liat nanti deh Pa, Emeli juga sebentar lagi Ujian "


" Oya Papa Lupa,, "


" Emeli ke kamar dulu Pa, Ma mau mandi gerah"


Emeli berjalan menuju kamarnya,,


bukan lelah namun juga kesal karena semua rencana nya gagal begitu saja.


seharusnya Vidio Nadia sudah tersebar luas,,


Sial,,


Tapi gue harus hati hati jangan sampai mereka menyebut nama gue.


Dia segera memikirkan sesuatu,,


******


Kevin terus menatap Nadia yang sudah tertidur, setelah makan dan minum Obat.


Tangannya mengusap punggung Tangan Nadia yang masih setia di genggaman nya.


Maafin aku Sayang,,


Aku bakal cari tau siapa pelakunya dan akan membuat mereka membalas semuanya bakal lebih.


Kevin mengusap wajah Nadia,,


Dia pun mendekat dan mengecup keningnya dalam,,


Istirahat,,


aku mandi dulu.


Kevin berjalan menuju kamar mandi, tubuhnya terasa lengket.


____


Riko menatap Bian yang terlihat menatap ponselnya,,


" Kenapa Lo " Ucapan membuat Bian menoleh.


" Kevin kemana sih, susah banget gue hubungi"


" Amnesia Lo, Kevin sudah ada Nadia ya bareng istrinya Lah emang Lo Jomblo "


" Yee,, Lo juga Kali jomblo. "


" Sialan Lo " Ucapnya membuat Bian tertawa.


Sejak Riko putus dari kekasihnya beberapa tahun lalu dia tidak lagi terlihat dekat dengan perempuan, dia seakan masih belum bisa Move on dengan gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta setengah mati namun sesuatu harus dirinya alami karena harus merelakan kekasih nya menikah dengan orang pilihan orang tuanya karena si jodohkan dengan anak teman orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2