
" Nadia "
Kevin mencari keberadaan Nadia yang tidak ada di sampingnya bahkan tidak terlihat di sekitar, begitu banyak orang membuatnya sulit untuk mencari keberadaan nya.
Sementara di tempat Lain,,
Tidak berbeda,, Nadia mencari sekeliling.
Kevin tidak ada di sampingnya bahkan banyak orang yang sama tidak dia kenal, Wahana yang begitu luas, Ramainya pengunjung membuat nya merasa sangat takut apalagi dia sama sekali tidak mengenal daerah di sana.
" Kak,, Lo dimana gue takut "
Nadia terus berjalan mencari Kevin dengan mata yang mulai berkaca, rasanya sangat takut jika tidak kembali bertemunya.
Keduanya terus berusaha mencari, Nadia dengan terus mengusap air matanya dan Kevin yang terus berteriak mencari nya.
Hingga Kevin menatap seorang gadis yang tengah duduk menunduk, dia sangat mengenali pakaian nya, dia segera berlari mendekat.
" Nadia,, " Lirih Kevin membuatnya menoleh.
Dilihatnya Laki laki yang di carinya,, dengan segera Nadia beranjak dan langsung memeluknya.
Kevin membalas nya , dia memeluk erat.
Tubuh Nadia yang bergetar, Dia tau jika gadisnya merasa ketakutan.
Mereka saling berpelukan lama,,
" Maafin gue,, " Ucap Kevin mengecup pucuk rambut Nadia yang masih berada di pelukannya.
Nadia melepaskan pelukannya, Kevin mengernyit tangannya mengusap air mata di wajah Nadia.
" Ini Gak akan pernah terjadi lagi ,gue janji " Lanjutnya dan Nadia mengangguk.
Setelahnya Kevin menggenggam erat tangan Nadia tanpa melepaskan nya,,
Seakan seorang kekasih yang sedang kasmaran kedua nya bermain semua wahana yang ada di sana.
Kevin terus berada di samping Nadia.
" Kak,, Gue kebelet " Bisik Nadia
Kevin tersenyum dan membawa Nadia ke Toilet.
" Kenapa " Ucap Kevin saat Nadia menahan tangannya.
" Gue masuk sendiri, Kakak tunggu di sini "
" Tapi Nanti,-
" Ini toilet cewek , Kakak mau di teriaki orang di dalam "
Kevin mengangguk dan membiarkan Nadia masuk, namun dia tetap berdiri di pintu kamar mandi menunggunya.
Beberapa remaja wanita yang keluar saling menatap nya, bukan hanya karena ketampanan nya namun juga mereka merasa heran kenapa ada laki laki tampan yang berdiri disana.
" Yuk " Ajak Nadia tersenyum.
Kevin tersenyum dan tangannya kembali menggenggamnya,,
mereka kembali akan bermain.
____
Seharian mereka menikmatinya, hampir semua permainan mereka naiki.
Kevin sengaja mengajak Nadia ke sana, selama ini Nadia hanya selalu di rumah dan keluar hanya untuk sekolah atau jika akan membeli sesuatu.
__ADS_1
" Gue seneng banget hari ini,, Thanks Kakak udah ngajak gue ke sini "
" Next time gue ajak lagi,, Atau kita pergi ke tempat lain "
" Gue mau "
Kevin mengacak gemas rambut Nadia dan mereka masuk ke dalam mobilnya.
Namun tepat di parkiran yang sama, seseorang menatap ke arah mereka antara seperti mengenal atau bukan, tatapan yang juga seraya tidak percaya.
*****
Senja ,,
Nadia menatap langit sore yang begitu indah,,
Kevin sekilas meliriknya ,, dia pun berencana kembali membawa Nadia ke suatu tempat.
Hari ini dia akan membuat gadisnya bahagia.
" Masih belum lelah bukan " Ucap Kevin membuat Nadia menoleh dan menggeleng.
" Memangnya mau kemana lagi "
Kevin hanya tersenyum tanpa menjawab nya, Nadia menghela napasnya dan dia akan menunggu Kevin akan membawanya kemana.
Bukannya ini ,? gumam Nadia namun ternyata Kevin sudah membuka pintu mobilnya,,
" Ya Ini Pantai Anyer,, Kita akan segera lihat Sunset "
Nadia turun dan menggapai tangan Kevin, mereka berjalan dengan tangan yang saling bertaut lewati pasir putih.
Beberapa orang yang datang pun terlihat menyaksikan Sunset yang begitu indah, langit yang berwarna Orange membuat mata siapa saja yang melihatnya kagum begitu juga Nadia yang tampak sangat senang.
" Lo suka " Ucap Kevin menatap wajah Nadia.
" Suka,, Suka banget itu begitu Indah "
Apapun bakal gue lakuin Nad, untuk bisa membuat Lo bahagia dan selalu tersenyum seperti ini.
____
Kini keduanya duduk di pinggir pantai , Menatap ombak laut yang tenang dan angin yang berhembus.
" Terakhir gue ke sini saat Papa belum meninggal , Papa selalu ngajak gue ke Pantai setiap sore untuk melihat sunset "
Kevin menoleh dan menatap Nadia yang masih terus bercerita,,
" Papa tau jika gue lagi gak mood, Papa akan ngajak gue ke sini bermain air, membuat istana dari pasir, berlarian tapi semua itu kini hanya kenangan sudah tidak ada lagi Papa yang akan ngajak gue ke pantai "
Kevin mengusap pipi Nadia yang meneteskan butir bening, mengingatkan masa di mana orang tuanya masih hidup.
" Sorry gara gara gue ngajak Lo ke pantai Lo jadi keringat orang tua Lo "
Nadia menggeleng,,
" Gue sangat menyukai Pantai, bagi gue ombak tenang seakan membawa gue nyaman, setiap gue sedih, ada masalah gue selalu lari ke pantai karena dengan melihat ombak semua kesedihan gue akan hilang terbawa Ombak dan setelah nya gue bakal kembali ceria "
Kevin mengusap pucuk rambut Nadia,,
mereka pun terus menikmati keindahan pantai walau sudah malam.
Duduk di atas pasir dengan beralaskan sepatu masing masing membuat keduanya tampak betah.
Nadia bersender pada bahu Kevin seraya saling bercerita.
Hingga hari semakin malam, udara pun semakin dingin.
__ADS_1
" Pulang ?" Ajak Kevin
Nadia terdiam namun kemudian dia mengangguk,,
Kevin memakai sepatunya begitu pun dengan Nadia, namun hal tak terduga Kevin berjongkok dan mengikat sepatu Nadia membuat nya merasa melayang.
" Yuk "
Kevin mengandeng tangan Nadia menuju Mobil..
" Kak,, gue seneng banget hari ini seharian bermain ,, makasih Kak "
" Asal Lo seneng gue juga seneng "
Kevin melakukannya mobilnya, melewati jalanan yang sudah mulai gelap.
" Lo lapar ?" Ucap Kevin dan Nadia mengangguk.
" Kita cari makan "
" Gimana kalau kita makan Lamongan Kak, Kayaknya enak deh "
" Hem "
Kevin mencari Lamongan pinggir jalan yang tidak terlalu ramai karena dia sendiri tidak begitu suka dengan keadaan ramai.
Kevin menepikan mobilnya tepat di depan sebuah pondok Lamongan.
" Kak,, " Cegah Nadia.
" Kenapa ?"
" Lo gapapa kan makan di sini "
" Memangnya kenapa Hem,, Gapapa lah selama bareng Lo " Goda Kevin
" Apa sih Kak,, Garing banget deh "
Kevin terkekeh dan mereka masuk ke dalam pondokan yang hanya di tutup spanduk.
" Silahkan,, "
" Gue mau ikan bakar sama Cah kangkung " Ucap Nadia
" Gue Bebek goreng aja Mas, Minumnya Jus jeruk 2 "
" Siap "
Nadia menatap sekeliling, beberapa masih menikmati makannya.
" Kakak pernah makan di tempat seperti ini " Ucap Nadia dan Kevin menggeleng.
" Kalau menurut gue lebih enak, bumbunya lebih berasa apalagi sambalnya "
" Silahkan Mas, Mba,,"
Mata Nadia berbinar saat melihatnya, Ikan berukuran sedang dengan Cah Kangkung panas nan pedas sungguh menggugat selera.
" Pakai tangan Kak,, Gak ada sendok " Ucap Nadia saat tau Kevin mencari sesuatu.
" Gini caranya "
Nadia mencuci tangannya di dalam Mangkuk yang berisi air membuat Kevin mengernyit namun kemudian dia pun menirunya.
" Selamat makan " Ucap Nadia mulai mencicipi Ikan bakarnya.
Kevin menghela napasnya,,
__ADS_1
Rasanya tidak bersih jika hanya cuci tangan seperti itu namun melihat Nadia yang menginginkan makan di sana membuatnya menurut.
dia tidak mau membuat Nadia sedih.