Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Bab 62


__ADS_3

Kevin berjalan menuju kelasnya bersama kedua orang tuanya yang juga masih berada di sana, beberapa siswa/wi pun menatap kedatangan Orang terpandang di Jakarta siapa lagi jika bukan Abdi Permana pengusaha sukses dan salah satu orang terkaya di Jakarta.


Semua tau jika kedatangan mereka untuk mengurus masalah Kevin dan Nadia tapi jika di lihat dari wajah Kevin tampak biasa dan tenang.


" Kamu sekolah yang benar, biar Papa yang urus semuanya " Ucap Abdi menepuk bahu Putranya.


" Aku juga bakal cari tau siapa dalang di balik semua ini Pa, "


Abdi menggeleng,,


" Sudahlah,, Kamu belajar saja Mama dan Papa pulang karena harus menemani menantu Mama "


" Tolong jaga Nadia selagi aku sekolah ya Ma"


" Dulu saja gak mau di jodohkan tapi sekarang malah seperti ini " Goda Abdi.


" Bukannya Papa yang bilang jika sebagai laki laki dan seorang suami harus mencintai dan menyayangi Wanitanya sepenuh Hati "


Abdi terdiam selalu saja dia kalah dengan ucapan putranya,


" Baiklah Kamu selalu menang Vin,, Ayo Ma kita pulang "


Abdi mengandeng Nawang keluar dan membiarkan Kevin yang masih berdiri menatap mereka.


Dia pun berjalan masuk ke dalam kelasnya , semua masih menatapnya namun berita tentang Pernikahan mereka seketika hilang dari Grup Sekolah.


" Gimana Vin, semua sudah selesai " Ucap Riko.


Belum juga Kevin menjawab namun semua temannya mengambil ponselnya dan membaca berita terbaru di Grup sekolah.


Berita mengenai kebenaran Kevin dan Nadia telah menikah namun Nadia tidak hamil.


Beberapa siswi semakin dibuat patah hati dimana Idola mereka sudah menikah dan pupus sudah harapan mereka untuk bisa dekat dengan Idola sekolah.


" Ajib,, Lo liat ini " Ucap Bian memberikan Ponselnya.


Kevin menatap nya,,


Papanya memang selalu cepat melakukan sesuatu bahkan hanya dengan hitungan menit semua pemberitaan hilang.


" Tapi gue masih penasaran siapa yang menyebarkan berita ini " Ucap Riko membuat Kevin berpikir.


" Lo benar Ko, Kita mulai jadi detektif kali ini "


Riko menggeleng,,


" Ogah gue,, Lo saja gih gue mah Kagak "


" Yee Lo bantu sahabat Kali "


Kevin tampak berpikir,,


Hanya Riko dan Mita lah yang tau pernikahan nya dan tidak mungkin juga mereka membocorkan semuanya.


Tiba tiba Emeli berjalan masuk dan duduk di kursinya, Kevin menatapnya..


Sementara Emeli yang melihat Kevin terus menatapnya merasa salah tingkah , dia tersenyum malu.


********


Nadia masih merasa cemas ,,


Kevin sendiri sama sekali tidak memberi tahu dirinya sampai jam ini dan dia sama sekali tidak tenang.


" Mba Nadia Kok gak istirahat "


" Aku gak ngantuk Bi,, Apa Mama atau Kak Kevin ada menghubungi ?"


" Tidak ada Mba "


Nadia mengangguk,,


Ceklek,,

__ADS_1


Pintu terbuka membuat Nadia langsung menoleh,,


Nawang yang datang bersama Abdi tampak tersenyum berjalan menghampiri,,


" Kenapa tidak Istirahat sayang,, " Ucap Nawang mengusap pucuk rambut Nadia.


" Aku gak bisa tidur Ma,,


Gimana di sekolah Pa, Ma " Ucap Nadia yang memang sangat penasaran.


Nawang menatap Abdi yang berdiri di sebelahnya,,


" Kamu tidak usah memikirkan hal yang sama sekali tidak benar, Kesehatan kamu jauh lebih penting Nak " Ucap Abdi dan Nadia mengangguk,,


" Ya Sudah Kamu istirahat,, Papa juga mau ke Kantor. "


" Ma,,Papa ke Kantor "


" Iya Pa hati hati "


Nawang tidak mengantar Abdi ke luar, dia masih menemani Nadia di sana.


" Ma,," Ucap Nadia


" Ya Sayang "


" Gimana di sekolah, Apa semua,-


" Semua sudah beres Sayang dan kalian masih bisa terus sekolah "


" Mama Serius ,, Apa sudah ketemu siapa yang menyebar berita itu "


" Iya Sayang,, Semua hanya salah paham saja tapi orang yang menyebarkan berita itu belum ketahuan siapa "


Nadia terdiam,,


" Tapi kamu tenang saja pasti Papa juga Kevin bisa menemukan orangnya "


Nadia mengangguk,,


" Sudah semestinya Kalian anak Mama dan sebagai orang tua kami harus melindungi Kalian "


Nadia tersenyum,,


Setelah kepergian orang tuanya , Nawang dan Abdi seperti pengganti mereka.


Tidak ada perbedaan dari mereka, mereka menyayangi Nadia seperti anak kandung sendiri.


" Sekarang kamu istirahat, Sudah makan juga minum obatnya ?"


" Sudah Ma "


" Anak pintar, Sekarang Istirahat supaya cepat pulih dan bisa pulang ke rumah "


Nadia mengangguk,,,


Dan memejamkan matanya.


Nawang sendiri tersenyum menatap nya,dia mengusap pucuk rambut Nadia yang sudah mulai terlelap.


******


Kevin berada di kantin bersama Riko juga Bian, namun Kevin tampak terus menatap ponselnya sudah pasti dia sedang mengobrol bersama Nadia.


" Jadi Lo mau gimana sekarang " Ucap Riko membuat Kevin menatapnya.


Kevin menghela napasnya,,


" Yang pasti gue bakal cari tau siapa orangnya, dia sudah menyebar berita buruk tentang Nadia dan gue gak akan biarin "


Bian mengangguk,,


" Gue bantu Lo cari tau siapa orangnya "

__ADS_1


Emeli yang berada di sana tampak gelisah, dia khawatir jika Kevin tau dia lah yang telah menyebarkan semua berita itu.


Lagi lagi Emeli melihat dimana Kevin kembali menatapnya,,


Sial,,


Kenapa Kevin terus liat gue, Apa dia tau kalau Gue dalang di balik semua ini.


Oke Emeli Lo harus tenang, Lo jangan terlihat gelisah.


Emeli menghela napas nya dan berusaha bersikap biasa.


Namun Kevin tampak terus menatapnya, entah kenapa dia merasa Emeli ikut andil dalam masalah ini.


" Bagaimana keadaan Nadia " Ucap seseorang membuat Kevin menolah dan matanya mengernyit saat Guruh lah yang menanyakan nya.


" Apa urusan Lo " Ucap Kevin tampak tidak senang.


Guruh menghela napasnya,,


" Nadia salah satu siswi sekolah ini dan sudah sewajarnya gue tanya bagaimana keadaannya "


" Dia baik baik saja "


" Syukurlah,, untuk orang yang menyebarkan berita itu gue bakal bantu Lo cari tau siapa "


" Thanks sebelumnya tapi gue pikir gue bisa cari tau sendiri " Ucap Kevin beranjak.


" Lo jangan salah paham gue bantu bukan karena sesuatu tapi,-


" Stop,, Gue bisa cari tau sendiri " Ucap Kevin berjalan pergi.


Riko dan Bian menatapnya,,


" Vin,, tunggu "


Mereka pun segera mengejarnya,,


Kevin terus berjalan melewati lorong sekolah namun ponselnya berdering dan senyuman tipis terlihat saat tau siapa yang menghubunginya.


Dengan segera dia pun menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.


" Sayang,, "


" Apa aku ganggu telpon Kakak "


" Tidak sayang,,kenapa Hem "


" Apa Kakak tau siapa orang yang menyebarkan berita itu "


" Aku janji bakal cari tau Sayang , tapi kamu harus istirahat dan bisa segera pulih "


" Iya aku juga sudah bosan di sini pengin pulang "


Kevin tersenyum,,


" Makanya makan banyak dan istirahat Oke "


" Ka,, "


" Apa sayang "


" Aku pengin pizza "


" Aku beli setelah pulang sekolah Nanti tapi janji harus istirahat dan minum obatnya "


" Iya,, Tapi bener beli "


" Iya Sayang,, Ya sudah kamu istirahat


Aku tutup Telponnya "


Emeli yang mendengarnya merasa sangat kesal, dia meremas tangannya dan berjalan pergi..

__ADS_1


Bruk,,, !!


tubuhnya tanpa sengaja menabrak seseorang saat berbalik,,


__ADS_2