
Flashback
Kevin sudah menunggu lama namun Nadia belum juga keluar membuatnya khawatir hingga memutuskan untuk menyusul nya masuk, namun langkahnya terhenti saat melihat Nadia sedang berbicara dengan Guruh di lorong Sekolah.
Tangannya mengepal saat mendengar semua ucapan Guruh kepadanya, namun tak di sangka ternyata jawaban Nadia tidak pernah di duganya.
Kevin segera berlari keluar saat menyadari jika Nadia akan menuju parkiran.
**************************
Kevin benar benar terdiam,
dia tidak mau jika malah marah dan tidak bisa mengontrol emosi nya hingga membuat mereka ribut dan membuat Nadia bersedih.
Mulai hari ini, dirinya sudah berjanji untuk tidak membuat kekasihnya bersedih.
Nadia menatap Kevin yang menepikan mobilnya di depan gerbang rumah bahkan tidak masuk ke dalam.
Ini sama seperti saat mereka ribut kemarin.
" Loh Kok gak masuk " Ucap Nadia.
Kevin menoleh ,,
" Lo masuk Istirahat,, gue ke Cafe " Ucapnya menatap Nadia.
Tidak ada ucapan kasar, wajahnya pun tidak terlihat menahan emosi nya.
Namun tetap saja membuat Nadia bingung.
" Tapi,-
" Nurut Sama suami Oke "
Nadia mengangguk dan membuka pintu mobilnya, tidak lama Kevin melajukan nya dengan kecepatan tinggi membuat Nadia menatap nya.
______
Kevin sengaja menghindari Nadia saat ini, dia masih kesal dengan apa yang Guruh lakukan terhadap Nadia.
Kevin takut jika dia tidak bisa mengendalikan marahnya.
Mobil Kevin sampai di depan Sean Coffee, Seperti biasa Cafe selalu ramai pengunjung. Beberapa varian baru pun sudah mulai Louncing di Cafe nya bahkan bukan hanya Coffee namun Minuman Boba pun kini tersedia di sana.
Pengunjung yang memang mayoritas anak remaja pun selalu berdatangan dengan masih memakai seragam sekolah.
Kevin menyambar tasnya dan berjalan masuk, Langkahnya terhenti saat melihat Emeli yang berada di sana.
" Hai Vin " Ucapnya tersenyum.
" Mau Apa lagi " Ucap Kevin malas.
" Lo baru datang gue udah nunggu Lo dari tadi"
" Gak usah basa basi, Apa yang mau Lo bicarain sama gue "
Emeli tersenyum,,
" Gue minta maaf karena tadi siang, ucapan gue yang sudah pasti membuat Lo marah "
Kevin menautkan kedua alisnya,,
" Gue tau perasaan gak bisa di paksakan, Dan gue tau Lo hanya sayang kepada Nadia "
" Terus ,-
" Cuma itu yang mau gue bicarain sama Lo,, "
Emeli akan berjalan ,,
" Oya,, Apa nomor Lo ganti ?" Lanjut Emeli
__ADS_1
" Nadia tidak suka gue Chat dengan cewek lain,"
Emeli mengangguk dan kembali berjalan Keluar.
Kevin sendiri langsung masuk ke dalam ruangannya,
Hari ini cukup membuatnya kesal ,,
Tok,
tok,,
tok,,
" Sorry Bos,,gue boleh masuk " Ucap Irfan dan Kevin mengangguk.
" Ini Laporan Cafe bulan ini dan gue lihat stok Boba malah yang lebih cepat habis di Bandung Coffee "
Kevin menatapnya dan benar saja, beberapa pengunjung malah lebih banyak yang memesan aneka Minuman Boba.
" Mba Nadia benar benar pintar melihat pasaran Bos, dia tau apa yang sedang dan sangat di sukai kaum remaja, bahkan aneka cemilan seperti kebab, burger, juga roti Maryam pun banyak yang menyukainya, mereka bukan hanya datang tapi kita juga sering melayani Delivery Order"
Irfan terus menerangkan apa yang sudah terjadi di Cafe, sementara Kevin menatap semua catatan yang sudah Irfan rinci untuknya.
" Oke Fan, Lo langsung aja Order semua stok yang sudah menipis tapi Untuk Coffee Lo tetap Order varian yang memang sudah menipis "
" Siap Bos,, kalau gitu gue keluar apa Bos mau di buatkan Coffee "
" Thanks Gan "
Irfan mengacungkan jari jempol dan berjalan keluar,
Kevin mesih menatapnya, bahkan pendapatan setelah mereka membuka menu Boba pun semakin meningkat.
Sebenarnya di balik semua itu Nadia pun ikut Andil dalam bisnis Kevin.
Nadia memberi saran untuk Tidak hanya Coffee yang mereka sajikan namun juga aneka minuman yang memang sedang ramai di kaum remaja saat ini.
******
Namun Nadia bingung dengan sikap Kevin sepulang sekolah tadi ,,
Derrt,,
Nadia langsung menatapnya berharap Kevin yang menghubunginya namun ternyata Mita,,
" Halo Mita "
(....)
" Ya Udah besok gue bawa "
(....)
" Oke Bye "
Nadia menghela napasnya dan meletakan ponselnya di atas meja,dia pun berjalan keluar Kamarnya.
Suasana Rumah sepi karena Nawang yang sedang keluar membuatnya menuju dapur,,
" Mba Nadia apa mau Bibi buatkan sesuatu?"
" Tidak Mba,, Oya Mba, dimana biasanya Mama simpan bahan buat bikin kue ya "
" Di lemari itu Mba, Mba Nadia mau buat Kue ?"
" Dari pada gak ngapain Mba,, "
Nadia mengambil bahan bahan untuk membuat sesuatu,,
Walau tidak sepandai Mama juga Mertuanya namun Nadia bisa membuat beberapa aneka Kue kering.
__ADS_1
Kali ini Nadia akan membuat Butter kukis.
" Biar Bibi Bantu Mba "
Nadia mengangguk dan tangannya sangat lihai bermain dengan peralatan dapur.
Beberapa pelayan di sana menatap kagum, Nadia bukan seperti remaja lainnya yang hanya mengandalkan asisten di rumah nya.
Kevin yang baru saja sampai pun menatap bungkusan di sampingnya, dia sengaja membawa minuman Boba juga Roti Maryam coklat keju kesukaan Nadia.
Dia pun menenteng nya dan berjalan masuk, aroma manis dan harum langsung tercium di hidung nya.
Dia terus melangkah masuk dan menoleh saat mendengar suara Nadia di dalam Dapur,,
" Lo ngapain ?" Ucap Kevin menatap Nadia
" Kak Kevin Lo udah pulang, "
Kevin mengangguk dan berjalan menghampiri, terlihat sudah satu toples Kukis yang di buat Nadia.
" Lo buat itu sendiri " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk.
" Kakak coba deh,, "
Nadia mengambil dan menyuapi nya, Kevin terdiam merasakan rasa manis dan gurih.
" Enak " Ucap Nadia dan Kevin mengangguk.
Nadia tersenyum dan kembali menatanya di dalam toples.
" Selesai " Ucapnya.
" Kakak bawa apa itu,, "
" buat Lo "
Nadia melihat minuman Boba Coklat dan Roti Maryam membuat matanya membulat.
" Buat gue "
Kevin mengangguk,,
" Makasih Kak,, "
" Gue ganti baju dulu, Lo minum itu gue sendiri yang buat "
Nadia tidak menyangka Kevin sengaja membuatnya sendiri untuknya.
_____
Kevin kembali turun untuk menghampiri Nadia,namun dia tidak melihat Nadia di ruang tengah.
" Mba,,Lihat Nadia ?" Ucapnya
" Mba Nadia di Samping Mas,, "
Kevin mengangguk dan melangkah menuju taman samping rumahnya,
Benar saja Nadia berada di sana Menikmati apa yang sudah di bawanya.
"Gimana Enan?" Ucap Kevin duduk di samping Nadia.
" Kakak bener yang buat semua ini " Ucap Nadia ragu pasalnya selama ini dirinya tidak pernah melihat Kevin membuat minuman pesanan di Cafe.
" Memangnya Lo kira gue gak bakal buat ?"
Nadia tertawa,,
" Gue denger apa yang Guruh dan Lo bicarakan saat di lorong kampus " Ucap Kevin membuat Nadia Langsung menghentikan makannya dan berbalik Menatap nya,,
__ADS_1
Kevin menatap nya tajam membuat Nadia menelan salivanya,,,