Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 87


__ADS_3

Emeli berada di rumahnya bersama kedua orang tuanya,,


Bimantara terus memijat pelipisnya, apa lagi cara yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan Putri juga Perusahaan nya karena telah mencelakai Menantu Pengusaha ternama di Jakarta.


" Ma, Aku gak mau masuk Penjara " Ucap Emeli terus memeluk nya.


" Pa,, Ayo dong lakukan sesuatu "


Bima hanya terdiam,,


Emeli memang sangat keterlaluan namun melihat putrinya dia tidak tega.


" Permisi Tuan, Nyonya di luar ada Polisi " Ucap salah satu Pelayan


Emeli menggeleng,,


" Ma,, Aku gak mau di penjara "


" Selamat Sore Tuan, Nyonya "


Semua menoleh ,,


terlihat dua orang Polisi laki lakinya juga perempuan berdiri di sana.


" Sore Pa,, Maaf ada keperluan apa kalian datang ke sini " Ucap Bima .


" Kami datang untuk membawa Nona Emeli guna pemeriksaan "


" Engga,, Aku gak mau kalian salah " Ucap Emeli langsung berlari keluar.


" Silahkan Nona Emeli ceritakan di Kantor Polisi."


Emeli semakin erat memeluk Mamanya, sementara Bima berusaha bicara baik namun tetap saja Emeli di bawa Polisi.


********


Sementara Nadia tampak diam,,


Dia memikirkan Nasib Emeli jika benar Dia di laporkan ke Polisi.


" Sayang,, Hei kenapa ?" Ucap Kevin mengusap pucuk rambut istrinya.


Nadia mendongak dan hanya menggeleng,, Namun tetap saja Kevin sangat tau jika istrinya sedang memikirkan sesuatu.


" Ka,, Apa harus kita Emeli di Laporkan ke Polisi."


Kevin menghela napasnya dan memalingkan wajahnya,,


Dia tau jika Nadia akan bicara masalah ini, Penjara saja tidak cukup dengan apa yang sudah Emeli lakukan kepada wanita yang begitu dia cinta.


" Ka,, Aku gapapa dan Aku yakin Emeli bisa berubah." Lanjut Nadia menggenggam tangan Suaminya.


Kevin menatap Nadia,,


" Dia sudah sangat keterlaluan Sayang, Memfitnah Kamu, membuat Kamu Celaka semua itu tidak cukup jika hanya di tebus dengan masuk Penjara."


" Tapi Ka,-


" Ini sudah keputusan "


Nadia terdiam,,


Namun tetap saja Dia sendiri tidak bisa berbuat apa pun dengan Keputusan yang sudah di ambil Suami juga Orang tuanya.


" Gak usah kamu Pikirkan,,

__ADS_1


Apa hari ini kamu tidak belajar, Lusa harus ke Bogor " Ucap Kevin.


" Ya Om Nicol juga kirim pesan tadi."


" Ya Sudah aku temani kamu belajar."


Nadia mengangguk dan membuka Laptopnya,, Sudah beberapa Hal dia pahami dan sesekali dia terlihat berpikir.


Kevin duduk menatapnya,,


dia menyeka anak rambut yang menghalangi pandangan nya terhadap wajah cantik Nadia.


******


Emeli terus berontak di dalam penjara, semua sudah jelas dan banyak bukti yang menjurus ke Emeli apalagi kekuasaan Abdi sebagai seorang Pengusaha.


Apa pun bisa dia lakukan, jika hanya dengan masalah ini saja.


Bimantara terus berbicara dengan Polisi, dia tidak tega melihat putrinya apalagi istrinya yang terus menangis.


" Putri Saya masih di bawah Umur Pa, dan seharusnya dia tidak bisa di penjara."


" Maaf Tuan, Tapi Emeli sudah hampir mencelakai teman sekolah nya "


Bima Beranjak,,


Dia berniat untuk meminta Maaf kepada Nadia , dan akan meminta agar Emeli bisa di bebaskan semua hanya salah paham semata.


_____


Nawang bersama Abdi berada di ruang tengah, mereka masih membicarakan masalah Emeli. Nawang begitu tidak terima dengan apa yang sudah Menantu kesayangan nya terima.


Walau hanya menantu Namun Nadia sudah seperti anak sendiri dan rasa sayangnya pun tulus seperti kepada Kevin putranya.


" Mama benar benar tidak menyangka, padahal dia masih sekolah dan bisa melakukan semua itu "


" Tapi Pa, Bagaimana jika saat itu Kevin tidak datang cepat apa yang bakal terjadi ,, Mama sama sekali gak habis pikir dengan Emeli."


" Permisi Tuan,, Ada tamu yang ingin bertemu Mba Nadia. "


" Siapa Bi ?"


" Papanya Teman Mba Nadia. "


Abdi beranjak bersama Nawang,,


" Bibi Tolong panggil Nadia di kamar ya "


" Baik Nyonya."


Mereka berjalan keluar dan terlihat Bimantara bersama Istrinya duduk di ruang tamu.


Nawang terlihat sangat malas.


" Kalian,, Mau apa datang ke mari "


Bima Beranjak,,


" Silahkan duduk " Ucap Abdi.


" Sebelum nya Saya minta Maaf mengganggu waktu Kalian, Kami datang kemari untuk meminta Maaf atas kesalahan Putri Kami.


Dan kami sangat berharap jika masalah ini di selesai kan secara kekeluargaan saja. " Ucap Bima


Nawang tersenyum,,

__ADS_1


" Kekeluargaan ?? Terus bagaiman dengan AQ yang sudah Putri Kalian lakukan ?" Ucap Abdi


" Emeli memang keterlaluan, tapi semua itu karena dia sangat mencintai Putra Anda Tuan dan itu membutakannya."


" Cinta,, ?? Tapi di Usia remaja tidak seharusnya dia memiliki pemikiran seperti itu, Bekerja sama dengan seorang Renternir untuk memeras gurunya sendiri, memfitnah temannya bahkan berniat mencelakainya. Apa itu bisa di bilang tindakan biasa dan seorang Pelajar ?" Ucap Nawang


" Sebagai Orang Tua, Saya sendiri merasa malu dengan tindakan yang putri Kalian lakukan itu sangat tidak pantas apalagi dia pun seorang Perempuan. " Lanjut Abdi


" Pa,, Ma " Ucap Nadia bersama Kevin membuat semua menoleh.


Nadia langsung kaget saat Orang Tua Emeli langsung berlutut di kakinya,,


" Om,, Tante " Ucap Nadia berjongkok.


" Saya mohon maafkan Emeli, Dia tidak sengaja melakukan semua itu.."


Nadia menatap Kevin yang tampak diam,,


" Tante, Om,, Tolong berdiri ya.. " Ucap Nadia membuat keduanya beranjak.


" Saya memang sudah memaafkan Emeli, Saya tau semua ini karena dia menyukai Kak Kevin, apalagi setelah mendengar pernikahan saya bersama Kak Kevin.


Tapi semua sudah terlanjur, Saya sendiri tidak menyangka Emeli bisa melakukan semua itu, Kami sama sama perempuan dan Emeli Meminta seseorang untuk melakukan perbuat Keji itu sungguh menyakitkan "


Semua terdiam mendengar Nadia yang sedang bicara, Kevin sendiri terus menatap Nadia yang tampak menahan air matanya.


" Bagaimana jika saat itu Emeli yang berada di sana, Mendapatkan telpon orang yang kita sayang kecelakaan.


dengan panik datang ke sana namun apa yang terjadi,,


Apa jadinya jika Kak Kevin tidak datang, berteriak di tempat sepi gelap,, Bagaiman jika Putri kalian yang berada di sana saat itu.


Jika itu terjadi, Bagaimana Spikis Emeli, bagaimana perasaan Kalian sebagai orang tuanya ?"


Nadia menyeka air matanya,,


Walau dia sudah memaafkan Emeli, namun rasa sakit di dadanya mengingat kejadian hari itu sungguh membuatnya syok.


" Sayang " Ucap Kevin mengusap bahu Nadia,,


Nadia menggeleng dan langsung memeluk Kevin,,,


" Kita ke Kamar " Ajak Kevin .


Nawang beranjak,,


" Bagaimana perasaan Kalian sekarang, Bagaimana jika Posisi itu berada di Emeli bagaiman sakitnya hati kalian dengan apa yang sudah di terima orang Putri kalian . "


" Kami Minta Maaf Nyonya." Ucap Bima yang sangat menyesalkan perbuatan Emeli.


" Silahkan Kalian Keluar, Dan sampai kapan pun Saya tidak akan pernah mencabut Laporan itu." Ucap Abdi .


" Maaf sudah mengganggu waktu Kalian , Ayo Ma Kita pulang."


" Tapi Pa,, Bagaiman dengan Emeli.. Kasihan dia Pa "


" Kita pulang,, "


Bima memapah istrinya dan mereka berjalan keluar,,


Nawang menggeleng dengan sikap mereka,,


**********


...Maaf Lama tidak Up,, ...

__ADS_1


...Biasa Tumbang Ini Tubuh, Tapi Its Oke udah lebih baik Kok,, ...


__ADS_2