
Nadia duduk menunggu Kevin yang masih berganti pakaian sembari membuka ponselnya.
" Nadia " Ucap Seseorang membuatnya langsung mendongak terlihat Guruh berdiri di depannya.
" Kak Guruh " Ucapnya beranjak.
Sejujurnya Nadia sedikit risih, dia tidak mau jika kembali mendapatkan gosip dengan mereka setelah kejadian pagi tadi.
" Gue minta maaf soal tadi pagi, gak ada maksud gue ,-
" Gapapa Kok Kak, lagian Lo gak salah gue yang nabrak Lo juga "
Guruh mengangguk dia bisa merasakan jika Nadia sedikit berbeda seakan menghindari darinya.
" Ya Udah gue duluan " Ucap Guruh dan Nadia mengangguk.
Ada rasa tidak enak dari Nadia sendiri, namun dia tidak mau jika Kevin cemburu dengannya dan merusak kembali hubungan mereka.
" Memang kalau cewek gatel tuh gak cukup dengan satu cowok ya, Sana sini Oke " Ucap Emeli menatap sinis Nadia.
Nadia menoleh,,
" Apa maksudnya ya , gue gak paham "
" Gak usah sok suci deh Lo, gue tau Lo sengaja kan deketin mereka berdua. secara Guruh Ketua OSIS dan Kevin Kapten Basket Lo numpang tenar diri Lo di Sekolah bukan secara Lo anak baru "
Nadia tersenyum,,
" Terserah Lo deh Kak "
Nadia mengambil tasnya akan pergi namun Emeli kembali menghadangnya.
" Jauhi Kevin " Ucapnya membuat Nadia berhenti .
" Sorry Kak, gue tanya memangnya Lo siapa ngatur gue ?"
" Lo,-
" Kak Kevin " Ucap Nadia membuat Emeli terdiam.
Kevin tersenyum menatap Nadia yang berlari menghampiri nya.,
" Lama nunggu " Ucapnya dan Nadia menggeleng.
" Vin,, Kita jadi Ke Cafe kan " Ucap Bian yang datang bersama Riko
Kevin menatap jam yang sudah pukul 3 sore dan dia sudah janji untuk mengantar Nadia ke Bogor setelah tanding.
" Kalian langsung ke Cafe aja bareng anak anak, gue juga udah telpon Irfan tapi sorry gue gak bisa ikut "
" Loh kenapa , Gak asik Lo Vin "
" Sorry,, gue Mau ke Bogor Sama Nadia "
" What,, ngapain ?"
" Kepo Lo " Ucap Kevin menggandeng tangan Nadia keluar melewati Emeli yang mengepalkan tangannya.
" Guys,, Sean Coffee " Ucap Riko kepada teman-teman nya.
" Kenapa Lo panas Liat Kevin sama Nadia " Sindir Bian saat melewati Emeli .
" Awas Lo " Ucap Emeli menghentakkan kakinya dan keluar.
" Dih sewot "
Riko menggeleng,,
Dia tau jika Emeli sangat kesal apalagi melihat Kevin yang begitu menjaga Nadia.
______
Nadia menatap Kevin,,
Tidak Tega rasanya jika dirinya tetap memaksa untuk pergi ke Bogor apalagi Kevin baru saja selesai Tanding.
" Kak "
" Hem,, Kenapa ? "
" Lo bener gak capek, atau besok aja kita Ke Bogor nya "
Kevin menoleh dan tersenyum,,
" Gapapa Lagian Jakarta - Bogor gak jauh "
__ADS_1
Nadia mengangguk dan baru sadar dengan Kaki Kevin,,
" Kaki Lo gimana ?"
" Oh ini Gapapa Kok,, cuma agak Pegel Aja "
" Minggir Kak "
" Hah "
" Pinggirin Mobilnya Kak "
Kevin mengernyit namun juga menepikan mobilnya,,
Nadia membuka pintu mobil dan berjalan memutar, ,
" Kak buka "
Kevin membukanya,,
" Kenapa Sih "
" Ya Udah gue yang nyetir, Kakak bisa istirahat dulu "
" Eh engga,, masa Cewek yang nyetir lagian gue gapapa Sayang "
" Kak, sekali kali nurut sama istri bisa kan "
Kevin tersenyum,,
Lucu juga mendengar Nadia bicara seperti itu,,
" Fine,, Kali ini Suami yang bakal nurutin Ucapan Istri " Ucap Kevin keluar .
Mereka masuk kembali ke dalam Mobil,,
" Memangnya Lo bisa Nyetir " Goda Kevin membuat Nadia tersenyum.
" Bisa dong Nadia " Sombong Nadia yang langsung mendapat acungan jempol dari Kevin.
Nadia melajukan mobilnya,
Dulu saat di Bogor dia memang sering menggunakan mobil sendiri kemana pun,,
Mobil melaju Lancar,,
Walau tidak seahli Kevin, namun tetap Saja Nadia bisa di bilang jago mengendalikan stir bundar milik Suaminya.
Hingga tanpa terasa mereka sampai di depan Makan,,
Mereka turun dan membeli bunga tabur,,
Hati Nadia kembali merasakan sakit, dimana kedua orang tuanya yang sudah pergi dan meninggalkan nya beberapa bulan yang lalu bahkan kini Nadia pun tinggal Jauh di Jakarta bersama Suami dan Keluarga nya.
" Om Nicol " Ucap Nadia saat melihat Pengacara Keluarnya.
Nicol menatap Nadia,,
terlihat juga jika beliau telah menyekar di makam orang Tua Nadia.
" Mba Nadia, Mas Kevin " Sapa Nicol
Kevin mengangguk,,
" Om Nicol juga habis Nyekar di makam Papa Mama "
Nicol mengangguk dan menatap Nadia yang membawa keranjang bunga,,
" Mba Nadia dari Jakarta ?"
" Iya Om,, Nadia sudah lama gak ke sini kangen sama Papa Mama "
" Silahkan Mba , Mas "
" Makasih Om "
Nicol berdiri menatap Nadia dan Kevin yang berjongkok di depan pusaran kedua orang tuanya,,
Terlihat bunga yang masih segar pasti karena Nicol yang baru saja menaburnya.
Hai Pa,, Ma,,
Nadia datang, Nadia Kangen sama Kalian ,,
Kalian juga pasti sangat merindukan Nadia kan, Maaf Nadia baru ke sini,,
__ADS_1
Kevin menatap Nadia yang tengah bicara, dia mengusap bahu isterinya,,
Halo Pa,, Ma,,
Saya Kevin, Suami Nadia..
kalian tidak usah khawatir karena Nadia akan selalu saja jaga, Saya akan terus menemani Nadia, menyayangi nya seperti Kalian dulu terhadap Nadia.
Ucapan Kevin membuat Nadia menoleh, Hatinya terenyuh mendengar ucapan Kevin.
Nicol sendiri merasa lega, karena Kevin bisa menjaga Nadia.
Sebelum Kedua orang tua Nadia meninggalkan, Mereka menitipkan Nadia kepadanya namun karena masih mengurusi Perusahaan yang sempat di ambang kehancuran Nicol hanya bisa fokus dengan Perusahaan dan akhirnya Nadia di Bawa Ke Jakarta .
Tapi Sekarang beliau merasa lega karena Nadia mendapatkan suami dan keluarga yang menyayanginya.
Setelah menabur semua bunga yang di bawanya, Nadia dan Kevin beranjak.
" Kalian mau langsung balik Ke Jakarta " Ucap Nicol.
" Kita akan menginap di Bogor Malam ini Om " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk
" Baiklah,,
Di Rumah ada Bik Imah yang menjaga rumah "
" Makasih Om,, "
" Sudah menjadi tugas saya Mba,, Masalah Perusahaan untuk semua Laporan Saya sudah mengirimkan ke email Mba Nadia. "
" Loh kenapa gitu Om "
Nicol tersenyum,,
" Karena Mba Nadia Pewaris Utama di Perusahaan dan setelah umur 21tahun Mba Nadia bisa mengambil alih "
Nadia terdiam,,
Dia tidak Sampai berpikiran sejauh itu, Nicol menjaga dan mengurus Perusahaan sudah cukup untuknya.
" Baiklah Mba, Mas, Kalau begitu saya permisi"
" Silahkan Om "
Kevin menatap Nadia,,
" Yuk Pulang, Udah Hampir gelap " Ucapnya menggandeng Nadia menuju Mobil.
Kali ini Kevin yang melajukan mobilnya, Nadia masih terdiam memikirkan ucapan Nicol kepadanya.
Bagaimana mungkin nantinya dia yang akan mengurus Perusahaan sedangkan dia seorang perempuan dan tidak memiliki keahlian Mengurus Perusahaan.
" Oya,, Gue udah Transfer Lo bisa pakai buat apa yang Lo pengin " Ucap Kevin membuat Nadia menoleh.
" Transfer Lagi,, ?? transfer an dari Kakak kemarin kemarin aja gue belum pakai kok kirim lagi sih "
" Astaga Gue suami Lo Nadia, Ya Tiap bulan Kali Kasih Nafkah "
" Dan sebanyak ini,, " Ucap Nadia saat melihat di Notife ponselnya.
" Lo Bisa pakai buat beli apa pun, selama ini gue gak pernah dapet laporan Lo beli sesuatu "
" Gimana gue bisa pakai uangnya, Kalau pergi bareng sama Kakak dan Kakak juga yang bayar"
Kevin tersenyum,,
" Om Nicol juga tiap bulan Transfer, Lama lama jebol ATM gue "
Nadia menghela napasnya dan menyimpan kembali ponselnya,,
Sementara Kevin tersenyum menatapnya,,
**********
Guys,,
Sorry Hari ini Telat banget Up nya,,. ada sedikit urusan juga karena my body lagi kurang bersahabat.
Tapi besok besok bakal kembali Aktif Kok,, Up di Jam 23.00Wib dan 13.00WIb ya..
bye,,
Salam Sayang dari aku,,
Love You All
__ADS_1