
Riko kembali menghampiri Bian yang terdiam bingung,,
" Yuk,, " Ajaknya namun Bian masih berdiri membuatnya heran.
" Bian Woy,, "
" Apa ?"
" Lo ngapa lagi kesambet ?"
Bian terdiam dia masih penasaran dengan apa yang dilihatnya,
Kevin bersama seorang cewek di kamarnya tapi siapa dia ??
" Ko,, Nadia bener tinggal di sini juga ?"
Riko mengangkat bahunya,,
" Kenapa sih kepo banget Loh, Kalau Iya mau Main tiap hari biar ketemu awas aja kena bogem Si Kevin baru Nyaho "
" Bukan ,, Tadi gue Lihat Kevin bareng cewek di Balkon kamarnya "
Riko menatap nya,,
Balkon kamar Kevin memang terlihat dari halaman depan rumahnya namun di sana tampak sepi bahkan pintu nya pun tertutup.
" Mana ada ,, Lo liat pintunya aja ketutup "
Bian menoleh dan benar saja tidak ada siapa pun di sana dengan pintu yang tertutup.
" Terus tadi siapa ?"
" Udah lah,,Yok Cabut "
Bian mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya namun dia masih sangat penasaran dengan apa yang dilihatnya.
Sangat jelas Kevin bersama wanita dan mereka masuk ke dalam kamar bersama.
********
Nadia masih menyalin catatan pelajaran yang tertinggal hari ini,,
Nadia memang terbilang gadis yang pandai, dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan tanggap.
Setiap ulangan pun dia akan mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya.
Kevin yang baru saja menelpon Irfan pun hanya bisa menghela napasnya,,
" Masih banyak ?" Ucapan mengusap rambut Nadia dan duduk di sampingnya.
" Bentar lagi "
Kevin mengangguk dan matanya menatap Ponsel Nadia yang tergeletak di atas meja.
" Lo masih Blok Nomor Guruh ?" Ucapnya membuat Nadia Langsung menatapnya.
Tidak ada jawaban namun Nadia malah mengambil ponselnya dan memperlihatkan Kontak Blok hitam dalam benda pipih yang dipegangnya.
" Masih belum percaya ?" Ucapnya kembali meletakan di atas meja.
" Sorry "
" Gue sama sekali tidak memiliki rasa apa pun dengan Guruh, Selama ini gue cuma merasa dia baik sama gue gak lebih "
Kevin terus menatap Nadia,
dia percaya namun entah mengapa rasanya dia takut jika Nadia berpaling darinya.
Dia sudah begitu mencintai dan menyayangi gadis di hadapannya ini.
Nadia menarik tangan Kevin dan menggenggamnya,,
__ADS_1
" Kakak ingat bukan ucapan gue saat itu jika Pernikahan bagi gue hanya sekali seumur hidup " Ucap Nadia membuat Kevin menarik nya dan memeluknya erat.
" Sorry,, gue hanya takut kehilangan Lo " Bisiknya membuat Nadia tersenyum dan membalasnya pelukan nya.
Kevin melepaskan pelukannya menatap tajam wajah cantik Nadia, tangan nya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Nadia.
Tangannya menarik dagu Nadia hingga tidak ada jarak antara keduanya.
Mata Nadia membulat saat Kevin mencium bibirnya, Dia hanya terdiam dan membiarkan nya namun Kevin menggigit bibir bawahnya hingga membuatnya sedikit terbuka di situlah Kesempatan Kevin mengecup dalam dan mengabsen setiap inci dalam mulut Nadia.
tangan Nadia mengepal namun Kevin yang begitu lembut menciumnya hingga membuat nya malah membalasnya.
Keduanya dibuat melayang dengan sentuhan masing masing.
Tok,,
tok,,
tok,,
Nadia langsung mendorong tubuh Kevin dan memalingkan wajahnya yang merona.
Kevin menyungging kan senyuman nya.
" Sebentar " Ucapnya mengacak rambut Nadia.
Nadia menyentuh Dadanya,,
Jantung nya berdetak lebih cepat,,
Kevin membuka pintu kamarnya dan terlihat Nawang yang berdiri dengan gelas di tangannya.
" Dimana Nadia Vin " Ucapan nya
" Masih belajar Ma "
" Oh ya Sudah, ini Mama buatkan lagi jahe hangat kamu kasih ya biar tubuh nya enak "
" Makasih Ma "
Dilihatnya Nadia yang sudah kembali fokus dengan buku di depan nya.
" Mama buatkan jahe buat Lo " Ucapnya Dan Nadia mengangguk.
Kevin terdiam tidak ada obrolan lagi dan mereka asik dengan pikiran masing masing.
______
Keesokan Harinya,,
Nadia tampak kesal, bagaimana tidak bibirnya sedikit bengkak karena ulang Kevin semalam.
walau memang tidak terlihat jelas namun tetap saja Nadia kesal.
Sejak bangun tidur sudah beberapa cara dia lakukan untuk menutupi nya namun tetap saja masih terlihat.
Kevin terus menatap Nadia yang nampak melihat bibirnya di cermin..
" Hei,, Kan gue udah minta maaf " Ucap Kevin menarik tangan Nadia namun di tepisnya.
Nadia menatap Kesal Kevin, dengan entengnya minta maaf apa jadinya jika ada yang melihatnya atau bahkan menyadari nya.
" Ya Udah,, Lo mau pakai masker ?"
" Ih Kak, nyebelin banget sih. . "
" Terus gimana Sayang, Bahkan semalam Lo saja menikmati nya "
" Kak Kevin "
Kevin terkekeh melihat raut wajah Nadia yang berubah merona.
__ADS_1
" Ya Udah sini,, - Ucap Kevin menarik Nadia dan malah kembali mengecup nya singkat membuat Nadia membulatkan matanya.
" Gak bakal ada yang ngeliat Kok "
Nadia terdiam,,
Dia harus kembali mengatur jantung nya,,
" Siang ini gue ada tanding, Lo ikut Temenin gue ya "
Nadia mengangguk,,
" Dan pulang nya jika langsung ke Bogor, Kalau kemalaman kita nginap di sana "
" Makasih Ya Kak,, "
Kevin mengangguk dan mengusap rambut Nadia.
Mereka keluar dan berjalan masuk,
Kini sudah tidak lagi drama siapa yang lebih dulu keluar dan masuk ke dalam sekolah karena semua sudah tau status hubungan mereka sat ini walau mereka hanya tau jika antara Kevin dan Nadia menjalin hubungan asmara.
" Nadia " Teriak Mita membuat Si Empunya nama menoleh.
Mita berlari menghampiri,,
" Hai Kak " Sapanya saat melihat Kevin.
Kevin mengangguk,,
" Gue ke kelas ya, Belajar yang bener " Ucap Kevin menatap Nadia.
" Iya ,, Kak juga "
Kevin tersenyum dan mengangguk,,
dia berjalan menuju kelasnya membuat Mita semakin takjub akan pemandangan indah.
" Yuk Ke kelas " Ucap Nadia
" Gue salut sama Lo Nad, Bisa luluhin Kulkas tiga pintu bahkan gue baru liat senyuman di wajah Kak Kevin dan hanya Lo yang bisa lakuin"
" Lebay Lo " Ucap Nadia terkekeh.
Mita menatap Nadia yang tampak berbeda,,
" Nad, Bibir Lo kenapa ?" Ucap nya membuat Nadia Langsung memalingkan wajahnya.
" Wah,, Pasti hasil karya Kak Kevin ya..
Ciye,, Sun sunan kalian ya " Goda Mita.
" Apa sih " Malu Nadia
" Hahahaha,, Gapapa kali Nad, Lagian wajah sepasang kekasih melakukan Kissing "
" Udah,, Gak usah ngawur " Ucap Nadia menarik tangan Mita yang terus menggoda.
Emeli menggeleng kan kepalanya,
dia tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya,,
Kevin dan Nadia Kissing,, Sejauh itu sudah hubungan mereka.
Hatinya sakit sangat sakit mendengar ya, bahkan selama ini dia lah yang dekat dengan Kevin namun hanya sekedar memegang tangan ya saja tidak pernah.
Selama Ini Kevin cuek dan menjaga jarak dengan nya.
Ini gak mungkin,,
Semua itu gak boleh terjadi, Kevin hanya milik gue dan bukan milik siapa pun,
__ADS_1
Gak ada yang bisa mendapatkan Kevin selain gue. Gumam Emeli yang langsung berjalan menuju Kelas XI IPA .
" Nadia " Teriaknya membuat semua yang berada di kelas menatap nya bingung,,