Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 37


__ADS_3

" Gue denger apa yang Guruh dan Lo bicarakan saat di lorong sekolah" Ucap Kevin membuat Nadia Langsung menghentikan makannya dan berbalik Menatap nya,,


Kevin menatap nya tajam membuat Nadia menelan salivanya,,,


" Kak,, gue bisa jelasin semua Kak Guruh hanya,- Ucap Nadia terhenti saat Kevin malah tersenyum dan mengacak rambutnya.


" Guruh Nyatain Lagi perasaannya sama Lo, tapi Lo lagi lagi menolaknya, Kenapa ?? " Ucap Kevin menatap Nadia.


" Oke kalau itu mau Lo, gue bakal hubungi dia dan menerima Cintanya "


Kevin membulat kan matanya saat malah Nadia menyambar ponselnya,,


" Eh Apa sih,, Lo Pacar uh Istri gue enak aja " Kesal Kevin membuat Nadia tertawa.


Kevin mengernyit kan keningnya menatap Dimana Nadia yang malah tertawa lepas membuat perasaan entah mengapa ikut bahagia melihatnya.


Nadia terdiam saat melihat Kevin yang menatapnya tanpa berkedip membuat jantungnya berdetak cepat.


" Kenapa kok malah diam " Ucap Kevin membuat Nadia menggeleng.


" Gapapa " Ucapnya kembali memakan Roti Maryam yang di bawa Kevin.


Namun matanya membulat saat Kevin mengusap sudut bibirnya.


" Gue gak bakal minta, pelan pelan makan nya"


Nadia tersenyum dan segera memalingkan wajahnya yang sudah pasti merah karena sikap Kevin kepadanya.


Tiba tiba Ponsel Nadia berdering, terlihat nomor Pak Nikol yang menghubunginya.


Nikol adalah Pengacara sekaligus orang kepercayaan Keluarga Rekso di Bogor.


" Sebentar Kak " Ucap Nadia menjawab telpon nya.


" Halo Om Nikol "


(....)


"Baik,, Pak Nicol sendiri bagaiman ?"


(....)


" Oh Om Nikol lagi di Jakarta , Baik aku kirim alamatnya "


Nadia memutuskan Telponnya dan terlihat mengetikan sesuatu.


" Siapa ?* Ucap Kevin yang memang sama sekali tidak mengenal nya.


" Om Nicol,, beliau Pengacara sekaligus orang Papa , Tapi Ada apa ya Kak kok minta ketemu gue "


" Mungkin ada hal yang mau di bicarakan , Gapapa Kok "


Nadia mengangguk,,


setelah kepergian kedua orang tuanya Nadia memang sama sekali tidak berhubungan dengan semua yang ada di Bogor, dia tidak memikirkan Perusahaan Orang tuanya karena baginya semua itu hanya akan mengingatkan nya.


Setelah lama menunggu akhirnya Nikol sampai di sana,,


Nadia berjalan bersama Kevin menuju Ruang tamu..


" Om Nikol " Ucap Nadia tersenyum


" Mba Nadia,, Senang kembali bertemu "


Nadia mengangguk ,,


" Oya Pa kenalin ini Kevin,-


Nikol tampak mengingat, .dia pun tau jika sebenarnya Nadia sudah menikah dengan putra teman Orang tua Nadia.


" Pasti ini suami kamu Kan,,


Halo saya Nikol, Pengacara Keluar Rekso "

__ADS_1


Kevin mengangguk,,


" Silahkan duduk Pa "


Mereka duduk di sana,


suasana menjadi sedikit canggung, begitu pun Nadia yang merasa bingung dengan kedatangan Pengacara keluarga nya.


" Maaf Sebelumnya Mba Nadia, Mas Kevin jika kedatangan saya mengganggu Waktu kalian jadi sebenarnya kedatangan saya ke sini untuk menyampaikan Wasiat yang sebelumnya Tuan Rekso tulis sebelum beliau meninggal "


Nadia terdiam,,


bayangan dimana kedua orang tuanya kembali terbayang,,


Kevin menatap Nadia, dia tau jika saat ini istrinya merasa sedih tangannya menarik Tangan Nadia yang tampak terasa dingin.


" Saya akan membacakan semua Mba, Apa Mba Nadia sudah siap untuk mendengarkan nya"


Nadia menatap Kevin yang berada di samping nya, menggenggam tangannya.


" Ya Om,, " Lirih Nadia yang sebenarnya siap tidak siap.


" Baik Saya akan membacakannya " Ucap Nikol mengambil berkas di dalam tasnya.


Dengan surat ini saya nyatakan bahwa saya menyerahkan semua harta saya kepada putri Saya Nadia Almera yaitu sebuah Rumah yang saya diami sekarang ini dan seluruh aset perusahaan milik saya pribadi. Apabila saya sudah tidak ada.


Tes..


Butiran bening kembali menetes di wajah Nadia, setelah sekian lama dia mulai bisa melupakan semuanya namun kini harus kembali dia ingat.


" Nad,, " Ucap Kevin yang khawatir.


Nadia mengangguk,,


" Jadi Papa menuliskan semua ini untuk aku Om " Ucap Nadia .


" Tuan menulis kan semua sehari setelah kecelakaan, saat itu Tuan Rekso sempat sadar dan langsung meminta saya untuk membuatkan surat Wasiat ini untuk Anda , mereka pun meninggalkan ini untuk Mba Nadia"


" Semua Harta akan beralih ke tangan Mba Nadia setelah Usia Mba Nadia 21 tahun , dan selama ini pula Mba Nadia tetap masih bisa memakai aset Keluarga.


Dan mumpung saya berada di sini, Apa Mba Nadia bisa menggantikan Posisi Tuan untuk mengembangkan Perusahaan?"


" Maaf Om,, Tapi Aku masih sekolah dan,-


"Baiklah Mba,, Saya akan membantu Mba Nadia untuk Hal ini dan setiap bulannya saya akan mengirimkan semua laporan perusahaan "


" Terima kasih Om "


" Sama Sama Mba Nadia, Baiklah kalau begitu saya Permisi "


" Sekali lagi terima kasih Om "


Nikol mengangguk dan tersenyum,,


Nadia kembali duduk dan menatap Kotak yang di pegang nya.


" Are You Oke " Ucap Kevin menatap Gadisnya,,


Nadia tersenyum,,


walau hatinya rapuh saat ini, merasakan rindu dengan kedua orang tuanya namun di dalam hatinya dia sudah mengikhlaskan nya.


dia tidak mau terus menangisi mereka berusaha sabar dan tabah selalu dia lakukan sekarang.


" Mau Lo lihat "


Nadia menggeleng,,


" Nanti aja ya Kak, Gue masih belum siap "


Kevin mengangguk membuat Nadia menyenderkan kepalanya,,


********

__ADS_1


Hari semakin gelap,,


Nadia berada di kamarnya menatap kotak yang dia sengaja letakkan di atas meja dekat ranjangnya.


Sebenarnya apa isi di dalamnya,


tapi rasanya gue belum kuat untuk melihatnya, Kepergian mereka membuat Luka dalam pada diri gue dan gue gak mau kembali rapuh Atas semua itu ,gue gak mau Papa dan Mama juga sedih melihat gue yang sedih.


Kevin berjalan mendekat,


" Belum tidur,, " Ucapnya mengusap pucuk rambut Nadia.


Nadia tersenyum dan menggeleng.


Kevin duduk di sampingnya dan menatap Kotak pemberian orang tua Nadia.


" Gue kangen sama Papa Mama,, " Ucap Nadia.


" Lusa Kita ke Bogor dan nyekar ke makam mereka "


Nadia menoleh,,


" Lusa,, Tapi Lo tanding Kak dan gue,-


" Setelah Tanding kita langsung pergi ke Bogor, lagian setelah pernikahan kita sudah lama tidak ke sana."


Nadia mengangguk,,


" Sudah malam istirahat,, besok harus sekolah "


" Kakak juga "


Kevin membenarkan selimut yang menutup Tubuh Nadia, dia pun berjalan memutar dan naik ke atas ranjang berbaring di samping Nadia.


Sudah tidak ada guling penyekat di antara mereka,,


Nadia menggeser tubuhnya dan memeluk Kevin menenggelamkan wajahnya pada dada suaminya.


" Makasih Kak,, Lo selalu ada buat gue "


" Ssst,,sudah seharusnya gue ada di samping Lo, jaga Lo sesuai Permintaan orang tua Lo"


Nadia mendongak,,


" Tidur Sayang,, " Ucap Kevin membuat Nadia menggeleng,,


Kevin menghela napasnya,,


" Tapi gue pikir selama pernikahan kita belum,-


" Gue tidur " Ucap Nadia segera memejamkan matanya.


Kevin tersenyum,,


Tangannya mengusap pucuk rambut Istrinya, mengecupnya dalam.


" Good Night My Little Wife, I Love You "


" I Love you too " Ucap Nadia membuat Kevin tersenyum dan memeluk nya,,


Mereka pun terpejam dan sama sama menuju alam mimpi indah mereka.


****************************


Guys,,


Bantu Aku terus dukung MSKN buat jadi Novel Favorit kalian ya, tinggalin komen juga jemput Kalian setelah Baca dong,,


Maafken juga kalau banyak Typo,soalnya aku langsung kirim naskah tanpa Edit ulang dulu, harap maklum ya,,


Untuk Surat Wasiat,,


hehehe,, jujur aku gak tau tapi mudah mudahan itu bener deh,,

__ADS_1


__ADS_2