
Nadia sudah kembali memakai seragam sekolahnya setelah pelayan rumah mengantarkan nya.
Dia bersama Kevin di Kantin, bukan hanya mereka Mita, Bian juga Riko pun ada di sana mereka masih bingung dengan apa yang terjadi hari ini.
" Vin, Lo gak merasa aneh gitu semua ini gak mungkin kebetulan.
Seseorang nabrak Nadia hingga menumpahkan soto di baju, Koperasi yang tiba tiba tutup padahal kita tau setiap harinya Koperasi Tutup sore " Ucap Riko.
" Udah lah,, Yang penting gue gapapa Kan mungkin ini bener kebetulan lagian mungkin karena Kak Guruh Gak masuk jadi gak ada yang jaga Koperasi " Ucap Nadia .
" Guruh gak masuk, Lo tau ?" Heran Kevin membuat Nadia menatap nya dia lupa jika Kevin tidak suka dirinya menyebut Nama Guruh di hadapannya.
" Grup Sekolah Kak " Ucap Nadia dan Kevin masih menatap nya.
" Astaga,, Beneran gue masih Blok nomor dia Lo liat aja nih " Lanjut Nadia menyodorkan ponselnya.
Mita,Riko juga Bian saling pandang.
mereka baru menyadari jika ternyata Kevin si Kapten Basket bisa sebucin itu.
" Ehem,, Cemburu Lo Vin " Ledek Bian membuat Kevin langsung menatap lurus.
" Hacih,, Hacih "
Kevin langsung menatap Nadia yang terus bersin,,
" Lo kenapa " Khawatir Kevin namun Nadia menggeleng dengan tangan yang mengusap hidung nya .
" Hacih " Lagi lagi Nadia kembali bersin.
" Pasti karena Seragam Lo tadi basah kan ?" Ucap Mita.
Kevin menyentuh kening Nadia yang sedikit demam,,
" Badan ,, Kita pulang ya" Ajak Kevin.
Nadia hanya mengangguk,,
" Ko,, Lo bantu gue ijin sama Nadia "
" Oke "
Kevin menggandeng Nadia menuju Mobil, Wajah Nadia merah dengan masih terus bersin membuat Kevin menoleh.
" Kita beli Obat ya atau ke Rumah Sakit " Ucap Kevin namun Nadia menggeleng.
" Gak Mau Ka,, kita pulang ke rumah "
" Ya udah kita pulang ya,, " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia .
Mobil sampai di depan rumah, Kevin langsung berlari dan memapah Nadia masuk,,
" Loh Vin,, Nadia kenapa ?" Ucap Nawang menghampiri
" Nadia sakit Ma,, "
" Ya sudah bawa ke Kamar, Mama buatkan jahe hangat dulu "
Kevin membantu Nadia berbaring dan melepaskan sepatu Nadia,,
" Sayang,, Minum dulu Jahe hangatnya " Ucap Nawang.
" Awas pelan pelan panas Vin "
Kevin meniupnya membuat Nawang tersenyum, melihat putranya yang sangat perhatian dengan Nadia.
" Pelan pelan " Ucap Kevin.
" Kamu istirahat ya Sayang, Mama Keluar dulu "
" Makasih Ma "
Nawang tersenyum dan membiarkan mereka berdua, Kevin sudah pasti bisa mengurus Nadia.
Keringat Nadia mulai keluar,
Kevin mengambil tisu dan mengusap nya.
" Kakak Balik aja ke sekolah, Gue gapapa Kok istirahat sebentar pasti mendingan "
__ADS_1
" Mana bisa ,, Yang ada gue malah kepikiran lagian siapa yang berani ngelakuin Ini sama Lo Sih "
" Udah Kak,, Kan gak sengaja juga "
" Tapi Lo jadi sakit Nadia "
" Maaf Maaf,, Gue gak maksud bentak Lo " Lanjut Kevin.
Nadia bersender,
Tubuhnya terasa tidak enak, Antara P
Demam atau dingin.
" Kak,, Aku mau tidur Tapi Kakak temani di sini"
Kevin mengangguk dan membantu nya berbaring,
Nadia berbalik menghadap Kevin dan tangannya menggenggam erat,,
Kevin duduk di samping nya dengan mengusap pucuk rambutnya.
Hingga terlihat Nadia yang sudah tertidur, Kevin melepaskan tangannya dan menatap wajah Nadia.
Tangannya mengusap lembut wajah Nadia dan mengecup nya,,
" Gue tinggal bentar ya,, Lo istirahat " Bisik Kevin membenarkan selimut nya dan berjalan keluar.
Nawang Duduk diruang tengah menunggu Kevin, beliau bingung apa yang terjadi sebenarnya dengan menantu cantiknya itu.
" Nadia sudah tidur Vin " Ucap Nawang saat melihat putranya berjalan turun
" Sudah Ma,, "
" Jadi Kalian tadi ijin,, ?"
Kevin mengangguk dan berjalan mendekat,,
" Sebenarnya apa yang terjadi sih, tadi Kamu minta buat di bawakan seragam Nadia memang nya Nadia kenapa ?"
Kevin menceritakan semuanya,,
" Tapi Nadia gak mau aku cari tau semuanya "
" Nadia memang gadis yang baik, Mama minta sama Kamu jaga Nadia lindungi dia karena Mama gak mau Nadia kenapa-kenapa."
Kevin mengangguk,,
Dia berpikir untuk tetap mencari tau tanpa sepengetahuan Nadia.
______
Riko membawa Tas Kevin juga Nadia, mereka berjalan menuju Parkiran begitu juga Mita yang bersama mereka.
" Kak,, gue titip Tas Nadia ya Lo mau ke sana kan " Ucap Mita.
" Oke,, "
" Ya Udah gue duluan bye "
Bian menatap Mita yang berjalan keluar, karena hari ini dia memang tidak membawa Mobil.
" Lo mau ikut ke rumah Kevin ?" Ajak Riko namun Bian terdiam dan matanya masih menatap Mita.
" Astaga,, Bian " Teriak Riko membuat Bian menoleh
" Apa sih Ko,, Berisik banget "
" Lo mau ikut gue ke rumah Kevin?"
" Memangnya Kevin di rumah , biasanya di Cafe dia"
Riko terdiam,,
Dia lupa jika belum mengabari Kevin.
" Gue telpon Kevin dulu "
Bian mengangguk dan menatap Riko yang sedang menghubungi Kevin,,
__ADS_1
" Halo Vin "
(...)
" Tas Lo sama Nadia ada sama gue "
(...)
" Ya Udah gue ke sana sekarang "
" Yuk ke rumah Kevin " Lanjut Riko masuk ke dalam Mobil nya begitu juga Bian.
____
Kevin berada di kamarnya menunggu Nadia yang masih tertidur.
Dia menatap Laptop nya dan menghubungi Irfan jika hari ini tidak ke Cafe.
Walau tidak ke Cafe namun Kevin tetap memantau perkembangan Cafe nya dari rumah, dia sangat teliti membuat Cafe nya bisa sampai berjalan seperti saat ini.
Nadia mengerjabkan matanya,,
matanya mencari keberadaan dimana Kevin berada.
" Kak " Lirih Nadia membuat Kevin menoleh dan langsung menghampiri nya.
" Kenapa Hem,, Ada yang tidak enak ?" Ucap Kevin dengan kembali menyentuh kening Nadia.
" Gak Kok,, "
Kevin tersenyum,,
" Riko Juga Bian mau ke rumah, mereka sekalian membawa Tas kita "
Nadia mengangguk,,
Matanya menatap Laptop yang menyala
" Kalau mau ke Cafe gapapa Kok, lagian tubuh gue udah mendingan "
Kevin menoleh dan tersenyum..
" Irfan bisa menghandle nya "
Tok,,
tok,,
tok,,
" Maaf Mas Kevin,, Di bawah Ada Mas Riko juga Mas Bian "
" Ya Bi, suruh tunggu bentar "
" Baik Mas "
" Gue ke bawah dulu gapapa kan,, "
" Iya Gapapa "
" Ingat jangan kemana mana istirahat "
" Iya ,, "
Kevin tersenyum dan mengusap pucuk rambutnya,,
Riko dan Bian menunggu di ruang tengah, padahal biasanya mereka langsung asal ke dalam kamar Kevin namun kali ini Kevin sudah meminta Pelayan di rumahnya jika Riko ataupun Bian datang suruh mereka menunggu di bawah.
" Tumben banget kita suruh nunggu di bawah, biasanya Langsung naik " Bisik Bian.
" Lagi gak biasa kali,, "
" Sorry nunggu lama, Mana tas gue sama Nadia" Ucap Kevin.
Riko memberikan nya.
" Thanks "
" Gimana keadaan Nadia Vin " Ucap Riko
__ADS_1
" Lah memangnya Nadia juga tinggal di sini Vin, Kok Bisa Sih ?" Heran Bian membuat Kevin melupakan jika Bian belum tau statis Mereka saat ini berbeda dengan Riko yang sudah lebih tau walau hanya sebatas Tunangannya.