Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 68


__ADS_3

Kevin menghampiri Mama dan Istrinya yang akan masuk ke dalam ruang Kepsek,,


Pandangan langsung peka melihat mata sembab istrinya yang terlihat habis menangis,,


" Sayang,, " Ucapnya mengusap wajah Nadia.


" Gapapa,, ini hanya salah Paham, Mama sama Nadia masuk dulu kamu tunggu di sini "


Kevin menatap Nadia yang tersenyum dan mengangguk,,


" Aku masuk dulu " Pamit Nadia dan Kevin mengangguk.


Nawang bersama Nadia masuk ke dalam karena sudah ditunggu Pak Ahmad juga Gresia di dalam.


" Selamat siang Pak Ahmad, Mis Gresia " Ucap Nawang ramah .


" Selamat siang Nyonya, silahkan Duduk "


Nawang mengangguk dan duduk bersama Nadia,,


" Jadi apa yang sebenarnya terjadi, Saya yakin jika Menantu saya tidak memakai obat seperti yang di tuduhkan "


" Tapi Obat ini ada di tas Nadia Nyonya, "


Nawang tersenyum,,


" Bisa saja ada yang tidak suka dengan Menantu Saya dan mencoba memfitnah nya , Saya heran kenapa banyak sekali yang tidak menyukai menantu saya, sekarang saya balik bertanya apa selama Menantu saya sekolah dia pernah melakukan sesuatu yang merugikan sekolah, apa dia sering telat, bakal, setau saya menantu saya menjadi salah satu siswi pantai di sekolah"


" Kami tau Nyonya jika Nadia merupakan siswi teladan di sekolah, tapi mengenai obat ini Mohon Maaf kami harus melakukan sesuatu sesuai aturan sekolah "


" Maksud Pak Ahmad , Menantu saya harus di periksa di Rumah Sakit ?"


" Lebih tepatnya untuk memastikannya saja Nyonya "


Nawang menggeleng,,


" Silahkan kalian lakukan sesuai peraturan sekolah, tapi jika semua terbukti salah maka saya akan mencari tau siapa yang sudah berani memfitnah Menantu saya.


Silahkan Miss Gres bisa ikut bersama Saya Ke Rumah Sakit, kita pastikan jika Menantu Saya memang tidak memakai obat obatan.


Permisi Pak Ahmad,, Ayo sayang "


Nawang mengandeng Nadia keluar,,


" Ma,, " Ucap Nadia menahan tangan Nawang.


" Kenapa sayang "


Nadia tidak bicara namun langsung memeluk nya, dia begitu bersyukur memiliki mertua seperti Nawang yang sudah seperti orang tuanya sendiri.


bahkan selama ini beliau selalu menemani, menjaga dan menyayangi nya.


" Makasih Mama sudah percaya sama Nadia "


" Karena Mama tau bagaimana kamu Sayang,,"


Nadia melepaskan pelukannya dan tersenyum,,


" sekarang kita buktikan jika Menantu cantik Mama ini tidak seperti yang mereka gosip kan"


Nadia mengangguk,,


mereka kembali berjalan,,

__ADS_1


" Ma,, Kalian mau kemana ?" Ucap Kevin


" Ke Rumah Sakit , Kita mau pastikan jika Nadia tidak seperti yang dituduhkan " Ucap Nawang menyindir Gresia yang nampak terdiam.


" Sayang,, aku temani "


" Gak usah,, Kakak juga masih sekolah aku sama Mama saja "


" Tapi,-


" Kamu gak usah khawatir Vin, tugas kamu sekarang hanya cari tau siapa dalang di balik semua ini "


" Kabari aku terus " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia.


" Iya,, "


Kevin menatap mereka yang berjalan keluar, dia langsung mencari Riko dan Bian untuk mencari tau siapa dalang di balik semua ini.


Di ruang Perpustakaan,,


Riko juga Bian masih mengotak Atik Laptop nya,,


" Gimana ?" Ucap Kevin dan Riko menggeleng.


" Kita harus Cari tau lewat Cctv "


" Kita udah ke Ruang Sstv, tapi Pak Eko gak masuk hari ini " Ucap Bian.


Pak Eko merupakan salah satu pegawai sekolah yang untuk memantau SSTV di sekolah.


" Gue pinjem " Ucap Kevin mengotak Atik Laptop nya.


Dengan skill yang dia miliki dia pun mampu membobol Sstv sekolah, tidak sulit Untuknya melakukan semua ini.


Rumah Sakit Fatmawati Jakarta


dimana Rumah Sakit inilah yang Gresia minta untuk memeriksa tubuh Nadia, Dan Nawang hanya bisa menuruti.


Nadia masih berada di dalam ruangan Untuk di ambil sampel darahnya untuk di periksa.


Gresia tampak diam duduk bersama Nawang, tidak seperti saat berada di sekolah.


" Sayang,, Sini duduk " Ucap Nawang memapah Nadia yang baru saja keluar.


" Saya akan membawa Sempel darah ini ke Laboratorium , dan hasilnya akan bisa keluar sekitar 1 jam " Ucap Suster.


" Baik sus, terima kasih " Ucap Nawang tersenyum.


Mereka menunggu di Rumah Sakit,


Sementara Nadia tampak tenang karena memang dia sama Sekali tidak mengkonsumsi obat obatan yang mereka temukan.


" Ma, Maafin Nadia ya selalu buat Mama Khawatir "


" Tidak sayang,, Sudah seharusnya karena kamu anak Mama jadi apa pun yang terjadi Mama akan selalu melindungi kamu "


Nadia tersenyum dan memeluk lengan Mama Mertuanya,,


Sedangkan Gresia hanya menatap kedekatan mereka, walau mereka hanya menantu dan mertua namun mereka seperti ibu dan anak yang saling menyayangi.


" Maaf Nyonya, Nadia Saya permisi ke Toilet sebentar " Ucap Gresia dan di balas anggukan Nawang.


Di Sekolah,,

__ADS_1


Emeli yang berjalan melewati Perpustakaan dan tidak sengaja melihat dimana Kevin , Riko juga Bian berada di sana.


Mereka tumben di perpustakaan,,.Gumam Emeli namun matanya langsung membulat saat melihat mereka yang sedang membuka Cctv sekolah.


Bruk,,, !!


" Aw,, Sorry sorry " Ucap Emeli saat minuman yang di bawanya sengaja dia tumpahkan ke arah Laptop.


****,, Kesal Kevin langsung membersihkan nya namun laptopnya terlanjur mati.


" Astaga Vin, sumpah gue gak sengaja " Elak Emeli


" Makai mata dong kalau Jalan, lagian Lo ngapain ke Perpustakaan bawa Minum " Ucap Bian


" Gue ,, Mau cari buku lah "


" Ngeles terus "


" Gimana Vin, bisa nyala lagi " Ucap Riko dan Kevin menggeleng.


Kevin segera keluar membawanya di susul Riko juga Bian,,


Emeli tersenyum melihatnya,,


dia sengaja menumpahkan Minuman yang di bawanya ke atas Laptop agar mereka tidak bisa melihat Cctv sekolah.


Mereka pasti akan melihat Sstv sekolah,,


Wait Cctv,,.


Emeli langsung tersadar, dia pun segera berlari keluar dan menuju ruang Cctv.


Wajah bosan sudah menyelimuti wajah Nadia saat ini, bagaimana tidak baru saja kemarin dia keluar Rumah Sakit dan hari ini harus kembali berurusan di sana, apalagi bayangan dimana dia harus kehilangan kedua orang tuanya masih terus terbayang jelas di ingatannya, Dimana dia melihat wajah penuh darah, tubuh lemah kedua orang tuanya,,


Tempat yang begitu dia benci dan tidak mau sama sekali dia datangi.


Nawang menggenggam erat tangan Nadia yang terasa dingin.


" Semua akan baik baik saja, Mama yakin " Bisik Nawang dan Nadia tersenyum.


Sudah hampir satu jam mereka menunggu namun hasil belum juga keluar,


" Ma, kenapa lama ini sudah hampir satu jam " Ucap Nadia yang sudah bosan menunggu.


" Sabar Sayang, mungkin sebentar lagi "


Nadia terdiam,,


" Nona Nadia Almera, ini hasil Lapnya " Ucap Suster dan Nadia menerimanya,,


" Terima kasih Sus "


" Sama sama Non, kalau begitu Saya permisi "


" Makasih Sus " Ucap Nawang


Nadia menatap amplop di tangannya yang bertuliskan namanya,,


" Nadia, lebih baik kamu segera membuka nya " Ucap Gresia .


Nadia mengangguk,,


dia menghela napas nya dan membukanya,,

__ADS_1


__ADS_2