Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 92


__ADS_3

Kevin tersenyum saat menyadari jika Nadia tertidur di dalam Mobil, setelah menjenguk Emeli dan Mampir Di Cafe mereka kembali ke rumah.


Gerbang Menjulang tinggi terbuka saat Kevin membunyikan klakson mobilnya.


Dengan berjalan mulus Mobil sudah terparkir di depan rumah mewah.


Kevin berjalan memutar dan membuka pintu mobil.


Senyumannya kembali terukir saat melihat wajah pulas Nadia.


Sungguh cantik dan menggemaskan.


Dia pun membuka sealbeth yang terpasang pada tubuh Nadia dan membopong nya dengan hati hati.


Nadia sama sekali tidak terganggu dan malah bersandar pada dada bidang Kevin seakan merasakan kenyamanan di sana.


" Nadia tidur ?" Sapa Nawang


" Iya Ma,, Aku bawa Nadia ke kamar dulu."


Nawang mengangguk dan membawa segelas teh hangat untuk suaminya.


Sesampainya di kamar,,


Kevin membaringkan tubuh Nadia dengan perlahan dan sangat hati hati, Lagi lagi Nadia tidak merasa terganggu dan malah semakin pulas.


Kevin mengusap pucuk rambutnya, dia pun melepas sepatu yang Nadia pakai dan meletakkan nya di Lantai.


Tubuhnya yang merasa gerah, dia pun memilih untuk mandi dan membiarkan Nadia tertidur.


______


Abdi yang berada di ruang Kerjanya pun sudah mendengar jika Bimantara ternyata salah satu Klien Bisnis Keluarga Rekso.


Dia pun tau jika selama di Bogor Bima kembali berusaha agar Nadia mencabut tuntutannya terhadap Emeli Putrinya.


" Pa,, Minum tehnya." Ucap Nawang


" Makasih Ma "


Nawang mengangguk dan menatap Laptop di hadapan Suaminya.


" Loh Ini bukannya ?" Ucap Nawang.


" Ya Dia Orang tua dari gadis yang mencelakai Nadia, Dan ternyata dia pun Klien bisnis Rekso."


" Apa, berarti Nadia kembali bertemu dengannya saat di Bogor."


Abdi mengangguk,,


Namun dia bersyukur karena Nadia tidak terhasut dengannya.


" Mama tidak setuju jika tuntutan itu di cabut, dia sudah keterlaluan dengan Nadia dan Mama tidak terima itu."


" Mama tenang saja, Dia tetap akan membayar semuanya bahkan Papa yakin jika Bisnis Keluarganya pun akan hancur."


Kalian sudah berani mengganggu Menantu Saya, Anak dari Almarhum Sahabat saya maka kalian harus menerima balasannya. Gumam Abdi yang sudah merencanakan sesuatu.


_____


Kevin keluar dengan rambut yang masih sedikit basah, Kaos polos hitam dan juga celana pendek selutut.


Nadia sendiri masih berdamai dengan tidurnya, Kevin berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang.


Kembali di tatapnya wajah Nadia, Rasa bahagia, suka juga kagum dengan wanita yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.


Wanita yang sudah membuatnya berubah dan berwarna, wanita yang dulunya sangat menyebalkan namun kini menjadi wanita yang begitu dia cintai ya.


Tangannya terangkat menyeka rambut di wajah Nadia.

__ADS_1


Di usap lembut pipi Nadia,,


Matanya kini menatap tubuh Nadia, Tubuh yang sungguh selalu menggoda dirinya dan terus ingin menyentuhnya.


Namun melihat Nadia yang begitu kelelahan rasanya tidak tega.


Akhirnya Kevin berniat Untuk mengganti pakaian Yang Nadia pakai.


dengan perlahan terlihat tubuh Polos Nadia, Kevin kembali memakaikan pakaian lain dan membenarkan selimut pada tubuh istrinya.


____


Abdi baru saja keluar dari ruang Kerjanya, dia berniat menuju kamar namun terlihat Kevin yang berjalan keluar membuatnya ingin membicarakan sesuatu.


" Vin, kamu belum tidur ?" Ucap Abdi


" Belum Pa,, Papa juga belum tidur ?"


" Papa baru saja menyelesaikan Pekerjaan, Ada yang mau Papa bicara , Kita bicara di dalam"


Kevin mengangguk dan mengikuti Abdi yang kembali masuk ke dalam ruang Kerjanya.


Mereka duduk di sofa,,


" Bagaimana dengan Pertemuan Nadia tadi, Apa semua lancar ."


" Alhamdulillah Pa, semua berjalan Lancar ."


" Syukurlah,, Tapi Papa dengar jika Bimantara juga termasuk Klien Papanya Nadia."


Kevin kembali mengangguk.


" Tindakan Putrinya terhadap Nadia sudah sangat keterlaluan, dan Papa tetap akan meneruskan tuntutan hukum terhadapnya."


Kevin terdiam,,


" Aku Tau Pa,, dan Aku juga ingin dia membayar semuanya."


" Apa Kalian menemui nya di Penjara,, "


" Nadia ingin menemuinya dan mereka,-


" Papa sudah tau semuanya,, jadi Papa minta kamu bisa memberi penjelasan kepada Nadia jika hukum masih harus terus berjalan."


" Iya Pa."


" Ya Sudah,, Istirahat sudah malam." Ucap Abdi mengusap bahu Putranya dan berjalan keluar.


Kevin bersandar,,


Namun kemudian berjalan keluar untuk mengambil minum.


_____


Nadia mengerjapkan matanya,,


Tenggorokan nya terasa sangat kering, dia menatap meja samping ranjangnya dan tidak adanya gelas di sana padahal biasanya selalu ada.


Matanya kemudian menatap Pintu kamar yang terbuka, Kevin lah yang ternyata masuk dengan membawa segelas minum.


" Sayang,, kenapa bangun ?" Ucap Kevin


" Aku haus."


Kevin tersenyum dan duduk di samping Istrinya,,


" Kamu minum dulu."


Nadia mengangguk dan meneguknya,,

__ADS_1


Kevin menatapnya,,


" Masih malam, sekarang tidur lagi Oke "


Nadia menggeleng,,


" Aku merasa sudah sangat lama tidur,, "


" Kamu tidur setelah dari Cafe " Ucap Kevin menarik hidung mancung Nadia yang tersenyum.


" Oya Kak, Masalah Emeli ,-


Nadia terdiam,,


Dia ingin membicarakannya namun dia takut jika Suaminya akan marah.


" Hukum tetap harus di lanjutkan Sayang, Walau Kamu sudah memaafkannya tapi tindakannya sudah sangat fatal."


" Tapi Kak, Aku yakin Emeli bakal berubah."


" Sekarang kita tidur, Besok harus sekolah." Ucap Kevin naik ke atas ranjang.


Nadia menatapnya,,


Kevin yang berbaring dan memejamkan matanya membuatnya terdiam.


" Sayang,, Sini " Ucap Kevin menepuk bantal di sampingnya."


Nadia berbaring dan memeluknya,,


menenggelamkan wajahnya pada dada Suaminya,,


" Maafin aku " Lirihnya


" Jangan di pikirkan,, Good Night Sayang" Ucap Kevin.


Nadia mengangguk dan semakin memeluknya erat.


Kevin membalas nya dengan mengecup pucuk rambut Nadia.


Tidak lama mereka akhirnya terlelap bersama, rasa lelah setelah seharian sibuk membuat Kevin langsung tertidur.


********


Di tempat Lain,,


Bimantara masih berada di kamar Putrinya Emeli, Kamar yang sangat luas dan mewah namun saat ini Emeli tertidur di dalam Penjara dengan hanya beralaskan tikar tidak adanya selimut untuk menutupi kedinginan malam.


Matanya berkaca-kaca, selama ini sikapnya yang selalu memanjakan Emeli sudah salah hingga membuatnya bisa melakukan hal senekat ini.


Mereka memang orang kaya dan bisa melakukan apapun dengan Uang, Namun Bimantara salah untuk saat ini karena keluarga yang mereka lawan adalah Keluarga ternama di Jakarta juga Bogor.


Nadia dan Kevin yang datang ke Penjara menemui Emeli pun membuatnya kembali takut akan nasib Emeli nantinya.


Maafin Papa Sayang,,


Karena sikap Papa yang salah membuat kamu seperti ini.


Semua memang harus di pertanggung jawabkan . tindakan kamu sudah melanggar hukum.


Bima mengusap matanya yang tidak lagi bisa membendung air mata.


tangannya mengambil foto antara dirinya , Emeli juga istrinya yang terpajang di sana.


Ting,,


Terdengar bunyi pesan dari ponselnya, beliau kembali meletakan nya dan merogoh saku celananya.


" Ini tidak mungkin " Ucapnya membaca pesan dari seseorang.

__ADS_1


__ADS_2