
Nadia menoleh dan matanya memicing saat melihat Emeli yang berjalan mendekat bahkan terlihat wajahnya yang tidak biasa.
" Lo bener bener gak tau malu tau Gak, Lo udah rebut Kevin dari gue dan Lo sengaja menggodanya " Ucap Emeli.
" Maksud Lo apa sih Kak " Heran Nadia.
Emeli menatap kilas bibir Nadia yang terlihat bengkak, benar saja ternyata mereka telah melakukan Kissing.
tangannya mengepal, Harusnya yang berada di posisi Nadia adalah dirinya dan Bukan Nadia gadis yang baru di kenalnya beberapa Bulan.
" Apa yang sudah perbuat sampai Kevin langsung suka sama Lo "
Nadia semakin dibuat bingung,,
" Gak usah sok polos Lah,, Lo Udah,-
" Kamu,, " Ucap Salah seorang guru yang berdiri di depan pintu
" Kamu bukannya kelas XII ngapain kamu di sini, masuk ke kelas "
Emeli menatap Nadia,,
" Urusan kita belum selesai " Ucapnya langsung berjalan keluar.
" Dasar Lampir aneh,, " Gumam Mita membuat Nadia menggeleng.
Emeli berjalan kesal,,
Jika saja tidak ada guru sudah pasti dia akan melabrak Nadia yang berani mengganggu dan merebut Kevin darinya.
Tok
tok,,
" Permisi Pa ,, " Ucap Emeli masuk kelas dan terlihat Guru yang sudah berada di dalam.
" Emeli,, dari mana kamu "
" Maaf Pa, Saya dari Kamar mandi "
" Ya Sudah duduk "
Emeli berjalan menuju kursinya, dia melewati Kevin yang tampak sangat acuh dengannya,,
Bel Istirahat terdengar,,
Nadia masih membereskan Buku bukunya, Mita pun masih di sana bermain ponselnya sembari menunggu Nadia.
" Yuk " Ajaknya dan Mita hanya mengangguk dengan tangan yang sibuk bermain benda pipih miliknya.
" Mit, Lo ngapain sih "
" Oh,, Ini gue lagi liat baju bagus deh banyak Sale lagi "
Nadia pun ikut melihat, mereka terus berjalan membuatnya tidak menatap depan.
Bruk..!!
Nadia hampir terjatuh namun seseorang langsung menarik nya,,
Guruh menatap Nadia dari jarak yang begitu dekat, bahkan beberapa yang melihatnya langsung mengambil foto mereka.
Nadia tersadar dan langsung melepaskan dari pelukan Guruh.
" Sorry Kak " Ucapan .
__ADS_1
Guruh mengangguk,,
Perasaan nya masih sama terhadap Nadia, karena Nadia merupakan cinta pertamanya, gadis cantik yang mampu meluluhkan hatinya namun semua kandas karena gadis pujaannya sudah di miliki laki laki lain.
" Nad, Lo gapapa " Ucap Mita dan Nadia mengangguk
" Yuk Mit "
Nadia menarik Mita kembali melangkah ke Kantin, Dia tidak mau berlama dengan Guruh Kevin akan marah dengannya nanti.
Sementara Kevin bersama Riko juga Bian baru saja keluar Kelasnya, mereka akan menuju Lapangan Basket untuk latihan.
Ting,,
Ponselnya bunyi, terlihat grup sekolah yang langsung ramai.
Dia pun membukanya dan matanya membulat saat melihat dimana Nadia berada dalam pelukan Guruh.
****,, Umpatnya langsung pergi begitu saja membuat Riko dan Bian heran.
" Vin,, Lo mau kemana " Ucap Riko namun sama sekali tidak di hiraukan Kevin.
Di Kantin semua menatap Nadia yang baru saja datang bersama Mita,,
" Ikut gue " Ucap Kevin menarik tangan Nadia.
Mita menatap Bingung, Kevin terlihat begitu emosi.
" Dasar Cewek gak tau malu sana sini nemplok" Ucap Emeli semakin membuat Mita bingung.
" Apa maksud Lo "
" Liat aja di grup sekolah "
Mita membuka Grup sekolah, dia menggeleng dengan apa yang dilihatnya.
" Hahahaha,, Ya Pastinya Lo bela Cewek gatel itu, Lo kan Temen nya "
" Lo,-
" Apa memang benar Kan,, Gue yakin Kevin bakal tau gimana sifat asli cewek yang selalu dia bela " Ucap Emeli berjalan meninggalkan Mita yang masih tidak menyangka dengan Foto Nadia berpelukan dengan Guruh.
Ya Tuhan,,
Pasti Karena Ini Kak Kevin begitu marah,,
____
Kevin terus menarik tangan Nadia,,
" Kak lepas sakit,, " Rintih Nadia namun Kevin masih tidak menghiraukan nya.
Dia terus membawa Nadia menuju Parkiran .
" Masuk " Ucap Kevin membuat Nadia takut dan menurut.
Nadia masuk ke dalam dan tidak lama Kevin masuk, lagi lagi Kevin melajukan mobilnya keluar sekolah.
" Kak kita mau kemana, ini masih jam sekolah "
Kevin terus diam dia melakukannya dengan kecepatan tinggi membuat Nadia langsung berpegangan.
Sebuah Hotel Berbintang,,
Kevin menepikan mobilnya membuat Nadia bingung,,
" Ka,, Lo mau ngapain ?" Ucap Nadia yang sudah berpikir macam macam.
__ADS_1
" Menurut Lo "
Nadia menggeleng saat Kevin menatapnya tajam, bahkan Wajah Kevin tidak terlihat biasanya.
" Gue mau pulang,, " Ucap Nadia.
Kevin tersenyum,,
" Pulang,, ?"
" Kak,, Lo kenapa sih "
Lagi lagi Nadia memanggilnya dengan sebutan Lo ,,
" Ngapain Lo sama Guruh "
Nadia mengernyit,
" Maksud nya "
" Lo liat ini "
Nadia menggeleng,,
Dia baru tau dimana foto dirinya bersama Guruh ramai di bicarakan di Grup sekolah, bahkan semua berkomentar menjelekan dirinya.
" Kak,, Gue bisa jelasin ini semua ,-
" Kebetulan,, ?"
" Lo salah paham, tadi gue gak sengaja Nabrak dia terus gue mau jatuh tapi dia narik gue , Kak Lo percaya sama gue "
Kevin tersenyum dan menggeleng,,
" Gue bingung harus gimana mengikat Lo Nadia, Atau Lo harus hamil dulu biar semua tidak lagi mendekati Lo "
" Kak Kevin " Ucap Nadia dengan nada yang di naikan.
" Lo istri gue, dan selama ini Kita belum melakukan nya Bukan "
Nadia menggeleng,,
Dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang Kevin ucapakan baru saja..
" Kenapa Lo selalu emosi tanpa mau mencari tau kebenaran nya, Dan sekarang Lo mau gue Hamil , Lo mau Lakuin itu Oke Kak,, Lakuin Aja kalau memang itu semua kemauan Lo dan dengan begitu Lo bisa tenang karena gak akan ada lagi yang deketin gue, atau Lo sekalian kurung gue kak , Itu Kan Mau Lo lakuin Kak,, "
Kevin menatap Nadia yang meneteskan air matanya, dia merasa sangat Pedih hatinya melihat wanita yang begitu dia Sayangi menangis bahkan kali Ini entah kenapa Dia merasa begitu sakit melihat nya ,ucapan Nadia pun sangat mengiris hatinya.
" Nad,,-
" Kenapa sih Kak Lo gak percaya sama Gue, Gue sayang sama Lo, Gue cinta sama Lo dan Lo suami gue, Kita sudah menikah dan gak mungkin Gue hianati Lo Kak "
Nadia menangis bahkan tangisannya semakin pecah, dia tidak menyangka jika laki laki di hadapannya tidak percaya dengannya, bahkan setelah mereka menikah.
Kevin mengusap wajahnya kasar,,
Dia menarik Nadia dalam pelukannya menumpahkan rasa bersalahnya, dia tidak bermaksud menyakiti hati wanitanya.
semua karena emosinya yang tidak pernah terkontrol, rasa cemburunya begitu besar terhadap Nadia karena dia begitu mencintainya.
Nadia memberontak, namun Kevin terus memeluk nya erat,,
" Maafin,, Maaf,, Maafin Gue " Ucap Kevin namun Nadia menggeleng.
" Gue terlalu Cinta Lo, gue takut Lo ninggalin gue,, Gue cinta sama Lo Nadia " Ucap Kevin membuat Nadia tidak lagi memberontak namun tangisannya terus pecah dalam pelukan suaminya,,
" Maaf " Ulang Kevin.
__ADS_1