
" Jadi Benar kalian bukan sepupu ?" Ucap Guruh berdiri di belakang Kevin.
Kevin menautkan alisnya, sejak kapan Guruh berada di belakangnya.
" Lucu,, Tidak ada status hubungan Sepupu tapi Lo anggap sepupu?? " Lanjut Guruh
Kevin tersenyum,,
mungkin sudah waktunya semua tau siapa Nadia sebenarnya,,
" Lo benar gue dan Nadi tidak ada hubungan Sepupu "
Deg..!!
Guruh terdiam menatap Kevin, sebenarnya dia tidak serius bicara seperti itu dia hanya mengartikan sendiri namun Kevin malah mengiyakannya.
" Nadia itu Cewek gue " Bisik Kevin dan berjalan meninggalkan Guruh yang masih diam mematung di tempatnya.
_____
Mita terus menatap jam, sampai sekarang Nadia belum juga datang hingga Guru masuk ke dalam kelas.
Kevin masuk ke dalam kelasnya,,
" Udah gak ngantuk, gue kira di UKS Lo Vin " Ucap Riko.
" UKS,, Vin Lo sakit ? Sakit apa ?" Ucap Emeli yang langsung mendekat.
" Lepas tangan Lo " Ucap Kevin membuat Emeli menurunkan tangannya.
Sedangkan Bian menatap bingung, dia sama sekali tidak paham dengan apa yang mereka ucapkan.
Pelajaran sudah di mulai,
semua siswa/wi tampak serius mengikuti pelajaran hari ini bagaimana tidak tinggal menunggu beberapa bulan saja mereka Ujian.
Berbeda di Kelas Lagi,
Guruh tampak tidak serius mendengarkan pelajaran di kelasnya
Dia terus memikirkan ucapan Kevin di kantin pagi tadi,,
Apa mereka benar pacaran, terus kenapa selama ini mereka mengaku sepupu..
mending gue tanya langsung dengan Nadia.
******
Di Kamarnya Nadia merasa bosan hanya terus berbaring tanpa melakukan apa pun,
Tubuhnya pun sangat lengket karena keringat yang terus keluar.
Mandi deh biar seger. Gumamnya mengambil handuk juga pakaian santainya.
Nawang yang sudah membawa buah terlihat terus mengetuk pintu kamarnya namun tidak ada jawaban dari dalam membuatnya segera membukanya.
Pintu tidak terkunci namun tidak terlihat Nadia di dalam membuatnya khawatir.
" Nadia,, Sayang kamu dimana Nak "
Sama saja tidak ada jawaban, namun Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Nawang meletakan mangkuknya dan duduk di tepi ranjang menunggu Nadia yang sedang mandi.
Nadia berjalan keluar dengan handuk di tangannya, terlihat rambut panjangnya yang basah.
" Mama " Kaget Nadia saat melihat Nawang di dalam.
" Habis Mandi,, Kamu kan baru sembuh Sayang"
" Gerah Ma,, tubuh Nadia basah "
Nawang tersenyum dan mengusap bahu menantu cantiknya.
" Ya Sudah,, Mama bawakan salad buah buat kamu di makan biar seger ya "
" Iya Ma "
" Mama keluar dulu, kalau mau sesuatu panggil Mama Saja ya "
" Ma " Panggil Nadia
" Ya Sayang "
Nadia langsung memeluk Nawang,, Rasanya dia sangat merindukan Orang taunya,,
" Makasih Tante sudah baik sama Nadia " Ucap Nadia
" Kamu anak Mama Nak, jadi sudah seharusnya Mama sayang sama Kamu "
Nadia melepaskan pelukannya dan mengusap pipinya,,
" Anggap Mama seperti Mama kamu ya Sayang"
__ADS_1
Nadia mengangguk dan kembali memeluk Nawang,,
____
Mita berjalan sendiri karena Nadia yang tidak masuk sekolah dan hingga kini nomornya tidak bisa di hubungi membuatnya bingung.
Tiba tiba terlihat Kevin yang berjalan bersama Riko dan Bian,,
" Kak Kevin tunggu " Ucapnya membuat ketiga Cogan itu menoleh.
Kevin mengernyit, dia tidak mengenali cewek yang memanggilnya.
" Sorry Lo," Ucapnya menunjuk Mita
" Gue Mita teman satu kelas Nadia "
Kevin mengangguk dia sedikit mengingat saat Nadia bersama nya.
" Ada apa "
" Sorry Kak,, gue cuma mau tanya Nadia kemana kok gak masuk apa dia sakit ?"
" Nadia sakit "
" Sakit,, Sakit apa Kak terus kenapa ponselnya gak bisa di hubungi "
" Mungkin dia istirahat dan menonaktifkan ponselnya"
Setelah mengatakan semua itu Kevin kembali berjalan.
Mita masih kepikiran Nadia, dia khawatir dengan keadaannya.
Nadia tidak memiliki kelurga lagi ,,
Nad,,Pliss angkat dong telpon gue.
Lagi lagi Mita mencoba menghubungi nya namun tetap saja tidak bisa.
" Vin, Nadia bener sakit ? sakit apa dia " Ucap Bian membuat Kevin menatapnya.
" Pantas hati gue galau ternyata belahan hati gue sedang sakit, kasihan Nadia "
" Hati hati Lo kena amuk Kevin baru nyaho Lo " Ucap Riko menatap Bian.
Kevin hanya menatap Bian yang tersenyum kepadanya,,
Mita duduk sendiri di kursi pojok, tiba tiba ponselnya berdering dan matanya membulat saat Nadia yang menghubunginya.
" Halo Nadia, Lo kemana aja coba terus Kak Kevin bilang Lo sakit , sakit apa sih udah ke Dokter ?"
" Ya Lo jawab semua dong Nad, Kenapa Ponsel Lo juga sudah banget di hubungi "
" Oke gue jawab semua,,
Gue sakit Tapi ini juga udah mendingan Kok, Dan Ponsel gue loubet Sorry "
" Syukurlah,, Tapi bener Lo udah mendingan "
" Iya Mita,, Gue udah gapapa Kok lagian cuma demam "
" Jangan sakit dong,, sepi gak ada Lo gue jadi sendiri deh "
" Maaf ,, Tapi besok gue juga bakal masuk Kok "
Mita terlihat asik ngobrol dengan Nadia lewat telepon nya hingga tidak menyadari seseorang berdiri di sebelahnya.
" Ya Udah Lo istirahat Cepet sembuh jadi bisa masuk lagi oke Bye "
" Apa itu Nadia " Ucap Guruh membuat Kita kaget.
" Astaga Kak Guruh,,
Iya tadi Nadia memangnya kenapa ? "
" Gimana keadaannya, dia baik baik saja bukan ?"
Mita mengangguk.
Guruh merogoh sakunya untuk mengambil ponsel.
Dia akan mencoba menghubungi Nadia namun masih sama tidak aktif.
" Apa Nadia ganti nomor ?" Ucap guruh.
" Ganti Nomor gak Kok ,,Kenapa memangnya *
" Dari kemarin gue terus hubungin dia tapi gak bisa "
" Nadia bilang jika baterai Ponselnya habis "
" Syukurlah,, "
Mita menatap Guruh, terlihat wajahnya yang berbeda dan seakan memikirkan sesuatu.
__ADS_1
" Oya Kak Kemarin,- Ucap Mita terhenti saat Guruh langsung memotong ya
" Gapapa Nadia juga gak datang kemarin " Ucap Guruh tersenyum
Mita mengangguk,,
Dia memang tidak datang pun karena Nadia tidak datang.
" Ya Udah gue duluan "
" Ya Kak "
Guruh benar benar berbeda,,
******
Bel sekolah terdengar berbunyi panjang yang mengartikan sudah jam pulang membuat semua siswa/wi berhamburan keluar.
" Nongkrong yuk " Ajak Bian
" Ide bagus sekalian main bilyard, udah lama nih gak main " Lanjut Riko
" Kalian saja gue harus balik " Ucap Viken membuat keduanya saling tatap.
" Kevin kenapa tuh, tumben banget balik "
Riko menghela napasnya,,
Sudah pasti Kevin akan langsung balik karena Nadia yang sedang sakit di rumah.
" Tanya aja Langsung kenapa sama gue " Ucap Riko membuat Bian membulatkan matanya.
Kevin melajukan mobilnya ,,
Guruh yang masih berada di parkiran terus menatap nya.
Benar mereka memang pacaran, Kevin terlihat tergesa gesa pasti karena Nadia.
___
Sementara Nadia duduk di ruang tengah dengan bermain ponselnya, dia bermain game untuk menutupi kebosanan nya.
" Mba,, ini Jahe hangatnya tadi Nyonya bilang untuk membuatnya "
" Loh memangnya Mama kemana Mba "
" Nyonya Arisan Mba, tadi mau pamit tapi Mba Nadia sedang tidur "
" Makasih Mba "
" Saya permisi Mba, kalau butuh sesuatu panggil saya saja "
Nadia mengangguk dan kembali bermain ponselnya,,
" Kenapa di sini dan bukan istirahat " Ucap Kevin berjalan mendekat.
Nadia menoleh,,
" Bosan Kak di kamar terus, Kakak Gak ke Cafe"
" Lo lagi sakit mana mungkin gue ke Cafe "
Nadia tersenyum dan kembali menatap ponselnya membuat Kevin langsung menarik benda pipih di tangan Nadia.
" Jangan banyak main Handphone dulu, kepala Lo masih pusing "
Nadia mencebikan bibirnya kesal,,
" Sekarang ke kamar Istirahat "
" tapi,-
" Nur,-
" Fine nurut sama Ucapan Suami Dan gak boleh membantah " Kesal Nadia membuat Kevin tersenyum.
Kevin menautkan alisnya saat masih melihat Nadia duduk padahal dirinya sudah beranjak,,
" Gendong kaki gue lemes " Bohong Nadia sengaja.
Kevin menatapnya dan sedikit menyinggingkan senyuman di wajahnya, dia tau pasti Nadia sengaja bicara seperti kepadanya.
" Eh Kak,-
" Diam atau kita bakal jatuh bersama " Ucapnya membopong tubuh Nadia
Nadia segera mengalungkan kedua tangannya pada leher Kevin, matanya menatap wajah tampan suaminya yang sama sekali tidak ada kekurangan sedikitpun.
Jantung gue,,
__ADS_1
Oh God,, jangan sampai Kak Kevin menyadari nya,,