Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 58


__ADS_3

Emeli melempar semua benda di kamarnya, kamar yang tadinya sangat rapi kini berubah seperti kapal pecah, berantakan dan banyak benda berserakan di lantai,,


seprei dan bantal pun menjadi sasaran amukan nya.


Sementara di luar semua asisten di rumah nya khawatir mendengar anak majikannya yang terus mengamuk bahkan terus berteriak.


mereka sendiri tidak berani untuk mengetuk pintu kamarnya,,


Gue gak akan biarkan mereka dekat,


Engga, Kevin milik gue dan bukan Nadia,,


gue bakal buat mereka jauh, dan Kevin kembali bersama gue .


Emeli menatap foto Kevin yang dia pajang di kamarnya,,


Sudah dari dulu dia menyukai Kevin..


*******


Nadia merasa lega karena sudah tidak lagi membohongi Mita sahabatnya, dia pun tidak harus terus menyembunyikan cincin pernikahan mereka setiap sekolah.


" Kenapa,,Udah lega " Ucap Kevin mengusap pucuk rambut Nadia.


Nadia menoleh dan mengangguk,,


Sebenarnya Nadia sudah membicarakan ini dengan Kevin,dan Kevin setuju jika sahabat mereka tau akan pernikahan itu.


Dia pun berencana untuk menceritakan semua kepada Riko nanti.


Nadia bergeser dan memeluk lengan Kevin, tanpa menggangu nya menyetir.


" Makasih Kak,, " Ucapnya membuat Kevin mengusap wajahnya.


" Apa pun itu selagi membuat kamu bahagia pasti akan aku lakukan,, "


Nadia semakin erat memeluknya,,


dia beruntung memiliki Kevin yang begitu sayang terhadap nya.


" Mau kemana kita sekarang "


Nadia melepaskan tangannya dan terlihat berpikir,,


" Kakak gak ke Cafe ?" Ucapnya dan Kevin menggeleng,,


" Gimana jika kita jalan ke Mall,, "


" Boleh juga,, "


Nadia mengangguk dan mereka melaju menuju Mall yang tidak jauh.


Mereka masuk dengan tangan yang terus bergandengan, membuat iri setiap yang melihatnya.


Kevin begitu perhatian dan menyayangi Nadia terlihat Saat tali sepatu Nadia yang terlepas membuat Kevin berjongkok dan membenarkan nya.


" Makasih Kak " Ucap Nadia dan Kevin mengacak gemas rambutnya.


Nadia segera menarik tangan Kevin saat melihat sebuah Kedai yang menjual berbagai aneka rasa es krim.


matanya berbinar dan sangat ingin membeli semuanya.


" Aku mau rasa coklat, vanila, strawberry juga Blueberry " Ucapnya


" Sayang,, Kamu benar akan memakan semuanya tapi Kamu belum makan Loh "


" Tapi aku pengin Kak "


Kevin mengangguk,,


dia tidak bisa menolak keinginan Nadia,,


Setelah membayar nya, mereka duduk di salah satu kursi.


Kevin menatap Nadia yang begitu menikmati es krimnya.



" Kakak coba deh,, ini sangat manis " Ucap Nadia menyodorkan.


Kevin menggeleng,,


" Coba dikit saja Kak " Paksa Nadia membuat Kevin akhirnya menurut.


Nadia tersenyum dan kembali **********,,


Namun Kevin melihat sudut bibir Nadia yang terdapat es Krim, dia pun mendekat membuat Nadia terdiam dan tanpa di sangka Kevin malah **********..


" Yang ini lebih manis "


Deg..!!


Blussing,, itu yang Nadia rasakan mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


Dia memalingkan wajahnya dengan kembali menikmati nya.


Jantung nya berdetak cepat, bahkan seluruh tubuhnya seakan membeku.


Kevin selalu saja membuatnya melayang dengan Ucapan ataupun tingkahnya.


Seharian Kevin terus menemani Nadia, Mulai makan es Krim hingga bermain time Zon di sana.


" Yey,, " Teriak Nadia saat Kevin berhasil mengambil boneka yang dia inginkan.


Kevin tersenyum dan memberikan nya,,


" Makasih Hubby " Ucapnya tersenyum menampilkan gigi rapi putihnya.


Kevin mengangguk dan mengandeng tangan Nadia,,


" Sekarang mau apa lagi Hem " Ucap Kevin.


" Eem,,,"


Bruk,,


" AW,, "


" Maaf Kak,, "


Nadia menunduk dan terlihat seorang anak kecil yang menabraknya,,


" Sayang,, kamu gapapa ?" Ucap Kevin namun Nadia tidak mendengar nya dia malah menatap seorang gadis kecil yang begitu cantik dan lucu yang juga menatap nya.


" Kamu gapapa ? Kenapa lari lari,,Dimana Mama kamu Sayang " Ucap Nadia berjongkok.


" Mama Di sana "


Nadia menoleh,,


" Hati hati ya jangan lari lari, tapi kamu gapapa"


" Gapapa Kak,, Aku minta maaf ya "


Nadia mengangguk dan tersenyum,,


namun gadis itu terlihat menatap boneka yang di pegang Nadia.


" Kenapa De ?"


" Itu Boneka Kaka ?"


" Kenapa kamu suka ?"


Gadis kecil itu mengangguk,,


" Ini buat kamu "


" Bener Kak "


" Iya Sayang "


" Makasih kak,,Kakak baik juga cantik lagi "


" Sama-sama sayang,,Jangan lari lagi ya nanti kamu jatuh "


" Iya Kak,, aku ke Mamah dulu Kak da_dah "


" Bye Sayang "


Kevin tersenyum menatap Nadia yang ternyata menyukai anak kecil, dan sikap ya begitu lembut.


" Aku gak nyangka kamu juga menyukai anak kecil "


Nadia menoleh dan tersenyum,,


" Karena mereka sangat lucu dan polos, mereka asih sangat suci "


Kevin mengangguk,,


" Aku jadi semakin yakin jika suatu saat nanti Anak anak kita bakal sangat bangga dan sayang dengan Mommy nya "


deg,,!!


" Mommy ?"


" Ya Sayang,,Anak anak kita nanti ..


aku jadi gak sabar untuk segera memiliki anak dari kamu dan kita bisa jalan bersama "


Nadia langsung terdiam,,


selama pernikahan mereka memang belum pernah melakukannya,,


Dia masih takut apalagi status mereka yang masih sekolah.


" Ki- kita pulang sekarang " Ucap Nadia langsung berjalan .

__ADS_1


Kevin menautkan alisnya,,


" Sayang hei,, " Ucapnya mengejar Nadia.


___


Tidak ada obrolan dari mereka,


Nadia masih memikirkan ucapan Kevin, mereka sudah Sah menjadi sepasang suami istri namun mereka belum melakukannya.


" Ada apa Hem,, Kamu mikirin apa ?" Ucap Kevin yang selalu peka dengan apa yang dia pikirkan.


Nadia menggeleng,,


" Aku tau kamu memikirkan sesuatu, Cerita Sama aku kenapa ?"


Nadia terdiam,,


" Tapi Kakak jangan Marah,, "


Kevin mengangkat satu alisnya,,


" Kenapa mesti marah, memangnya apa yang membuat aku Marah ?"


" Janji "


" Astaga Sayang,, Iya aku Janji "


Nadia terdiam,,


" 4 bulan kita sudah menikah, Terus kita belum pernah,-


Ucapan Nadia terputus,,


rasanya malu jika membicarakan ini ,,


" Ya belum pernah apa Sayang "


Nadia menggeleng,,


" Gapapa Lupakan " Ucapnya semakin membuat Kevin penasaran dan menepikan mobilnya.


" Loh Kak kenapa berhenti " Bingung Nadia.


Kevin mengubah duduknya dan menatap Nadia hingga membuatnya salah tingkah,,


" Sayang,, Lihat aku " Ucap Kevin.


Nadia memejamkan matanya dan memberanikan dirinya menatap wajah suami tampannya.


" Katakan ,, Sebenarnya kamu ingin bicara apa "


Nadia terdiam,,


" Ma- Maksud aku,,


Kita belum,- Kakak pasti tau apa yang aku bicarain " Ucap Nadia malu dan memalingkan wajahnya yang sudah pasti merah.


Kevin terkekeh,,


" Melakukan itu,-


Nadia mengangguk,,


Kevin menarik Nadia untuk kembali menatapnya,,


" Aku juga laki laki Normal Sayang, kita sudah menikah, tidur satu kamar setiap hari bertemu itu membuat aku menginginkan nya namun aku tidak mau egois dengan memaksakan keinginan aku sedangkan kamu belum siap melakukan nya.


Aku bakal sabar menunggu hingga kamu siap melakukannya "


Nadia menatap Kevin,,


Ternyata sebesar ini pengorbanan nya terhadap dirinya, Dia selalu mementingkan dirinya, selalu menjaga perasaannya.


Kevin benar benar laki laki spesial yang Allah berikan untuknya.



" Makasih kak,,Kakak selalu menjaga perasaan aku "


Kevin tersenyum dan mengangguk,,


" Sekarang Kita pulang ya,, Mau hujan " Ucap Kevin membenarkan duduknya,,


" Kak,- Panggil Nadia membuatnya Menoleh,,


Cup,,


Nadia mengecup singkat bibir Kevin,,


" I Love you Hubby " Ucapnya tersenyum


" I love you so much My Little Wife"

__ADS_1


__ADS_2