Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 88


__ADS_3

Kevin menatap Nadia yang tampak menahan Emosinya, dia tau apa yang istrinya rasakan bahkan bukan hanya Nadia, dirinya pun merasa sangat sesak jika teringat kejadian sore itu andai saja dia tidak datang bagaimana kini nasib Nadia.


" Terlalu berharga air mata kamu Sayang, Emeli sudah mendapatkan balasannya atau Kamu mau Lebih ?" Ucap Kevin membuat Nadia menatapnya.


Bukan dendam namun hatinya sangat sesak, apa yang menjadikan Emeli begitu membencinya hingga bisa berbuat hal macam itu.


Nadia menggeleng,,


" Aku sudah maafin dia, Tapi rasa sesak tetap sangat terasa "


Kevin menggenggam kedua tangan Nadia,, matanya Menatap dimana Mata Nadia sendu karena air mata yang masih terus keluar.


" Apa pun dan siapa pun yang berani menyakiti kamu, Aku janji tidak akan melepaskan nya begitu saja."


Nadia terdiam,,


Ucapan Kevin sama sekali tidak pernah bohong,,


" Aku sudah janji untuk menjaga Kamu, Walau harus dengan Nyawa aku sendiri "


Nadia melepaskan genggaman tangan Kevin, dan tanpa Kevin siap Nadia langsung berhambur memeluknya erat.


" Terima Kasih Kak,, Aku sangat bersyukur bisa bertemu dan menikah dengan Kakak "


Kevin tersenyum,,


dia membalas pelukan istrinya,, Bukan hanya Nadia yang bersyukur namun dirinya lebih bersyukur bertemu dan bisa memiliki Nadia seutuhnya.


Kevin melepaskan pelukannya,,


Kedua tangannya menangkup wajah Nadia, Sorot mata mereka saling bertemu hingga Nadia memejamkan matanya saat Kevin semakin mendekat.


Bibirnya merasa sentuhan lembut sesuatu kenyal di sana.


Gigitan kecil Kevin berikan hingga membuat Nadia membuka mulutnya.


tanpa menunggu Lama Kevin langsung mengabsen seisi dalam mulut Nadia.


Sepersekian detik Kevin melepaskan ciumannya, Nafas keduanya saling memburu sorot mata yang kini sudah berubah membuat keduanya berada di dalam situasi saling menginginkan.


" Sayang " Lirih Kevin yang sudah sangat jelas maksud dari Ucapan nya.


Nadia hanya mengangguk tanpa menjawab nya,,


seakan mendapatkan ijin Kevin kembali ******* bibir Tipis Nadia dengan kedua tangan yang mulai aktif melepas Kancing Piyama yang Nadia kenakan hingga keduanya sudah tidak lagi memakai apa pun.


Nadia memejamkan matanya saat sesuatu dia rasakan,


Kevin tersenyum menatap wajah Nadia, Dia pun semakin semangat dengan aktifitas malam mereka.


Entah berapa kali mereka merasakan kenikmatan hingga akhir nya terlelap dengan saling berpelukan tanpa kembali menggunakan pakaian masing masing.


Lantai yang mereka biarkan dengan pakaian keduanya yang berserakan di sana.


********


Keesokan Harinya,,


bunyi Alarm di Ponsel keduanya saling bersautan namun tidak membuat Kevin dan Nadia terganggu, rasa lelah sangat mereka rasakan hingga tidak mendengar nya.


Sementara di lantai bawah,,


semua Pelayan sudah bekerja sesuai dengan tugas mereka masing masing,,


Nawang yang juga sudah bangun sudah menyirami taman bunga koleksinya,,


Hari Minggu membuat Nawang santai menyiapkan sarapan pagi, apalagi melihat kamar Kevin yang masih tertutup tidak terdengar suara dari dalam yang mengartikan putra dan menantunya masih tertidur.


" Maaf Nyonya,, Sarapan Pagi ini Mau langsung di siapkan ?"

__ADS_1


" Bentar Lagi Aja Mba, Lagian Kevin juga Nadia masih belum bangun nanti dingin malah tidak enak. "


" Baik Nyonya "


Nawang mengangguk dan kembali menatap taman Bunganya, beberapa sudah mekar dan membuat pandangan mata nya bersinar.


___


Hari semakin siang,,


Sinar matahari pun mulai masuk melalui Celah jendela kamar.


Nadia merasakannya dan mengerjapkan matanya,,


tangan kekar masih setia melingkar di perutnya membuatnya tersenyum menatap damai wajah suami tampannya yang masih berada dalam mimpi Indahnya.


Selalu Saja membuat aku kelelahan hingga malas untuk bangun,,


seluruh tubuh ini seperti patah, Kenapa sih Kuat banget tiap kali melakukan nya.


Ucap Nadia mengusap wajah suaminya..


" Tapi Kamu menyukai nya Bukan,, " Ucap Kevin membuka matanya membuat Nadia kaget.


Malu rasanya dia mengatakan semua itu,,


" Sejak Kapan Kakak Bangun " Malu Nadia yang langsung menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kevin.


Kevin terkekeh dan tangannya mengusap rambut panjang Nadia sesekali dia pun mengecupnya.


" Mandi atau Kita melakukannya Lagi " Bisik Kevin membuat Nadia menggeleng.


" Semua tulang aku hampir patah dan Kakak mau lagi ?"


" Aku benar benar Kecanduan dengan tubuh Kamu Sayang "


Sejak kapan suaminya pandai bicara macam itu,,


" Mandi ?" Ucap Kevin dan Nadia mengangguk,,


Kevin beranjak dan langsung membopong tubuh Nadia menuju Kamar Mandi.


Dan mereka pun mandi bersama.


Selesai Mandi dan sudah berganti pakaian Santai, Kevin juga Nadia berjalan turun.


Rambut panjang Nadia masih sedikit basah bahkan terlihat sesuatu pada leher Nadia.


" Loh,, Kok sepi " Ambigu Nadia saat menatap Meja makan yang hanya ada dirinya bersama Kevin.


" Maaf Mba, Nyonya keluar bersama Tuan dan Bibik di minta siapkan sarapan untuk Mas Kevin juga Mba Nadia "


" Keluar Kemana Bik,, ?" Ucap Kevin.


" Tidak bilang Mas, Cuma bilang keluar saja "


Kevin mengangguk,,


Namun berbeda dengan Pelayan di sana yang tersenyum melihat rambut Nadia juga bekas ciuman di leher Menantu Majikan nya.


" Bibi Kenapa ?" Ucap Nadia heran.


" Tidak Mba,, Tidak apa apa "


Kevin menatapnya,,


" Ada yang aneh sama muka aku, ?" Ucap Nadia menatap Kevin yang hanya menggeleng.


" Terus kenapa Bibi terus menatap aku tadi "

__ADS_1


Kevin mendekat dan membisikan sesuatu,,


" Leher Kamu sayang "


Nadia membulat matanya dan langsung mengusapnya,,


" Wait " Ucapnya menuju Cermin yang berada di ruang tengah.


Terlihat bekas Ciuman Kevin yang sangat jelas, bahkan tidak hanya satu.


" Kak Kevin " Teriak Nadia .


" Kak,, " Ucap Nadia menatap Kevin yang malah asik dengan Sarapannya.


" Apa Sayang.. "


" Kenapa gak bilang, Dan ini ,- Kesal Nadia.


" Memangnya kenapa Hem,, lagian semua sudah tau Kamu istri aku Sayang ,, Terus juga kamu semakin seksi ." Goda Kevin membuat Nadia kesal.


Bukan hanya Kesal namun juga sangat malu dengan Pelayan di Rumah, mereka melihatnya dan pantas saja mereka tersenyum.


" Sarapan dulu dan aku bantu bersihkan Oke. " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia yang masih cemberut.


Nadia menyendok sarapannya,,,


dia tidak menyangka jika suaminya membuat bekas begitu banyak di lehernya.


******


Sesuai janjinya,,


Kevin membantu Nadia menutup bekas tanda kepemilikannya.


Nadia masih dengan Mode Cemberut membuat Kevin semakin gemas.


Cup,,


Nadia membulat matanya saat Malah Kevin mengecup bibirnya..


" Kak Kevin,, "


" Apa Sayang.. "


" Aku lagi marah Loh, Gak usah cium cium "


Kevin terkekeh dan malah semakin ingin menggodanya,,


Cup,,


Cup,,


Cup,,


Nadia mendorong wajah Kevin yang terus mengecup bibirnya,,


" Udah,, " Pasrah Nadia karena dia tau Suaminya akan semakin menggodanya jika dirinya cemberut.


Kevin tertawa melihat Nadia ,,


Nadia terus menatap Kevin yang tertawa lepas, tidak menyangka jika akhirnya mereka bisa saling mencintai satu sama lain.


padahal mereka menikah karena perjodohan, mereka yang sama sekali tidak pernah bertemu, tidak saling mengenal namun kini mereka Tinggal dan hidup bersama.


Baru pertama kalinya aku lihat Kakak tersenyum lepas,,



__ADS_1


__ADS_2