
Nadia menghela napasnya saat melihat beberapa siswi yang berada di parkiran sekolah, bahkan mereka malah menatap ke arah mobil Kevin yang baru saja terparkir.
Kevin menautkan alisnya menatap Nadia yang malah tidak keluar.
" Kenapa ?" Ucapnya membuat Nadia menoleh
" Tuh semua Fans Kakak udah nunggu "
Kevin menoleh,,
memang benar beberapa Siswi terlihat menatap ke arah mobil nya.
" Cemburu ?"
" Ya kali,, yang ada gue malah di keroyok mereka "
" Tapi Lo istri gue "
Nadia melepas Sealbeth nya,,
" Ehem " Deheman Kevin membuat Nadia menoleh
" Salim "
Nadia menghela napasnya dan mencium punggung tangan Kevin.
" Assalamualaikum " Ucapan sebelum Kevin kembali menahan nya.
" Tunggu "
" Apa lagi sih Kak,, Mereka terus liatin ke sini "
" Ini "
Kevin menyodorkan sebuah ATM ,,
" Apa ini "
" KTP ,,Ya Kali Lo gak bod** kan itu ATM Nadia"
" Ya gue tau terus buat apa ?"
" Buat Lo,, PINnya tanggal Nikah Kita Lo pakai untuk keperluan Lo dan tiap bulan gue bakal transfer "
" Hah,, "
" Gue gak mau di Cap suami gak menafkahi istri "
Nadia terkekeh,,
Lucu pikirnya mendengar ucapan Kevin,,
" Ambil "
" Fine gue ambil tapi jangan salahin gue kalau gue pakai habis "
" Terserah,, "
Nadia mengernyit saat malah Kevin lebih dulu keluar dan meninggalkan nya.
Apa mereka gak ada kerjaan tiap hari nongkrong di Parkiran cuma buat liat Kak Kevin.
Nadia menggeleng dan membuka pintu mobilnya,,
" Loh Nad,, Lo baru datang juga " Ucap seseorang membuat Nadia menoleh.
" Kak Guruh "
Guruh berjalan menghampiri Nadia,,
" Dimana Kevin, kalian barengan kan "
" Oh udah masuk Kak "
Guruh mengangguk,,
" Ya Udah kita masuk "
Mereka berjalan masuk, beberapa yang melihatnya terlihat saling berbisik membuat Nadia sedikit risih namun Guruh sendiri terlihat biasa saja.
" Oya gimana besok,,Lo bisa kan nanti langsung aja pulang sekolah "
" Astaga,," Lirih Nadia membuat Guruh menoleh
" Kenapa Nad "
" Gapapa Kak, Tapi harus minta ijin sama Tante Nawang dulu "
__ADS_1
" Oke,, Nanti kabari aja "
Nadia mengangguk,,
" Kak,,gue duluan ke kelas ya "
" Oke "
Guruh terus menatap Nadia , senyuman terukir di wajah tampannya.
" Gue liat Lo suka sama Nadia "
Guruh menoleh ,,
" Maksud Lo "
" Sikap Lo ke Nadia itu beda, tatapan mata Lo juga cara bicara Lo sama Nadia tapi kalian terlihat cocok kalau pacaran" Ucap Emeli
" Atau Lo mau gue bantu ?" Lanjut Emeli
" Gak Perlu,, thanks "
Emeli tersenyum dan masuk ke dalam kelasnya,,
Terlihat Kevin yang sudah berada di sana,,
" Vin,, Lo tumben gak bareng sepupu Lo " Ucap Emeli
" Nadia berangkat bareng Guruh dan mereka terlihat dekat "
Kevin langsung beranjak keluar,,
Emeli terus menatapnya..
Gue semakin yakin kalau mereka bukan sepupu,,
Kevin menatap dimana Guruh bersama anggota OSIS lainnya , dia pun menghampiri..
" Gue perlu bicara sama Lo " Ucapnya membuat Guruh menoleh.
" Lo mau bicara apa "
Kevin berjalan menuju lorong sekolah yang tampak sepi dan Guruh pun mengikuti nya.
" Lo Suka Sama Nadia "
" Memangnya kenapa kalau gue suka, kalian tidak pacaran bukan dan hanya sepupu ?"
" Orang tua Nadia menitipkan dia sama gue , dan sebagai sepupu gue harus menjaganya "
Guruh tertawa,,
" Lo lucu Vin,, Kalau memang kalian hanya sepupu harusnya Lo gak semarah ini, Lo cemburu atau Lo juga suka sama Nadia "
Deg..!!
Kevin terdiam,,
Dia bingung harus menjawab apa ,,
" Sudah bukan ,,gue ada Rapat OSIS " Lanjut Guruh meninggalkan Kevin yang tampak diam mematung.
________
Nadia memainkan penanya, dia bingung harus bagaimana meminta ijin kepada Nawang tidak mungkin jika dia bilang kalau akan pergi ke acara ulang tahun teman sekolah apalagi itu cowok, terus Kevin gimana Alasan karena sudah pasti Kevin tidak akan mengijinkannya.
" Lo kenapa Nad " Ucap Mita
" Gak Papa, kantin yuk " Ajak Nadia.
Mereka berjalan menuju Kantin, terdengar Guruh memanggil nya namun Nadia pun menatap dimana Kevin yang juga berada di sana menatapnya.
" Nadia sini " Ulang Guruh dan Nadia mengangguk.
Dia berjalan menghampiri Guruh.
Kevin terus menatap tajam membuat Nadia menunduk.
" Gue udah pesen buat kalian,, Nah tuh datang"
Dua buah Jus juga Bakso..
" Wah,,Tau aja kita lapar " Ucap Mita
Guruh tersenyum,,
Namun Nadia sendiri merasa bingung, dia tau jika Kevin terus menatap nya.
__ADS_1
" Kok Lo gak makan, Apa mau pesen yang lain " Ucap Guruh menatap Nadia.
" Gak usah Kak,, "
Nadia yang merasa tidak enak pun menyeruput jusnya .
Di Meja Lain,,
Kevin tampak kesal apalagi Ucapan Guruh kepadanya, sudah sangat jelas jika Guruh memang menyukai Nadia dan akan mengejarnya.
" Lo Liat sendiri Kan gimana Sikap Guruh ke Nadia Vin, Dia perhatian juga baik banget " Ucap Emeli sengaja membuat Kevin semakin kesal.
" Tapi cocok juga mereka " Lanjut nya
" Lo bisa diam kan Berisik " Ucap Kevin
" Loh memang bener Kan "
Brak ..!!
Kevin mendobrak mejanya dan beranjak membuat semua yang berada di sana menoleh tidak terkecuali Nadia.
Kevin menatap Tajam Nadia Dan berjalan pergi,,
" Nad, Sepupu Lo kenapa " Ucap Mita
Nadia terdiam,,
Derrt, ,,
Nadia mengambil ponselnya dan matanya membulat saat melihat Kevin lah yang mengikuti Chat untuknya.
Kak Kevin
Ke Parkiran Sekarang.!
Nadia memejamkan matanya,,
" Mit, Kak Guruh gue duluan " Ucap Nadia yang langsung beranjak.
" Loh Nad Bakso Lo belum di makan " Teriak Mita namun Nadia tidak menghiraukan nya, dia terus saja berjalan menuju Parkiran.
sudah sangat jelas Kevin marah kepada nya terlihat dari Pesan yang dia kirimkan.
Nadia menghela napas dan membuka pintu mobilnya,,
Kevin langsung melakukannya keluar,,,
" Kak,, Kita mau Kemana " Ucap Nadia namun Kevin tidak menjawab nya dan terus melajukan mobilnya.
Wajah Kevin sungguh membuatnya ketakutan,,
" Kak,, Hati hati " Ulang Nadia saat Kevin melajukan mobilnya semakin cepat.
" Kak Kevin "
" APA HAH "
Kevin menepikan mobilnya,,
Nadia menggeleng,,
Lagi lagi Kevin membentaknya padahal baru kemarin Janji untuk tidak membentaknya,,
" Kenapa sih selalu seperti ini, Apa gak bisa Kakak bicara baik baik Mana janji Kakak buat tidak membentak "
" Apa seperti ini Lo bicara sama suami Lo "
" Terus Kakak sendiri, Apa seperti ini memperlakukan istrinya "
" Lo bilang Istri gue terus kenapa masih dekat dengan Cowok lain Hah "
Deg..!!
Nadia diam,, Jadi Kevin emosi karena dirinya dekat dengan Guruh.
" Guruh Maksud Kak,, Kita cuma,-
" Lo suka kan sama dia "
Nadia menggeleng dia tidak habis pikir dengan ucapan Kevin,,
" Lo suka dia terus deketin Lo, Perhatian sama Lo "
" Stop Kak,, Kakak bisa bicara seperti itu terus apa yang bedanya dengan Emeli yang selalu berada di samping Kakak, mengikuti kemana Kakak pergi , Semua anak tau Emeli menyukai Kakak terus apa Kakak tau gimana perasaan gue,, "
Brak...
__ADS_1
Nadia keluar dan menutup kasar mobilnya dan langsung masuk ke dalam taxi.