Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 53


__ADS_3

"*G**UE HARUS MENANG SEMUA DEMI NADIA*."


Kevin terus mengejar Jefri yang jauh di depan nya, di saat mereka kembali berjejer lagi lagi Jefri menyenggol motornya.


Lo bakal Kalah Vin,,


Karena Gue yang bakal jadi pemenang di Pertandingan Malam ini . Gumam Jefri tersenyum melirik Kevin.


Dia pun kembali sengaja menyenggol Motor Kevin hingga kedua motor oleng..


" Astaga Kevin,," Teriak Riko juga Bian


Semua menatap, kedua motor terlihat saling Oleh,,,


Sraakkk,,,


Brakkkk..


Terlihat satu Motor terjatuh dan itu adalah Jefri, Kevin berhenti dan menatap dimana Jefri terjatuh.


Rasanya tidak tega jika dia terus melanjutkan motornya sedangkan Jefri kesakitan, Kevin bukan tipe orang pendendam.


****.. dia pun berjalan menghampiri Jefri dan membantunya..


" Lo Gapapa " Ucap Kevin menjulurkan tangannya.


Jefri menatapnya dan kemudian menerima uluran tangannya.


Semua berlari menghampiri,,


" Jef, Lo gapapa ?" Ucap Mario dan Jefri mengangguk.


Riko dan Bian pun menghampiri Kevin,,


" Vin ,, Lo ,-


" Gue gapapa ,, " Ucap Kevin berjalan pergi namun suara seseorang membuat langkah nya berhenti.


" Tunggu,,- Ucap Jefri berjalan mendekat


" Mau Apa lagi Lo, Sportif dong Lo udah kalah " Kesal Riko.


" Fine,, Lo Menang " Ucap Jefri membuat semua kaget.


" Lo masih ingat dengan perjanjian kita "


" Gue ingat, Dan Gue gak akan ganggu Lo, Genk Lo bahkan cewek Lo "


Kevin mengangguk dan kembali berjalan ,,


" Thanks " Ucap Jefri membuat Kevin menoleh dan mengangguk,,


Jefri menatap Kevin juga semua temannya menuju Mobil, dia sudah mengaku kalah dan tidak akan mengganggu mereka kembali.


********


Nadia menatap jam yang sudah hampir pukul 9 malam, namun Kevin belum juga pulang sedangkan kedua orang tuanya sudah kembali apa yang harus dia katakan selanjutnya tidak mungkin dia bilang jika Kevin sedang Balapan liat di luar.


Ya Tuhan,,


kenapa Kak Kevin belum pulang,,


Nadia sangat khawatir apalagi ponsel Kevin sama sekali tidak bisa di hubungi.


Nadia akan menghubungi Riko namun terdengar suara seseorang membuka pintu Kamarnya,,

__ADS_1


Wajah laki laki yang sedang di khawatirkan nya terlihat menatapnya , bahkan tersenyum Tampan menatapnya.


Tanpa menunggu Lama Nadia langsung berlari dan memeluknya erat.


" Akhirnya Kakak pulang,, Aku sangat khawatir" Ucapnya memeluk erat tubuh suaminya.


Kevin membalasnya bahkan sesekali mengecup keningnya,,


" maaf sudah membuat kamu Khawatir"


Nadia menggeleng,, .dia melepaskan pelukannya dan menatap lekat semua tubuh suaminya termasuk wajah tampan nya, tidak ada luka ataupun sesuatu dalam tubuhnya,,


" Aku baik baik saja Sayang,, Bahkan sangat baik" Ucapnya seakan tau apa yang di pikirkan istrinya.


" Terus kenapa ponsel Kakak tidak aktif, tau gak sih kalau itu bikin aku tambah khawatir "


" Ponsel aku Lowbat dan tadi Jefri terjatuh dari motornya karena motor kita senggolan "


" Terus Apa ada yang Luka, atau kita Cek Ke Rumah Sakit "


Kevin terkekeh melihat tingkah istrinya sangat sungguh menggemaskan namun hatinya merasa sangat bahagia karena Ternyata Nadia begitu menyayangi dan mencintai nya hingga merasa sangat khawatir dengannya.


" Kenapa Tertawa " Kesal Nadia membuat Kevin menatap nya dan menggeleng.


" Kamu sungguh menggemaskan Sayang "


" Aku khawatir sama kamu " Kesal Nadia berjalan masuk meninggalkan Kevin.


Kevin mengikuti nya dan memeluk nya dari belakang membuat Nadia terdiam.


" Maaf,, jangan marah oke..


Aku sudah janji bukan untuk baik baik saja dan kembali menemani untuk menjaga kamu "


Nadia terdiam,,


Kevin memutarkan Tubuh Nadia hingga menghadapnya, di usapnya wajah cantik Nadia, tangannya menyelipkan anak rambut pada telinga istri cantiknya itu.


" Aku Minta Maaf,, Jangan ngambek " Ucapnya menatap tajam Nadia.


Tidak ada jawaban dari bibir mungil Nadia namun matanya terpejam merasakan kecupan dan sedikit ******* di bibir Ranumnya.


Kevin menarik pinggang Nadia hingga tidak ada lagi jarak antara tubuh mereka.


Kedua tangan Nadia tampak mengalung pada leher suaminya.


Mereka segera menjauh saat mendengar suara Nawang Yang memanggil dari balik pintu,,


Nadia segera membenarkan Rambutnya dan Kevin mengusap bibir Nadia.


" Ya Ma" Ucapnya berjalan membuka pintu kamarnya.


Terlihat Nawang berdiri di balik pintu ,,


" Kamu Dari mana saja, Nadia bilang kamu keluar bersama teman teman kamu dan meninggalkan Nadia di rumah sendiri,, Mama sudah bilang bukan kalau Mama pergi bersama Papa siang ini "


Kevin menoleh dan terlihat Nadia yang tampak tersenyum,,


Dia tau jika ini akal amalan Nadia untuk menyembunyikan balapan Motornya.


" Tadi Aku hanya,-


" Mama gak mau tau ya, Kamu itu sudah menikah kurangi bermain kamu kasihan istri kamu menunggu "


" Iya Ma,,"

__ADS_1


" Ya Sudah sana Kamu Mandi terus istirahat "


Kevin mengangguk dan kembali menutup pintunya, dia menatap Nadia yang masih tersenyum namun kali ini dengan tangan yang terangkat.


Kevin menggeleng dan kembali menghampiri nya,,


" Maaf,, Aku bingung mau jawab Apa Pas Mama tanya kamu kemana, Gak mungkin juga kan aku bilang kakak balap motor."


Kevin menggeleng dan mengacak pucuk rambut Nadia.


" Tapi kamu berhasil buat aku di marahin Mama" Ucap nya menarik hidung Mancung Nadia.


Nadia hanya terkikih,,


" Aku mandi dulu,, Kamu istirahat sudah malam"


" Em,, "


Nadia menatapnya Kevin menuju kamarnya mandi, dia pun akan membuatnya Teh hangat , Nadia berjalan keluar.


_____


Kevin menatap keliling tidak ada Nadia di kamar, Tangannya masih memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.


Ceklek,,


Pintu terbuka membuat Kevin menoleh, terlihat Nadia masuk dengan segelas teh di tangannya.


" Kamu dari mana ?" Ucap Kevin membuat Nadia tersenyum.


" Buat ini,, Kakak minum mumpung masih hangat"


Kevin menatap teh yang Nadia bawa, sebenarnya dia tidak begitu suka dengan Teh karena dia lebih suka Kopi namun melihat Nadia yang sudah membuatkannya dia tidak mau membuatnya sedih.


" Makasih ya " Ucap Kevin mengusap pucuk rambut Nadia.


Nadia mengangguk dan tersenyum,,


Kevin duduk di tepi ranjang dan meminumnya, Sementara Nadia sendiri mengambil handuk di tangan Kevin dan mulai mengeringkan rambut basahnya.


" Hei,, ada apa Ini ?" Heran Kevin


" Gapapa,, Aku cuma Sering Liat Mama suka pijitin Papa tiap pulang Kerja "


Kevin tersenyum dan menatap wajah Nadia dari pantulan cermin,,


Nadia memang sangat cantik, bahkan dari segi mana pun tetap saja terlihat Cantik.


Inilah yang menjadikan begitu banyak laki laki yang mengejarnya dan betapa beruntungnya dia bisa mendapatkan nya.


Kevin menarik tangan Nadia Hingga membuatnya terjatuh diatas pangkuan Kevin..


" Jadi,- Ucap Kevin tanpa melanjutkan ucapannya ..


" Jadi,- Ulang Nadia menirukannya.


Kevin terdiam namun matanya terus menatap wajah Cantik Nadia yang terlihat bingung.


" Kak,, "


" Apa Sayang "


" Jadi apa sih,, Kenapa gak dilanjutin ucapan nya "


Kevin tidak menjawab namun dia terus menatap Nadia,,

__ADS_1


Nadia menautkan alisnya bingung,,


******


__ADS_2