
Gresia menemukan sesuatu terbungkus plastik kecil di dalam tas Nadia, bungkusan yang terlihat seperti obat namun entah obat apa.
" Kita bawa ke ruang Kepala sekolah " Ucap Gresia berjalan keluar di ikuti satu guru lainnya juga Guruh.
Saat berpapasan dengan Nadia, Guruh menatapnya masih sama rasanya tidak percaya namun obat itu ada di dalam tas Nadia dan dengan kedua matanya sendiri dia melihatnya.
Nadia heran saat Guruh begitu saja berjalan melewati nya tanpa berkata apa pun bahkan terlihat raut wajah yang berbeda.
" Nad, mereka udah keluar terus apa ada ,-
Belum selesai Mita bicara seseorang sudah memanggil Nadia.
" Nadia,, Lo di tunggu di Ruang Kepsek " Ucap Tia
" Gue,, memangnya kenapa ?" Ucap Nadia bingung.
" Gue gak tau, mending Lo langsung ke sana deh "
Nadia mengangguk,,
" Gue ke Ruang Kepsek dulu " Pamit Nadia kepada Mita.
Mita juga semua teman kelasnya merasa heran, apa yang terjadi dengan Nadia apa yang mereka temukan di dalam tas Nadia.
Nadia berjalan mengikuti Tia yang sudah lebih dulu, dengan banyak pertanyaan di otaknya dia tetap berusaha Tenang.
Kevin yang berada di kelasnya pun tidak sengaja melihat Nadia melewati kelasnya namun dia bersama Tia.
Nadia bersama Tia,,
mau kemana mereka, apa yang terjadi. Kevin langsung akan berjalan keluar namun salah seorang Guru masuk ke dalam kelasnya dan dia pun kembali duduk.
Sementara Di Ruang Kepsek sudah ada Pak Ahmad, Gresia, Guruh juga beberapa Guru di sana.
" Nadia,, silahkan duduk " Ucap Ahmad
Nadia mengangguk dan duduk di sebelah Guruh, dia merasa heran kenapa bisa di panggil seperti ini.
dia merasa tidak melakukan apa pun dan tidak membawa apapun bahkan di dalam ponselnya sama sekali tidak ada sesuatu.
" Obat apa ini " Ucap Ahmad memberikan nya.
Nadia mengernyit,,
dia sendiri sama sekali tidak tahu dan juga bingung.
" Maaf Pa, maksud Bapak ?"
" Kami menemukan obat itu di dalam tas Kamu Nadia, lebih baik kamu jawab obat apa itu " Ucap Gresia semakin membuat Nadia bingung.
" Maaf Bu Gres, Saya sama sekali tidak tau obat apa itu "
" Bu Gresia benar, obat itu ada di dalam tas Lo Nadia " Lanjut Guruh membuat Nadia menatapnya.
Dia menggeleng,,
" Saya sama sekali tidak tau obat itu dan saya juga bingung kenapa ada di dalam tas saya "
Ahmad menghela napasnya,,
" Nadia, kamu baru saja keluar Rumah sakit dan ini bukan obat Rumah sakit, sebenarnya ini obat apa dan kamu pakai untuk apa ?"
" Pak Ahmad, Saya benar benar tidak tau itu bukan punya saya "
" Baiklah,, ini Surat Pemanggilan Orang Tua kamu dan Siang ini Saya tunggu "
__ADS_1
Nadia mengambilnya,,
" Ini Ponsel Kamu, kamu bisa pulang dan kembali lagi bersama Orang Tua atau wali kamu "
" Baik Pa, permisi "
Guruh menatap Nadia yang berjalan keluar, dia bingung antara percaya atau tidak namun dia melihat sendiri jika Obat itu ada di dalam Tas Nadia dan itu bukan obat Biasa.
Nadia berjalan gontai menyusuri lorong sekolah, dia akan mengambil tasnya dan pulang.
namun sebenarnya dia merasa tidak enak jika lagi lagi meminta mertuanya untuk datang ke sekolah.
" Nadia,, Sebenarnya ada apa ?" Ucap Mita dan Nadia terdiam.
" Surat Pemanggilan wali murid " Lanjut Mita
" Ada Obat di tas gue, tapi itu bukan Obat gue Mit "
" Astaga Nadia,, terus sekarang Lo mau pulang"
Nadia mengangguk,,
" Gue gak enak sama Mama Nawang lagi lagi harus ke sekolah urus seperti ini, kemarin baru saja Datang dan sekarang "
Mita mengusap bahu Nadia,,
" Apa Suami Lo udah tau "
" Kak Kevin belum tau, dia ada kelas dan pasti ponselnya masih di sita "
" Mending Lo telpon dulu deh Mama mertua Lo, dan Lo gak usah pulang gue khawatir dengan keadaan Lo yang baru saja sembuh "
Nadia menghela napasnya dan mengangguk,,
" Halo Sayang,, "
" Mama,, Mama lagi di rumah "
" Iya Mama di rumah, kenapa ada apa ?"
" Mama bisa datang ke sekolah sekarang "
" Loh Loh, Kamu kenapa Nak, Kamu Sama Kevin baik baik saja kan "
" Nadia juga Kak Kevin baik baik saja Ma, tapi Pak Ahmad minta Mama datang ke sekolah "
" Sebenarnya ada apa sayang,, Apa terjadi sesuatu "
" Nadia cerita di sekolah ya Ma, Mama bisa datang kan ?"
" Bisa Sayang, Mama ke sana sekarang Kamu tunggu ya, "
" Makasih Ma "
Nadia menyimpan Ponselnya,,
dia benar benar tidak tau siapa yang sudah memfitnah nya dengan sengaja meletakan obat itu di dalam tasnya.
" Pasti ada yang sengaja fitnah Lo Nad, Kesal Mita .
Nadia terdiam,,
______
Nawang yang sudah sampai pun langsung menghampiri Nadia yang tengah duduk menunggu nya,,
__ADS_1
" Sayang " Ucap Nawang membuat Nadia menoleh.
" Mama " Ucap Nadia beranjak dan berlari menghampiri, dia langsung memeluk Mama Mertuanya.
" Sst,, ada Mama di sini Oke "
Nawang terus menenangkan menantu cantiknya, dia tau apa yang terjadi karena ternyata Pak Ahmad sudah menghubungi nya.
" Itu bukan Obat Nadia Ma "
" Mama Tau Sayang,, Mama percaya sama Kamu "
Nadia melepaskan pelukannya dan terlihat wajahnya yang basah akibat buliran bening di wajahnya.
" Jangan nangis lagi jadi jelek nanti menantu Mama ini "
Nawang mengusap air mata di wajah Nadia,,
" Sekarang kita temui Pak Ahmad ya " Ucap Nawang dan Nadia mengangguk.
Nawang mengandeng tangan menantunya, mereka berjalan menuju Ruang Kepala sekolah.
beberapa siswa/wi yang melihatnya pun segera bergosip.
mereka yakin jika terjadi sesuatu kembali dengan Nadia.
" *Apa lagi yang terjadi sama Nadia "
" Gue denger kalau Nadia Makai Obat, Bu Gres nemuin di dalam tasnya "
" What,, gak nyangka Nadia seperti itu , "
" Tapi apa bener, Kemarin saja dia kena Fitnah* "
banyak yang mulai bergosip mengenai Nadia, hingga sampai di dalam Kelas Kevin.
" Vin,, Istri Lo di ruang Kepsek " Ucap salah satu teman kelasnya.
Tanpa menjawab,
Kevin langsung beranjak, dia khawatir dengan keadaan Nadia.
" Tunggu maksud Lo apa ?" Ucap Riko
" Gue denger Kalau Nadia pakai Obat, dan Bu Gres nemuin obat itu di dalam tas Nadia "
" Jangan bercanda Lo, Fitnah namanya " Lanjut Bian
" Yee,, di luar sudah ramai Nyokap ya Kevin aja sudah datang Tuh di Ruang Kepsek "
Riko dan Bian beranjak, dia segera mengejar Kevin yang sudah lebih dulu keluar.
Nawang menatap Nadia yang tampak sedih,,
" Sayang, Kamu tenang ya karena itu bukan obat Kamu, Mama percaya sama kamu "
Nadia menatap Nawang dan mengangguk,,
" Ada Mama di sini, kita masuk sekarang "
" Iya Ma "
Nawang tersenyum dan akan membuka pintu ruangan,,
" Mama,, Nadia "
__ADS_1