
Riko dan Bian menunggu di ruang tengah, padahal biasanya mereka langsung asal ke dalam kamar Kevin namun kali ini Kevin sudah meminta Pelayan di rumahnya jika Riko ataupun Bian datang suruh mereka menunggu di bawah.
" Tumben banget kita suruh nunggu di bawah, biasanya Langsung naik " Bisik Bian.
" Lagi gak biasa kali,, "
" Sorry nunggu lama, Mana tas gue sama Nadia" Ucap Kevin.
Riko memberikan nya.
" Thanks "
" Gimana keadaan Nadia Vin " Ucap Riko
" Lah memangnya Nadia juga tinggal di sini Vin, Kok Bisa Sih ?" Heran Bian membuat Kevin melupakan jika Bian belum tau statis Mereka saat ini berbeda dengan Riko yang sudah lebih tau walau hanya sebatas Tunangannya.
" Loh ada Riko juga Bian,, " Ucap Nawang berjalan turun membuat Bian juga Riko beranjak untuk menyalaminya.
" Halo Tante " Sapa Riko mencium punggung Nawang di ikuti Bian.
Untung Mama turun,,
Aman gue walau hanya sementara yang pasti kapan saatnya mereka akan kembali bertanya lebih baik gue cari waktu untuk menceritakan semuanya sama mereka.batin Kevin.
" Tante mau kemana sudah cantik gini " Ucap Bian yang memang tidak bisa mengerem mulutnya.
Nawang menggeleng ,
Beliau sudah sangat tau bagaimana sifat sahabat Putranya.
" Mau ke Supermarket,, Ya Sudah Tante tinggal, Vin Mama pergi dulu "
" Iya Ma "
" Silahkan Tante "
Nawang berjalan keluar dan mereka kembali duduk.
" Duduk ,, " Ucap Kevin menatap kedua teman nya.
Riko juga Bian pun duduk berhadapan dengan Kevin.
" Gimana Vin, Lo mau cari tau masalah ini " Ucap Riko
" Seperti nya, mereka berani melakukan itu terhadap Nadia berarti juga berurusan dengan gue "
Bian menggidik melihat wajah Kevin yang emosi, dia sangat tau bagaimana watak sahabat nya itu.
_____
Di kamar nya ,,
Nadia telah mengganti Seragam nya, dia tertidur dengan masih memakai seragam sekolah Setelah minum obat,,
Ingin rasanya keluar dan turun namun di bawah masih ada Riko juga Bian dan apa kata mereka jika melihatnya berada di rumah apalagi keluar kamar Kevin.
Karena merasa bosan,,
Nadia menyalakan Televisi, namun Terdengar suara ponselnya yang berdering.
" Mita ". Gumamnya saat tau jika sahabat nya lah yang menghubunginya.
" Halo Mit "
__ADS_1
" Nadia gimana keadaan Lo, Lo baik baik saja kan ?"
" Gue baik baik aja Kok,, Ini juga udah mendingan "
" Syukurlah,, Sorry gue gak bisa ikut jengukin Lo bareng Riko juga Bian "
" Apa sih,, Gapapa lah lagian gue juga Flu biasa dan setelah bangun tidur udah mendingan "
" Syukur lah,, lagian gue bingung deh kok tadi kayaknya Lo sengaja di tabrak dan sengaja gitu numpahin kuah sotonya terus Koperasi tumben banget tutup padahal biasanya kita pulang aja masih buka Kok "
" Mungkin karena ada urusan pengurus Koperasi nya, jadi tutup "
" Nadia Nadia,, kenapa sih hati Lebih bersih banget "
Nadia tertawa,,
menurut buang buang waktu saja mengurusi hal yang gak penting, toh kenyataan nya dia tidak kenapa kenapa.
" Tapi Nad, Tadi gue gak percaya gimana khawatir nya Kak Kevin sama Lo pertama kali Loh Gue lihat dia seperhatian gini sama Cewek"
" Memang sebelumnya dia gak pernah Deket sama Cewek ?"
" Banyak yang suka termasuk si Lampir, cuma Kak Kevin sama sekali gak pernah ngerespon bahkan deket sama cewek aja gak kok, dan Lo cewek pertama yang bisa dapetin hatinya pasti deh semua fans nya pada patah hati "
" Termasuk Lo?"
Mita terkekeh,,
memang benar sih dia pun sama halnya mengidolakan Kevin seperti para siswi lainnya tapi dia sendiri menyadari jika itu hanya mengidolakan bukan berarti harus mendapatkan nya.
" Ya Bener cuma kan Lo tau hanya sekedar mengidolakan Nad, bukan menginginkan nya memangnya si Lampir yang gak tau malu terus aja ngejar walau seribu kali di tolak. "
Nadia menggeleng dan berjalan membuka balkon Kamarnya,,
" Astaga Mita,, Emeli Bukan Lampir "
" Sama saja Nad, Lo liat aja wajahnya mana ada cantik Cantik nya dia, yang ada malah nyeremin tau "
Sementara Kevin,,
dia berjalan masuk dengan membawa dua tas miliknya juga Nadia, matanya mengernyit saat melihat pintu Balkon yang terbuka dan terdengar suara tawa dari sana.
setelah meletakkan tas nya di atas meja dia berjalan mendekat.
Astaga,, Gue suruh Istirahat malah di sini .
" Ehem,, "
Nadia menoleh dan tersenyum,,
" Tapi Thanks banget Lo udah bawain tas gue, Dan bantu gue saling pelajaran siang tadi
" Tenang kaya sama siapa aja Lo "
" Ya Udah bye "
" Bye "
Nadia memutuskan telponnya dan menatap Kevin yang masih berdiri menatap nya dengan bersender di pintu dan kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya.
" Kok masuk, dimana Kak Riko juga Bian "
__ADS_1
" Mereka sudah pulang, kenapa malah di luar dan gak istirahat "
" Bosan di kamar, Lagian gue juga sudah mendingan Kakak Liat gue gak bersin bersin lagi kan "
" Tapi Anginnya dingin,, Kalau Lo masuk angin gimana ?"
Nadia menghela napasnya,,
Ternyata secerewet ini Pacar sekaligus suaminya.
" Iya Maaf,, Jangan marah "
Kevin menghela napasnya,,
" Mana bisa gue marah sama Lo Hem,, "
Nadia tersenyum,,
Kevin berjalan menghampiri dan menyentuh Kening Nadia untuk memastikan jika demam nya benar benar sudah turun.
" Udah Turun kan, gak demam ?" Ucap Nadia namun Kevin tidak menjawab.
" Tetap saja Mesti istirahat "
" Iya,, Sebagai Pacar yang baik gue bakal nurut"
" What pacar ?" Bingung Kevin membuat Nadia mengangguk,,
" Kan Kakak pacar gue "
Kevin Terkekeh,,
" Pacar kalau di Sekolah , di rumah Lo istri gue Nadia Almera "
Untuk kedua kalinya Kevin menyebutkan namanya Lengkap, pertama di saat Akad Nikah mereka dan saat ini.
rasanya sangat berbeda di dengar telinganya.
____
Di Bawah,,
Riko juga Bian berjalan keluar dan menunju Mobil mereka yang terparkir bersebalahan dengan Mobil Sport Kevin.
Sebenarnya sama dengan mereka ,karena ketiganya memiliki Mobil mewah tidak heran karena ketiganya terlahir dari kalangan Orang kaya.
" Bentar deh,,Kayaknya kunci mobil gue ketinggalan di dalam " Ucap Riko merogoh saku celananya namun tidak menemukan nya.
" Gue ambil dulu deh sekalian numpang ke Kamar mandi kebelet gue " Lanjut nya berjalan masuk.
" Cepetan,, gue tunggu di sini" Teriak Bian
" Yoi "
Bian menggeleng,,
Bisa saja Riko kebelet padahal saat ini mereka bukan berada di rumahnya.
Bian berjalan menuju Mobilnya dan akan menunggu di dalam,,
Namun di saat akan membuka pintu mobil matanya menatap Balkon kamar Kevin.
__ADS_1