
" Astaga Nadia "
Kevin langsung menghampiri Nadia yang meringkuk di balik selimut tebal, menggigil Bahakan wajahnya terlihat begitu pucat.
" Nadia Lo kenapa ?" Ucap Kevin menangkup wajah Nadia yang memejamkan matanya dan hanya menggeleng.
" Kita Ke Rumah Sakit " Lanjut Kevin akan membopong Tubuhnya
" Gak Mau,, Plis jangan ke Rumah Sakit " Ucap Lemah Nadia menatap Wajah Kevin.
" Tapi Lo demam "
" Pliss gue takut ke Rumah Sakit, di sana Orang tua gue pergi "
Kevin menghela napasnya dan mengangguk, dia membenarkan posisi tubuh Nadia dan membuka laci meja samping ranjang Nadia, mengambil alat untuk suhu tubuh dan mencoba mengecek nya.
" 38,5 Lo demam tinggi, Sebentar gue ambil Kompres dulu "
Kevin keluar untuk mengambil kompres, sedangkan Nadia masih terbaring kepalanya pusing.
" Minum Obatnya dulu dan setelah itu gue kompres " Ucap Kevin memberikan obat turun panas dan membantu Nadia bangun.
Nadia terdiam, dia merasakan jika Kevin begitu lembut dan perhatian dengannya.
Sudah hampir Pagi, Namun Kevin sama sekali tidak tidur dia terus menjaga Nadia dan terus mengecek demamnya,,
Nadia yang sudah tertidur membuat Kevin sedikit lega .
Apa iya gue mulai cinta sama Lo,,
Kevin menatap wajah Nadia dan terus mengganti kain kompres nya.
Rasanya sangat mengantuk,, namun dia tidak mau kecolongan jika malah Nadia kembali demam.
" Eum,, " Legukan Nadia membuatnya langsung beranjak .
Nadia mengerjabkan matanya, perutnya terasa sangat lapar.
" Apa ada yang sakit, Atau kita,-
Ucapan Kevin terpotong saat Nadia langsung menggeleng,,
" Demam Lo "
Kevin menempelkan tangannya untuk mengecek demam Nadia dan ternyata sudah turun.
" Syukurlah Demam Lo turun "
" Kak,, Gue laper " Lirih Nadia.
Kevin melirik meja samping semua makanan yang dia bawa sama sekali tidak di sentuhnya ,,
" Jadi dari semalam Lo gak makan?" Ucapnya dan Nadia menggeleng.
" Gue buatkan Bubur juga teh hangat sebentar, gapapa kan gue tinggal "
Nadia mengangguk,,
Kevin mengusap pucuk rambut Nadia dan berjalan keluar.
Sedangkan di lantai bawah sudah terlihat beberapa Asisten yang sudah bangun dan bekerja.
" Loh Mas Kevin mau bikin apa Mas "
" Mba,, Saya mau buat bubur untuk Nadia gimana ya "
" Biar saya yang baut Mas,, "
Kevin mengangguk dan duduk menunggu, rasanya sangat mengantuk namun rasa khawatirnya lebih besar.
Setelah beberapa menit Bubur sudah matang,,
" Ini Mas buburnya sama teh hangatnya "
" Makasih Mba "
Mereka menatap Kevin yang terlihat khawatir,,
__ADS_1
" Kamu bawa apa itu Vin " Cegah Nawang yang baru saja keluar Kamarnya.
" Bubur Ma, Nadia demam "
" Astaga terus bagaimana keadaannya sekarang"
" Demamnya sudah turun dan Dia lapar Ma "
" Ya sudah kamu bawa bubur itu dan jangan lupa suruh minum obat "
Kevin mengangguk,,
Nadia akan beranjak bangun namun kepalanya terasa sangat pusing,,
" Stop " Ucap Kevin membuat Nadia
Kevin meletakan Nampannya dan membantu Nadia duduk,,
" Sekarang makan dulu dan minum Obat "
Nadia menatap Kevin yang sedang meniup bubur nya,,
" Gue makan sendiri Kak "
" Gue suapi "
Nadia terus menatap Kevin yang menyuapinya, bahkan terus meniup bubur yang masih panas perhatian membuat rasa kesal Nadia hilang seketika.
" Lo istirahat hari ini dan gak usah sekolah "
Nadia menatap Jam yang sudah pukul 6 pagi namun Kevin malah masih berada di kamarnya.
" Kakak gak sekolah ?"
Kevin terdiam, jika dia sekolah sudah pasti khawatir dengan keadaan Nadia,,
" Gue udah gapapa Kok, Lo berangkat aja " Lanjut Nadia.
" Tapi,-
Kevin mengangguk,,
" Langsung telpon gue kalau terjadi sesuatu dan setelah selesai gue bakal langsung pulang, ingat Lo istirahat dan jangan kelelahan "
" Iya,, Udah sana nanti telat "
Kevin beranjak, Namun dia kembali menoleh ,,
" Nanti telat Ka"
Kevin kembali mendekat dan Nadia di buat kaget saat Malah Kevin mengecup keningnya.
" Gue sekolah dulu "
Nadia masih terdiam,,
Rasanya sangat aneh namun terjadi sesuatu dengan jantung nya yang mendadak bergetar lebih cepat dari biasanya.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Nawang berjalan masuk,,
" Astaga Nak,, Bagaimana keadaan kamu "
Nadia tersenyum,,
" Udah mendingan Ma,, "
" Bener atau mau Ke Dokter "
" Gak Usah Ma, Nadia udah sehat Kok lagian Kak Kevin udah jagain Nadia semalaman"
" Harus itu,, sebagai seorang Suami harus siaga Jika Istrinya sedang Sakit "
Nadia tersenyum,,
" Sayang,, Dalam hubungan rumah tangga pasti ada salah paham, perselisihan,atau bahkan keegoisan masing masing tapi selepas dari itu semua itu akan membuat kalian lebih dewasa dan tau lebih dalam sifat, watak juga karakter masing masing "
__ADS_1
Nadia terdiam dan mendengar kan wejangan yang di berikan oleh Mama mertuanya.
*******
Di tempat lain,,
Kevin sampai di parkiran sekolah, dia enggan keluar karena rasa kantuknya dan bersender pa kursi mobil nya sambil memijat pelipisnya.
Tok,,.tok,,tok,,
Kevin menoleh dan terlihat Riko yang mengetuk jendela mobilnya,,
" Lo ngapain di mobil bukannya turun dan masuk terus dimana Nadia kalian gak bareng"
" Nadia sakit dan dia gak masuk "
" Lah Nadia yang sakit kenapa Lo malah lemes "
" Semalaman gue gak tidur jagain dia "
" Terus kenapa gak Lo bawa Ke Rumah Sakit?"
" Dia gak mau karena Trauma kedua orang tuanya meninggal di Sana "
" Terus sekarang gimana keadaannya,"
" Udah mendingan, demamnya pun sudah turun"
" Syukurlah,, "
Kevin mengangguk ,,
" Kita Masuk " Ajak Riko dan Kevin mengangguk.
Mereka berjalan masuk ke dalam , Terlihat Mobil Bian yang sudah terparkir di sana.
" Lo duluan deh, gue ke kantin bentar ngantuk banget " Ucap Kevin
" Gue duluan "
Kevin mengangguk dan berjalan menuju kantin, masih ada sekitar 15menit lagi dia akan membeli Coffee Cup untuk mengurangi rasa kantuknya.
Kantin terlihat sepi hanya beberapa siswa/wi yang sedang nongkrong atau sekedarnya sarapan di sana.
Kevin melewati beberapa siswi yang asik ngobrol, mereka langsung meliriknya bahkan terdengar mereka yang malah memuji Kevin.
Kevin duduk di salah satu Kursi dan meneguk Minumannya, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Nadia.
Tut,,
tidak lama terdengar suara seseorang,,
" Halo Kak "
" Gimana keadaan Lo, kepala Lo apa kembali demam "
" Gue udah gapapa Kak, Lo fokus sekolah saja Kak Oke,, "
" Setelah pulang Nanti gue bakal langsung pulang, ingat jangan dulu keluar kamar, Istirahat , jangan kelelahan "
" Astaga Kak,, Gue udah gede "
" Tapi Lo lagi sakit, Nurut sama ,-
" Ucapan Suami dan jangan pernah membantah" Potong Nadia membuat Kevin tersenyum.
" Iya gue bakal nurut, gue bakal istirahat di kamar "
" Gadis pintar ,, Gue masuk kelas dulu Lo baik baik di rumah "
" Iya Cerewet banget deh,, Udah sama masuk nanti telat "
" Ya Udah gue matiin telponnya "
Kevin tersenyum dan menggeleng kan Kepalanya, dia pun menyimpan kembali Ponselnya dan beranjak bangun,,
" Jadi benar Kalian bukan sepupu ?"
__ADS_1