
Setelah semua urusan di Bogor selesai, Kevin dan Nadia kembali ke Jakarta.
Karena mereka besok mesti kembali sekolah.
Nadia terus diam dengan pandangan kosong, dia terus memikirkan ucapan Bimantara yang begitu merasa bersalah karena sikap dan tingkah Emeli terhadap nya.
Kevin menautkan kedua alisnya melihat istrinya diam.
" Ada Apa ?" Ucap Lembut Kevin sembari menggenggam tangan Nadia.
Nadia menoleh dan hanya menggeleng,,
" Aku tau kamu memikirkan sesuatu,Ada apa Hem ? "
Nadia menghela napasnya dengan mengubah duduknya menatap Kevin yang masih menyetir.
" Aku ingin bertemu Emeli di Penjara Kak "
Deg..!!
Kevin menoleh,,
Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan Nadia, bertemu Emeli untuk apa sedangkan dirinya sendiri khawatir jika malah Emeli akan melukai Nadia nantinya.
" Untuk apa Sayang,, "
" Anterin aku Pliss,, "
Kevin cukup lama diam namun akhirnya dia sendiri pun mengangguk.
Mereka akan menuju Kantor Polisi lebih dulu sebelum pulang ke rumah.
Nadia tersenyum,,
Emeli memang sudah sangat jahat dan keterlaluan, namun semua itu karena sebuah alasan dan melihat bagaimana kedua orang tuanya dengan begitu memohon kepada nya dia sendiri pun merasa tidak tega.
Hingga mereka sampai di Kantor Posisi,
Kevin melihat adanya mobil yang dia kenali..
" Kak,, Ayo masuk " Ajak Nadia menarik tangan Kevin.
" Iya Sayang."
Mereka berjalan masuk dan benar saja, mereka berpapasan dengan Bimantara yang berjalan keluar.
" Nadia " Ucap Bima.
Nadia berhenti dan menatapnya,,
Kevin menggenggam erat tangan Nadia dan mereka kembali melangkah.
" Om Bima " Sapa Nadia.
Bima tersenyum,,
Dia sadar jika perbuatan Emeli memang sangat keterlaluan dan sekarang dia hanya pasrah dengan apa yang sudah terjadi.
Emeli pantas mendapatkan hukuman dari Perbuatannya.
__ADS_1
" Kalian kemarin untuk,-
" Nadia ingin bertemu Emeli " Potong Kevin.
Bima mengangguk,,
Entah apa lagi yang akan mereka lakukan kepada Putrinya, dan dia hanya berharap jika tidak adanya lagi hukuman untuk Emeli.
" Permisi Om " Lanjut Kevin menarik tangan Nadia masuk.
Bima terus menatap mereka,
Perasaannya tidak enak, khawatir dengan keadaannya Putrinya.
Ya Tuhan,,
Jaga Putri Ku, jangan sampai mereka kembali menghukumnya.
Berada di dalam Penjara sudah cukup Untuk menebus kesalahannya.
________
Napas Nadia terlihat berbeda seakan menahan emosi pada dirinya, Genggaman tangan nya pun semakin erat membuat Kevin menoleh.
Wajah Nadia yang juga terlihat Gugup membuatnya khawatir.
Trauma akan kejadian hari itu kembali akan dia rasakan.
Hingga Terlihat Emeli keluar bersama seorang Polisi dengan kedua tangannya yang di borgol.
" Kalian,, Mau Apa kalian ke sini." Ucap Emeli menatap keduanya.
" Emeli jaga sikap Kamu, sekarang kamu duduk." Ucap Polisi.
" Lo senang kan liat gue sekarang, Lo sengaja datang cuma ingin menertawakan gue aja kan.."
" Jaga bicara Lo Emeli" Ucap Kevin penuh penekanan.
" Sampai sekarang gue masih belum tau apa salah gue, kenapa Lo tega melakukan semua itu sama gue, Lo fitnah gue, Lo celakai Gue, dan terakhir Lo akan melecehkan gue." Ucap Nadia dengan menahan emosi nya .
" Sayang " Ucap Kevin
Nadia menyeka air mata yang menetes di wajahnya.
" Kita sama sama Cewek, Jika semua itu terjadi sama Lo bagaimana perasaan Lo, bagaimana hancurnya Lo saat itu jika tidak ada yang menolong Lo. " Lanjut Nadia.
" Itu Karena Lo udah rebut Kevin dari gue, Andai Lo gak datang semua ini tidak akan terjadi dan gue bisa bersama Kevin."
Kevin menggeleng,,
Emeli benar benar tidak waras.
" Lo Gila Emeli,, Jodoh itu Takdir yang di Atas dan jodoh gue Nadia." Ucap Kevin
" Apa Lo gak pernah tau, Apa Lo gak pernah merasakan bagaimana gue peduli, gue sayang dan cinta sama Lo Vin, dari dulu dan apa sikap gue sama sekali tidak Lo rasakan.
Gue memang Gila, dan itu karena Lo Vin. Jika memang Lo bukan jodoh gue, Harusnya kita jangan di pertemukan."
Nadia menatap Emeli yang juga menahan emosinya, air matanya pun menetes di wajahnya.
__ADS_1
" Gue tau Lo orang baik Emeli, Masih banyak cowok yang suka sama Lo, Cowok yang lebih baik dari gue. Lo pantas mendapatkan cowok yang lebih dari gue." Ucap Kevin dan Emeli menggeleng rasanya begitu sakit hatinya mendengar ucapan Kevin.
Nadia beranjak,,
membuat Kevin menatapnya,,
Tanpa Emeli sadari,,
Nadia beralih dan langsung memeluk nya,, Emeli menoleh namun Nadia terus memeluk nya hingga akhirnya Emeli hanya diam dengan air mata yang terus mengalir.
Kevin berdiri di samping Nadia, dia khawatir jika Emeli mendorong istrinya atau berbuat sesuatu.
" Gue tau Perasaan Lo, Tapi Cinta tidak bisa di paksakan.. Lo cantik Emeli, Lo juga baik. " Ucap Nadia memeluknya.
" Lo pikirkan bagaimana orang tua Lo, selama ini apa Lo pernah berpikir bagaimana perasaan mereka saat tau putri yang sudah di besarkan dengan kasih sayang, dengan didikan yang baik akan berbuat seperti ini, mereka pasti sangat sedih, mereka menyalakan dirinya karena sudah gagal mendidik putrinya hingga bisa melakukan hal semacam ini."
Emeli terus terdiam bahkan Isak tangisnya semakin menjadi,
Nadia masih memeluk nya erat, walau selama ini Emeli begitu membencinya, namun dia tau dalam lubuk hatinya Emeli gadis yang baik.
Kevin menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukan istrinya,,
Emeli sudah membuat nya celaka hingga masuk Rumah Sakit, memfitnah nya namun Nadia masih mau memaafkan nya.
Nadia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Emeli yang sudah basah air mata,, .tangannya terangkat mengusap wajah Emeli.
Emeli tidak percaya Nadia masih mau berbuat bagi kepadanya setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini.
" Lo Benci sama gue " Ucap Emeli.
Nadia tersenyum dan menggeleng..
" Gue memang benci sama Lo benci banget, bahkan ingin rasanya gue balas perbuatan Lo, gue ingin Lo rasakan apa yang gue rasakan tapi gue sadar jika semua itu percuma karena malah hanya akan saling menyakiti."
Emeli menatapnya,,
" Maafin gue " Ucap Emeli menunduk.
Dia sudah tidak lagi punya wajah di hadapan Nadia juga Kevin, Semua perbuatan nya sungguh sangat memalukan.
Nadia tersenyum dan mengangguk,,
" Gue sudah maafin Lo dari dulu,, "
Emeli langsung mendongak, tidak tidak percaya dengan Ucapan Nadia.
Nadia tersenyum dan kembali memeluk nya,,
keduanya saling memeluk dengan kedua tangan Emeli yang masih terborgol.
Kevin tersenyum,,
dia sangat bangga dengan istrinya, Nadia memang memiliki hati mulia,,
dia bisa memaafkan orang setelah apa yang sudah mereka perbuat terhadapnya.
aku bangga Sayang,,
Kamu berhati Mulia, Bukan hanya wajah kamu saja yang cantik tapi hati kamu juga sangat cantik.
__ADS_1
Aku bersyukur bisa memiliki Kamu seutuhnya..
Gumam Kevin tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah di hadapan nya.