
Nirwana Residen
Sebuah rumah besar Nan mewah terlihat di depan mata Kevin, namun terlihat sepi hanya ada seorang Satpam yang berjaga di depan.
" Ayo Kak " Ajak Nadia dan Kevin mengangguk,,
Sudah sangat lama Nadia tidak datang ke rumahnya, setelah kepergian orang tuanya waktu itu dan kali ini dia datang bersama laki laki yang sudah menjadi suaminya.
" Assalamualaikum " Ucap Nadia saat membuka pintu.
" Waalaikumsalam "
Terdengar suara dari dalam dan terlihat seorang wanita paruh baya berjalan keluar dan betapa terkejutnya saat melihat putri dari majikannya lah yang datang.
" Neng Nadia " Ucap Imah yang langsung menghampiri Nadia.
Nadia tersenyum dan memeluk wanita paruh baya tersebut,,
" Neng Apa kabar, Bibi kangen sekali sama Neng Nadia "
" Nadia sehat,, Bibi sendiri bagaimana ?"
" Bibi juga sehat Neng "
Nadia melepaskan pelukannya dan tersenyum,,
" Ini Pasti,-
" Kevin Bi,, Pasti On Nicol sudah cerita sama Bibi kan "
Imah mengangguk dan tersenyum,,
" Silahkan Masuk Neng,, Aden "
Nadia dan Kevin masuk,,
" Bibi siapin makan malam dulu,, Neng istirahat Kamarnya sudah bibi Bersih kan "
" Makasih Bi "
Nadia berjalan naik bersama Kevin yang masih tampak diam,menatap setiap sudut yang tertata rapi foto foto Nadia bersama Orang tuanya.
Kali pertama baginya melihat mertuanya.
" Ini Kamar Lo " Ucap Kevin saat Nadia membuka pintu.
" Hem,, Kakak mau tidur di sini atau kamar tamu " Goda Nadia.
" Gue suami Lo jangan Lupa "
Nadia terkekeh,,
Terlihat kamar yang sama besarnya dengan kamar dirinya di Jakarta, Namun hanya berbeda dengan tatanan juga warna dinding, seprei bahkan begitu banyak boneka di sana.
" Kenapa cewek suka banget warna pink sih " Gumam Kevin membuat Nadia langsung menatapnya.
" Kenapa gak mau, ya Udah Kakak bisa tidur di kamar tamu "
" Engga deh,, becanda jangan ngambek ya "
Nadia berjalan membuka lemari Pakaian nya,,
" Cari apa ?" Ucap Kevin yang menatap Nadia tampak bingung.
" Semua baju gue, terus Kakak gimana ?"
" Ada Mall dekat sini bukan, kita bisa membelinya atau Online "
Nadia mengangguk,,
" Gue mandi dulu,, Kakak Istirahat dulu aja "
Kevin mengangguk dan menuju ranjang,, tubuh nya memang sedikit lelah.
tangannya merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.
Memesan beberapa pakaian Laki laki dan juga membuka Chat dari Riko juga Irfan.
____
Selang 30 Menit Nadia keluar dengan memakai setelan santainya,. dia menatap dimana Kevin duduk menatap Kakinya yang tampak memar.
" Astaga Kak,, " Ucap Nadia khawatir membuat Kevin menoleh.
" Tuh Kan bengkak Kakinya,, Tunggu sebentar "
__ADS_1
Nadia keluar membuat Kevin bingung dan tidak lama kembali dengan membawa wadah juga handuk kecil.
" Sini in Kaki Lo "
Kevin hanya menurut dan menatap Nadia yang mengompres Kakinya,,
" Aduh,, Pelan Pelan " Rintih Kevin.
Nadia mengangguk,, .dia dia mengolesi salep di sana dengan sedikit pijatan.
" Makanya hati hati dong Kak mainnya, jadi gini Kan Kakinya "
" Kan tadi gue di dorong bukan sengaja jatuh sendiri "
" Tapi kalau hati hati kan gak Sampai jatuh"
" Iya Iya,, "
Nadia menggeleng dan terus memijatnya pelan.
Kevin tersenyum, Nadia begitu perhatian dan khawatir dengannya.
tok,,
tok,,
tok,,
" Neng,, Ini Bibi " Ucap Imah dari balik pintu
" Ya Bu sebentar "
Nadia menurunkan Kaki Kevin dan berjalan membuka pintu,,
" Ini ada Paket datang "
" Oya Bi,, Makasih "
" Sama sama Neng,, Oya masakannya udah matang "
" Sebentar lagi Nadia turun Bi "
Imah mengangguk dan berjalan turun, Nadia membawa Paper Bag masuk sudah pasti ini pesanan Kevin.
" Cepet banget Sampai nya " Ucap Kevin .
Kevin mengangguk dan beranjak
" Kak,, "
" Hemm "
" Pelan Pelan, Kakinya jangan dulu kena air "
" Iya Pacar "
" Dih Pacar "
" Lupa,, Iya Istri "
Nadia menggeleng dan terkekeh,,
dia pun membereskan semuanya dan berjalan turun.
Terlihat Bi Imah yang masih menatap meja makan,,
" Nadia bantu Bi "
" Gak Usah Neng, lagian ini sudah selesai "
" Bu,, Ini Sayurnya " Ucap seorang Gadis yang seumuran dengan Nadia.
" Aisah " Ucap Nadia tersenyum..
Dia lah Aisah,,
Anak dari BI Imah,,
" Teh Nadia "
Nadia menghampiri dan memeluknya,,
Dirinya dan Aisah satu sekolahan, Nadia Kelas XI sedangkan Aisah kelas X.
Selama ini Keluarga Nadia lah yang membiayai Aisah sekolah.
__ADS_1
" Kamu apa kabar, gimana sekolahnya "
" baik Teh,, Alhamdulillah sekolahnya lancar tapi sepi gak ada Teh Nadia "
Nadia tersenyum,,
Walaupun Aisah hanya anak dari Asisten rumah namun Nadia sama sekali tidak menjaga jarak dengannya,
Bagi Nadia mereka sama.
Tidak lama suara langkah membuat semua menatapnya,,
Kevin berjalan turun dengan sudah terlihat segar bahkan rambut nya sedikit basah menambah pesonanya.
Aisah menatap kagum,,
" Ais,, Dia suami nya Neng Nadia namanya Den Kevin " Ucap Imah
" Kak,, Ini Aisah anak Bi Imah dulu kita satu sekolah iya Kan Ais "
" Iya Teh "
Kevin mengangguk,, .dia sama sekali tidak menatap Aisah yang sedari tadi menatapnya.
" Silahkan Neng, Aden Makan nanti keburu dingin "
" Bibi sama Aisah juga makan bareng aja, Iya Kan Kak " Ucap Nadia.
" Ya Bi, Lagian cuma Berdua sepi " Ucap Kevin membuat Imah mengangguk.
Mereka duduk dan mengambil makanannya, Aisah sesekali melirik Kevin.
" Makan yang banyak, Dari siang Lo belum makan makan " Ucap Kevin mengusap rambut Panjang Nadia.
" Iya "
Kevin tersenyum dan menikmati makanan nya,, Sementara Aisah masih mencuri pandang menatap Kevin.
" Masakan Bibi memang enak,, Nadia lama gak menikmati nya "
" Bibi langsung ke pasar saat Pak Nicol telpon kalau Neng Nadia mau menginap di Rumah "
Nadia mengangguk dengan mulut yang penuh,,
Kevin mengambil tisu dan mengusap nya,,
" Pelan Pelan makannya "
Nadia tersenyum dan mengangguk,,
_______
Udara dingin sangat terasa,
Di luar pun hujan membuat Nadia dan Kevin hanya berada di rumah padahal malam Minggu dan mereka berencana untuk keliling Kota Bogor.
" Jadi selama ini Bi Imah tinggal di sini ?" Ucap Kevin
" Iya buat jaga juga merawat rumah Kak,, Bi Imah sudah kerja lama dengan Mama dari gue kecil "
" Terus Aisah,, Dia juga tinggal di sini "
" Sebenarnya dulu Aisah tinggal di rumah mereka tapi setelah Papa Mama pergi dan Bi Imah sendiri di sini jadi Aisah menemani nya "
Kevin mengangguk,,
" Oya gimana Kakinya, masih Sakit ?"
" Udah Gapapa,, paling besok udah sembuh "
" Jangan Gampang in deh Kak,, " Kesal Nadia
Kevin tersenyum,,,
" Jadi Lo Khawatir Hem " Goda Kevin membuat Nadia menatapnya..
" ya Udah kalau gak mau gue khawatir, terserah"
Nadia akan beranjak namun Kevin malah menarik tangannya hingga membuatnya terjadi bahkan Tubuh Nadia berada di atas Kevin membuat Mata mereka saling bertemu.
Detak Jantung keduanya terdengar lebih cepat, hembusan napas mereka sama sama terasa.
Nadia memejamkan matanya saat Kevin mendekat kan Wajahnya dan terasa sentuhan kenyal di bibirnya.
Kevin mencium dan sedikit ******* bibir Nadia, Keduanya saling beradu dengan tangan yang saling menggenggam,,
__ADS_1
" Teh Nadia,, "