
Dengan perasaan tegang Nadia menatap Amplop di tangannya.
" Buka sayang " Ucap Nawang mengusap bahu Nadia.
Nadia pun menghela napasnya dan membukanya, di lihatnya selembar kertas putih di dalam amplop.
perlahan dia buka, Dia kembali menatap Nawang yang tersenyum dan mengangguk.
Dengan merasa yakin Nadia membukanya,, matanya membulat saat membaca hasil pemeriksaan Laboratorium bertuliskan Negatif
" Miss Gres,, silahkan Anda bis lihat bukan jika Menantu saya tidak kembali obat obatan " Ucap Nawang menatap Gresia yang berdiri mematung.
" Silahkan Miss bisa baca hasilnya "
Nadia menyerahkan kertas di tangannya dan benar saja jika Nadia sama sekali tidak memakai obat obatan apa pun.
" Baiklah Nyonya,, Saya akan segera melaporkan hasil Laboratorium ini kepada Pak Ahmad " Ucap Gresia akan menyimpannya namun Nawang segera mencegah nya.
" Biar Saya saja yang memberikan nya "
Gresia mengangguk dan membiarkan Nawang yang menyimpan nya.
" Ayo sayang kita kembali ke sekolah dan buktikan jika Kamu sama sekali tidak seperti yang dituduhkan "
Gresia terdiam,,
dia mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu di sana.
Sementara Di sekolah Emeli menatap sekeliling , dia berada di luar Ruang Cctv..
Aman ,,
mending gue langsung hapus semua rekaman pagi tadi.
Emeli akan membuka pintu namun ponselnya bergetar.
Sial,, siapa sih ganggu aja.gumam Emeli mengambil ponselnya dan ternyata Gresia lah yang mengirimkan Chat kepadanya jika Hasil pemeriksaan tidak berhasil dia tukar.
Dasar Bodoh,,
percuma gue kasih duit banyak, gitu saja tidak bisa.
Emeli kesal dan menyimpan Ponselnya, dia kembali melangkah masuk namun lagi lagi terdengar suara langkah seseorang dan membuatnya segera bersembunyi.
Guruh berjalan,
dia terlihat berdiri di sana dengan mengusap Wajahnya.
Dia masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
perempuan yang di sukai ya telah menikah. Nadia cinta pertamanya walau sudah rela namun hatinya sama sekali tidak bisa di bohongi.
Rasa cintanya masih besar terhadap Nadia.
Kenapa di saat gue menyukai seseorang dan di saat itulah gue harus mendapatkan kenyataan pahit, setelah beberapa tahun gue bisa move on tapi,-
Guruh mengacak rambutnya frustasi.
Emeli yang berada tidak jauh darinya pun mendengar semua yang Guruh Ucap kan.
Guruh menghela napasnya dan berjalan pergi, Emeli yang melihatnya langsung keluar dan tersenyum,,
Guruh,, Guruh,,
dasar aneh, Cinta kok pasrah gak mau perjuangin.
Emeli kembali membuka handle pintu,,
__ADS_1
Ceklek,,
Ceklek,,
Sial,, tumben banget di kunci coba.
Ceklek,,
Ceklek..
Argh...
Emeli menyilang kedua tangannya, dia berfikir untuk melakukan sesuatu.
Jika Kevin mendapatkan rekapan itu bisa gagal rencananya dan sudah pasti dia akan di keluarkan dari sekolah.
____
Kevin masih terus berusaha membuka Laptopnya , untungnya setelah di bersihkan dan kembali di Cas Laptopnya pun bisa menyala.
Dia kembali membukanya,,
" Vin,, Itu bukannya Nadia bersama Tante Nawang " Ucap Riko .
Kevin menoleh,,
" Lo lanjutin semua,, " Ucap Kevin beranjak dan langsung menghampiri mereka.
" Mama, Sayang,, bagaimana ?"
Nawang tersenyum,,
" Mama curiga ada yang sengaja memfitnah Nadia "
Gresia hanya diam mendengar ucapan Nawang,,
" Sayang,, Kamu gapapa ?" Ucap Kevin menatap Nadia yang hanya di balas senyuman juga anggukan.
Kevin mengusap pucuk rambut Nadia,,
" Ayo Sayang, kita ke Ruang Pak Ahmad dan urus semua, Mama gak mau jika Kamu kembali di fitnah seperti ini "
Nawang sudah cukup kesal dengan apa yang sudah di terima Menantunya,,
Gresia berjalan cepat,
dia mencari keberadaan Emeli saat ini, dia tidak mau jika semua ketahuan dan sudah pasti dia akan di pecat dari sekolah sedangkan masih banyak tunggakan yang harus dia bayar.
" Emeli " Panggil Gresia.
Emeli menoleh dan menghela napasnya,,
" Kenapa kamu belum transfer, Kamu janji jika siang ini akan transfer "
Emeli tertawa,,
" Apa Miss,, transfer bukannya semua Gagal "
" Tapi kamu sudah janji transfer ke rekening saya Emeli "
" Saya tidak akan mentransfer nya "
" Kamu,-
" Miss bilang jika gagal menukar hasil Lab bukan, Terus untuk apa saya transfer "
" Tapi saya sudah membantu kamu dari pertama Emeli dan kamu sendiri janji jika kamu akan mentransfer uang untuk melunasi semua hutang hutang saya "
__ADS_1
Emeli tersenyum dan menggeleng,,
" Miss Gresia,, Saya berubah pikiran lagian hutang hutang itu urusan Miss sendiri bukan, Makanya kalau gak punya uang gak usah sombong " Ucap Emeli pergi meninggal Gresia yang tampak menahan emosi.
" Miss Gresia,, " Panggil Seseorang membuatnya menoleh.
Gresia kaget saat melihat Kevin lah yang memanggil dan berjalan mendekat.
Apa Kevin mendengar semua pembicaraan saya dengan Emeli,,
Bagaimana ini, Saya bisa di keluarkan dari sekolah.
" Tadi Saya dengan Miss bicara dengan seseorang dan ,-
" Maaf Kevin saya di tunggu di ruang Kepsek "
Kevin menautkan alisnya melihat tingkah Gresia yang mencurigakan,,
Dia terus menatapnya.
Miss Gresia terlihat aneh,, dan gue dengar dia bicara dengan seseorang masalah hutang dan transfer.
Kevin terdiam dan akan mencari tahu semuanya,,
Di ruang Kepsek,,
Pak Ahmad menggeleng dengan hasil Lap Nadia, dia memijat pelipisnya karena lagi lagi salah menindak siswi di sekolahnya yang bisa saja berakibat fatal bagi sekolah.
Siapa yang tidak tau Keluarga Sean Permana Pengusaha Sukses dan berhati mulia yang selalu memberikan bantuan terhadap siapa pun namun di balik semua itu mereka bisa berbuat Kejam jika ada yang berani menganggu keluarganya.
" Jadi Apa yang akan Anda tindak lanjuti atas kejadian ini ?" Ucap Nawang
" Sebagai Kepala sekolah Saya sangat sangat meminta Maaf untuk kejadian ini Nyonya, dan Saya pastikan untuk mencari tau siapa yang memfitnah Nadia "
" Saya harap Anda bisa segera melakukannya, Dan ini kali kedua Menantu Saya di Fitnah "
" Saya Minta Maaf Nyonya "
" Kalau begitu Saya Permisi ,, Ayo Sayang kita Pulang "
Nawang menggandeng tangan Nadia keluar, dan Kevin yang sudah menunggu langsung menghampiri.
" Semua sudah beres tinggal kita cari tau siapa dalangnya " Ucap Nawang.
Kevin menatap Nadia yang tampak berbeda, dia terlihat Lelah.
" Ya Sudah Mama pulang ya,, "
" Makasih ya Ma udah bantu Nadia "
" Sudah seharusnya Sayang, Mama pulang dulu ya Kamu belajar yang bener "
Nadia mengangguk,,
" Sayang,, Kamu pasti lelah kita ke Kantin dulu " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk namun di saat akan melangkah dia merasa pusing.
" Astaga Sayang " Ucap Kevin menahan tubuh Nadia.
" Kepala ku pusing Kak " Keluh Nadia membuat Kevin langsung membopong tubuhnya.
Kevin membawa Nadia menuju UKS melewati banyak siswi yang menatapnya kagum.
Kevin sama sekali tidak menghiraukan mereka dan terus berjalan menuju UKS.
" Loh Kak,, Nadia kenapa " Ucap Mita
" Mit,, bantu gue beliin minum dan bawa Ke UKS "
__ADS_1
Mita mengangguk dan berlari menuju Kantin, sementara Kevin terus membawa Nadia menuju UKS.