
Nawang menahan Abdi untuk tidak dulu berangkat ke kantor, sementara Kevin dan Nadia sudah bersiap..
" Pa, Ma, Nadia berangkat sekolah dulu" Pamit Nadia mencium punggung tangan mereka.
" Iya Sayang hati hati "
Setelah mereka berpamitan,
Mereka pun keluar menuju mobilnya,,
" Papa juga mau ke Kantor,, " Ucap Abdi beranjak.
" Papa sebentar " Tahan Nawang membuat Abdi semakin di buat bingung.
Nawang melihat putra dan menantunya sudah pergi, beliau pun menatap Abdi yang masih terlihat bingung.
" Duduk Pa, Mama mau bicara sesuatu "
" Ma, sebenarnya Mama kenapa sih ada apa Papa sampai bingung "
" Papa Lihat bagaimana Nadia tadi jalan "
Abdi semakin bingung,,
" Ih Papa gak peka sama anak sendiri,, "
" Ma,, Papa jadi bingung ini ? "
Nawang tersenyum,,
" Bi Sri bilang jika semalam denger suara rintihan dari dalam kamar Kevin "
" Rintihan,, Ma, Udah lah Papa mau meeting ini "
" Jadi semalam Kevin dan Nadia sudah melakukannya Pa , dan itu berarti kita akan segera memiliki Cucu "
" Mama Serius,, ?? "
Nawang mengangguk membuat Abdi langsung tertawa..
" Yes,, Papa akan punya cucu " Ucap Abdi yang langsung memeluk Nawang.
Beberapa asisten rumah hanya tersenyum dan menggeleng melihat kelakuan majikan mereka.
_____
Sementara di dalam Mobil Nadia menatap lurus, rasanya masih malu karena ulahnya semalam.
Berbeda dengan Kevin yang masih memikirkan pesan dari Riko tentang Gresia.
Hingga mobil sampai di parkiran,,
Kevin menatap Nadia yang menyiapkan tasnya,,
" Sayang "
" Hem,, " Ucap Nadia menoleh.
" Apa masih sakit ?" Ucap Kevin merasa khawatir jika Nadia masih merasakan nyeri.
Nadia tersenyum dan menggeleng..
" Udah tidak begitu Kak "
Kevin tersenyum dan mengusap wajah Nadia,,
" Kita turun " Ajaknya dan Nadia mengangguk.
Mereka turun dengan Kevin yang langsung mengandeng tangan Nadia.
Perlakuan yang selalu membuat baper siapa saja yang melihatnya terutama kaum hawa.
Di saat akan sampai di kelas Nadia, mereka berpapasan dengan Gresia guru BK yang sudah dua kali menuduhnya.
__ADS_1
Gresia berhenti dan menatap mereka, namun langsung berjalan saat melihat Kevin yang menatapnya tajam.
" Kenapa Miss Gress " Ucap Nadia
" Gak tau sayang , Ya Sudah kamu masuk kelas belajar yang bener " Ucap Kevin menangkup wajah Nadia.
" Iya Hubby juga, Belajar yang bener sebentar lagi Ujian "
" Pasti sayang apa lagi semalam sudah dapet kado terindah dari istri aku ini " Goda Kevin yang langsung mendapat kan cubitan di perut sixpack nya.
" Hubby,, ini di sekolah kalau ada yang denger gimana ?"
Nadia menatap sekeliling takut ada yang mendengarnya.
" Hahahaha,,, Iya Sayang "
" Aku masuk kelas dulu bye Hubby "
" Bye Sayang Love you "
Nadia menggeleng dan berjalan masuk, sedangkan Kevin menatapnya terus dan kembali berjalan menuju kelasnya.
Emeli yang sedari tadi berada di sana pun menahan kesalnya, tangannya mengepal erat.
Lihat aja gue gak bakal biarin kalian bahagia. gumamnya melangkah pergi.
" Emeli Tunggu " Ucap Gresia.
Emeli menoleh dan menghela napasnya,,
" Ada apa lagi "
" Mana janji kamu, Saya sudah di tagih kamu janji akan membantu Saya "
Emeli tersenyum menatap Gresia.
" Gue bilang bantu kalau rencana itu berhasil dan nyatanya ?,"
" Tapi saya sudah bantu Kamu, atau Saya bakal menceritakan semuanya ini kepada Nyonya Nawang dan ,-
Gresia berjalan menuju ruang guru dengan berbagai pikiran, hutang yang harus dia bayar, suaminya yang terus menganggur bahkan dia harus membayar uang sekolah anaknya.
_____
Kevin sampai di kelasnya dan terlihat Riko juga Bian sudah berada di sana.
" Tumben Lo siang banget Dateng ya" Ucap Bian
" Kesiangan gue "
" Ciye,, semalam begadang Bang " Goda Riko yang mendapatkan acungan jempol Bian.
Kevin menggeleng dan duduk di kursinya.
tidak lama Emeli masuk dan berhenti saat melihat Kevin yang terlihat berbeda dengan wajahnya tampak terlihat bahagia.
dia pun kembali menuju kursinya.
Nadia sudah bersama Mita yang masih asik berbalas Chat,,
" Oya Nad, gimana masalah Lo kemarin apa Lo mau tuntut ?"
Nadia menggeleng,,
" Gak usah lah, biarin lagian juga semua tau kalau itu hanya fitnah "
" Karena Lo di Fitnah harus Lo cari tau dan Lo tuntut "
" Buat apa coba, Lagian nanti juga bakal dapet balesan sendiri "
" Astaga hati Lo terbuat dari apa coba, Baik banget sih Lo pantes Kak Kevin Bucin parah sama Lo "
Nadia tersenyum,,
__ADS_1
Mita menatap Nadia yang tampak terus membenarkan duduknya, seakan tidak nyaman.
" Lo kenapa, lagi dapet ?"
Nadia menggeleng,,
" Terus kenapa duduk Lo kaya gak nyaman gitu, atau jangan jangan Lo dan Kak Kevin semalam Habis,-
" Sssst ,, suara Lo Mita "
" Jadi bener kalian sudah,-
Nadia mengangguk dan tersenyum,,
" Wah Wah,, gimana gimana Kak Kevin pasti sangat kuat ya secara tiap main basket beih ,,"
" Apa sih Mita,, udah deh "
" Tapi enak kan ?"
" Sakit Mita,, Lo liat gimana gue "
Mita terkekeh membuat Nadia mendengus kesal,,
" Iya Sorry,, " Ucap Mita mengedipkan matanya.
Nadia menggeleng dan membuka bukunya, hari ini mereka ada Ulangan.
_____
Jam istirahat Nadia dan Mita berjalan menuju Kantin, matanya mencari keberadaan Kevin yang tidak ada di sana di kelasnya pun sudah sepi karena mereka memang Melewati jika akan ke kantin.
" Kita duduk di sana " Ajak Mita dan Nadia mengangguk.
Nadia mengaduk Jus jambu , matanya terus mencari keberadaan suaminya.
tumben Kevin tidak ada di kantin dan tidak menghubungi nya.
Biasanya Kevin akan memberitahu dirinya jika dia akan latihan basket atau apa pun namun Kali ini sama sekali.
" Hai girls " Sapa Bian
" Cari suami Lo,, dia lagi sama Riko tau deh ada urusan apa mereka "
Nadia mengangguk,,
Dia penasaran apa yang mereka lakukan,,
" Gue gabung ya, dari pada sendiri " Ucap Bian duduk di hadapan mereka.
" Kenapa Lo gak ikut, Kasihan banget gak di anggap Temen Lo sama mereka " Goda Mita
" Enak aja,, gue lapar makanya gak ikut " Bela Bian menutupi jika memang benar dia tidak diajak mereka.
Nadia menyeruput jusnya dengan memikirkan Apa yang sedang dilakukan suaminya,,
" Nadia,, " Ucap Seseorang membuat mereka menoleh dan terlihat Guruh yang berdiri di sana menatap Nadia.
" Gue bisa bicara sama Lo sebentar aja " Lanjut Guruh.
" Bicara aja "
Nadia masih kesal dengan Sikap Guruh yang langsung main menyalakan nya tanpa mencari tau kebenaran nya,,
" Gue Minta udah gak percaya sama Lo kemarin, gue hanya ,-
" Mendapatkan obat itu di dalam tas gue dan Lo langsung fitnah gue " Potong Nadia.
" Tadinya gue gak percaya tapi obat itu ada di tas Lo "
Nadia tersenyum,,
" Sudahlah lagian semua sudah selesai " Ucap Nadia beranjak namun Guruh menahan tangannya,,
__ADS_1
" Tapi Nad,-
" Lepasin tangan Nadia " Ucap Seseorang membuat semua menoleh.