
Kevin berjalan menyusuri Lorong sekolah, dia akan menuju Lapangan basket dimana Riko juga Bian sudah menunggu di sana.
tiba tiba langkahnya terhenti saat melihat Emeli bersama Guruh mereka terlihat berdebat.
Sebenarnya Kevin tidak mau tau dengan semua itu namun di saat akan kembali melangkah telinganya mendengar mereka menyebut nama Nadia membuatnya terhenti dan kembali menatap bahkan berjalan mendekat.
" Gue peringatkan sama Lo Emeli, jangan lagi ganggu Nadia, biarkan dia bersama suaminya" Ucap Guruh.
Emeli tersenyum ,,
" Dasar Munafik Lo, Lo Cowok tapi nyali Lo ciut,, Harusnya Lo bisa rebut Nadia dari Kevin,, Ngomong Cinta tapi gitu aja nyerah."
" Terserah Lo bicara apa, yang Jelas Gue gak akan biarin Lo kembali ganggu Nadia, perbuatan Lo udah termasuk Kriminal, Lo meminta Miss Gresia bantu Lo Fitnah Nadia, dan Kini Lo nyuruh Orang buat celakai Nadia."
Deg..!!
Napas Kevin memburu,,
Tangannya mengepal dengan apa yang dia dengar, ternyata memang Emeli lah yang melakukan semua ini.
" Apa maksudnya Ucapan Dia " Ucap Kevin berjalan mendekat membuat Emeli ataupun Guruh menoleh.
Guruh terdiam,,
sementara Emeli terlihat Gugup apalagi tatapan Kevin yang sangat tajam seakan menerkamnya.
" Bukan apa apa Kok,, " Ucap Emeli
" Jadi Semua ini ulah Lo, Lo sengaja buat Miss Gresia berhutang kepada Renternir dan Lo sengaja menjebaknya, terus Nadia, Lo yang sudah menyuruh orang untuk mencelakai Nadia "
Emeli menggeleng,,
" Vin,, Ini hanya salam paham Lo salah denger."
" JAWAB PERTANYAAN GUE."
Emeli semakin ketakutan dengan Kevin yang semakin menekan ucapan nya.
" Ya Gue yang lakuin semua, gue sengaja membuat Miss Gres hutang dengan Renternir dengan bunga besar agar bantu gue fitnah Nadia, Dan Gue juga yang sudah mencelakai Nadia, Harusnya Nadia sudah di keluarkan dari sekolah dan di benci semua orang termasuk Lo, harusnya Vidio itu sudah tersebar Luas."
Kevin menggeleng,,
rahangnya mengeras, kedua tangannya mengepal.
" LO,-
" YA gue memang Gila, Gue Gila karena Lo Vin, Gue Cinta sama Lo, tapi Nadia sudah merubah semuanya "
" Kenapa Lo ngelakuin semua Itu, Apa salah Gue , kenapa Lo benci banget sama Gue ." Ucap Nadia yang berjalan mendekat.
Kevin langsung menoleh,,
" Sayang " Ucapnya menghampiri Nadia yang sudah terlihat menahan emosi .
Sebenarnya Nadia sudah mendengar semuanya, dia sengaja datang ke Sekolah karena Nicol menghubungi nya untuk segera datang ke Bogor.
Dia sudah menghubungi Kevin beberapa Kali namun tidak di jawabnya.
" Kenapa Lo bisa lakuin semua ini, Apa alasan Lo Emeli " Ucap Nadia dengan mata yang sudah berkaca menahan emosi.
__ADS_1
" Karena Lo udah rebut Kevin dari gue "
" Gue gak merebutnya "
" Gak usah sok suci deh Lo, Lo sengaja datang di keluarga Kevin hanya untuk mengambil hartanya Kan, Siapa yang tau kehidupan Lo dulu, Lo di Bogor dan mana kedua orang tua Lo Nadia , Seharusnya kemarin Lo udah mereka,-
Plak,,
Nadia sudah tidak bisa menahan dirinya, tangannya menampar pipi Emeli hingga terlihat merah.
" Lo,-
" Jangan Pernah sentuh Istri Gue " Ucap Kevin mengempis Tangan Emeli hingga terjatuh.
" Vin, Kenapa sih Lo gak pernah bisa lihat perasaan gue"
" Gue gak akan pernah biarin semua ini, Gue pastikan Lo bakal di penjara bersama orang suruhan Lo , Ayo Sayang " Ucap Kevin mengandeng tangan Nadia.
Emeli langsung menatap samping nya, dimana ada sebuah Batu besar di sana.
dia segera mengambilnya,,
" Nadia Awas " Ucap Guruh membuat Kevin menoleh dan langsung menghalangi hingga kepalanya yang kena.
Darah segar mengalir di kepalanya,,
" Kak Kevin " Panik Nadia.
Emeli menjatuhkan batu di tangannya, dia menggeleng karena malah Kevin yang kena.
" Emeli,, " Ucap Gresia datang bersama beberapa guru
" Astaga Kevin,, "
" Kita Ke Rumah Sakit " Ajak Riko.
Gresia membawa Emeli ke dalam ruang Kepala Sekolah, tindakannya sudah sangat keterlaluan dan bukan seperti seorang pelajar.
___
Sementara Di dalam Mobil,
Nadia terus meneteskan air matanya, seragam Kevin Juga pakaiannya terkena darah.
" Sayang,, Hei aku gapapa Oke, Jangan menangis " Ucapan mengusap wajah Nadia yang sudah basah akibat air mata yang terus menetes.
" Lo gila Vin, Darah terus keluar bilang gapapa" Ucap Bian membuat Kevin menatapnya tajam.
" Kak Riko,, buruan "
" Iya Nad, ini juga udah ngebut "
Pandangan Kevin semakin buram, dia pun bersandar, namun tangannya tetap menggenggam Tangan Nadia.
Dia harus bisa kuat, dia tidak mau membuat istrinya semakin khawatir.
Hingga mereka sampai di Rumah Sakit.
Kevin segera di bawa ke ruang IGD untuk menangani Lukanya, sementara Nadia bersama Riko juga Bian menunggu di Luar.
__ADS_1
" Udah Nad, Kevin pasti baik baik aja Kok,, " Ucap Riko menenangkan Nadia.
" Ini bukan pertama kalinya juga Kali Nad, Kevin berdarah " Ucap Bian membuat Nadia menautkan alisnya
Riko merutuki ucapan Bian, .Kenapa dia malah semakin membuat Nadia khawatir.
" Maksud Nya ?"
Bian menggaruk tengkuknya saat Riko menatapnya tajam,,
" Becanda Nad,, " Ucapnya tersenyum.
Tidak lama terlihat pintu terbuka, Nadia segera berdiri namun matanya menatap dimana Kevin lah yang keluar dengan senyuman di wajahnya.
Seakan tidak menghiraukan keberadaan Riko, Bian juga beberapa orang di sana Nadia langsung berlari dan memeluk suaminya, dia sangat khawatir apalagi begitu banyak darah yang keluar.
Kevin mengusap rambut panjang Nadia, dia menenangkan istrinya, dia tidak mau membuat Nadia khawatir dan setelah lukanya mendapatkan jahitan dia segera keluar untuk menemui Istri cantiknya itu.
" Sstt,,, Aku gapapa Jangan lagi menangis Oke"
Nadia menggeleng,,.dia malah semakin erat memeluk tubuh suaminya.
" ya elah,, gak kasihan sama jomblo di sini " lirih Bian.
Riko merogoh seragamnya, ,
" Gue angkat telpon bentar " Ucapan berjalan menjauh.
" Ada Apa ?" Ucap Riko saat sudah tersambung dengan seseorang di seberang.
" Sampai sekarang mereka tidak mau mengaku Bos, Tubuh mereka pun sudah terkapar terus apa yang harus kita lakukan."
" Biarkan saja, Tapi ingat tetap jaga mereka jangan sampai mereka kabur."
" Siap Bos "
" Ada apa ?" Ucap Kevin yang sudah berdiri di belakang nya .
Riko menoleh,,
" Dari orang gue, mereka masih belum mau bicara "
" Emeli orang di balik semua ini, bawa mereka ke kantor polisi . gue gak akan biarin mereka hidup tenang, mereka harus mendapatkan balasannya termasuk Emeli."
Riko mengangguk,,
dia kembali terlihat menghubungi seseorang.
Kevin menghampiri Nadia yang sudah membawa obat di tangannya,,
" maaf ya Jadi kamu yang urus semuanya " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia.
" Maaf ke Nadia dong ke gue gak ?" Ucap Bian yang sebenarnya Kevin suruh temani Nadia mengambil Obatnya.
" Makasih Ya Kak, udah temani gue " Ucap Nadia membuat Bian tersenyum dan mengangguk,,
" Sama sama Nadia,, Kalau butuh bantuan bilang gue insya Allah gue bantu. " Ucap Bian tersenyum.
" Ehem,, " Deheman Kevin membuat Bian mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
__ADS_1
" Ayo sayang kita pulang " Ucap Kevin mengandeng tangan Nadia meninggalkan Bian yang berdiri di sana.
Bucin nya,, Si Kulkas Empat Pintu,,. gumam Bian menggeleng,,