
Tok,,
tok,,
tok,,
" Sebentar Aku buka pintunya dulu " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk dengan mulut penuh.
Kevin berjalan membuka pintu dan matanya menatap dimana Guruh bersama Tia lah yang berdiri di sana.
" Ngapain kalian ke sini " Ucap Kevin dingin.
" Jenguk Nadia, Lo ijinin Kan ?" Ucap Guruh dan Kevin mengangguk.
" Masuk " Ucapnya dan mereka berjalan masuk.
Nadia masih asik dengan pizza yang di makan,,
" Hubby siapa ?" Ucap Nadia menoleh dan matanya membulat saat melihat Guruh yang datang.
Deg..!!
Guruh kaget mendengar panggilan Nadia untuk Kevin, kenyataan pahit harus dia dapatkan dengan kebenaran tentang pernikahan Nadia dan Kevin.
padahal dulu dia pernah berpikir jika suatu saat Nanti mereka putus maka perasaan nya tidak akan berubah terhadap Nadia.
" Sayang,, Mereka mau jenguk Kamu " Ucap Kevin menghampiri Nadia.
" Hai Nad, gimana keadaan Lo " Ucap Guruh
Nadia menatap Kevin yang tiba tiba menggenggam tangannya, dia sangat tau jika saat ini Kevin tidak suka dengan adanya Guruh di sana namun dia sendiri tidak enak karena mereka datang dengan niatan baik.
" Gue udah mendingan kok, Bay the way thanks kalian udah jenguk gue "
" Ini sudah seharusnya Anggota OSIS jenguk anak yang sakit di sekolah "
Nadia mengangguk,,
Sementara Guruh melirik dimana Kevin yang begitu protektif terhadap Nadia, sangat jelas bagaimana sikapnya sekarang dan tidak beda jauh dengan Tia dia pun terus melihat bagaimana sikap Kevin yang begitu perhatian dan menyayangi Nadia.
Tia salah satu siswi yang juga mengidolakan Kevin, wajar seorang siswi menyukai Kevin yang tampan kapten basket bahkan sikap cueknya lah yang membuat banyak siswi terpesona dan penasaran.
Pernikahan mereka pun menjadi Hari Patah hati sedunia bagi semua Fans Kevin.
" Loh ada siapa ini,, Temennya Nadia ya " Ucap Nawang yang kembali.
Guruh tersenyum dan mencium punggung Nawang.
" Iya Tante kami teman satu Sekolah Kevin dan Nadia "
" Terima kasih Loh sudah jenguk Nadia, Iya Kan Sayang "
Nadia mengangguk,,
" Oya,, Ini dari Kami " Ucap Tia memberikan buah tangannya.
" Jadi repot repot ini,, "
" Gak sama sekali Tante "
Nawang tersenyum dan meletakan nya di atas Nakas.
" Ya Sudah Kalau gitu kita balik dulu, Lo Cepet sembuh Nad " Ucap Guruh
" Thanks Kak,, "
" Permisi Tante "
__ADS_1
" Silahkan terima kasih "
Nawang mengantar mereka sampai di depan pintu, sementara Nadia menatap Kevin yang sudah berubah wajahnya kesal.
" Hubby,, " Goda Nadia membuat Kevin menatapnya.
" Ngapain dia ke sini, Cari perhatian banget "
Nadia tersenyum dan menarik tangan Kevin,,
" Mereka datang buat jenguk aku Loh,, "
Kevin terdiam membuat Nadia tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan tingkah suaminya ini.
_____
Tia masih terbayang bagaimana sikap Kevin terhadap Nadia bahkan orang tua Kevin yang juga tidak kalah sayangnya kepada Nadia membuat semua perempuan merasa iri jika melihatnya.
Betapa beruntungnya Nadia memiliki suami tampan juga Mertua yang begitu menyayangi nya.
" Enak banget ya jadi Nadia, dapet Suami tampan baik perhatian juga mertua yang sayang sama dia " Ucap Tia ambigu membuat Guruh menoleh.
" Lo iri sama Nadia ?"
" Siapa sih yang gak iri coba, tapi Nadia juga cantik sih jadi pantas Kevin begitu Sayang "
Guruh terdiam,,
" Gue antar Lo pulang dulu " Ucap Guruh dan Tia mengangguk.
Mereka menuju Parkiran dan masuk ke dalam mobil.
Tidak obrolan lagi di dalam mobil, baik Guruh ataupun Tia masih dengan pikiran masing masing.
Tia Benar,,
Tapi kenapa rasa dalam hati gue sulit untuk gue kubur, semakin melihat Nadia rasa itu semakin bertambah. Batin Guruh berpikir terus terhadap Nadia.
Sementara Tia pun membayangkan jika dia berada di posisi Nadia , mendapatkan perhatian lebih dari suami tampan idola banyak wanita ditambah mendapatkan mertua yang juga tidak kalah baik dan perhatian juga sayang terhadap dirinya.
" Tia gue mau tanya sama Lo " Ucap Guruh membuat Tia menoleh
" Tanya apa ?"
Guruh menghela napasnya,,
" Apa semua cewek itu mayoritas menyukai Cowok tampan apa tidak bisa melihat dari hati dan perasaannya "
Tia menautkan Alisnya,,
aneh saja seorang Ketua OSIS pendiam seperti Guruh menanyakan hal semacam ini.
" Tumben banget Lo tanya gitu, memangnya kenapa ?"
" Udah jawab aja, Gimana menurut Lo "
" Gue gak munafik ya, setiap Liat Cowok pasti nomor satu wajahnya dong tapi kalau dapet cowok yang tampan , baik, dan sayang itu rejeki nomplok lah "
Guruh menggeleng,,
" Tapi kenapa sih memangnya, jangan bilang Lo Cemburu liat Kevin dan Nadia tadi "
" Ngaco Lo "
" Hahahaha,, Guruh semua juga tau Kalau Lo suka Nadia "
Lagi lagi Guruh menghela napasnya,,
__ADS_1
" Itu dulu, tapi gue sadar jika Kevin lah yang membuat Nadia bahagia apalagi sikap Kevin yang begitu menyayangi Nadia "
Tia mengangguk,,
" Bukan hanya Lo kali, banyak yang merasa patah hati dengan Pernikahan mereka,, Lo pasti tau bagaimana Kevin di sekolah dia Idola semua siswi "
" Termasuk Lo "
" Kan gue bilang gue gak munafik "
Guruh diam dan melajukan mobilnya untuk mengantar Tia.
*******
Di Rumah Sakit tinggal Kevin yang menemani Nadia karena Nawang yang pulang lebih dulu,,
Nadia menatap Kevin yang duduk di samping nya, sudah beberapa hari dia menjaganya di sana.
" Jadi tadi di sekolah - Ucap Nadia membuat Kevin mendongak.
" Ada yang nyebar berita itu tapi Aku masih mencari siapa pelakunya "
" Sengaja menyebar,, jadi sebelumnya dia tau dong kalau kita sudah menikah "
Kevin mengangguk,,
" Udah gak usah di pikirin, biar aku yang cari tau sekarang yang lebih penting kesehatan kamu " Ucap Kevin menarik hidung mancung Nadia.
Kevin menoleh dimana adanya Buah yang di bawa Guruh, rasa kesalnya kembali datang..
" Buang aja deh buahnya, aku bisa beliin kamu bahkan lebih banyak atau malah dengan tokonya "
Nadia melirik,,
Dia menghela napasnya suaminya masih saja kesal padahal itu hanya buah.
" Hubby,, itu cuma buah Loh dia gak salah "
" Sama saja Sayang, itu juga dia yang bawa "
Nadia menatap Kevin yang beranjak dan akan mengambil nya,,
" Kakak mau apa in itu buah nya"
" Buang "
" Jangan di buang,, Lebih baik Kakak kasih ke siapa, suster atau Cleaning servis jadi di makan dan tidak mubazir "
Kevin mengangguk dan membawanya keluar,,
Nadia hanya membiarkannya.
inilah suaminya dengan rasa cemburu yang begitu besar namun di balik itu semua Nadia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan hati Kevin padahal di luar sana sangat banyak perempuan yang berebut untuk bisa memenangkan hatinya.
Kevin melihat dimana adanya seorang Cleaning Servis yang sedang bertugas, dia pun berjalan mendekat.
" Pa,, Ini buat Bapak " Ucapnya
" Ini semua Mas " Ucapnya dan Kevin tersenyum.
" Terima kasih banyak Mas "
" Sama sama Pa,, Saya Permisi "
__ADS_1
Kevin kembali berjalan menuju kamar Nadia yang menunggunya di dalam kamar.