Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 61


__ADS_3

Rumah Sakit Medistra Jakarta


Kevin menunggu Nadia yang masih di periksa Dokter di dalam,


Dia mengusap wajahnya melihat wajah Nadia yang begitu pucat.


Ting,,


Kevin merogoh nya dan mengernyit saat melihat pesan masuk dalam ponselnya,,


Tidak Lama Riko menghubungi nya..


" Halo Ko "


" Bagaimana keadaan Nadia "


" Masih di periksa "


" Semua Guru meminta Kalian untuk di keluarkan, tapi semua menunggu Pak Ahmad kembali "


Kevin menghela napasnya,,


" Dan Mereka meminta Ortu kalian datang ke sekolah besok bersama dengan Pak Ahmad "


" Oke thanks Ko "


Kevin menyimpan ponsel nya bersamaan dengan Dokter yang keluar.


" Bagaimana keadaannya " Ucap Kevin.


" Asam lambungnya naik, apa Mba Nadia sebelum nya makan sesuatu ?"


Kevin tampak diam dan dia teringat jika Nadia banyak makan Es Krim tanpa makan nasi.


" Es Krim dok "


Dokter tersenyum,,


dia pun menatap mereka yang masih mengenakan seragam sekolah dan mengira jika mereka sepasang kekasih.


" Baiklah,, Saya sudah meresepkan obat dan sebaiknya Mba Nadia di rawat untuk beberapa hari "


" Baik Dok "


Kevin mengurus semua Administrasi untuk ruang inap Nadia,


apa pun dia bakal lakukan untuk kesembuhan istrinya itu.


" Mama " gumam Kevin saat melihat layar ponselnya. dia pun menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.


" Halo Ma "


" Sebenarnya ada masalah apa Vin, Sekolah menghubungi Mama dan meminta Mama juga Papa ke sekolah besok "


" Pernikahan Aku dan Nadia tersebar di sekolah Ma "


" Astagfirullah,, Bagaimana bisa siapa yang menyebabkan nya ?"


" Gak tau Ma bahkan Mereka bilang jika Nadia hamil padahal Nadia hanya asam lambungnya naik makanya mual "


" Astaga,, terus dimana Nadia dia baik baik saja bukan "


" Nadia di Rumah Sakit Ma, dia pingsan saat di ruang guru "


" Baiklah Mama pulang Setelah Papa selesai Meeting "


" Mama hati hati "


Kevin menutup ponselnya dan masuk ke dalam ruang VIP dimana Nadia di rawat.

__ADS_1


Matanya menatap gadis yang terbaring lemas dengan selang infus di tangannya.


wajahnya pucat membuatnya merasa sangat terpukul.


Kevin berjalan mendekat dan menarik kursi, dia pun duduk dengan menggenggam dan mencium punggung tangan Nadia.


Andai saja waktu bisa diulang, dia tidak akan mengijinkan Nadia makan Es Krim terlalu banyak.


" eum,, "


Kevin langsung menatap Nadia yang mulai tersadar,,


" Aku dimana ?" Ucapnya lemah.


" Sayang,, Kamu di Rumah sakit karena pingsan tadi "


" Aku mau pulang " Ucap Nadia histeris.


bayangan dimana Kedua orang tuanya meninggal di Rumah sakit kembali datang dia sangat trauma dengan Rumah Sakit.


" Astaga Sayang "


Kevin memeluk Nadia untuk menenangkan nya, tidak mungkin Nadia pulang dengan kondisi yang masih seperti ini.


" Aku gak mau di sini, aku mau pulang ..


Ka, Plis bawa aku pulang "


" Sst,, Kamu tenang dulu "


Kevin mencoba menenangkan Nadia dan pelukannya hingga sudah tidak histeris.


Dia pun melepas pelukannya dan mengusap air mata di wajah pucat Nadia.


" Sayang Lihat aku " Ucapnya membuat Nadia menatapnya.


" Kamu harus di rawat beberapa hari karena kondisi Kamu yang sangat lemah "


" Aku sudah lebih baik,, Aku bisa istirahat di rumah Kak "


" Dengerin aku,, jika kamu di rumah kamu tidak istirahat nurut sama aku Oke "


Nadia terdiam dan menatap Kevin,,


" Bagaimana dengan sekolah "


Kevin menghela napasnya,,


" Sekolah mengirim surat untuk Mama datang besok "


" Tapi Ka,-


" Kamu gak usah khawatir Oke, Semua akan baik baik saja aku janji dan kita masih bisa sekolah " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia yang mengangguk.


" Oya kamu makan buburnya dulu terus minum Obat "


Nadia menatap Kevin yang mengambil mangkuk di atas meja samping ranjangnya.



" Tiup dulu masih panas, aku ambil minum dulu"


Nadia menerima mangkuknya ,,


" Aw panas " Rintih Nadia


" sayang,, Aku bilang masih panas kenapa langsung di makan "


" Aku lapar "

__ADS_1


" aku lihat dimana yang panas "


Kevin mengusap bibir Nadia dan meniupnya,,


Nadia menatap Wajah Kevin yang begitu dekat jantungnya berdetak cepat.


wajah yang sangat sempurna, alis tebal hidung mancung wajah mulus sungguh membuat siapa saja terpesona.


" apa sekarang masih panas?" Ucap Kevin dan Nadia menggeleng.


Kevin tersenyum,,



" Sini aku suapi Kamu "


Kevin mengambil mangkuknya dan meniup buburnya, dia pun menyuapi Nadia.


******


Sedangkan di Sekolah Gosip tentang Nadia juga Kevin terus menyebar, semua membicarakan mereka apalagi Nadia yang sangat terpojok dengan gosip jika dia hamil.


" *Gue gak nyangka jika mereka sudah menikah, benar benar patah hati gue "


" Kalau masih pacaran seenggaknya masih bisa putus tapi menikah ?"


" Terus benar jika Nadia hamil dan apa itu anak Kevin,, Oh My God dunia terasa runtuh "


" Tapi Ucapan Emeli juga ada benarnya,, Nadia baru pindahan 6bulan dari Bogor dan mereka langsung menikah gue rasa memang benar Nadia hamil dulu dan sengaja mendekati atau bahkan menjebak Kevin supaya ada yang bertanggung jawab untuk anak dalam perut nya*"


" Jaga bicara kalian, belum tentu semua gosip itu benar lagian Kepala sekolah juga belum memutuskan " Ucap Guruh menatap mereka.


" Tapi semua sudah jelas Ka, Nadia memang Hamil "


" Semua baru akan terbukti besok karena Sekolah sudah memanggil orang tua mereka, Dan kalian kenapa masih di luar bukannya kelas sudah masuk "


Semua Langsung bubar dan masuk ke dalam kelasnya,,


Guruh sendiri masih tidak percaya dengan semua gosip tentang Kevin dan Nadia.


" Gimana masih mau dengan cewek seperti Nadia, Polos tapi gak taunya ,-


Guruh menoleh dia menggeleng saat tau jika Emeli lah yang menghampiri nya.


" Gue bingung dengan kalian bisa suka dengan cewek kayak Nadia, oke dia memang cantik tapi kalian lihat dong gimana sifatnya liar , bisa jadi selama di Bogor dia juga sama dan di keluarkan dari sekolah karena hamil di luar nikah makanya dia pindah ke Jakarta "


Guruh menatap tajam Emeli yang terus menjelekkan Nadia,,


walau dia sudah merelakan Nadia bersama Kevin namun tetap saja tida terima jika ada yang menjelekkan Nadia.


" Jaga mulut Lo ,, Nadia tidak seperti yang Lo pikirkan "


" Terus dia cewek seperti apa ,, Masih SMA Kok Nikah ?"


Guruh menggeleng dan meninggalkan Emeli,,


Gue yakin jika Nadia akan di keluarkan dari sekolah dan dengan begitu tidak akan ada lagi yang akan menghalangi gue dekat dengan Kevin. gumam Emeli tersenyum dan berjalan menuju Kelasnya.


Sama halnya dengan Mita yang terus membela Nadia dari omongan semua siswi di kelasnya, mereka menjelekan Nadia dengan gosip yang beredar.


" Kalian sama sekali tidak bisa menilai orang hanya dengan berita berita yang belum tentu benar "


" *Alah Gak usah bela Nadia deh, semua sudah jelas Mit jika Nadia memang Hamil Lo juga bersama Nadia di kantin saat dia mual kan ?"


" Gue kasihan dengan Kak Kevin, siapa yang salah dia jadi kena imbasnya* "


Mita menggeleng,,


dia bingung harus bagaimana lagi semua gosip terus ramai.

__ADS_1


Dia pun duduk di kursinya ,,


__ADS_2