Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 70


__ADS_3

Wajah Nadia tampak pucat bagaimana tidak, dia baru saja keluar Rumah Sakit dan langsung mendapat masalah di sekolah, dia di fitnah membuatnya kembali drop.


" Sayang, kamu gapapa atau kita ke Rumah Sakit ?" Ucap Kevin dan Nadia menggeleng.


" Aku gapapa Kok, cuma sedikit pusing "


" Sorry,, Nad Lo minum dulu " Ucap Mita yang main masuk saja.


Nadia menerimanya dan meminumnya, sementara Kevin menatapnya.


" Lo kenapa sih Nad, pasti Lo mikirin masalah ini kan udah jelas Lo terbukti gak bersalah dan semua ini pasti ada orang yang gak suka sama Lo deh "


" Udah lah Mit,, biarin aja lah "


" Eh Engga bisa dong,, Kak Lo harus cari tau siapa orangnya dan gue juga bakal ikut cari tau"


Kevin menautkan alisnya Mendengar ucapan Mita namun di balik itu semua dia merasa bersyukur karena Mita merupakan Sahabat Istrinya dan selama ini dialah yang selalu bersama Nadia.


" Sebentar Sayang " Ucap Kevin saat ponselnya bergetar.


Kevin menjauh untuk mengangkatnya, itulah Irvan yang menghubungi Kevin jika hari ini semua barang masuk ke Cafe.


Nadia menatap Kevin dan menghela napasnya,


" Oya , ini Lo makan Roti dulu " Ucap Mita memberikan roti yang dia beli di kantin.


" Thanks Mit, gue makan "


Nadia membuka bungkusnya dan memakannya, dia memang belum makan karena sibuk mengurus masalahnya.


Kevin kembali menghampiri,,


dia mengusap wajah Nadia yang masih makan, dan terlihat pintu terbuka dialah Riko bersama Bian yang datang membawa Laptopnya.


" Gue denger Nadia pingsang, kenapa Nad " Ucap Bian.


" Gapapa Kok,, "


Bian mengangguk dan menoleh dimana Mita berdiri memainkan ponselnya,,


" Ada Lo juga ternyata "


Mita menatap malas Bian dan mencebikan bibirnya, mereka memang tidak pernah akur entah ada dendam apa diantara keduanya.


" Gue perlu bicara sama Lo Ko, Sayang aku keluar sebentar " Pamit Kevin dan Nadia mengangguk.


Riko mengikuti Kevin keluar, sementara Bian membulatkan matanya menatap kedua sahabatnya yang selalu main rahasia dengannya.


Kevin bersama Riko berada di lorong Sekolah yang tampak sepi,,


" Gue lihat Emeli bersama Miss Gresia di lorong sekolah entah mereka membicarakan apa yang jelas Miss Gress terlihat kesal terhadap Emeli" Ucap Kevin.


" Miss Gress bersama Emeli,, jangan bilang jika mereka sekongkol "


Kevin terdiam,,


" Gue butuh bantuan Lo "


Kevin membisikan sesuatu kepada Riko,,


" Oke " Ucap Riko dan Kevin mengangguk.


Mereka kembali menuju UKS untuk menemani Nadia di sana.


******


Nawang sampai di rumahnya dengan kesal, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi di sekolah .


Menantu kesayangan nya selalu di fitnah,,

__ADS_1


" Loh Ma, Mama dari Mana ?" Ucap Abdi yang sudah berada di rumah.


" Papa kenapa sudah di rumah bukannya ini masih siang "


Abdi mengernyit,,


serba salah memang jika beliau pulang malam salah dan pulang cepet pun salah.


" Mama,, sini duduk Papa ambilkan minum "


Nawang duduk dengan menyilang kedua tangannya, rasanya masih kesal saja walaupun semua sudah beres.


" Mama minum dulu terus cerita sama Papa kenapa Mama bisa sebel seperti ini "


Nawang meminumnya,


sementara Abdi tersenyum ,,


" Papa tau jika hari ini Menantu kesayangan Mama kembali di fitnah, Mama baru saja pulang mengurus semuanya "


" Maksud Mama, Ada Apa lagi di sekolah "


Nawang menghela napas nya,


dia pun menceritakan semuanya secara detail kepada suaminya.


namun raut menahan emosi di wajah Abdi, bagaimana pun Nadia kini sudah menjadi anaknya apalagi hubungan antara beliau dengan kedua orang tua Nadia yang begitu dekat.


" Terus apa semua sudah selesai dan siapa yang berani memfitnah Nadia "


Nawang menatap Abdi,,


" Itu tugas Papa bersama Kevin "


Abdi tertawa,,


Nawang terdiam,,


dia memang sudah merasa curiga dengan Gresia namun dia tidak mau asal menuduh tanpa bukti.


_____


Sepulang Sekolah,,


Kevin, Nadia , Riko, Bian juga Mita berjalan menuju parkiran seperti biasanya.


Nadia masih sedikit pucat namun ada Kevin yang selalu menjaganya.


" Nadia, Gue bisa bicara sama Lo " Ucap Guruh yang memang sengaja menunggu Nadia di sana.


Kevin menautkan alisnya kesal, masih saja Guruh mencari cari alasan untuk bisa dekat dengan Nadia.


" Nadia harus istirahat,, " Ucap Kevin yang kembali mengandeng Nadia.


" Sebentar Saja,, "


Mereka menghentikan langkahnya,,


Nadia menatap Kevin dan mengangguk dia pun memutar tubuhnya.


" Mau bicara apa "


" Gue Minta Maaf karena udah percaya dengan semua itu, tapi,-


" Semua sudah terlanjur, dan gue terbukti tidak memakainya "


Guruh mengangguk,,


" Sorry gue gak percaya sama Lo dan ,-

__ADS_1


Lagi lagi Nadia kembali memotong ucapan Guruh,,


" Seorang Ketua OSIS seharusnya bisa bijak menghadapi masalah dan bukan malah Langsung percaya begitu saja tanpa lebih dulu mencari tau kebenaran nya " Ucap Nadia dan pergi begitu saja meninggalkan Guruh yang berdiri mematung.


Kevin tersenyum menatap Guruh saat Ini, dia pun segera mengejar Nadia.


" Sorry Kak, gue gak nyangka Lo bisa berpikir seperti itu terhadap Nadia, gue berpikir kalau Lo pun tidak akan percaya tapi ,- Ucap Mita tersenyum dan menggeleng.


Sama Halnya dengan Nadia yang merasa kecewa dengan sikap Guruh, seharusnya dia bisa mencari tahu lebih dulu dan bukan langsung menyalakan nya.


Guruh hanya bisa diam dan menatap mereka yang pergi meninggalkan nya.


Di parkiran,,


Nadia berdiri di depan mobil Kevin dengan wajah kesal, dia kecewa dengan tingkah Guruh laki laki yang dia kira memiliki sifat baik.


" Sayang Hei, kenapa mukanya gitu " Ucap Kevin menatap Nadia.


" Gapapa "


Kevin mengacak rambut Nadia,,


" Guys,, Nga'Ve yuk " Ajak Bian


" Kalian aja, gue balik Nadia mesti istirahat " Ucap Kevin.


" Gue juga gak bisa " Lanjut Riko.


" Gue juga ada janji sama Nyokap " Mita pun ikut bersuara membuat Bina menggeleng.


" Gak asik kalian " Kesal Bian.


" Gue duluan "


Kevin membuka pintu mobil nya untuk Nadia, di susul dengan Mita yang juga masuk ke dalam Mobilnya.


Tinggallah Riko bersama Bian di sana,, Riko akan melangkah menuju mobilnya.


" Ayo lah Ko, tumben banget sih Lo gak mau "


" Gue sibuk hari ini "


" Memang nya Lo ngapain sih, tumben banget"


" Gue ada urusan,, "


" Urusan apa ?"


Riko terdiam, dia melihat dimana Gresia berjalan keluar.


" Gue duluan " Ucap Riko berlari masuk ke dalam mobilnya.


Dia segera melajukan keluar .


Kenapa tuh Bocah aneh,,


terus gue nongkrong sendiri dong hari ini.Batin Bian kesal.


Riko terus mengikuti Taxi di depannya,


Gresia berada di dalam Taxi tersebut.


Kevin memintanya untuk mengikuti Gresia karena dirinya tidak mungkin meninggalkan Nadia yang masih sakit.


Mobil mereka melewati jalanan yang sama sekali tidak pernah Riko lewati, jalanan kampung.


Namun Gresia terlihat turun dan berjalan masuk ke dalam sebuah Gang.


Riko pun meninggalkan mobilnya dan berjalan mengikuti Gresia, matanya menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihatnya sebuah kenyataan yang sama sekali berbeda jauh dengan apa yang selalu di lihatnya setiap hari di sekolah.

__ADS_1


__ADS_2