
Nadia menatap wajahnya di depan cermin, beberapa Jam ke depan dia akan berada di dalam ruangan bersama semua Staf juga Pemegang Saham di Perusahaan Orang tuanya. walau Pemegang Saham terbesar adalah Orang tuanya namun tetap saja beberapa dari mereka menginginkan untuk bertemu dengan ahli waris Perusahaan.
Kevin tersenyum dan mengusap pucuk rambut istrinya, dia tau jika Nadia nervous saat ini namun dia yakin jika istrinya pasti bisa menyelesaikan nya dengan baik.
" Sudah siap ?" Ucapnya mengusap lembut rambut Panjang Nadia yang sengaja di gerai.
Nadia tampak menghela napasnya dan mengangguk,,
Cukup lah materi yang sudah Nicol kirim untuknya,,
" Kita Jalan sekarang ?"
" Aku ambil Laptop sama Tas sebentar "
Nadia beranjak mengambil tas juga Laptopnya di atas meja dan mereka berjalan keluar.
Terlihat Abdi juga Nawang yang berada di sana, mereka menatap putra dan menantunya yang berjalan turun.
" Sayang,, Bunda yakin jika Menantu Bunda ini bisa menyelesaikan nya dengan sangat baik " Ucap Nawang mengusap wajah Nadia yang tampak tersenyum namun juga tetap terlihat gugup.
" Doain Nadia ya Ma " Ucap Nadia dan Nawang mengangguk .
" Ingat Yang Pernah Papa bilang Nak, Lakukan sebisa Kamu dan Papa mendukung Kamu Oke" Ucap Abdi.
Nadia mengangguk,,
Dengan semangat dari Mertuanya rasa gugupnya sedikit Berkurang, dia merasa bukan menjadi anak kandung mereka dan bukan menantu.
" Kita berangkat sekarang ?" Ajak Kevin.
" Pa, Ma,, Nadia berangkat dulu Doain Nadia ya" Pamit Nadia mencium punggung tangan mereka
" Pasti Sayang,, Hati hati "
Kevin menggenggam tangan Nadia dan berjalan keluar.
Sebenarnya Nicol meminta mereka untuk menginap saja di Bogor, namun Nadia menolak hingga pagi ini mereka harus ke Bogor pagi dan ijin Sekolah.
_____
Dalam Perjalanan Nadia masih membuka Laptopnya, Namun Kevin melarangnya karena bisa membuat Nadia pusing.
" Sayang,, Tutup Laptopnya Oke, Nanti kamu malah pusing."
" Tapi Kak, Aku masih ada yang belum paham "
" Semalam kamu sudah belajar hingga Larut, Percaya sama aku kamu pasti bisa melakukan nya "
Nadia menatap Kevin dan akhirnya mengangguk, dia pun menutup Laptopnya dan menatap Jalanan lurus.
*******
Bangunan Tinggi menjulang daerah Bogor, Bangunan pencakar langit yang sangat megah dan bonafit dimana Nicol sedang menunggu kedatangan Nadia hari ini.
Sesuai keinginan beberapa Pemegang saham lainnya jika mereka sangat ingin bertemu Putri pewaris tunggal dari Perusahaan Namera .
Karena selama ini Rekso lah yang telah mengurus semuanya dan setelah kecelakaan hanya Nicol yang mengambil alih semuanya.
__ADS_1
" Pak Nicol,, Nona Nadia sudah datang bersama suaminya " Ucap Sekretaris Nicol.
Nicol beranjak dan tersenyum saat melihat Nadia yang tampak cantik dan Anggun dengan Pakaian yang di kenakan saat ini.
" Om senang Kamu datang Nadia. " Ucap Nicol
" Pasti Om, karena Perusahaan ini peninggalan Papa dan Nadia harus mempertahankan nya. "
Nicol mengangguk,,
Dia sendiri telah menganggap Nadia seperti keponakannya sendiri dan selama ini walau mereka tidak sering bertemu namun mereka selalu komunikasi dan Nicol selalu mengirimkan semua Laporan perusahaan ke Nadia.
" Kevin,, Kamu Apa kabar ?" Ucap Nicol menatap Kevin yang berada di samping Nadia.
" Halo Om, Baik Om sendiri bagaimana ?"
" Seperti yang kamu lihat . "
Nicol menatap Nadia yang terlihat diam,,
" Mereka hanya ingin bertemu dan mengenal kamu Nadia, Jadi kamu jangan gugup ya "
Nadia mengangguk..
" Masih ada waktu satu Jam lagi, Apa ada yang ingin Kamu tanyakan ?"
" Ada Om,, Jadi Nadia masih sedikit bingung di bagian ini. "
Nicol mengangguk,,
" Kita duduk dan Om akan jelaskan "
Kevin sendiri berada di samping Nadia dan menatapnya, Andai saja dirinya bisa menggantikannya maka Nadia tidak akan terus tidur larut.
" Maaf Pak Nicol, Semua sudah berada diruang meeting. "
" Kamu siap Nadia ?"
" Siap Om "
Nicol mengangguk,,
" Semangat Ya ,, Aku tau kamu pasti bisa melakukan, Aku tunggu di sini Oke " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia yang menatapnya.
" Doain Aku "
" Pasti Sayang. "
Nadia mencium punggung tangan Kevin dan di balas ciuman di kening Nadia,,
Nicol tersenyum menatap kemesraan mereka.
Rasanya bersyukur Nadia menikah dengan laki laki baik seperti Kevin.
dan sebenarnya selama ini Nicol mencari tau siapa Mertua Nadia dan juga dia selalu mengawasi Nadia dengan menyuruh orang terus mengawasi dan melaporkan nya.
" Kita ke ruang meeting sekarang ?" Ajak Nicol
__ADS_1
" Iya Om. "
Nadia berjalan keluar bersama Nicol dan Kevin hanya bisa menunggu di ruangan Nicol tanpa bisa menemani istrinya.
Ini merupakan rapat intern perusahaan dan dia tidak bisa ikut masuk ke dalamnya walau statusnya sudah menjadi suami Nadia.
Dengan mengusap bismillah dan meyakinkan dirinya, Nadia berjalan penuh Yakin bersama Nicol menuju ruang meeting hingga terlihat ruangan besar bertuliskan MEETING ROOM membuat Jantung Nadia semakin berdetak cepat. tangannya terasa dingin namun semangat dari Suami juga Mama, Papa mertuanya membuat nya bisa melawan rasa gugup itu.
Nicol membuka pintu ruangan, terlihat beberapa Staf sudah berada di sana bahkan orang orang tertinggi di Bogor pun berada di sana menatapnya.
Nadia berjalan berdampingan dengan Nicol, membuat semua menatapnya.
Mungkin untuk Beberapa Staf sudah banyak yang tau dan mengenal Putri Semata wayang dari Bos mereka.
" Maaf,, Karena membuat Kalian menunggu " Ucap Nicol membuat semua langsung menatap kearahnya.
Nadia tampak tersenyum dan menunduk kan kepalanya menatap semua yang ada di sana, namun satu dari mereka menautkan alisnya saat melihat Nadia berdiri di depannya.
dialah Bimantara Ayah dari Emeli gadis yang kini berada di dalam Penjara akibat ulahnya yang akan mencelakai Nadia.
" Nadia " Lirih Bima membuat Nadia menoleh.
Nadia tampak kaget,,
Perasaan nya semakin kacau menginat Emeli yang sudah akan mencelakai dirinya dan bagaimana saat malam itu mereka memohon kepadanya untuk mengeluarkan Emeli dari Dalam Penjara.
" Nadia, Kamu mengenal Tuan Bimantara ?" Ucap Nicol.
" Nona Nadia ini teman satu sekolah Putri saya Tuan " Ucap Bimantara.
Nadia terdiam,,
Nicol mengangguk karena memang dia belum tau siapa yang sudah berniat mencelakai Keponakan nya.
" Nadia, Kamu bisa duduk di samping Om "
" Iya Om "
Bimantara semakin di buat bingung, Ternyata Gadis yang akan di celakai putrinya bukan gadis biasa.
selain dia menantu dari Pengusaha nomor satu di Jakarta dan ternyata Nadia malah Pemilik Perusahaan Namera.
" Baiklah semua, Kita akan mulai Meeting Hari ini,, Sebelumnya Saya akan mengenalkan Ini Adalah Nadia Almera Putri pewaris dari Namera Grup dan sesuai dengan keinginan Anda semua jika ingin bertemu dan mengenal Putri dari Tuan Rekso.
Silahkan Nadia. " Ucap Nicol dan Nadia mengangguk.
Nadia tampak berdiri,,
Dia sedikit membungkuk kan tubuhnya menghormati semua yang berada di sana.
" Selamat Pagi semua,, Perkenalkan Saya Nadia Almera Putri dari Ayah Saya Tuan Rekso.
Di sini Saya ingin kita bisa saling mengenal dan bekerja sama dalam membangun Perusahaan.
Namera Grup, Perusahaan yang sudah Papa Saya ditinggalkan dan sebagai seorang anak saya akan berusaha untuk bertanggung jawab juga melanjutkan usaha yang sudah Papa Saya bangun dari Nol. "
Nadia menjeda ucapan nya,,
__ADS_1
dia tampak menarik napasnya namun matanya kembali menatap dimana Bimantara duduk dan tampak diam menunduk.
sebenarnya Banyak pertanyaan dalam benak Bimantara, buka hanya pertanyaan namun juga rasa semakin takut yang besar terhadap Bisnis juga nasib keluarganya setelah tau siapa Nadia itu.