
Nadia menatap kesal Kevin pagi ini, karena dia tidak diijinkan masuk sekolah karena harus istirahat padahal tubuhnya baik baik saja luka di kepalanya pun tidak merasa pusing.
Kevin yang sudah bersiap tersenyum menatap istrinya yang terus saja manyun, dia berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya.
" Udah dong ngambeknya "
Nadia hanya melirik kesal,,
" Aku mau sekolah Kak, lagian di rumah ngapain coba luka aku ini juga udah gak sakit."
" Istirahat Sayang,, nurut ya sehari saja besok aku ijinin kamu masuk "
" Kalo aku terus ijin terus aku gak lulus gimana coba,, Mau jadi apa aku nantinya Kak "
" Jadi istri aku dong Sayang,, kalaupun gak lulus juga gak masalah karena tugas kamu hanya di rumah, dan aku yang akan bekerja mencari uang untuk kamu "
" Sekarang kita turun sarapan, atau aku minta bibi buat antar sarapan ke kamar."
" No,, Kita sarapan di bawah." Ucap Nadia turun.
Kevin terkekeh,,
semakin cantik dan menggemaskan melihat Nadia saat kesal seperti ini.
Mereka berjalan turun dan terlihat Nawang juga Abdi yang sudah berada di meja makan.
" Pagi Pa, Ma " Sapa Kevin berbeda dengan Nadia yang langsung duduk membuat mertuanya heran.
" Loh Loh,, Kenapa menantu Mama cemberut gini , Ada apa sayang cerita sama Mama."
Nadia menghela nafasnya,,
" Kak Kevin gak bolehin Nadia sekolah Ma, Masa Nadia di suruh Istirahat padahal Nadia gapapa. "
" Luka kamu masih basah Sayang ,gimana kalau kamu pusing lagi " Ucap Kevin yang tidak mau kalah.
" Maaf Sayang,, Mama rasa ucapan Kevin benar kamu lebih baik ijin Jangan sekolah dulu ya istirahat "
" Mama Benar Nak,, Atau kamu bisa menghafal hal hal yang akan kamu siapkan untuk ke Perusahaan " Lanjut Abdi.
" Tuh Kamu dengan Kan,, Tapi ingat jangan terlalu nanti kamu kembali pusing "
" Iya,,, "
Nawang tersenyum melihat nya,,
" Ya Sudah kita sarapan dulu, keburu dingin nanti "
Mereka mengangguk dan menikmati sarapan paginya.
_______
Riko sampai di sekolah bersama Bian namun belum terlihat mobil Kevin di sana, dia mengira jika Sahabat nya itu akan ijin mengingat keadaan Nadia.
Namun tidak lama terlihat mobil masuk membuat keduanya menolah, benar saja itu adalah Mobil Kevin.
" Gimana keadaan Nadia Vin " Ucap Riko saat Kevin keluar.
" Alhamdulillah Nadia baik baik Saja, lukanya tidak parah dan untungnya dia tidak syok "
Riko mengangguk,,
berbeda dengan Bian yang merasa banyak pertanyaan di otaknya.
" Bentar deh,, Memang nya Nadia kenapa sih, Luka, Syok ?" Ucap Bian.
__ADS_1
" Ceritanya panjang, jadi kemarin Nadia hampir saja mendapatkan pelecehan."
" What,, Maksudnya ?"
" Nadia di telpon orang tidak di kenal bilang jika Kevin kecelakaan dan Nadia di suruh datang ke Gudang kosong."
" Gila,, siapa pelakunya "
" Untung nya kita datang tepat waktu dan membawa pelaku nya "
" Terus gimana Nadia, pulang sekolah kita ke rumah Lo deh Vin jenguk Nadia "
" Istri gue baik baik Saja,, " Ucap Kevin berjalan masuk .
" Yailah,, Sebucin itu Kevin sama Nadia " Ucap Bian yang langsung membuat Riko tertawa.
Mereka berjalan masuk menyusul Kevin,,
Sedangkan Emeli mengepalkan tangannya, dia mendengar semua pembicaraan mereka bahkan mendengar Nadia baik baik saja membuatnya semakin emosi.
Bruk..
" Jalan pakai mata Lo " Kesal Emeli saat menabrak seseorang.
" Lo juga pakai mata kalo jalan "
Mita tidak kalah, seharusnya yang marah dirinya karena Emeli menabrak nya namun malah terbalik.
" Kurang ajar Lo "
Mita memejamkan matanya saat Emeli akan menamparnya namun seseorang Lang menghalangi nya.
" Jaga sikap Lo, Jangan seperti preman."
Mita membuka matanya dan terlihat Guruh berdiri menahan tangan Emeli.
Emeli mengibaskan tangannya,,
" Awas Lo "
Mita menghela napas,,
" Lo gapapa ?" Ucap Guruh menatap Mita yang menggeleng.
" Gapapa,, Thanks Kak udah bantu gue."
" lebih baik jangan bikin masalah dengan orang seperti Emeli, dia tidak pernah memiliki hati dan perasaan."
" Kaya Setan Aja " Ucap Mita terkekeh membuat Guruh tersenyum.
Mita menatap Guruh,,
Kali pertama dirinya kembali melihat Guruh tersenyum.
Dulu di saat bersama Nadia , Guruh akan selalu tersenyum namun saat tau jika Nadia telah menikah senyuman itu hilang di wajah tampan sang Ketua OSIS.
" Udah Bel,, Kita masuk " Ajak Guruh dan Mita mengangguk.
Mereka berjalan masuk,,
Emeli kerus mendengus kesal,, namun matanya menatap Gresia yang berjalan.
Gresia yang juga melihat nya biasa saja dan terus berjalan hingga jarak mereka semakin dekat.
__ADS_1
" Kenapa kamu masih berada di luar, Bel sekolah telah berdering apa kamu tidak mendengarnya ?" Ucap Gresia menatap Emeli.
" Masuk atau Saya buat surat panggilan orang tua kamu Emeli." Lanjut Gresia membuat Emeli menghentakkan kakinya dan masuk ke dalam kelas.
Gresia menggeleng,,
Emeli tidak seperti siswi Lainnya, dia bersikap seenaknya saja bahkan dia tidak pernah peduli dengan aturan sekolah.
Di dalam kelas,,
Emeli menatap Kevin yang sudah berada di kursinya bersama Riko, dia kembali melangkah melewati nya namun di saat tepat samping Kevin Emeli kembali meliriknya.
Riko yang terus menatap gerak gerik Emeli merasa sedikit curiga.
" Lo bener bener superhero buat Nadia kemarin Vin " Ucap Riko sengaja.
" Ya masa Cewek secantik Nadia bak bidadari gak dapet Superhero sih. " Lanjut Bian.
" Gue rasa kalau ada Sutradara bisa di jadiin film, Keren,, Keren.. "
Riko mengacungkan jempol nya, membuat Kevin menggeleng,,
Baik Riko ataupun Bian sengaja terus memanasi Emeli.
mereka tau jika Emeli pasti mendengar kan pembicaraan mereka.
Dan Emeli meremas kertas di depannya, dia sangat emosi Mendengar mereka terus membicarakan Nadia juga Kevin.
******
Sementara Nadia,,
Dia membuka Laptop nya , dia akan mulai mempelajari Berkas yang Nicol kirimkan.
Untuk pertama dia menatap beberapa nama pengusaha yang juga memiliki Saham di Perusahaan orang tuanya.
Namun di saat dia membaca satu nama yang tidak Asing baginya namun dia sendiri lupa siapa.
" Lagi apa sayang " Ucap Nawang duduk di samping Nadia.
Nadia menoleh,,
" ini Ma, Nadia lagi baca email Om Nicol "
Nawang mengangguk,,
" Terus kenapa kamu berpikir, apa ada yang kamu bingung ,, lebih baik tunggu Kevin atau Papa Sayang "
" Bukan Ma,, Nadia hanya familiar dengan nama ini, seperti nya Nadia pernah dengar nama itu tapi dimana dan siapa ?"
Nawang menatap layar Laptop,,
" Namanya juga seorang Pengusahaan Sayang, jadi namanya juga sering muncul di berita."
" Bener juga ya Ma,, "
" Ya Sudah kamu kembali membaca, Mama temani kamu di sini ya."
" Oke Ma "
Nadia kembali mulai memahami nya, di setiap poin dia akan mencatat dan sesekali dia menghubungi Nicol untuk menanyakan apa yang tidak dia mengerti.
Nawang tersenyum,,
dia bangga dengan menantu cantiknya, Rekso dan Hanung berhasil mendidik Nadia dengan sangat baik.
__ADS_1
terlihat dari sifatnya juga kemampuan berpikir nya.
Karena saat sekolah baik Rekso ataupun Hanung pun selalu juara kelas.