
Riko mengambil ponselnya untuk mengetikan sesuatu namun malah dia di Kaget kan dengan Pesan masuk di ponselnya,,
****,, Umpatnya langsung beranjak ,,,
" Kevin butuh bantuan, ikut gue " Ucap Riko berlari menuju Mobil nya yang langsung diikuti semua temannya.
______
Di tempat Lain,,
Nadia merasa ketakutan karena Mobil mereka di hadang beberapa anak genk motor, salah satu dari mereka seperti nya Nadia pernah melihat.
Nadia lah yang menghubungi Riko dengan ponsel Kevin yang berada di dalam mobil, sedangkan Kevin turun sendiri dengan menyuruh Nadia mengunci semua pintu mobil.
Ya Allah,,
Lindungi Kevin, jangan biarkan dia terluka .
Kevin menatap beberapa orang di hadapan nya, mereka menggunakan helm untuk menutupi wajahnya namun tidak lama terlihat seseorang datang menggunakan mobil dan Kevin mengernyit saat melihat mobil yang sama yang hampir mencelakai Dirinya juga Nadia di Cafe.
Dialah Mario bersama Jefri yang jalan mendekat.
" Kalian " Ucap Kevin membuat keduanya tersenyum,,
" Hai kita ketemu Lagi,, " Ucap Mario
" Apa lagi Mau Lo "
" Hahahaha,, Gue mau kita kembali tanding " Ucap Jefri.
Kevin menautkan alisnya,,
" Tanding,, Berapa kali Lo mau kita tanding percuma karena team gue yang bakal menang "
" Gak usah sombong Lo , atau Lo malah takut ?"
" Sorry gue gak pernah takut "
Mario menatap Nadia yang berada di dalam mobil,,
" Gue Liat Cewek Lo cantik juga "
" Jangan pernah ganggu cewek gue " Ancam Kevin.
" Oke,,gue gak akan ganggu dia asal Lo terima tantangan gue Kali ini "
Kevin menatap Nadia yang terlihat ketakutan,,
" Apa tantangan nya "
" Malam ini gue tunggu Lo balap motor Jam 7 "
" Balap Motor ?"
" Kenapa,, Lo takut ?? "
" Gue bilang gue gak pernah takut dengan apa pun "
" Hahahaha,, Sean Kevin Permana ternyata Lo memang Cowok sombong .
Datang dan kita balap atau Cewek Lo ,-
" Fine,, Gue setuju .
Tapi setelah gue memang Kalian jangan pernah lagi ganggu Team gue atau Cewek gue "
" Oke "
" Guys,,kita cabut " Ucap Jefri membuat semua menuju motor dan melaju pergi begitu juga Jefri dan Mario.
Nadia langsung keluar Mobil ,,
" Kak,, " Ucapnya membuat Kevin menoleh .
Nadia berlari dan langsung memeluknya, dia sangat takut terjadi sesuatu dengan mereka.
" Aku takut " Ucapan memeluk erat Kevin.
" Mereka sudah pergi,, Ada aku di sini jangan takut Oke "
Kevin mengusap punggung Nadia,
tidak lama terlihat beberapa mobil datang menghampiri.
" Kevin,,Nadia " Ucap Riko berlari mendekat.
__ADS_1
Nadia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya,,
" Kalian gapapa,, Dimana mereka "
Kevin menautkan alisnya bingung, kenapa semua bisa datang padahal dirinya Sama sekali tidak memberitahunya.
" Nadia Chat gue, Kalau Kalian di kepung, dimana mereka dan siapa sebenarnya mereka "
Kevin menghela napasnya,,
" Jefri dan Mario,, "
" Gila,, mau apa Lagi mereka udah jelas kalah masih belum terima " Ucap Bian
" Mereka ngajak Balap motor malam ini "
" Apa,, Terus Lo terima "
Kevin mengangguk,,
" Kak,, Kenapa di terima sih kalau Kakak kenapa kenapa gimana aku gak mau "
Kevin menatap Nadia dan tersenyum,,
" Itu gak akan pernah terjadi, Karena aku sudah janji buat terus jaga kamu " Ucapnya mengusap wajah Nadia.
" Ciih,, dasar ,, Gak usah Sok bisa balap motor Lah Vin " Kesal Riko.
" Kalian tenang aja, Tapi thanks Kalian datang ke sini "
" Oke,, Malam ini gue temani Lo ke sana " Ucap Riko.
" Gue Juga Ikut " Lanjut Bian.
" Kita semua ikut "
Kevin tersenyum dan menggeleng,,
Semua temannya memang sangat respect terhadap nya.
" Thanks,, Gue antar Nadia pulang dulu "
" Aku gak mau pulang, Aku mau Ikut " Ucap Nadia membuat Kevin menatapnya.
" Gak Ka,, Aku mau ikut "
" Dengar Kata su,-
Kevin segera menghemat ucapannya, dia lupa jika di sana masih ada semua teman nya.
" Di sana juga bahaya, Aku gak mau terjadi sesuatu sama Kamu Nadia "
" Tapi Kak,,
" Aku janji akan baik baik saja , Sekarang kita pulang ya "
Kevin mengandeng tangan Nadia,,
" Gue balik dulu,, Kalian balik ke Cafe dan gue bakal ke sana " Ucap Kevin berjalan menuju Mobil.
" Nadia benar benar sudah merubah Si Kulkas, Bahkan nada bicaranya lembut kaya Es Krim " Ucap Bian.
" Kulkas juga manusia kali, Bilang aja Lo sirik "
" Yah Ko,, Gue juga mau kali punya cewek modelan Nadia "
" Rebut aja tuh dari Kevin kalo Lo berani "
Bian menggidik,,
Membuat semua tertawa dan masuk ke dalam mobil masing masing.
********
Kevin dan Nadia sudah sampai di rumah, Namun Nadia tampak enggan melepaskan tangan Kevin yang masih di genggam nya.
Suasana Rumah Sepi, Kedua orang tua Kevin sedang pergi.
" Gak usah pergi,, " Ucap Nadia menahan tangan Kevin.
" Kenapa Hem,, Mau aku temani atau mau kita,-
" Kak,, Kenapa sih masih bisa bercanda.. "
Kevin tersenyum dan duduk di samping Nadia, menggenggam kedua tangan nya dan menatapnya,,
__ADS_1
" Semua ini harus di selesaikan Sayang biar mereka tidak Lagi mengganggu Kita "
" Tapi Aku gak mau terjadi sesuatu sama Kakak"
" Aku pasti hati hati,, Aku janji bakal segera kembali "
Nadia menggeleng,,
" Sstt,, "
Kevin menarik Nadia dan memeluknya,,
" Bukannya kamu tau Apa janji aku sama kedua orang tua kamu saat di makam, Aku janji untuk menjaga kamu Sekarang dan selamanya dan aku gak akan pernah ingkari janji itu "
Nadia masih menggeleng,,
" Dengerin Aku,,
Kamu percaya sama aku " Ucapnya menangkap wajah Nadia yang terlihat jelas sangat khawatir.
" Janji kamu bakal kembali dengan selamat "
" Ya Aku janji "
Nadia mengangguk,,
Kevin mengusap pucuk rambut Nadia dan mengecup dalam keningnya,,
" Aku jalan dulu, Kamu istirahat ya "
" Kak,, " Ucap Nadia membuat Kevin kembali menoleh.
" Hati hati "
Kevin tersenyum dan mengangguk,,
Dia berjalan keluar meninggalkan Nadia di kamarnya.
******
Sean Coffee.
Semua sudah berada di sana, wajah mereka tampak serius membuat Irfan bingung.
" Kenapa wajah kalian serius gini, ada apa sih sebenarnya "
" Kevin bakal ngetrek malam ini "
" Maksudnya Balap Motor ?"
Bian mengangguk,,
" Gak mungkin,, Selama ini Bos gak pernah naik motor "
Riko terdiam,,
Sebenarnya dia begitu khawatir dengan Kevin, Apa dia bisa kembali mengendarai motor setelah kejadian beberapa tahun yang lalu, Apa Kevin bisa mengendalikan motor , Bagaimana jika nantinya Kevin kembali Kecelakaan dan,-
Riko mengusap wajahnya kasar,,
Dia sangat tau apa yang terjadi dengan sahabat nya dulu.
" Sorry gue lama " Ucap Kevin membuat semua menoleh.
" Apa Jefri sudah kirim alamatnya " Ucap Kevin menatap Riko.
Riko menghemat napasnya,,
" LO serius terima tantangan mereka "
" Gue serius, dimana alamatnya "
" Vin, Tapi dulu Lo,-
" Gue gak mau terjadi sesuatu dengan Nadia " Potong Kevin teringat saat Mereka akan mengganggu Nadia .
" Nadia,, Maksudnya ?" Ucap Bian
" Mereka mengancam akan melukai Nadia kalau gue gak terima ajakan Balap mereka."
" Breng*** ,, Gak tau malu banget mereka kalah tapi gak mau ngaku kalah "
" Ko,, Dimana alamatnya dan kita segera ke sana sekarang "
Riko mengangguk dan mengambil Ponselnya,,
__ADS_1