
Kevin menatap Nadia yang sudah terlelap, dia terus menemani tanpa meninggalkan nya walau sebentar.
Kepalanya pusing memikirkan bagaimana di sekolah nantinya.
" Vin,, bagaimana keadaan Nadia " Ucap Nawang yang baru saja datang bersama Abdi.
" Pa,, Ma " Ucap Kevin beranjak dan mencium punggung tangan mereka.
" Kenapa semua bisa terjadi, siapa yang menyebarkan berita tentang kalian " Ucap Abdi
Nawang menatap Nadia yang terlelap,,
Dia merasa tidak tega melihat nya,,
" Kalian bicara di luar, kasihan Nadia masih tertidur " Ucap Nawang.
Abdi menatap Nadia dan mengangguk,
mereka berjalan keluar.
" Aku tinggal sebentar " Lirih Kevin mengecup kening Nadia.
Kevin menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya tentang apa yang terjadi di sekolah dan kondisi Nadia seperti ini.
" Siapa sebenarnya yang menyebabkan berita bohong ini ?" Ucap Nawang
" Apa di sekolah ada yang sudah di tau status Kalian ?" Ucap Abdi dan Kevin mengangguk.
" Sudah Pa,Riko dan Mita temen Nadia "
Abdi mengangguk,,
" Sudah lah Papa akan mencari tau siapa, sekarang kamu fokus untuk kesembuhan Nadia biar sekolah Papa yang akan mengurus nya "
" Makasih Pa,,
Papa dan Mama baru sampai di Jakarta, kalian pulang saja biar Aku yang jaga Nadia di sini "
" Ya Sudah,, besok pagi pagi Mama ke sini sekalian bawa pakaian kalian "
" Makasih Ma,,"
Setelah orang tuanya pulang, Kevin kembali masuk ke dalam untuk menemani Nadia.
Rasanya sangat lelah hari ini, masalah di sekolah ,kondisi Nadia sungguh membuat khawatir.
" Kak " Ucap Nadia membuat Kevin menatapnya..
" Kenapa Sayang "
Nadia menggeleng,,
Kevin mengusap pucuk rambut Nadia,,
" Tidur lagi ya kamu harus banyak istirahat "
" Tapi aku mau di peluk "
Kevin tersenyum,,
Nadia memang terkadang manja dengannya dan sebagai suami dia pun akan senang.
" Manja ?" Ucapnya dan Nadia mengangguk.
Kevin bangun dan memeluk Nadia,,
__ADS_1
dan mengecup keningnya,, Nadia tersenyum dan kembali memejamkan matanya hingga terlelap.
******
Keesokan Hari nya.
Kevin sudah bersiap untuk ke sekolah, sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Nadia namun karena masalah di sekolah dia harus berangkat.
Untung nya Nawang ke Rumah Sakit bersama salah satu asisten di rumah untuk menjaga Nadia selama Mereka ke sekolah.
" Sayang Mama tinggal sebentar ya, setelah selesai Mama kembali temani kamu " Ucap Nawang mengusap pucuk rambut Nadia.
" Iya Ma,, Maafin Nadia ya Ma "
Nawang tersenyum,,
" Ini bukan salah kamu Sayang,, Ingat jangan banyak pikiran semua bakal baik baik saja "
Nadia mengangguk,,
" Aku ke sekolah dulu," Pamit Kevin dan Nadia mengangguk.
" Mba, titip Nadia jangan tinggalin dia "
" Baik Mas Kevin "
Nadia mengecup kening Nadia dan berjalan keluar.
Abdi akan menyusul ke sekolah setelah urusan di kantornya,
sementara Nawang berangkat bersama Kevin.
" Jadi apa benar Nadia hamil ?" Ucap Nawang mengagetkan Kevin.
" Maksud Mama ?"
Kevin menggeleng,,
" Nadia hanya sakit lambung Ma dan bukan Hamil "
" Kalian sudah menikah jadi wajar jika memang Nadia hamil "
" Kita saja belum melakukan nya " Lirih Kevin
" Apa Vin,, kamu bicara apa tadi Mama tidak mendengar nya "
" Bukan apa apa Ma "
Nawang menggeleng dan menatap lurus, dia sendiri sangat tau bagaimana antara putra dan menantunya walau mereka sudah menikah namun mereka masih sadar akan status mereka seorang pelajar.
Hingga mobil sampai di parkiran,,
Semua mata menatapnya dimana Nawang keluar mobil bersama Kevin.
semua tau siapa yang datang karena memang keluar Permana menanamkan saham di Sekolah dan mereka memberikan donatur setia bulannya walau sebenarnya SMA Pelita termasuk Sekolah Elit di sana.
" Selamat pagi Nyonya Nawang " Ucap Gresia tersenyum saat melihat mereka datang.
" Pagi Bu Gres,, "
" Silahkan Masuk,, Pak Ahmad sudah menunggu di dalam "
Nawang mengangguk dan masuk bersama Kevin.
Sudah beberapa Guru di sana juga Pak Ahmad yang sudah pulang.
__ADS_1
" Selamat Pagi semua Maaf membuat semua menunggu " Ucap Nawang
" Tidak Nyonya,, silahkan duduk " Ucap Ahmad dan Nawang tersenyum.
Kevin duduk bersama Nawang,,
" Dimana Tuan Abdi ?"
" Oya Sebentar lagi Datang karena harus mengurus sesuatu lebih dulu "
" Selamat Pagi semua Maaf saya terlambat " Ucap Abdi yang baru saja datang di samping Kevin.
" Tidak Tuan Kami belum memulainya "
Abdi mengangguk ,,
" Sebelum nya saya minta maaf karena menggangu waktu Tuan dan Nyonya, Tapi karena sebuah masalah kami memanggil Kalian ke sekolah. "
" Silahkan Pak Ahmad,, Apa yang sudah terjadi walau sebenarnya Putra saya sudah menceritakan semuanya "
Pak Ahmad menceritakan semuanya bahkan tuntutan dari semua wali murid jika mereka menginginkan Jika Nadia di keluarkan dari sekolah karena Hamil.
" Hamil,, Siapa yang bilang jika Nadia hamil dan itu berdasarkan apa ?" Ucap Abdi
" Loh Nadia mual dan muntah saat di kantin, dia bukannya hamil ?"
" Maaf Bu Gres,, Anda sudah pernah merasakan Kehamilan bukan dan apa yang terjadi dengan Nadia itu bisa di bilang karena dia hamil , Apa kalian sudah mengeceknya lebih dulu ?"
Semua terdiam,,
" Tapi mereka sudah menikah, dan sesuai aturan sekolah jika melarang muridnya untuk menikah selama masih berstatus pelajar "
" Silahkan kalian bisa tanya kan kenapa Pak Ahmad karena beliau salah satu saksi dalam pernikahan Kevin dan Nadia " Ucap Abdi membuat semua menatap Ahmad.
" Bapak Ibu semuanya tenang,,
Saya memang menjadi saksi di pernikahan Kevin juga Nadia saat itu, Tuan Abdi sengaja melakukan semua itu untuk menjaga jika nantinya akan terjadi hal seperti ini.
Sekarang Saya hanya ingin menanyakan kepada Kevin,, Apa berita itu benar jika Nadia hamil ?" Ucap Ahmad menatap Kevin.
Kevin terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya,,
" Silahkan Anda juga yang lain bisa melihatnya sendiri,, Saya dan Nadia memang sudah menikah tapi kami masih tau batas sebagai seorang pelajar dan kami sama sekali tidak melakukan di luar batas.
saat itu Nadia mual karena lambungnya kambuh hingga membuat Perutnya mual, Dia sama sekali tidak makan hingga pingsan dan bukan karena Hamil.
Itu adalah hasil pemeriksaan Nadia kemarin dan jika masih ada yang belum percaya silahkan bisa Cek di Rumah Sakit Medistra karena Nadia di rawat di sana saat ini."
Semua guru menatap hasil Laboratorium yang di bawa Kevin,,
Sementara Abdi menatap Kevin dan tersenyum, dia bangga dengan sikap tegas putranya.
" Jadi Apa masih ada yang perlu kalian tanyakan ?"
Semua terdiam,,
ternyata semua hanya salah paham dan berita yang beredar itu tidak benar.
" Maaf Bapak Ibu,, Sebagai Orang tua dari Kevin dan Nadia saya sendiri merasa terganggu dan tersinggung dengan pemberitaan itu tapi saya sendiri maklum dan kami akan menghapus semua berita yang sudah beredar Dan mencari tau siapa sebenarnya yang sudah mencemari nama baik Anak kami " Ucap Nawang.
" maaf Nyonya saya minta maaf dan saya akan mengurus semuanya " Ucap Ahmad.
" Terima kasih Pak Ahmad, Baiklah jika tidak ada yang perlu di bicarakan kami permisi "
Abdi, Nawang juga Kevin keluar,,
__ADS_1
sedangkan semua guru tampak terdiam, mereka berharap jika masalah ini tidak besar dan membuat keluarga Permana kesal.
karena itu akan berdampak pada sekolah mereka.