
Nadia terdiam,,
dia menatap Kevin yang juga masih menatapnya, dia sudah memikirkan sesuatu dan memang sudah seharusnya dia berikan mengingat jika mereka kini sudah SAH menjadi suami istri, mereka sudah menikah.
" Sayang,, " Ucap Kevin saat Nadia malah diam menatap nya,
Nadia menghela napasnya panjang dan mulai memberanikan diri bicara,,
" Jadi aku sudah memikirkan semuanya,, jika aku udah siap kalau kakak meminta Hak Kakak sebagai suami "
Deg..!!
Kevin menghentikan kegiatan nya dan menatap Nadia,,
Sedetik kemudian dia pun tersenyum,,
" Aku hanya bercanda Sayang,, Sudah malam kita istirahat " Ucap Kevin mengusap pucuk rambut Nadia dan akan beranjak namun Nadia menahan tangannya membuat Kevin menoleh.
" Aku serius " Ucapnya meyakinkan Kevin yang tampak masih diam tidak bicara.
" Kita sudah menikah, dan seharusnya aku memberikan semuanya untuk Kakak, Kakak bisa meminta Hak sebagai suami dan aku sebagai istri Wajib memberikannya " Lanjut Nadia.
Kevin menghela napasnya dan duduk di meja tepian berhadapan dengan Nadia, Kedua tangan mereka saling menggenggam.
" Tapi kita masih sekolah Sayang, dan aku masih sabar menunggu sampai kamu lulus " Ucap Kevin dan Nadia menggeleng.
" Semua orang bahkan sudah tau status kita Kak, Jadi aku serius dengan Ucapan aku tadi "
Nadia menatap Kevin yang masih terdiam, padahal baru sore tadi dia menanyakan masalah hak nya dan kini entah apa lagi yang dia pikirkan.
" Sudah malam kita istirahat " Ajak Kevin namun Nadia malah beranjak dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Kevin.
" Sayang "
Nadia tersenyum dan malah langsung mencium bibir Kevin,,
Entah keberanian dari mana dia melakukan nya,,
" Kamu yang minta sayang " Ucap Kevin menarik pinggang Nadia dan kembali mencium bahkan **********.
Ciuman mereka saling beradu,,
hingga tanpa sadar mereka sudah berada di atas ranjang.
Kevin melepaskan ciumannya dan menatap sorot mata Nadia yang tampak berbeda.
" Apa aku boleh meminta hak sebagai suami " Ijin Kevin untuk memastikan Nadia benar benar siap.
" Tapi pelan pelan " Ucap Nadia yang memang sebenarnya takut.
Kevin tersenyum dan mengangguk,,
" ini akan sedikit Sakit Sayang, kamu boleh menggigit aku " Bisik Kevin tepat di telinga Nadia hingga membuat sensasi berbeda.
Nadia memejamkan matanya dan merasakan sakit luar biasa, air matanya menetes begitu saja dengan tangan yang meremas pundak Kevin.
" Sakit,, " Rintih Nadia membuat Kevin menghentikannya dan menatap wajah Nadia yang tampak menahan sakit.
" Maaf Sayang " Lirih Kevin.
Nadia membuka matanya dan menggeleng,,
" Kakak lanjutkan oke "
Kevin memejamkan matanya sekilas dan mengangguk hingga akhirnya berhasil menerobos.
Nadia semakin kencang meremas punggung Kevin namun sepersekian detik rasa sakit dan nyeri semua itu hilang dan berganti kenikmatan.
Sudah tengah malam,,
Kevin menatap Nadia yang terlelap akibat ulahnya, wajahnya begitu damai dalam mimpi indahnya.
__ADS_1
senyuman terukir di wajah tampan Kevin dengan rambut acak acakan.
" Makasih Sayang telah menjaga dan memberikannya untuk ku " lirih Kevin mengecup dalam kening Nadia.
Dia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih polos dan memejamkan matanya dengan tangan yang melingkar di perut Nadia.
*******
Alarm jam Nadia terus berbunyi, namun si empunya masih berdamai dengan mimpinya tanpa berasa terusik.
Kevin mengerjapkan matanya dia pun menatap Nadia yang masih tertidur.
tangannya meraba meja samping Nadia Untuk mengambilnya.
Masih Jam 5,, Gumamnya dan kembali meletakan nya.
Nadia yang masih begitu nyenyak membuat Kevin betah terus menatapnya, wajah polosnya sangat cantik.
Dia pun beranjak bangun dan menyambar celana yang berserakan di lantai akibat ulah mereka semalam.
Dengan hanya memakai celana pendek tanpa menggenakan kaos Kevin duduk duduk di tepi ranjang dengan masih menatap Nadia .
Setelah cukup lama,
Nadia membuka matanya, matanya menatap seseorang yang tengah menatapnya,,
" Pagi Sayang " Ucap Kevin tersenyum.
" Eum,, "
Nadia langsung membulatkan matanya saat menyadari jika Kevin tidak mengenakan kaos ,,
" Kenapa gak pakai baju sih " Ucap Nadia dengan menutup wajahnya.
" Kamu bahkan sudah melihat semuanya Sayang"
Deg..!!
matanya membulat menyadari tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang pun.
" Makasih Sayang semalam kamu sudah memberikan semuanya untuk ku " Bisik Kevin.
Jantung Nadia berdetak semakin cepat, bayangan dimana dirinya semalam yang begitu agresif membuatnya sangat malu.
" A- aku mau mandi "
" Aw,, " Rintih nya saat akan beranjak merasakan nyeri di area sensitif nya.
Kevin beranjak dan berjalan memutar menghampiri Nadia,,
Nadia kaget saat tiba tiba Kevin membopong tubuhnya dan membawanya ke kamar mandi, air hangat sudah di siapkan ya dan Kevin menurunkan tubuh Nadia di dalam bathtub.
" Aku bantu kamu mandi "
" A- aku bisa sendiri "
Kevin mengangguk,,
" Aku tunggu di luar, panggil kalau sudah selesai " Ucapnya mengusap wajah Nadia yang mengangguk.
Nadia merendam tubuhnya,,
rasanya sangat nyaman,, bayangan dimana mereka melakukan nya kembali teringat.
" Aaa "
" Sayang,, Kamu kenapa ?" Teriak Kevin dari balik pintu.
Nadia menutup mulut nya,,
" Gapapa Kak,, "
__ADS_1
" Panggil Aku kalau sudah selesai "
" Iya "
Astaga Nadia,,
Kenapa teriak sih,, Tapi semalam..
gila gue berani banget sih,,
malu banget gue sama Kak Kevin.
Nadia menggelengkan kepalanya namun juga tersirat rasa senang dalam hatinya, bagaimana Kevin memperlakukan nya dengan begitu lembut.
Sementara Kevin membereskan ranjang, terlihat noda darah di sana.
dia pun menarik dan menggantinya dengan sprei baru.
Ting,,
ponselnya berdering, dia beranjak dan mengambilnya.
sebuah pesan dari Riko untuknya,, .dia pun segera membalasnya.
_____
Di ruang tengah Nawang menata sarapan di meja makan, hampir setiap pagi selalu begitu biasanya Nadia selalu membantunya namun pagi ini menantu cantiknya belum terlihat keluar dari kamarnya.
" Mba Nadia tumben belum bangun Nyonya "
Nawang mendongak dan menatap pintu kamar Kevin yang masih tertutup.
" Biarin saja Bi, mungkin masih tidur "
" Tapi Nyonya semalam Bibi samar samar mendengar suara rintihan, pas bibi Keluar untuk mencarinya terdengar suara itu dari kamar Mas Kevin "
" Rintihan ?? maksud nya Nadia menangis Bi"
" Bibi kurang tau, Bibi langsung kembali ke kamar "
Nawang terdiam,,
dia mengira jika Nadia dan Kevin bertengkar,,
Apa mereka ribut semalam,,
tapi bentar rintihan, atau jangan jangan semalam mereka???
Nawang tersenyum,,
dia tau apa yang terjadi di kamar putranya itu,,
Tidak lama terlihat Nadia dan Kevin yang berjalan turun,,
" Pagi Ma,, Maaf Nadia kesiangan jadi gak bantu Mama " Ucap Nadia menghampiri.
Nawang tersenyum,,
" Gapapa Sayang,, tunggu Papa dan kita sarapan bareng "
Nadia mengangguk dan berjalan menuju kursinya, Nawang terus memperhatikannya terlihat Nadia yang menahan sesuatu terlihat bagaimana dia berjalan.
...Jadi benar semalam mereka telah,, ...
Yes,, jadi aku akan segera menilik cucu. Batin Nawang tersenyum.
" Pagi semua " Ucap Abdi yang Baru saja keluar kamarnya.
" Pagi Papa,, Duduk Pa kita sarapan " Ucap Nawang menarik tangan Abdi.
Abdi menautkan alisnya heran dengan tingkah istrinya yang tidak biasa,,
__ADS_1