Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 90


__ADS_3

Kevin masih menunggu Nadia di ruang Nicol, dia tidak hanya diam namun tangannya tetap membuka Laptop yang sengaja di bawanya.


Memanfaatkan waktu untuk pekerjaan nya.


Sudah hampir 3 jam namun Nadia belum kembali,dan Kevin sendiri tidak mempermasalahkannya.


___


Sementara di Ruang Meeting,,


Semua terpana dengan kepintaran Nadia dalam memimpin Rapat.


Usianya boleh muda namun dia sangat pintar dalam bisnis sama persis dengan Ayahnya.


Berbeda dengan Bima yang hanya terus diam, dia pun sama sekali tidak mau menatap Nadia ataupun Nicol.


" Jadi,, Semua sudah Paham dan mengenal dengan Putri Tuan Rekso Bukan, Dan setelah Usianya cukup Nadia akan memimpin Perusahaan menggantikan Tuan Rekso Ayahnya." Ucap Nicol dan semua mengangguk.


" Terima kasih Untuk Om Nicol, juga semuanya dan Saya sendiri masih belum pintar Urusan Kantor jadi saya harap jika semua masih membimbingnya." Lanjut Nadia.


Setelah mengucapkan semua itu, Nadia beranjak dan menjabat semua yang datang begitu pula dengan Bima.


" Maaf Nona Nadia " Ucap Bima membuat Nadia dan Nicol menoleh.


Nicol mengernyit,,


" Bisa kita bicara sebentar "


" Tuan Bima, Apa Pembahasan tadi masih tidak jelas ?" Ucap Nicol.


" Tidak Tuan,ini hanya pembicaraan di luar Bisnis."


Nicol mengangguk,,


" Ada apa ya Om, ?" Ucap Nadia.


Bima menarik napas nya panjang sebum bicara, dia akan kembali berusaha untuk Emeli Putrinya yang berada di penjara.


" Saya minta Maaf karena Malam itu, Saya hanya merasa tidak tega melihat Putri semata wayang Saya berada di dalam juri besi. "


Nadia tersenyum,,


" Maaf Om, Malam itu juga semua sudah jelas dan Om tau apa keputusan saya." Ucap Nadia.


" Sebentar , Apa maksud semua ini .


Putri Anda, Penjara dan apa hubungannya dengan Keponakan saya ."


" Oh, Jadi Putri Anda yang sudah mencelakai Nadia." Lanjut Nicol.


" Saya benar benar minta maaf akan kesalahan Emeli, Semua hanya salah paham."


" Ayo Nadia,, " Ajak Nicol yang terlihat menahan Emosinya.


Nadia telah di titipkan Orang tuanya terhadapnya, Dan selama ini dia terus menjaganya.


Kevin langsung menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, senyuman terukir kala melihat Wanita nya lah yang masuk.


" Sayang,, " Ucap Kevin beranjak.


Nadia menatapnya namun sedetik kemudian dia langsung berlari dan memeluknya.


Kevin heran.


" Sayang Hei,, Ada apa ?" Ucap Kevin mengusap rambut Nadia.


Nadia malah semakin erat memeluk nya, bahkan Isak tangisnya terdengar.


" Sssstt,, Ada aku di sini Oke,, "


Kevin mencoba menenangkan istrinya lebih dulu, selanjutnya dia baru akan menanyakan alasan Nadia seperti ini.


Setelah lebih tenang,,

__ADS_1


Nadia melepaskan pelukannya, Kevin menatapnya tangannya mengusap pipi Nadia yang basah dan mengusap mata yang tergenang air.


" Kita duduk oke " Ajak Kevin mengandeng tangan Nadia.


Nadia menurut,,


Kevin kembali memberikan minum kepada Nadia untuk lebih tenang.


sembari menatap Nadia, Kevin membenarkan anak rambut yang menghalangi wajah Nadia.


" Cerita sama aku ada apa, ?"


" Om Bima, ternyata juga salah satu Klien Papa"


Kevin mengernyit,,


" Maksud Kamu,, ?"


" Papa nya Emeli, Dia juga datang di meeting bahkan tadi dia masih membahas masalah Emeli."


Kevin terdiam,,


Mereka masih ingin Nadia mencabut tuntutan terhadap Emeli.


" Kamu tidak usah pikirkan, Sekarang kamu tunggu di sini " Ucap Kevin mengusap pucuk rambut Nadia.


Nadia menatap Kevin yang beranjak, bahkan dia keluar meninggalkan nya sendiri di dalam.


Nicol baru saja bicara dengan Asisten nya melihat Kevin berjalan keluar.


" Kevin,, " Ucap Nicol.


Kevin menoleh dan terlihat Nicol berjalan mendekat.


" Kamu mau kemana, dimana Nadia."


" Nadia di dalam Om,, "


" Kamu mau kemana, Nadia baik baik saja bukan "


Kevin mengusap wajahnya,,


" Ikut Om, kita perlu bicara."


Kevin mengangguk dan mengikuti Nicol menuju salah satu ruangan lain.


" Jadi Orang yang telah mencelakai Nadia Putri Bimantara, Salah satu Klien dan Pemilik Saham di Perusahaan ini."


" Aku juga baru tau , Jika On Bima ternyata Klien Ayah Nadia."


" Bagaimana Anaknya, dia sudah mendapatkan keadilan."


" Papa sudah melaporkan semua ke Polisi dan Emeli sudah di tahan."


" Terus apa yang membuat Kamu begitu marah"


" Om, Sudah berapa kali Om Bima datang menemui Nadia, meminta untuk menutup Kasus ini. Tiap Kali Nadia menangis aku tidak tega melihatnya Om."


Nicol tersenyum,,


Dia merasa bersyukur Nadia mendapatkan Suami seperti Kevin yang menjaga nya, tapi di sisi lain dia pun mengkhawatirkan Nadia.


Bima tidak akan terus diam. dia akan terus berusaha untuk melepaskan putrinya.


" Vin dengar, Kamu tidak perlu gegabah.


Bimantara hanya memiliki Saham terkecil di Perusahaan, Om akan pastikan tidak akan kembali mengganggu Nadia.


Kevin menatapnya,,


" Sekarang lebih baik kamu temani Nadia, Om sudah pesan kan Makanan untuk Kalian."


" Makasih Om sebelumnya dan terima kasih sudah menjaga Nadia."

__ADS_1


" Orang Tua Nadia begitu baik terhadap Saya, Mereka juga menitipkan Nadia kepada Saya sudah semestinya saya menjaganya.


Ini juga bisa di katakan balas Budi atas kebaikan mereka, Ya Sudah kamu kembali temani Nadi."


" Iya Om "


____


Nadia duduk memainkan ponselnya, banyak pesan dari Mita menanyakan dimana dirinya kenapa tidak masuk sekolah.


" Ngapain ?" Ucap Kevin duduk di samping Nadia.


" Mita,, dia tanya kita kemana ?"


Kevin mengangkat.


terlihat di Meja sudah ada banyak makanan, berarti pesanan yang Nicol bilang sudah datang semua.


" Kamu dari mana sih, terus ini Om Nicol siapin semua tapi dimana Orang nya."


" Dadi luar Sayang,, Kamu lapar ?"


Nadia mengangguk,,


Kevin tersenyum dan menarik hidung mancungnya.


" Sekarang kamu makan, Om Nicol masih ada pekerjaan tadi ketemu aku di luar."


" Oh,, "


Kevin mengambil dan membukanya,,


Dia pun memberikan kepada Nadia, Dia sendi pun merasa lapar menunggu Nadia yang sangat lama meeting.


******


Bimantara melajukan mobilnya, dia terus kepikiran dengan keadaan Emeli di penjara. Bahkan sudah dua hari dia tidak datang menemuinya.


Mending Saya datang jenguk Emeli, kasihan dia dipenjara.


Sekaligus melihat keadaannya.


Bima melaju cepat menuju Jakarta..


__


Sesampainya di Jakarta dan membeli beberapa makanan kesukaan Emeli, Bima masuk ke dalam Kantor Polisi.


" Selamat Sore Pa, Ada yang bisa Saya bantu "


" Sore Pa, Saya ingin bertemu dengan Putri Saya Emeli. "


" Baik tunggu sebentar."


Bima mengangguk dan duduk di ruang tunggu, dia menatap sekeliling.


" Papa " Ucap Seseorang membuat Bima menoleh.


" Sayang "


Emeli langsung berlari dan memeluknya, Bima mengusap lembut rambut Emeli dan mengecup nya berkali kali.


" Bagaimana keadaan Kamu Sayang, Apa ada yang mengganggu kamu ?"


" Aku pengin pulang Pa,, Aku gak tahan hidup di sini,, Tiap malah sangat dingin, tidur di lantai dan juga makannya Aku gak mau Pa, "


" Kamu sabar ya Nak, Papa akan terus berusaha agar kamu bisa di bebaskan secepatnya."


Emeli mengangguk dan kembali memeluk nya,, dia sungguh tidak betah berada di sana .


tidur di lantai beralaskan tikar, makanan yang tidak enak.


" Aku mau keluar Pa " Lirih Emeli dalam pelukan Ayahnya...

__ADS_1


__ADS_2