
Emeli berada di ruang Kepala sekolah bersama Gresia , mereka sedang menunggu kedatangan orang tua Emeli.
Semua perbuatan Emeli sudah terbongkar bahkan Kepala sekolah sendiri tidak menyangka salah satu siswi yang berbakat bisa melakukan tindakan di luar batas seperti ini.
" Permisi Pa " Ucap dua orang Paruh Baya yang tidak lain adalah orang tua Emeli.
" Papa ,, Mama " Ucap Emeli yang langsung mendapat pelukan orang tuanya.
" Maaf Pa, sebenarnya apa yang sudah terjadi" Ucap Bimantara.
" Sebelumnya Kami meminta Maaf karena menggangu waktu Kalian, Namun ini karena Putri kalian Emeli telah melakukan tindakan tidak wajar sebagai seorang siswi."
" Tindakan,, Tindakan apa maksudnya ?"
" Emeli telah memfitnah Teman sekolahnya, bahkan dia juga sudah berniat mencelakainya dengan menyuruh orang untuk berbuat tidak semena dengan ya."
Bimantara menggeleng,,.dia tidak yakin putrinya melakukan hal semacam ini.
Selama di rumah Emeli bersikap baik dia pun tidak pernah melakukan hal hal yang tidak baik.
" Emeli,, Apa semua ini benar "
Emeli menggeleng,,
" Engga Pa,, Semua salah paham"
" Sudah lah Emeli, lebih baik kamu mengakui semuanya." Ucap Gresia membuat Emeli menatapnya.
" Kita akan menunggu Orang tua Nadia, mereka masih dalam Perjalanan."
Emeli terus memeluk Mamanya, dia tidak mau di penjara seperti yang Kevin ucapkan.
Tidak lama terlihat Abdi dan Nawang datang, terlihat wajah keduanya yang tidak biasa.
" Apa yang sebenarnya terjadi Pak Ahmad" Ucap Abdi membuat semua menoleh.
Bimantara menautkan kedua alisnya, dia sangat mengenal siapa Abdi.
Seorang Pengusaha Sukses dan sangat berpengaruh di dalam dunia bisnis.
" Tuan, Nyonya Silahkan duduk." Ucap Ahmad.
" Apa lagi yang terjadi dengan Menantu Saya, Nadia tadi pamit untuk ke sekolah dan sekarang Pak Ahmad memanggil Kami. dimana Nadia juga Kevin. " Ucap Nawang yang sangat tau jika Menantu nya selalu saja di fitnah di sekolah.
" Maaf Nyonya,, Pak Ahmad bisa menjelaskan semuanya" Ucap Gresia.
" Tuan,, " Sapa Bimantara membuat Abdi menoleh.
Abdi mengernyit seakan mengingat laki laki di depannya, wajah yang familiar baginya.
" Saya Bimantara,, Kita pernah bertemu saat datang di Perjamuan Minggu lalu."
" Oya Tuan,, Maaf saya sedikit Lupa "
Bimantara tersenyum,,
" jadi apa yang sudah terjadi, dan Semua berkumpul di sini."
Ahmad menjelaskan semuanya,
Nawang sendiri menggeleng tidak percaya jika dalang di balik semua ini adalah teman satu sekolah Menantu dan Putranya, apalagi di usia yang masih muda dan dia seorang wanita.
" Menfitnah Menantu Saya, berniat mencelakainya dan sekarang melukai putra saya,, " Ucap Nawang yang sudah tidak bisa terima.
" Nyonya,, Saya Minta Maaf akan perbuatan Putri Saya, ini hanya salah paham dan Kita bisa membicarakannya secara keluarga."
Nawang tersenyum,,
" Maaf Nyonya,, Jika ini terjadi terhadap Putri Anda, Jika Saat itu Putri Anda berhasil di Lecehkan bagaimana hati dan perasaan Anda, Kita sama sama memiliki anak perempuan. "
" Kami minta Maaf atas Putri Kami Emeli"
Abdi tersenyum,,
__ADS_1
" Jadi apa keputusan dari pihak sekolah."
" Kami Akan mengeluarkan Emeli dari Sekolah."
" Hanya itu,, ??
Tapi Kami sebagai Orang Tua Nadia dan Kevin, Ini Semua akan kami tindak lanjuti ke pihak berwajib. Ayo Pa " Ucap Nawang yang sudah tidak lagi bisa sabar.
Sudah berapa kali Nadia mendapatkan perlakuan tidak enak di sekolah nya, dan Kini Putranya celaka karena orang yang sama.
Emeli menangis dan memeluk Mamanya,,,
" Aku gak mau masuk Penjara Ma,, " Ucap Emeli dengan tangisannya.
" Aku gak mau,, Aku janji gak bakal seperti ini lagi."
Bimantara hanya mengusap wajahnya,,
dia bingung harus melakukan apa kali ini, bukan hanya Putrinya yang masuk Penjara namun Bisnis nya pun bisa di buat gulung tikar oleh Abdi karena masalah ini.
******
Sementara Nadia memeluk lengan Kevin, mereka berjalan keluar Rumah Sakit.
" Bener gak mau di rawat " Ucap Nadia membuat Kevin tersenyum dan menggeleng.
" Aku gapapa Sayang,, Ini hanya luka kecil."
Nadia menghela napasnya dan berhenti membuat Kevin bingung..
" Luka seperti ini Kakak bilang Kecil, terus Luka besar itu seperti apa Hem.."
Kevin menarik hidung Mancung istrinya,,
" Lebih baik aku yang terluka dan bukan kamu Sayang."
Nadia terdiam,,
" Terus kalau kamu terluka siapa yang bakal jaga aku, siapa yang temani aku, siapa yang,-
" Sstt,, Aku sudah janji untuk terus berada di samping kamu"
Nadia langsung memeluk nya,
dia lupa jika mereka masih berada di Rumah Sakit.
Hingga matanya menatap beberapa suster juga orang di sana menatap mereka.
Nadia langsung melepaskan pelukannya.
" Kenapa ?" Bisik Kevin
" Lupa kalau masih di Rumah Sakit."
Kevin terkekeh,,
" Memangnya kenapa Hem,, Kita sudah suami istri jadi Sah Sah saja dong."
" Iih,,, apa sih ngaco " Ucap Nadia dengan mencubit perut sixpack suaminya.
Kevin terkekeh,,,
" Kita pulang,, Kakak harus istirahat "
" Baiklah Tuan Putri "
Nadia tersenyum dan kembali memeluk lengan suaminya, mereka berjalan keluar menuju Parkiran.
Riko bersama Bian dengan menggunakan mobil Bian,,,
" Mana kuncinya " Ucap Nadia saat sudah berada di depan mobil mereka.
" Buat Apa Sayang "
__ADS_1
" Aku yang stir Hubby,, "
" Tapi aku bisa Sayang, Masa Istri yang setirin suami."
" Tapi Kakak masih sakit, Gimana kalau pusing lagi, Udah deh mana kuncinya."
Kevin merogoh saku celananya dan memberikan kuncinya kepada Nadia,,
" Bener kamu yang Setirin ,, Aku bisa Sayang"
" Nurut Oke. "
" Baiklah.. "
Mereka masuk ke dalam Mobil,,
Kevin menatap Nadia yang sedang memasang sealbeth nya.
" Sayang .. "
" Hem,, "
Cup,,
Kevin mencium kilas bibir Nadia saat menoleh, membuat Nadia tersenyum.
" Kak Kevin,, " Ucapan Malu selalu saja Suami nya menciuminya.
" Apa Sayang mau lagi.. " Goda Kevin .
" Ngarep.. "
Kevin tersenyum dan memasang Sealbeth nya, tidak lama Nadia melajukan keluar Parkiran Rumah Sakit.
untuk Kali kedua Nadia menyetir dengan Kevin di sebelahnya, dia memang bisa mengendarai Mobil.
Kevin tersenyum melihat Istrinya,,
Nadia memang sangat cantik, walau di lihat dari samping.
hidung mancung, bibir tipis alis tebalnya membuat kecantikannya bertambah apalagi Nadia memiliki hati yang begitu baik.
Ponsel Kevin berdering,,
" Papa Sayang " Ucapan menggeser tombol Hijau dan mengangkat nya.
" Halo Pa ."
..." Vin, bagaimana keadaan kamu ,, " ...
" Aku gapapa Pa, Ini sudah di jalan pulang ."
" Baik lah,, Kamu pulang dan istirahat Papa dan Mama yang akan mengurus semuanya."
" Iya Pa "
" Hati hati kamu di jalan, Ini Papa sedang jalan ke Kantor Polisi.
Papa benar benar tidak habis pikir ternyata semua ini perbuatan teman kelian.
bagaimana dia dididik orang tuanya hingga bisa berbuat kriminal. "
" Jadi Papa sudah tau semuanya."
" Pak Ahmad sudah menceritakan semuanya, Kamu Pulang dan Istirahat biar Papa yang urus semuanya "
" Kenapa Kak,, " Ucap Nadia saat Kevin menyimpan kembali ponselnya.
" Papa Sedang di Kantor Polisi mengurus semuanya."
" Wait Kantor Polisi,,?" Ulang Nadia dan Kevin mengangguk dengan bersandar.
Kepalanya terasa pusing dan dia pun memejamkan matanya.
__ADS_1