Masih SMA Kok Nikah

Masih SMA Kok Nikah
Part 56


__ADS_3

Nadia masih menatap Kevin untuk menunggu jawabannya namun Kevin masih saja diam tanpa menoleh ataupun menatap Nadia.


" Aku gak mau terjadi sesuatu dengan Kakak, cuma Kakak yang aku punya sekarang "


Kevin menoleh dan ternyata Nadia malah menangis membuat hatinya terasa sakit ,,


" Sayang " Ucapnya menarik Nadia dan memeluknya.


tidak ada penolakan dari Nadia, dia menumpahkan kesedihan dalam dekapan suaminya.


Nadia tidak mau jika terjadi sesuatu dengan suaminya sama halnya dengan kedua orang tuanya yang meninggal akibat kecelakaan.


" Pliss jangan menangis seperti ini " Ucap Kevin memeluk erat tubuh istrinya.


Nadia melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya,,


" Jadi kenapa Kakak melakukan semua itu "


Kevin terdiam dan dia menggenggam kedua tangan Nadia.


" Jefri mengancam untuk mengganggu Kamu jika aku menolaknya "


Nadia menggeleng,,


" Tapi Kamu trauma dengan Motor dan,-


" Demi kamu Aku melawan rasa itu Sayang, Aku gak mau jika mereka mengganggu atau malah mencelakai kamu "


Nadia terdiam,


Betapa beruntungnya dia memiliki Kevin yang begitu sayang dan menjaganya.


" Jangan lagi nangis seperti ini, aku tidak mau membuat kamu sedih "Ucap Kevin mengusap pipi Nadia yang basah.


Nadia mengangguk,,


" Kak,, " Lirih Nadia ingin rasanya dia tau kenapa Kevin sangat trauma dengan Motor.


" Kenapa " Ucapnya menyelipkan anak rambut istrinya.


" Aku mau tanya sesuatu tapi kakak janji jangan marah "


Kevin mengangguk,,


" Kenapa Kakak trauma naik Motor "


Kevin terdiam,,


kenyataan Pahit yang dia alami dulu tidak mau kembali di ingat namun melihat Nadia yang sangat ingin tau membuatnya tidak tega jika tidak menceritakan nya.


" Aku akan ceritakan semuanya di Cafe nanti " Ucap Kevin mengusap wajah Nadia dan kembali melajukan mobilnya.


**************************


Sean Coffee


Kevin mengandeng Nadia masuk ke dalam Cafe, terlihat Irfan yang sedang melayani pengunjung.


Kevin terus membawa Nadia masuk ke dalam ruangan nya, Irfan sendiri merasa heran namun dia membiarkan nya karena memang semua sudah tau status dari Bos mereka.


" Aku minta Irfan bawa Boba ke sini " Ucap Kevin dan Nadia mengangguk.


Nadia menatap Meja dimana biasanya Kevin bekerja dia berjalan mendekat dan duduk di kursi kebesaran suaminya itu.


Kevin termasuk laki laki yang rapi dan bersih terlihat jelas jika tatanan Meja yang selalu rapi dan bersih.

__ADS_1


Kevin tersenyum melihat Nadia duduk di kursinya, dia pun berjalan mendekat.


" Jadi,- Ucap Nadia menatap suaminya yang duduk di mejanya.


Kevin tersenyum ,,


Dia pun mulai menceritakan semuanya, sudah semestinya juga Nadia tau semua masa lalunya,,


Flashback


Di saat Kevin baru masuk sekolah SMA, Kevin sangat menyukai Motor bahkan dia memiliki satu Motor sport yang selalu dia pakai sekolah atau kemana pun.


Namun di saat dirinya sedang melaju dengan kecepatan tinggi karena situasi hujan membuat jalanan licin bahkan pandangan buram akibat angin dan hujan.


Di saat Melewati sebuah tikungan, tanpa melihat Ternyata dari arah berlawanan sebuah truk melaju hingga Kevin tidak bisa menghindari dan bertabrakan.


tubuhnya terpental dan kondisi motornya hancur.


Luka parah dia alami dan sempat koma beberapa bulan akibat benturan keras di kepalanya.


Dokter yang menanganinya pun tidak bisa berbuat banyak dan meminta orang tuanya banyak berdoa menunggu keajaiban dari Allah.


Namun berkat kesabaran Nawang yang selalu menemani dan mengajak ngobrol akhirnya Kevin terbangun dari Koma nya walau sebelumnya dia sering mengeluh sakit di kepalanya dan berkat perawatan intensif membuatnya sembuh total dan sudah tidak kembali merasakan sakit.


FlashOn


Nadia menatap Kevin,,


dia tidak menyangka Kevin mengalami kejadian seperti ini.


" Maaf " Ucap Nadia membuat Kevin menggeleng dan tersenyum.


" Kenapa mesti mengucapkan Maaf, kamu tidak salah Sayang "


" Tapi gara gara aku kamu kembali naik motor "


Nadia mencebikan bibirnya,,


Namun Kevin malah mengurung tubuh Nadia dengan kedua tangannya.


" Kak,, "


" Apa Sayang "


Jantung Nadia berdetak Cepat dimana Kevin menatapnya intens.


hembusan napasnya sangat terasa di kulit wajahnya.


Nadia memejamkan matanya saat Kevin semakin mendekati wajahnya.


" Fiuh,, "


Nadia langsung membuka matanya dan terlihat Kevin yang terkekeh menatapnya,,


" Kak Kevin ih,, nyebelin " Kesal Nadia malah semakin membuat Kevin terkekeh.


Tok,,


tok,,


tok,,


" Maaf Bos,, Ini Boba nya " Ucap Irfan


" Oke Fan, thanks "

__ADS_1


" Sama sama Bos " Ucapnya dengan menatap Nadia dan mengangguk.


Nadia mengambil Boba nya dan meminumnya, sementara Kevin duduk di depan Nadia dengan menarik Laptop nya dan mulai membuka nya.


Dia membiarkan Nadia duduk di sana dengan menikmati Boba juga cemilan yang Irfan bawa.


Sudah hampir satu Jam di sana membuat Nadia mengantuk apalagi Kevin yang selalu saja lupa jika sudah menatap Laptopnya.


Nadia pun menyenderkan kepalanya di tepi Kursi dan tidak lama dia terpejam.


Kevin meliriknya dan menggeleng saat melihat Nadia yang malah tertidur di sana , wajahnya sangat menggemaskan dan selalu saja dia tertidur dimana pun.


Kevin berjalan menghampiri dan menatap Wajahnya,,


Selalu saja tidur ,,


kenapa sih gampang banget tidur,,


Kevin pun membopong tubuh Nadia dan membawanya ke dalam kamar yang memang Kadang Kevin pakai untuk istirahat jika merasa lelah.


Setelah menurunkan tubuh Nadia, Kevin kembali keluar dan melanjutkan kerjaannya.


____


Sudah hampir Sore namun Nadia masih belum bangun dan Kevin membiarkan nya, dia tidak mau mengganggunya.


Hingga pukul 4 sore,,


Nadia membuka matanya, perutnya terasa lapar karena dia hanya makan cemilan juga Boba.


Dia pun berjalan keluar dan mencari keberadaan Kevin yang tidak ada di mejanya namun terlihat Laptop yang masih menyala bahkan dia benda pipih berada di meja.


Ceklek,,


Pintu Terbuka dan terlihat Kevin masuk dengan membawa nampan.


" Loh udah bangun " Ucapnya menatap Nadia.


Nadia mengangguk ,,


" Pasti Lapar kan,, Makan dulu "


Nadia menatap nasi juga ayam geprek yang di bawa Kevin,,


" Kakak tau aja aku lapar"


Kevin mengacak rambut Nadia,,


" Makan dulu "


Nadia mengangguk dan duduk..


Mereka menikmatinya, Kevin sendiri sengaja menunggu Nadia bangun untuk makan bersama.


Senyuman terukir di wajah Kevin melihat Nadia, dia berjanji untuk selalu menjaga dan membuat nya tersenyum bahagia walau apa pun rintangan yang akan di hadapi nantinya.


*******


Perum Cilandak Jakarta Selatan


Dimana merupakan rumah yang Emeli tinggali bersama Orang Tuanya, namun dia lebih sering sendiri karena kedua orang tuanya yang sibuk mengurus bisnisnya.


Emeli berdiri menatap Langit malam yang cerah dengan banyak bintang menghiasinya.


Dia memikirkan tentang hubungan Kevin dan Nadia yang terlihat berbeda.

__ADS_1


Mereka melebihi sepasang kekasih apalagi sikap Kevin yang seakan sangat menjaga Nadia membuatnya semakin penasaran apalagi Cincin yang sama mereka pakai dan mereka pun melepas nya di saat akan masuk sekolah.


Lebih baik gue cari tau apa sebenarnya hubungan mereka, tapi gue harus cari tau mulai dari mana .. gumam Emeli memikirkannya.


__ADS_2