
Matahari sudah menampakkan sinarnya, tapi ketiga gadis itu masih terlelap dalam tidurnya. Ponsel Sheena berdering dilayar ponselnya tertulis pangeran. Sheena mencari ponselnya hingga mendapatkannya.
Sheena : hallo (suara khas bangun tiidur)
Al : wake up honey. Aku udah di depan rumah kamu. Ayo jogging.
Sheena melihat jam dinding di kamarnya menujukan jam tujuh pagi.
Sheena : tunggu aku siap siap dulu.
Sheena membangunkan kedua sahabatnya, tapi mereka tidak bergeming masih terus melanjutkan tidurnya. Sheena bergegas bersiap memakai pakaian olahraga memakai sepatu dan menemui Al yang sudah menunggunya di depan rumahnya.
Sheena “hey”
Al memeluk dan mencium kening Sheena.
Al “kita jogging di taman deket sini aja ya”
Sheena “lets go”
Kemudian mereka berjalan menuju taman dekat rumah Sheena. Karena akhir pekan jadi disana banyak yang sedang berolahraga atau hanya jalan jalan pagi.
Setiap berada bersama Al Sheena merasa senang dan bahagia, ia merasa nyaman dan aman. Apapun suasana hatinya akan pasti akan ceria jika bersama Al.
Bianca membuka matanya karena mendengar suara dering telepon berbunyi. Dilihatnya ponsel Sheena yang berdering dan itu dari Kevin. Bianca memanggil manggil Sheena tapi orang yang ia panggil tidak ada. Bianca mengangkat telepon itu.
Bianca : halo kak.
Kevin : siapa ini?
Bianca : ini Bianca kak. Sheena nya lagi mandi. (asal bicara)
Kevin : oh ya. Biar nanti aku telepon lagi. Makasih ya bi.
Bianca : oke kak
Bianca “tuh anak kemana si. Pagi pagi gini udah kelayapan” gerutunya
Rianti yang baru saja terbangun masih menggenapkan nyawanya yang masih setengah tidur.
Rianti “apa siii berisik banget”
Bianca “bangun. Sheena ga ada Ri”
Rianti “hah. Gak ada kemana?”
Bianca “gak tahu”
Bianca mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Rianti keluar kamar mencari Sheena yang tiba tiba menghilang dari kamarnya.
Rianti “bik, Sheena kemana ya?” tanya nya pada Bi Imah yang sedang menyapu di halaman.
Bi Imah “non Sheena tadi pergi sama Den Al, non”
Rianti “pergi kemana ya bik?”
Bi Imah “sepertinya olahraga non. Tadi Non Sheena memakai baju Olahraga.”
Rianti “oke deh, makasi ya bik”
Rianti kembali ke kamar. Bianca baru saja beres mandi dan sedang berpakaian. Rianti ke kamar mandi untuk cuci muka.
Bianca “jorok lo. Mandi sana.”
Rianti “ kelamaan, gue mau nyusulin Sheena”
__ADS_1
Bianca “emang kemana dia “
Rianti “olahraga. Cepetan kita susulin”
Mereka berganti baju dengan pakaian olahraga, kemudian menyusul Sheena ke taman.
Sesampainya di taman, benar saja Sheena sedang bersama seorang pria.
Rianti “wah siapa cowok yang lagi sama Sheena, ganteng banget”
Bianca “tuh anak tahu aja yang ganteng ganteng. Ayok kita samperin”
Mereka mendekati Sheena yang sedang asik berolahraga dengan Al.
Rianti “jadi gak akan ngenalin kita nih?”
Sheena berbalik ke arah suara yang sudah tidak asing di telinganya.
Sheena “kalian. Kapan kesini?”
Bianca “udah dari tadi kali ngeliatin yang senyam senyum gitu”
Sheena “huhh dasar. Sini kenalin ini Al, Al kenalin ini Bianca dan Rianti sahabat aku”
Rianti dan Bianca berebut salaman dengan Al.
Sheena “ih pecicilan banget si”
Rianti “biarin. Suruh siapa pacaran sembunyi sembunyi.. ueeee”
Sheena “ini banyak orang kali siapa yang sembunyi”
Bianca “tau nih bedua aja kita kita gak di ajak”
Al “ya udah ayok barengan”
------------------------------------
Malamnya Kevin kerumah Sheena karena dari pagi Sheena tidak memberi kabar. Bahkan pesannya pun tidak di balas.
Kevin “Sheena nya ada bik?”tanyanya pada Bi Imah yang membukakan pintu.
Bi Imah “non Sheena nya gak ada Den “
Kevin “kemana ya bik?”
Bi Imah “bibik Kurang tahu Den”
Kevin “oh gitu. Ya udah kalo gitu saya permisi”
Bi Imah “iya Den”
Kevin melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sheena. Kevin pergi ke rumah David temannya yang juga kakaknya Bianca.
Bianca membuka pintu dan ada Kevin disana.
Bianca “masuk kak, Bang David lagi di kamarnya”
Kevin “Bi, tahu gak Sheena kemana? Tadi kakak kerumahnya tapi gak ada”
Bianca “aku bukan babysitternya kali kak. Harusnya kakak yang lebih tahu dia kemana”
Kevin “kirain tahu Sheena kemana”
Bianca “kenapa emang? Kangen yah? Ciieee calon manten ‘
__ADS_1
Kevin “Bi, kamu tahu gak Sheena kenapa? akhir akhir ini aku rasa dia berubah”
Bianca “berubah kenapa kak? Biasa aja kok. Mungkin itu perasaan kak Kevin aja kali”
Kevin “semoga saja begitu”
Bianca tahu apa yang di rasakan Kevin dan dia tahu alasan perubahan sahabatnya itu. Tapi Bianca tidak berani bilang biarlah Sheena yang menjelaskannya sendiri.
Sheena merogoh tasnya mengambil ponselnya yang berdering dilayar ponselnya ada panggilan masuk dengan nomor tak dikenal.
Sheena : halo
Penelepon : apa benar ini dengan nona Marsheena Aurora
Sheena : ya benar, dengan siapa saya bicara?
Penelepon : kami dari pihak rumah sakit memberitahukan bahwa Pak Darwin sedang kritis karena kecelakaan dan harus segera di operasi.
Mendengar itu sontak saja Sheena bagai di sambar petir menerima kabar bahwa ayahnya sedang kritis karena kecelakaan.
Sheena terduduk lemas.
Al “ada apa sayang? Siapa yang telepon”
Sheena “ayah Al, kecelakaan dan sekarang sedang kritis harus operasi”
Al “ ayo kita ke rumah sakit sekarang”
Al dan Sheena langsung pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi ayahnya.
Di rumah sakit Sheena melihat ayahnya sedang terbaring di tempat tidur dengan selang dihidungnya. Perban di lengan dan kakinya, memar di wajahnya. Seperti telah mengalami kecelakaan yang parah. Sheena menangis di depan tempat tidur ayahnya.
Al berbicara dengan dokter dan perawat yang menangani ayah Sheena.
Al “lakukan operasinya sekarang juga. Saya yang akan mengoperasinya. Suster siapkan semuanya.”
“baik dok” jawab suster itu lalu segera melaksanakan apa yang di perintahkan Al
Al “kita akan segera mengoperasinya. Ayah akan baik baik saja. Percaya pada ku” mencium kepala Sheena yang sedang menangis bermaksud menenangkannya.
Al menuju ruang operasi memakai pakaian untuk operasinya. Ada beberapa dokter dan suster yang sudah berada di sana.
Operasi sedang berjalan, Sheena mondar mandir di depan ruang operasi mengkhawatirkan ayahnya.
Bianca dan Rianti baru saja datang dan menghampiri Sheena, kemudian mereka memeluk Sheena berusaha meneangkan Sheena yang masih saja berurai air mata.
Tak lama Kevin datang bersama keluarganya. Kevin langsung memeluk Sheena.
Kevin “tenang sayang. Ada aku di sini. Ayah pasti akan baik baik saja” mencoba menenangkan Sheena. tapi Sheena terus menangis.
Mamah Dahlia “sabar ya sayang. Ada kami di sini nemenin kamu. Sheena berdoa ya semoga operasi ayah berjalan lancar”
Sheena mengangguk dan beralih memeluk Mama Dahlia.
Al keluar dari ruang operasi, melihat ada Kevin dan keluarganya yang sedang bersama Sheena Al menunduk. Sheena langsung menghampiri Al yang di ikuti semua orang yang ada di situ.
Sheena “ayah gimana?”
Al “operasinya berhasil. Tinggal menunggu ayah siuman.” Lalu pergi berlalu meninggalkan ruang operasi menuju ruang pribadinya.
Al “ada dia yang menemaninya. Hanya saja aku tidak mau ada orang lain menemaninya selain aku saat ini” duduk dengan raut muka frustasi dalam dirinya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
#jangan lupa like n comment nya ya
__ADS_1
thanks all
🖤🖤🖤 #