
Sheena menegakkan badannya untuk berdiri dari pangkuan Kevin.
Sheena “maaf, kaki saya tersandung, permisi” lalu pergi.
Dilla “aaarggghhh, sial”
Kevin “siapa wanita itu, sepertinya aku mengenalnya, suaranya tidak asing bagi ku” gumannya
Dilla “Kevin, baju aku kotor nih,” ucapnya manja.
Kevin “EGP” lalu pergi meninggalkan Dilla di kursi taman.
Dilla “sialan, gagal deh aku dapetin Kevin malam ini” dalam hatinya.
Rianti yang mengikuti Karina dan pelayan itu ke parkiran kembali ke taman karena pelayan itu hanya mengawasi Karina saja tidak melakukan apapun dan Karina kembali ke dalam pesta untuk mencari Pak Tio ayahnya.
Sheena, Rianti, dan Putri berkumpul lagi di belakang hotel.
Sheena “sukses, Kevin tidak jadi meminum minuman dari Dilla, ya walaupun gue harus pura-pura jatun di pangkuannya”
Rianti “jangan-jangan CLBK nih”
Sheena “enggak lah, tapi tadi siapa yang duduk sama Kevin di taman ya? Semoga dia pacarnya dan mereka bisa hidup bahagia, kayak gue yang udah bahagia sekarang sama Al”
Rianti dan Putri “Amin” barengan.
Ponsel Sheena berbunyi Al meneleponnya.
Sheena “halo sayang, ah iya, oke sayang hati-hati” lalu menutup teleponnya.
Sheena “suami gue bentar lagi jemput, gue mau hapus dulu make up gue nih, kalo pake dandanan kek gini entar suami gue nggak ngenalin gue gawat”
Rianti “haha, iya, yuk kita ke mobil”
Rianti “Put, lo pulang bareng gue aja”
Putri “oke, Ri”
Sepuluh menit kemudian Al sudah tiba di depan hotel, Sheena masuk ke mobil kemudian mobilnya melaju meninggalkan hotel.
Al “sayang apa terjadi sesuatu?”
Sheena “tidak, kenapa kamu bertanya seperti itu? seharusnya aku yang bertanya, apa terjadi sesuatu di perjalanan tadi?”
Al “ah iya tadi ada kecelakaan dan truk yang mengalami kecelakaan terlambat di evakuasi jadi aku terjebak macet sangat lama, maafkan aku tidak bisa menemani mu ke pesta”
__ADS_1
Sheena “ow begitu, tapi kau tidak apa-apa kan?”
Al “tidak, aku hanya merindukan mu” ucapnya sembari mencium kepala Sheena dan mendekapnya.
Sheena “aku juga” membalas dekapan suaminya.
Deon “punya bos tidak tahu tempat banget, aku juga kangen sama pacar ku, semoga saja sudah ini dia tidak memberikan ku tugas lagi, aku mau menemuinya” ucapnya dalam hati melihat kemesraan majikannya.
Sampai di rumah Sheena dan Al langsung masuk ke dalam kamar mereka, sedangkan Deon pamit untuk pulang.
Al menjatuhkan dirinya ke atas kasur kemacetan hari ini membuatnya sangat lelah. Sheena memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, karena aksinya tadi ia lumayan berkeringat dan membuat badannya lengket.
Sheena keluar dari kamar mandi setelah urusan membersihkan badannya selesai, ia masih menggunakan kimono mandinya dan handuk yang menutupi rambutnya yang basah. Al yang melihat tubuh seksi istrinya langsung memeluknya dari belakang, naluri lelakinya seketika keluar dan lagi ia memang belum melakukan malam pertamanya bersama istrinya itu.
Al “sayang, datang bulan mu sudah selesai kah?” tanyanya bersemangat
Sheena mengangguk.
Al “bolehkah aku melakukannya sekarang?”
Sheena mengangguk lagi.
Dan malam panjang mereka pun di mulai, sebagai sepasang suami istri ini baru pertama mereka lakukan.
----------------------
Rianti keluar dari mobilnya di susul Deon juga keluar, tak kuasa menahannya Deon langsung memeluk Rianti.
Rianti “kamu jahat, kamu buat aku kepayahan” ucapnya sembari memeluk Deon erat.
Deon “kepayahan kenapa, yang?” tanyanya lembut.
Rianti “kepayahan nahan rindu”
Deon “kalau kata Dilan nahan rindu itu berat, tapi kalau kata kamu nahan rindu itu kepayahan, nah kalau kata aku nahan rindu itu menyiksa”
Rianti “kalau menyiksa kenapa kamu suruh aku nahan rindu, hah?”
Deon “kalau enggak nahan rindu mana mungkin kamu mau ketemu langsung meluk aku kayak gini, saking kepayahannya ya nahan rindu jadi langsuk peluk”
Rianti melonggarkan pelukannya tapi Deon mencegahnya dan memeluknya dengan sangat erat.
Rianti “mau pelukan terus depan rumah, malu di lihat tetangga, masuk dulu yuk”
Deon “iya, tapi aku masih rindu” masih saja memeluk kekasihnya.
__ADS_1
Rianti “yang, lepasin, nanti kalau di lihat mama atau papa gimana?”
Akhirnya Deon melepaskan pelukannya dan menuruti Rianti untuk masuk ke dalam rumah. Rianti langsung membuatkan minuman untuk Deon ke dapurr, deon duduk di kursi tamu. Rianti kembali ke ruang tamu dengan membawa dua cangkir teh manis untuk Deon dan untuknya.
Deon “makasih, yang”
Rianti “sama-sama”
Deon “mama papa kemana?”
Rianti “kayaknya udah pada tidur”
Deon “sini dong duduknya deket aku, aku masih ingin peluk kamu, yang”
Rianti menggeser duduknya di sebelah Deon lalu Deon memeluknya.
Rianti “bagaimana urusan mu, sudah beres? Kenapa perusahaan Al bisa terbakar?”
Deon “semuanya sudah beres, polisi juga sudah mengatasi semuanya, jadi aku tidak perlu lagi keluar kota dalam waktu dekat ini”
Rianti “memang nanti harus keluar kota lagi?”
Deon “yah kan perusahaannya si bos ada juga yang di luar kota kalau ada yang harus di kerjakan di luar kota berarti aku harus pergi”
Rianti “nanti lagi kalau kamu keluar kota aku ikut” rajuknya.
Deon “siap, dengan senang hati nona sayang”
Tidak berselang lama karena hari sudah malam Deon pun berpamitan untuk pulang, ia pun meras kelelahan setelah menjalani hari ini dengan kemacetan di perjalan pulang tadi.
Sementara itu di hotel tempat pesta, Dilla sedang berbicara dengan Mama Dahlia.
Dilla " tante gimana sih? tante nyuruh aku buat deketin Kevin tapi tante mau jodohin Kevin sama orang lain"
Mama Dahlia "kau sangat lambat, dan sepertinya Kevin sudah tidak mau dengan mu"
Dilla "tapi, tant....."
Mama Dahlia pergi meninggalkan Dilla kemudian menghampiri suaminya.
Dilla "aaarrggghhh, tidak akan ku biarkan Kevin menjadi milik orang lain lagi"
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
jangan lupa like comment n vote nya yaaa.....
__ADS_1
terimaksih 🖤🖤🖤