
Bunda Lien datang menjenguk Sheena, ia khawatir dengan keadaan Sheena setelah menerima surat cerai dari anaknya.
Saat melihat Sheena ia langsung memeluknya.
Bunda Lien "Sayang, gimana kabar mu? Maafkan Bunda baru menjenguk mu," ucapnya.
Sheena "Bundaa, hiks hiks hiks. Al bunda," tangisnya.
Bunda Lien "Iya iya sayang, Bunda tahu. Kamu harus sabar dan kuat ya. Al pasti punya alasan kenapa dia memutuskan itu,"
Sheena "Tapi kenapa Bunda? Apa Sheena bukan istri yang baik buat Al?"
Bunda Lien "Kamu istri yang baik, Nak."
Sheena "Terus kenapa Al menceraikan Sheena?"
Bunda Lien "Setelah kecelakaan itu kamu jadi koma dan Al sekarang jadi lumpuh. Al terus menyalahkan dirinya dan merasa tidak bisa menjaga kamu lagi. Mungkin itu alasannya kenapa dia memutuskan ,,,,," kata-katanya terhenti mendengar Sheena yang semakin kencang menangisnya.
Bunda Lien "Kamu harus kuat sayang, jangan terus bersedih. Kamu juga harus perhatikan kesehatan mu, apalagi kamu baru sadar dari tidur panjang mu," lanjutnya.
Sheena "Sheena udah nggak punya siapa-siapa lagi sekarang. Sheena udah nggak punya keluarga lagi," tangisnya semakin menjadi.
Bunda Lien "Ssstt,, Sheena tetep anak Bunda. Jadi istri atau bukan istrinya Al, ingat itu!!"
Sheena masih menangis dalam pelukannya.
Bunda Lien "Sayang, sssttt jangan nangis lagi. Anak bunda harus kuat dan nggak boleh cengeng," sembari membalikan tubuh Sheena dan mengusap pipinya yang basah karena deraian air mata.
Bunda Lien "Jangan nangis lagi ya! Bunda mu balik kantor. Kalo ada apa-apa bilang aja sama Bunda, okey!"
Sheena mengangguk.
Bunda Lien memeluknya lagi lalu pergi.
-----------------
Di rumahnya Mama Dahlia sedang uring-uringan mengetahui tingkah anak dan menantunya.
Mama Dahlia "Kevin, Karina tolong jelaskan semua ini. Kalian mau menipu mama, hah?" sentaknya marah.
Mama Dahlia melemparkan dua surat nikah milik anak dan menantunya yang ia ketahui tidak tercatat di catatan sipil.
Kevin "Ma, ini semua salah Kevin, Karina nggak salah," jelasnya.
Karina "Ini semua permintaan Karina tante, jangan salahin Kevin," belanya.
Mama Dahlia "Kalian sama saja," masih dengan sorot matanya yang seakan ingin menerkam siapa saja yang ada di depannya.
☘️☘️☘️☘️☘️
#flashback on
__ADS_1
Karina "Vin, pokoknya aku nggak mu nikah titik," tegasnya.
Kevin "Aku nggak mau kamu di siksa terus papa mu. Dan juga aku sudah janji akan menikahi mu pada Shee ,,,,," menghentikan kalimatnya dan tertunduk sedih.
Karina "Pada Sheena maksud kamu?"
Kevin mengangguk.
Karina "Kalo kamu masih cinta sama dia perjuangin. Jaga dia. Apalagi sekarang dia sedang koma, jaga dan rawat dia. Jangan sampai kejadian dulu terulang dan Sheena jatuh kepelukan orang lain. Ini kesempatan kamu. Suaminya Sheena juga udah ngelepasin Sheena buat kamu, kan?"
Kevin "Nggak semudah itu. Bagaimana perasaan Sheena kalo tahu itu semua? Pasti dia sakit dan kecewa,"
Karina "Itu kesempatan kamu buat ngehibur dia dan buat dia jatuh hati sama kamu lagi. Pokoknya aku nggak mu nikah."
Lama mereka berpikir mencari jalan keluar dari masalah mereka. Dan tiba-tiba Karina melempar buku nikah palsu untuk mereka berdua.
Kevin "Apa ini? Buku nikah?"
Karina "Yaps, kita bilang kalau kita sudah nikah dan ini buktinya. Kita cuma tinggal nyiapin buat resepsinya aja dan buat orang tua kita percaya. Bagaimana?"
Akhirnya Kevin menyetujui rencana Karina, dengan pura-pura menikah. Tanpa di duga rencananya berjalan lancar. Orang tua mereka percaya mereka sudah menikah di KUA.
Mereka tinggal terpisah, Kevin sengaja membeli sebuah apartemen dekat rumahnya dulu saat pernikahanny dengan Bianca, agar mereka bisa tinggal terpisah.
Hingga akhirnya entah dari mana Mama Dahlia tahu bahwa pernikahan Kevin dan Karina tidak tercatat di catatan sipil. Yang membuatnya sangat geram pada anak dan menantu tidak jadinya itu.
#flashback off
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Kevin dan Karina terdiam sesaat dan hening.
Karina "Karena Karina nggak cinta sama Kevin tante. Kevin melakukan ini buat Karina supaya Karina nggak di siksa terua sama orang tua Karina."
Mama Dahlia diam mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Karina.
Kevin "Maafkan Kevin, Ma," hanya itu yang bisa ia ucapkan saat ini.
Mama Dahlia "Mama kecewa sama kalian," lalu pergi.
BRAAKKK
Suara pintu di tutup dengan keras.
-------------------
Sheena mengingat-ingat apa yang dikatakan Bunda Lien saat ia menjenguknya.
Sheena "Al lumpuh? Aku jadi ingin tahu keadaan dia. Al kenapa kamu lakukan ini? Bahkan aku ingin sekali berada di samping mu sekarang," gumamnya dalam hati
Rianti bersama Putri datang membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
Putri "Sheenaaa, aku kangen banget. Syukur kamu udah siuman. Kita semua membutuhkan kamu di kantor, khususnya aku" langsung memeluk Sheena.
Rianti "Eh ini datang-datang langsung ngomongin kantor," decaknya.
Putri "Biarin, emang bener kok. Semenjak kamu kecelakaan aku jadi nggak semangat kerja," melepaskan pelukannya.
Sheena "Aku juga kangen sama assisten aku yang cerewet ini."
Putri "Oh iya, aku udah nikah sama Revan," memamerkan cincin dijari manisnya.
"Aku nikahnya barengan sama Kevin dan Karina juga," sambungnya lagi.
Rianti menyenggol tangan Putri yang berada di sampingnya. Sheena melihatnya tersenyum.
Sheena "Ternyata banyak hal yang udah aku lewatin selama aku koma yah," ucapnya merasa menyesal.
Putri "Maafkan aku, kalo ,,," terpotong.
Sheena "Nggak apa-apa kok, santai aja," memotong.
"Apa kalian tahu gimana kondisi Al sekarang?" tambahnya.
Rianti "Al sekarang lumpuh, dia selalu menyalahkan dirinya sejak kecelakaan itu," jelasnya.
Sheena memejamkan matanya, air matanya keluar. Rianti mendekapnya.
Sheena "Gue nggak apa-apa kok , Ri,"
Rianti "Oh ya, tadi kata dokter besok lo udah boleh pulang. Besok gue jemput lo ya,"
Sheena "Makasih, Ri,"
Rianti "Iya, udah dong jangan sedih gitu, kan besok lo mau pulang,"
Putri "Ayo dong semangat. Mana Sheena yang dulu yang selalu semangat dan pantang menyerah,"
Sheena "Bisa aja lo, Put,"
Putri "Hehe,"
Akhirnya Sheena pulang ke rumahnya yang dulu, rumah peninggalan orang tuanya. Kedua pembantunya menyambutnya dengan senang hati.
Seingatnya kucing kesayangannya berada di rumah sebelumny bersama Al, tapi sekarang sudah berada di rumahnya lagi. Dan semu barang-barangnya sudah di pindahkan. Itu artinya Al memang sudah benar-benar melepasnya.
Apapun alasannya Sheena berusaha menerima keputusan Al, meski berat untuk menerima semuanya. Ingin bertanya pun Al tidak mau menemuinya lagi.
Mau tidak mau, sekarang Sheena harus memulai hari yang baru. Hari dimana tidak ada orang tua dan juga suami di sisinya.
Tapi Sheena masih mempunyai teman dan sahabat yang selalu mendukungnya dan selalu ada bersamanya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
jangan lupa like comment n votenya
terimakasih 🖤🖤🖤