MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 72


__ADS_3

Hampir setiap hari Kevin menemui Sheena, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk merebut hati Sheena kembali.


Tapi bagi Sheena ini adalah hal yang paling mengganggunya. Setiap hari di setiap ia pulang kerja selalu saja ada Kevin menemuinya.


Dan ketika Mama Dahlia tahu bahwa alasan Kevin tidak menikahi Karina adalah Sheena, ia menjadi semakin membenci Sheena.


Suatu hari Kevin menemui Sheena seperti biasa. Sheena sedang duduk di meja kerjanya. Kevin membawakannya makanan.


Sheena "Nggak bosen ya Pak, tiap hari ke sini?"


Kevin "Nggak, Bu."


Sheena "Ish, kapan bosennya?"


Kevin "Nggak akan bosen. Temani aku makan! Belum makan kan?"


Sheena "Makan aja sendiri, minta di temenin segala emang aku ibu mu?"


Kevin "Calon ibu, hehe,"


Sheena "Ih nggak mau aku jadi istri kedua papa mu,"


Kevin "Bukan, tapi calon ibu dari anak-anak ku,"


Sheena "Aish, nggak banget ngerayunya. Maaf ya aku nggak mempan kalo cuman di rayu kayak gitu,"


Kevin "Tapi suka kan? Jangan kerja terus ayok makan. Nggak baik lho nolak rezeki." Sembari duduk di sofa ruangan Sheena.


Dengan rapi Kevin menata dan membuka makanan yang di bawanya di meja. Wangi aroma makanan membuat Sheena menelan salivanya dan menggugah selera makannya.


Sheena memandangi semua makanan yang sudah tertata rapi di meja.


Kevin "Yakin, masih tahan godaan semua makanan enak ini?" godanya.


Sheena dengan segera mengalihkan pandangannya pura-pura fokus ke layar monitornya sembari mengetik entah apa yang diketiknya.


Kruyuk,,,, kruyuk,,,


Suara perutnya berbunyi namun Sheena masing enggan untuk menemani Kevin makan.


Kevin "Beneran nggak mau nemenin aku makan? Ya udah aku habisin sendiri semua makanannya,"


Sheena "Ya habisin aja. Uh dasar pelit, serakah, masa makanan sebanyak itu di habisin sendiri," menggerutu dalam hatinya.


Lagi lagi Sheena menelan salivanya melihat Kevin melahap makanan yang ia bawa. Perutnya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi terus berdemo minta di isi.


Kevin "Aaahhh kenyangnya," kemudian ia menyesap air minumnya.


Sheena "Lapar, hiks," suara hatinya yang ternyata dikalahkan oleh suara perutnya.


Kevin "Pasti ada yang laper, dari tadi perutnya udah bunyi terus, haha,"


Sheena "Apaan sih?" lalu mengambil ponsel di atas meja bermaksud akan memesan makanan online namun ponselnya mati karena lowbath.


Sheena mengerucutkan bibirnya, karena gengsinya akhirnya ia kelaparan. Perutnya sudah minta ingin memakan sesuatu.


Dengan jailnya Kevin membiarkan Sheena sibuk dengan pekerjaannya lagi.


Seketika lampu mati berubah menjadi gelap gulita di ruangan Sheena.

__ADS_1


Sheena "Vin, kamu dimana. Kita harus keluar cari petugas keamanan periksa sikringnya,"


Tidak ada sahutan.


Sheena "Vin, jangan becanda deh. Ini gelap banget, ayo kita keluar dari sini,"


Tetap tidak ada sahutan, hening dan tidak ada suara apapun membuat Sheena ketakutan.


Sheena "Vin, aku takuuuttt," setengah menangis dan akhirnya menangis juga.


Secercah cahaya datang mendekatinya semakin dekat semakin jelas terlihat Kevin membawa sebuah kue tart berhiaskan buah cherry dan potongan coklat bertuliskan HAPPY BIRTHDAY SHEENA.


Sheena merasa terharu ada yang masih ingat dengan hari ulang tahunnya bahkan ia pun sampai lupa kalau hari ini ulang tahun.


Yang tadinya menangis ketakutan jadi berubh menjadi tangisan haru melihat seseorang membawakan kue tart dengan lilin yang menyala.


Kevin "Hey, kok nangis. Ayo cepet berdoa terus tiup lilinnya," Sheena mengangguk.


Sheena memejamkan matanya dan berdoa lalu meniup lilin ulang tahunnya.


Tap


Ruangannya menjadi terang kembali setelah meniup lilinnya. Ternyata ini semua sudah di rencanakan Kevin untuk memberikan kejutan untuk Sheena


Kevin "Selamat ulang tahun, doa terbaik buat kamu." Ingin rasanya memeluknya tapi keinginan itu ia tepiskan dan hanya menjabat tangannya.


Sheena "Makasih, Vin."


Kevin "Iya, ayo makan kuenya kamu lapar kan?"


Sheena memotong kuenya menjadi dua bagian. Satu bagian untuk Kevin dan satu lagi untuknya.


Kevin "Aku anterin pulang, nggak ada penolakan,"


Sheena hanya menuruti saja kemauan Kevin, selama ia sendiri hanya Kevin yang selalu menemuinya dan menemaninya. Jadi tidak ada salahnya untuk pulang bareng.


Sesampainya di depan rumah Sheena, Kevin menahannya tetap berada di mobil.


Kevin "Sheen,"


Sheena "Iya,?"


Kevin "Selamat ulang tahun,"


Sheena "Bukannya tadi udah ngucapin selamat yah? Makasih ya,"


Kevin " Sheen, aku ,,,," terhenti mendengar suara cacing yang sedang berdemo ingin makan, Kevin tersenyum.


Sheena "Kenapa? cepetan aku laper nih tadi kan nggak jadi makan," rengeknya.


Kevin "iya, iya, ya udah masuk aja. Masih ada kejutan buat kamu di dalam,"


Sheena "Kamu nggak akan masuk dulu?"


Kevin "Emang boleh?"


Sheena "Cepet sebelum aku berubah pikiran,"


Kevin "Galak banget,"

__ADS_1


Kemudian mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Sheena langsung menuju meja makan, rasa laparnya mengalahkan segalanya.


Bi Ani sudah menyiapkan makan malam untuknya.


Sheena "Kamu nggak makan?"


Kevin "Lihat kamu makan aja aku udah kenyang,"


Sheena "Uh dasar,"


Selesai melahap makan malamnya yang sempat tertunda, mereka berbincang di taman belakang.


Sheena "Katanya masih ada kejutan buat aku,?"


Kevin "Sebentar lagi,"


Tak lama kembang api menyala di atas mereka menghiasi langit malam itu.


Sheena tampak takjub dan terharu menyaksikannya. Kevin sangat tahu api yang ia suka dan tidak suka.


Sheena "Kevin, makasih banyak untuk semua ini." Kevin menangguk sambil tersenyum tulus.


Kevin "Sheen, boleh aku minta sesuatu??"


Sheena "Ih kok kamu yang minta sama aku. Harusnya aku yang minta kado sama kamu."


Kevin "Kadonya ada di kamar kamu, sekarang giliran aku yang minta sesuatu sama kamu,"


Sheena "Apa itu? Asal jangan yang aneh-aneh,"


Kevin "Jangan pernah menangis sendirian lagi, kalau kamu butuh teman atau sesuatu bilang sama aku. Kamu nggak sendiri, kamu masih punya aku,"


Dalam hati Kevin "Karena aku tak sanggup dan jauh lebih sakit melihat kamu menangis sendirian, aku masih menyayangi mu,"


Sheena menghela nafas, memang ia masih sedih karena perceraiannya dengan Al. Dan Kevin selalu ada untuknya akhir-akhir ini.


Kevin membelai lembut pipinya. Sheena merasakan sesuatu yang dulu pernah ia rasakan bersama dengannya. Yang pernah terkubur dalam.


Sheena "Vin, aku mau bertanya sesuatu?"


Kevin "Iya, tanya saja aku pasti menjawabnya,"


Sheena "Kenapa kamu masih menunggu ku? Aku sudah mengecewakan mu, seharusnya kau membenci ku,"


Kevin "Karena aku tidak bisa membuang rasa ku untuk mu, dan tidak akan pernah. Aku masih menyayangi mu sampai detik ini dan seterusnya. Walaupun aku nggak tahu isi hati kamu,"


🌷🌷🌷🌷🌷


Adakah yang berkenan mengucapkan selamat ulang tahun buat author?


Dan aku rasa Sheena juga belum merasakan ultah jadi gpp ya dibarengin aja ultahnya sama author...


hihihi.. author narsis amat ya....


Makasih semua buat yang udah baca.....


jangan lupa like comment n vote nya ya....

__ADS_1


šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤


__ADS_2