MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 39


__ADS_3

Hari pernikahan tinggal menghitung hari, namun pasangan pengantinnya itu sendiri masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Karena jarangnya bertemu perselisihan dan kesalah pahaman kerap terjadi walau hanya karena hal kecil.


Sheena “apa jadwal saya hari ini?” seusai meeting paginya ia bertanya jadwalnya untuk hari ini pada Putri yang kini menjadi assistennya.


Putri “jam sepuluh kita harus menghadiri pembukaan rumah sakit baru di daerah perbatasan kota, lalu makan siang bersama klien untuk membahas kerja sama kita selanjutnya, setelah itu ada kunjungan ke yayasan panti asuhan.”


Sheena “ada lagi?”


Putri “tidak ada”


Sheena “jadwalkan makan malam sama Al malam ini, tolong booking tempt di restoran 'A' ya”


Putri menjawabnya dengan anggukan kemudian kembali ke mejanya.


Sheena membuka tasnya untuk mengambil ponselnya, ia memijit nama Al untuk menghubunginya. Namun beberapa kali ia telepon Al tidak mengangkat telepon darinya.


“mungkin lagi sibuk” pikirnya lalu melanjutkan pekerjaanya.


Beberapa kali Sheena mengecek ponselnya berharap Al menghubunginya namun tidak ada tanda-tanda ponselnya berdering, ia mengerucutkan bibirnya. Banyak sekali pertanyaan dalam benaknya karena Al jarang sekali menghubunginya akhir-akhir ini.


Putri “bu, sudah waktunya menghadiri pembukaan rumah sakit. Kalau keburu siang nanti kena macet” ucapnya.


Sheena “iya. Ayo kita pergi sekarang”


Sepanjang perjalanan Sheena terus saja melihat layar ponselnya, tapi yang diharapkan tak kunjung menghubunginya.


Semua kegiatannya hari ini sudah selesai, tetapi masih saja Al tidak ada menghubunginya.


Putri “bu, jadi booking di restoran ‘A’?” tanyanya memastikan.


Sheena “enggak jadi. Kita pulang saja istirahat, besok kita masih banyak kegiatan. Kamu juga pulang saja, saya mau bawa mobil sendiri” katanya dengan nada kecewa.


Putri “baik, bu, kalau begitu saya pulang ya”


Sheena “oke, Put. Hati hati di jalan”


Setelah itu Putri beranjak untuk pulang meninggalkan Sheena di ruangannya.

__ADS_1


Karena Al tak kunjung menghubunginya Sheena mengirimikan pesan pada Al.


Sheena :


I MISS YOU SO MUCH


Kemudian ia pun beranjak dari tempat duduknya berjalan ke parkiran kantornya untuk pulang.


-------------------------


Seharian ini Al sangat sibuk dengan pekerjaannya karena ada masalah di proyek barunya, belum lagi ia harus mengurus beberapa pekerjaannya di rumah sakit. Setelah menikah Al akan berhenti menjadi dokter di rumah sakitnya, dan akan berfokus pada perusahaannya saja.


Hingga malam harinya ia baru mengecek ponselnya, berpuluh-puluh kali Sheena menghubunginya dan ada beberapa pesan untuknya. Saat membaca pesan dari Sheena ia merasa bersalah karena kesibukannya ia mengabaikan panggilan dari calon istrinya.


Al menelepon balik ke ponsel Sheena namun ponselnya tidak aktif. Ia berencana untuk menemuinya di rumah saja. Di perjalanan Al berhenti di toko bunga untuk memberikan kejutan pada Sheena.


“Dokter Al “ panggil seorang wanita yang berada di toko bunga.


Al menoleh ke arah yang memanggilnya, melihat siapa di sumber suara itu. Ia mengerutkan dahinya melihat sosok wanita yang ada di hadapannya saat ini.


“Rossy, masih ingat?” imbuhnya lagi.


Rossy “ bagaimana kabar mu. Aku dengar kau akan segera menikah”


Al “iya minggu ini aku akan menikah. Bagaimana juga dengan mu?”


Rossy “aku sudah menikah, tapi aku sduah bercerai lagi. Takdir memang tidak membuatku beruntung” jawabnya dengan mimik wajah sedih.


Al “mm, maaf sudah ,,,,” merasa bersalah namun kata-katanya segera dipotong oleh Rossy.


Rossy “tidak apa, oh ya kau pasti akan membeli bunga buat calon istri mu kan” memotong kata-kata Al


Al mengangguk, Rossy memilihkan beberapa bunga untuk Al dan kemudian merangkainya. Tak butuh waktu lama bagi Rossy merangkai bunga dengan sangat indah dan cantik. Rossy memberikannya pada Al bunga yang sudah dirangkainya.


Al “terimakasih” sembari menyodorkan beberapa uang ratusan ribu pada Rossy.


Rossy “tidak usah, anggap itu sebagai hadiah untuk calon istri mu dari ku” ucapnya menolak.

__ADS_1


Al tersenyum, “kalau begitu makasih bunganya Rossy, aku akan segera menemuinya”


Rossy “oh ya. Aku juga mau tutup sekarang”


Al “biar aku bantu, sebagai terimakasih karena kamu udah ngerangkai bunga ini untuk calon istri ku” yang dijawab anggukan oleh Rossy.


Al membantunya untuk membereskan tokonya, setelah selesai mereka keluar. Karena susah menutup bagian depan tokonya Al menyerahkan bunga yang tadi ke Rossy supaya ia bisa membantu menutup pintu bagian depan toko bunga Rossy.


Sheena melihat mobil Al di depan toko bunga, tapi ketika ia akan turun dari mobilnya dan akan menghampiri Al. Al terlihat memberikan sebuket bunga pada seorang wanita. Niat turun dari mobilnya dan menghampiri Al ia urungkan karena melihat adegan itu. Lalu ia menancap gasnya sangat cepat, namun Al tak menyadari bahwa Sheena melihatnya bersama Rossy.


Al “aku pamit, makasih bunganya”


Rossy “sama-sama. Lancar sampai hari pernikahannya ya”


Al “besok aku kirim undangannya kesini bersama calon istri ku”


Rossy “oke, aku tunggu”


Al pun pergi ke rumah Sheena membawa bunga yang tadi. Al mencoba menghubungi Sheena lagi tapi ponsel Sheena tetap tidak aktif.


Sepanjang perjalanan Sheena menangis, tak percaya dengan apa yang ia lihat barusan. Pikiran negativ tentang Al memenuhi pikirannya. Dari Al yang jarang sekali menghubunginya sampai yang ia lihat barusan. Hatinya sakit dan kecewa, terlebih tinggal beberapa hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


Sesampainya di rumah ia langsung masuk ke kamar dan mematikan lampu kamarnya. Tanpa membersihkan dirinya Sheena langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Karena kelelahan dan terus menangis akhirnya ia pun tidak dapat menahan matanya untuk terlelap.


Selang beberapa lama Al sampai di rumah Sheena, Bi Ani membukakan pintu rumah.


Al “Sheena nya udah pulang Bik?” tanyanya.


Bi Ani “sudah, Den. Kelihatannya Non Sheena capek banget, tadi langsung masuk kamar”


Al mengangguk dan langsung menuju kamar Sheena, namun kamar Sheena sudah gelap. Al mencoba membuka pintunya tapi terkunci. Bunga yang tadi ia bawa di letakkannya di depan pintu kamar Sheena.


Al “selamat tidur, sayang, aku juga sangat merindukan mu” ucapnya didepan kamar Sheena, lalu ia pun beranjak untuk pulang.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


#jangan lupa untuk like comment n vote nya juga ya...#

__ADS_1


Selamat tahun baru all... 🖤🖤🖤


__ADS_2