
Sampai di rumah Sheena datang lebih dulu dari suaminya, setelah bermain dengan pushi yang sekarang berada di rumahnya ia langsung menyiapkan makan malam untuk suaminya. Beres memasakan makan malam Sheena pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lama Al tak kunjung datang, membuat Sheena memutuskan untuk menghubunginya tapi tidak ada jawaban. Sheena menghubungi Deon yang juga sama tidak menjawab panggilannya.
Sheena “kamu dimana Al?” gumamnya merasa khawatir pada suaminya.
Berjalan ke depan rumahnya dan duduk di kursi taman sambil menunggu suaminya pulang.
Ponselnya berdering cepat-cepat ia melihat ponselnya namun sayang itu bukan panggilan dari Al melainkan dar Bunda Lien.
Sheena : halo bunda
Bunda Lien : halo sayang, bagaimana kabar mu? Bunda rindu sama kalian kapan kalian akan mengunjungi bunda?
Sheena : Sheena juga kangen sama bunda, dalam waktu dekat kita akan kesana bund.
Bunda Lien : Al kemana?
Sheena : belum pulang bund, mungkin sebentar lagi.
Bunda Lien : oh ya sudah, bunda tunggu kedatangan kalian ya sayang.
Sheena : iya bunda.
Menutup teleponnya.
Lehernya merasakan sesuatu, seseorang memasangkan sesuatu di lehernya, Sheena terkejut dan langsung melihat ke belakang.
Sheena “AL, kau mengagetkan ku” hardiknya.
Al melanjutkan memasangkan sebuah kalung di leher istrinya. Sheena meraba kalung yang dipasangkan suaminya itu. Sebuah kalung berliontin permata biru sudah terpasang di lehernya.
Al “kau sangat cantik memakainya,”
Sheena “terimakasih” mengecup pipip suaminya.
Al “sama-sama sayang, ayo masuk kedalam” ajaknya.
Mereka duduk di meja makan, Sheena mengambilkan sepiring nasi dan juga lauknya untuk Al.
Al “kenapa kamu menunggu ku di luar sayang? Nanti kamu masuk angin dan kedinginan disana”
Sheena “habis kamu lama, mana nggak bisa dihubungi”
Al “hehe, aku sengaja membuat kejutan untuk mu”
Sheena “jahat, kamu nggak tahu aku khawatir kamu belum juga pulang”
Al “maaf, tapi suka kan?”
Sheena “iya tapi jangan seperti itu lagi, tadi bunda telepon, kapan kita akan ke rumah bunda?”
__ADS_1
Al “gimana kalau lusa aja, pas weekend kita menginap di rumah bunda”
Sheena “iya, aku kangen banget sama bunda”
Al “sama aku nggak kangen?”
Sheena “sudah cepat habiskan makannya”
Al “iya, iya, istri ku”
Usai makan malam mereka langsung masuk kamar, Al pergi mandi sedang Sheena menyiapkan baju tidur untuknya.
Sheena sangat girang mendapatkan kejutan dari suaminya, ia terus saja menatap cermin melihat penampilannya memakai kalung permata biru itu. Al keluar dari kamar mandi tersenyum melihat istrinya yang tak hentinya memperhatikan kalung yang dipakainya di cermin.
Al yang masih memakai handuk, bertelanjang dada dan hanya menutupi bagian pinggang ke bawah dengan handuknya mendekati istrinya dan memeluknya menempelkan dagunya ke bahu Sheena.
Al “kau suka?”
Sheena “terimakasih, aku suka banget kalung ini”
Al “berterimaksih lah dengan cara lain sayang” bisiknya mesra dan penuh hasrat di telinga Sheena.
Sheena “kenapa kau belum pakai baju mu” baru sadar suaminya hanya memaki handuk.
Al “nggak perlu pakai baju, sekarang aku hanya ingin dirimu”
Al melanjutkan aksinya dan memulai malam panjang mereka.
--------
Sheena bangun melihat suaminya sudah rapi dengan setelan kerjanya. Al yang melihat istrinya sudah bangun mendekat dan mencium kepala istrinya.
Al “bersiaplah aku tunggu di bawah” mengusap lembut rambut Sheena kemudian berdiri melangkah keluar kamar.
Sekarang Sheena sudah siap kalung liontin permata biru dikenakannya dengan percaya diri. Sheena menyusul Al turun ke bawah yang sudah lebih dulu. Di meja makan sudah ada dua piri sandwich dan dua gelas jus buah utnuk mereka sarapan yan sudah di siapkan pelayan.
Sheena “sayang, kenapa kau belum memakan sarapan mu?”
Al “aku menunggu mu, ayo sarapan”
Al menatap Sheena dalam sambil tersenyum begitu pun sebaliknya, Sheena menatap suaminya tersenyum bahagia. Pagi yang indah pikirnya.
Suasana romantis itu hancur seketika saat seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka.
Bunda Lien “ekhem ekhem”dehemannya menyadarkan mereka yang sedang bertatapan mesra.
“bunda” Al dan Sheena berbarengan.
Bunda Lien “makan sarapannya bukan tatap-tatapan” sindirnya.
Sheena “bunda kapan datang, Sheena kangen” memeluk bunda Lien.
__ADS_1
Bunda Lien “kalian ini asik tatap-tatapan sampai tidak tahu bunda datang”
Sheena “hihi, maaf bunda”
Bunda Lien “ya sudah lanjutkan sarapannya jangan tatap-tatapan terus,”
Al hanya cengengesan melihat tingkah bundanya dan melanjutkan sarapannya.
Al “bunda nggak sarapan juga? padahal lusa kita akan kesana bund."
Bunda Lien “bunda udah sarapan tadi, kalian saja, bunda sudah tidak tahan ingin bertemu kalian makanya bunda langsung saja kesini, bunda akan ada disini menunggu kalian pulang, jadi pulang cepatlah hari ini”
“iya bunda” jawab mereka barengan.
----------------
Sesuai kesepakatan David mendatangi kantor Sheena untuk membawakan kontrak kerjasama antara mereka dan menandatanganinya. David datang bersama Kevin dan itu membuat Sheena heran.
Sheena “Kevin, kau,,,?”
David “Kevin juga akan bekerja sama dengan kita dalamu proyek ini” jelasnya.
Sheena “bagus kalau begitu”
Kevin “iya aku juga ikut andil dalam proyek ini, kau tidak keberdaatan kan?”
Sheena “tentu saja tidak”
Ketiganya menandatangani kontrak kerjasama mereka. Senyuman kemenangan mengembang di wajah David penuh kemenangan rencananya berjalan lancar tanpa hambatan.
David “semuanya sudah selesai aku pamit karena banyak urusan yang harus aku selesaikan” lalu pergi.
Setelah David pergi.
Kevin melihat Sheena begitu cantik hari ini dengan kalunng liontin permata birunya menambah kesempurnaan penampilannya hari ini. Binar matanya terlihat sangat bahagia, Kevin senang melihatnya dengan wajah yang ceria dan bahagia.
Sheena “kau sudah melamarnya?”
Kevin “aku memang sudah dijodohkan dengannya aku pasti menikahinya”
Sheena “sepertinya dia punya masalah dengan keluarganya, Kevin kau lah yang harus menjaganya”
Kevin “kenapa kamu selalu begitu?”
Sheena “maksud mu?”
Kevin “kenapa kau selalu menyuruh ku untuk bersama orang lain” lalu pergi dengan wajah kesal.
Sheena “kenapa dia marah? Ah sudah lah”
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
jangan lupa like comment n vote nya
terimakasih 🖤🖤🖤