MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 51


__ADS_3

Pertemuan Kevin dan Karina selanjutnya sudah di tentukan oleh Mama Dahlia, Kevin menuruti setiap permintaan mamanya tanpa bantahan. Kini Kevin sudah berada di rumah Karina untuk menjemputnya.


Kevin “kau sudah siap?” tanyanya saat melihat Karina keluar muncul dari ambang pintu.


Karina mengangguk.


Kevin “saya dan Karina pergi dulu Om, Tante” pamitnya.


Pak Tio “iya, hati-hati, nak”


Bu Hana “hati-hati, jangan pulang larut malam ya” sembari melambaikan tangannya melepas kepergian anaknya.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara baik Kevin maupun Karina.


Kevin “ada tempat yang ingin kau datangi?” tanyanya memecah keheningan.


Karina “tidak” jawabnya singkat.


Kevin “kalau begitu, kita ke pantai aja bagaimana?” tanyanya lagi.


Karina “ayo, aku suka pantai”


Mobil Kevin melaju terus hingga sampailah di sebuah pantai pasir putih yang indah.


Karina duduk di sebuah kursi menghadap lautan dan Kevin di sampingnya.


Kevin “kau belum menjawab pertanyaan ku” sambil menyeruput air kelapanya.


Karina “pertanyaan yang mana?”


Kevin “apa kau keberatan dengan perjodohan ini, aku tidak akan kecewa kalau kau tidak menyukai perjodohan kita, dan tentunya aku tidak akan memaksa mu”


Karina “bukankah perjodohan dalam dunia bisnis itu hal yang biasa, perusahaan papa ku sedang krisis dan papa mu menyuntikan dananya ke perusahaan orang tua ku, tidak ada alasan untuk ku keberatan untuk perjodohan ini” jelasnya.


Kevin “jadi kau mau di jodohkan dengan ku karena itu?”


Karina “bisa dibilang begitu, dalam dunia bisnis cinta itu nomor sekian dan materi itu adalah segalanya kau pasti tahu itu”


Kevin “tidak juga, tidak semua seperti yang kamu katakan,”


Karina “kenyataannya seperti itu tuan”


Kevin ‘kau sudah punya pacar?”

__ADS_1


Karina “aku terlahir untuk menuruti keinginan kedua orang tua ku, apapun yang mereka perintahkan aku harus menurutinya walaupun hati ku berkata tidak, jadi mana mungkin aku punya pacar, akan sangat menyakitkan jika akhirnya kita tidak bisa bersama” jawabnyanya getir dengan mata yang sudah bekaca-kaca.


Kevin “maaf” ucapnya merasa tidak enak dengan pertanyaannya.


Karina “tidak apa-apa, kau punya?”


Kevin “tidak, hanya saja aku mencintai seseorang yang tidak bisa ku miliki”


Karina “dunia kita memang seperti itu, kita di takdirkan mencintai tapi tidak bisa memiliki”


Kevin “kenapa kau terus berkata seprti itu, apa kau sebelumnya punya kekasih?”


Karina “aku sempat menyukai seseorang dan ternyata dia juga menyukai ku, tapi orang tua ku menentang hubungan kami karena dia bukan orang yang berada dan akhirnya kami memutuskan untuk berpisah, seperti kata ku kita di takdirkan mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya’”


Kevin “apa karena perjodohan kita juga kau berpisah dengannya?”


Karina “tidak, itu terjadi sudah lama”


Ponsel Kevin bergetar tanda ada pesan masuk lalu ia membuka dan membacanya.


Kevin “sudah sore, kita pulang sekarang, mama ku sudah menunggu untuk makan malam di rumah”


Kemudian keduanya meninggalkan pantai.


Setibanya di rumah Keluarga Kevin, Mama Dahlia sudah ada menyambut kedatangan mereka tidak ketinggalan Papa Alex, Revan dan juga Putri.


Revan “halo, aku Revan adiknya Bang Kevin dan ini Putri pacar aku”


“Karina”


“Putri,”


Mama Dahlia “ayo kita langsung aja ke meja makan, pasti kalian sudah lapar kan, mama sudah siapkan menu spesial untuk makan malam kita” ajaknya.


Semuanya beranjak menuju meja makan lalu mendudukan dirinya disana.


Papa Alex “papa senang sekali kita bisa berkumpul seperti ini, Kevin, Karina bagaimana rencana kalian, jangan terlalu lama kasihan Revan dan Putri mereka juga ingin meresmikan hubungan mereka,” tanyanya pada Kevin memulai percakapan.


Kevin “Kalau Kevin bagaimana papa mama saja itu pasti yang terbaik buat Kevin dan pastinya buat Karina juga, bagaimana Karina?”


Karina “eh, iya bagaimana baiknya saja,”


Papa Alex “kalau begitu kita percepat saja bagaimana, biar nanti papa yang akan langsung berbicara dengan papa mu Karin”

__ADS_1


Karina “iya,” mengembangkan senyumannya ke arah Papa Alex.


Papa Alex “Revan, Putri, kalian bagaimana?”


Revan “kita masih ingin menikmati masa-masa pacaran dulu, pa, kita kan masih muda, biar Bang Kevin aja yang duluan” jawabnya dan Putri hanya tersenyum.


Mama Dahlia “lho kok gitu, gak baik pacaran lama-lama, kalian nikahnya barengan aja” ucapnya.


Revan “apa? Enggak, ma, biar Bang Kevin dulu kalo barengan nanti bulan madunya juga barengan dong”


Mama Dahlia “ya ngga apa biar nanti mama langsung barengan juga dapat cucunya, iya kan, Pah?”


Ke empat muda mudi itu saling bertatapan dengan pasangannya yang berada disampingnya.


Revan “mama ini ngomongnya cucu terus, kan masih jauh mah”


Mama Dahlia “mama mu ini sudah tua sudah waktunya mama main bersama cucu-cucu mama, lagian sekarang punya anak dua-duanya laki-laki jarang ada di rumah sibuk dengan urusannya sendiri, mama jadi kesepian, kan kalo ada cucu mama seneng main sama mereka”


Papa Alex “ide bagus Kevin dan Revan nikahnya hari itu juga”


Revan “pokoknya Revan nggak mau nikahnya barengan sama bang Kevin, jadi kurang istimewa nantinya, Revan mau di hari bahagia Revan hanya Revan dan Putri yang jadi raja dan ratu sehari nggak ada lagi yang lain”


Kevin “sudah sudah, kamu saja nikah duluan gimana?”


Revan “mama kan maunya abang yang nikah kenapa jadi aku duluan si bang?”


Kevin “tadi kamu bilang nggak mau barengan nikahnya, aku tawarin kamu dulu yang nikah nggak mau”


Mama Dahlia “sudah kalian kok malah berantem nggak malu dilihatin dua wanita cantik di samping kalian”


Sedangkan Karina dan Putri hanya bisa menyimak apa yang mereka bicarakan dan perdebatkan.


Papa Alex “papa sudah putuskan kalian akan menikah bulan depan, tidak ada bantahan”


“APAAAA”



Karina, gadis yang di jodohkan dengan Kevin....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Maafkan author baru bisa UP...

__ADS_1


jangan lupa like comment n vote nya ya...


dukungan kalian sangat berharga buat author.... terimakasih semua 🖤🖤🖤


__ADS_2