
Dalam perjalanan menuju rumah sakit Sheena terus berada di samping Al yang juga ada Kevin di sana.
Sheena "Bertahanlah!"
Al tersenyum melihat Sheena begitu mengkhawatirkannya.
Al "Vin, jaga dan bahagiakan Sheena," pintanya.
Al memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya. Sheena menjerit menyebutkan namanya saat dilihat pria yang selama ini pernah ada di dalam hidupnya menutup matanya untuk selamanya.
Kevin hanya diam dan menunduk lalu mendekap Sheena yang menangis sedari tadi dan lebih mengeraskan tangisannya lagi saat Al menghembuskan nafas terakhirnya.
Semua sudah berkumpul di rumah sakit.
Bunda Lien menghampiri Sheena yang terlihat sangat sedih dan menanyakan keadaan anaknya. Dan saat tahu Al meninggal Bunda Lien menangis dan memeluk Sheena.
Rianti dan Deon berusaha untuk menenangkan Sheena dan Bunda Lien.
-----------------------
Satu tahun kemudian......
Di sebuah pesta pernikahan, Sheena menatap haru acara pesta pernikahan yang megah dan penuh makna.
Sekilas ia teringat masa-masa yang telah ia lewati selama ini. Sejenak membuatnya termenung hingga Bunda Lien menghampirinya.
Bunda Lien "Sayang, sedang apa nak? Jangan melamun sendiri,"
Sheena "Nggak Bunda, aku lagi menikmati pesta ini,"
Bunda Liem "Ya sudah ayo kita ke dalam," ajaknya.
Lalu mereka masuk ke tengah-tengah pesta kemudian menyalami kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia, Deon dan Rianti.
Sheena "Selamat yah, Ri. Semoga kalian selalu bahagia dan segera di berikan momongan," ucapnya sembari memeluk sahabatnya itu.
Rianti "Makasih. Lo juga cepetan nikah lagi nggak baik kelamaan jendeuss cyiinn, keburu di ambil orang," godanya.
Sheena "Ah lo bisa aja," jawabnya.
Deon "Makasih. Oh ya Sheen, jangan sia-siakan orang yang menyayangi mu sebelum kamu menyesal. Jangan terus hidup di masa lalu karena kamu masih punya masa depan," ucapnya lalu mengulurkan tangannya untuk berjabatan.
Sheena mencoba mencerna kata-kata Deon, lalu hanya tersenyum penuh arti.
Kemudian Bunda Lien juga menyelamati mereka.
Bunda Lien "Selamat ya untuk kalian berdua,"
Deon "Makasih, Bunda,"
Tidak ketinggalan Revan dan Putri juga datang ke acara pernikahan Deon dan Rianti.
Sepulangnya Sheena dari pesta, ia langsung pulang ke rumah karena merasa sangat lelah. Akhir-akhir ini banyak aktifitas yang banyak menyita waktunya. Karena lelah ia pun tertidur dengan nyenyak.
Biasanya Kevin selalu menemuinya dan mengganggunya setiap hari. Sering membuatnya kesal dan uring-uringan. Tapi beberapa hari ini Kevin tidak pernah menganggunya lagi. Sheena merasa kehilangan dan tanpa sadar merindukan sosok Kevin yang selalu ada untuknya.
Sampai saat ini Sheena belum bisa menerima seperti dulu. Selalu saja ia merasa ragu dan takut untuk memulainya lagi dengan Kevin.
Tidurnya terganggu dengan suara dering ponselnya yang berdering berkali-kali. Di ambilnya ponsel yang berada di kasurnya dengan meraba-raba hingga tergenggam di tangannya.
"Halo,"
__ADS_1
"Hmmm"
"Ngapain?"
"Oke, oke, aku kesana sekarang,"
Menutup teleponnya dan segera bangun lalu berjalan cepat ke depan rumahnya.
Di depan rumah Kevin sedang menunggunya.
Sheena "Kamu gapapa kan? Mana yang luka? Mana yangg sakit? Jatuh dimana?" ucapnya khawatir karena di telepon Kevin mengaku jatuh dari motor.
Sheena meraba-raba seluruh badan Kevin mencari luka atau yang sakit di sana tapi tidak menemukan tanda-tanda sudah mengalami kecelakaan
Kevin yang melihat tingkah Sheena senyum-senyum usil dan menahan tawa.
Sheena melihat ke halamannya tidak ada motor terparkir di sana dan hanya mobil Kevin yang ada.
Sheena akhirnya menjewer telinga Kevin karena kelewat kesal dengan keusilannya.
Kevin "Aduh, aduh, Sheen. Maafin, maafin, sakiiitt," rintihnya.
Sheena "Kamu udah kelewatan," sambil terus menjewer telinga Kevin sampai merah.
Kevin "Ampun, ampun, lepasin, lepasin," teriaknya minta ampun.
Sheena "Nggak ada ampun,"
Namun Kevin tidak kehilangan akal, ia langsung memeluk tubuh Sheena dan mendekapnya dengan erat.
Deg
Kevin "Kenapa di lepasin jeweranya? Jewer aja terus, aku gapapa kok, asal terus deket sama kamu,"
Sheena "Lepasin, Vin,"
Kevin "Nggak,"
Sheena "Lepasin,"
Kevin "Kamu bilang lepasin, tapi kamu nyaman di peluk aku kan? Buktinya kamu nggak berontak aku peluk,"
Seketika Sheena mencoba melepaskan diri namun tenaga Kevin lebih kuat memeluknya. Akhirnya ia hanya bisa pasrah.
Kevin "Sheen, emang kamu nggak ngerasain ya?"
Sheena "Apa?"
Kevin "Kamu nggak ngerasa kangen sama aku? Aku sehari aja nggak ketemu kamu rasanya kangen banget. Padahal aku sendiri yang sengaja nggak nemuin kamu,"
Sheena "Jadi kamu sengaja buat aku nyariin kamu, hah? Lagian kenapa harus kangen kita kan bukan apa-apa"
Kevin "Oh ya, kamu nyariin aku?"
Sheena "Pikir aja sendiri. Lepasin. Pake bohong segala kecelakaan lagi, padahal gapapa,"
Kevin "Nggak mau. Jawab dulu pertanyaan aku,"
Sheena "Apa?"
Kevin "Kangen nggak sama aku?"
__ADS_1
Sheena "Iya aku kangen sama kamu, puas?"
Alih-alih di lepaskan Kevin malah semakin erat memeluk Sheena.
Kevin "Sheen, aku kangen saat-saat seperti ini. Aku kangen kamu, kangen semua tentang kamu. Jangan pernah pergi dari aku lagi."
Sheena hanya bisa diam tidak tahu apa yang harus ia katakan. Selama ini pengorbanan Kevin untuknya sudah begitu banyak. Dan dari dulu sampai sekarang perasaannya tidak berubah. Kevin tetap mencintainya walaupun ia pernah berpaling.
Kevin melepaskan pelukannya, kedua pasang mata beradu saling menatap
Kevin "Sheen, aku sayang sama kamu dulu sekarang dan sampai kapan pun perasaan ini tidak pernah berubah buat kamu, jadi mmm ,,,," terlihat gugup dan ragu dengan kata-katanya.
Sheena "Vin, aku mau jadi istri kamu. Kita menikah," ucapnya tiba-tiba membuat orang yang di depannya terkejut tidak percaya.
Kevin "Ini beneran kan Sheen? Aku nggak lagi mimpi kan? Coba cubit aku,"
Sheena mencubit pipi Kevin.
Sheena "Ini beneran Kevin," sambil menggoyang-goyangkan pipi Kevin.
Kevin memeluk Sheena lagi dan mengecup kepalanya.
Kevin "Kok kamu tahu kalo aku mau ngajak kamu nikah? Nggak seru dong kalo kamu langsung jawab kayak tadi,"
Sheena "Lagian kamu kelamaan, ah keburu aku ngantuk lagi."
Semua orang yang sedari tadi mengintip kemesraan mereka keluar dan mendekati mereka. Sontak membuat Sheena terkejut dan malu melihat mereka ada di sana.
Revan "Selamat ya Bang, akhirnya penantian mu selama ini bisa terwujud," memeluk Kevin.
Bunda Lien "Sayang, Bunda bahagia kalau kamu bahagia pastinya Al juga merasakan yang sama," memeluk Sheena.
Putri juga memeluk Sheena setelah Bunda Lien melepaskan pelukannya.
Mama Dahlia "Sheena, maafkan mama yang sudah membenci mu. Sekarang tidak ada alasan lagi untuk membenci mu karena kamu adalah kebahagiaan Kevin. Dan pasti juga menjadi kebahagiaan kami," lalu memeluk Sheena.
Sheena "Maafkan Sheena juga ya, Ma,"
Dua bulan kemudian Sheena dan Kevin menikah. Dan semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka juga ikut bahagia bersamanya.
Kevin "Sayang, terimakasih sudah mau menjadi istri ku. Dan akhirnya setelah penantian panjang ku, aku bisa memiliki mu seutuhnya dan hanya untuk aku," ucapnya pada Sheena yang kini menjadi istrinya.
πΉπΉTAMAT πΉπΉ
Makasih readers yang sudah membaca novel MEMILIKI MU ini.
Makasih yg udah ngasih like n setia memberikan komentar di setiap partnya.
Makasih juga untuk votenya.
Makasih banyak.
Maaf kalo banyak kurangnya daripada lebihnya.
Setelah part ini ada cast cowoknya ya.
tapi ga tau kapan di UP nya soalnya kalo ada pict nya suka agak lama di review nya.
Sekali lagi makasih banyak ya semuanya.....
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€
__ADS_1